Kring.... kring....
Suara jam weker berdering Dengan keras berusaha membanggunkan seorang gadis yang Masih tertidur Dengan pulas
“Bentar lagi bangun kok. 5 menit lagi” ucap gadis Itu sambil menarik selimut menutupi kepalanya
Tetapi jam Itu Terus berdering
Gadis itu pun meraih jam Itu dan mematikan deringan jam Itu. Dia membuka sebelah matanya dan melihat bahwa jam sudah menunjukan 7.30 pagi.
“Sial gue Bangun kesiangan lagi” ucap gadis Itu sambil melentangkan dirinya Di kasur dan membuka matanya memandang ke arah langit-langit Di kamarnya
Beberapa menit kemudian gadis itu pun memutuskan untuk bangun dan bersiap untuk ke sekolah.
Setelah siap, gadis Itu pun turun ke bawah
“Makan dulu Tessa “ ucap mama Tessa sambil menaruh piring yang berisi telur dan roti panggang Di atas meja
Gadis itu menoleh sebentar ke atas meja dan melihat ayahnya yang sibuk membaca koran dan kakaknya yang sedang membaca buku sambil memakan roti
“Tessa berangkat dulu” ucap Tessa sambil memakai sepatunya dan berjalan keluar dari rumahnya
“Anak Itu memang y kurang ajar” Teriak papà Tessa sambil memukul meja
Tessa yang Masih berdiri Di luar pintu hanya bisa menutup matanya dan menghela napas panjang
Tessa sangat berbeda Dengan kakaknya yang perfect, Makanya perlakuan orang tua nya sangat berbeda terhadap dirinya dan kakaknya.
Ketika Tessa membuka matanya, dia melihat kesekelilingnya Dengan ekpresi wajah bingung.
“Dimana Aku? Hutan? “Guman Tessa pelan Dengan gugup
Dia memandang kesekelilingnya sekali lagi, tetapi apa yang Dia lihat Tetap sama hanya pohon, pohon, dan pohon, sejauh matanya memandang hanyalah pohon yang menjulang tinggi terlihat.
Tessa pun melihat jam Di tangannya yang menunjukan pukul 7 malam
“7 malam? “ Guman Tessa Dengan pupil mata membesar
“Tenang Tessa .... tenang .... Ingat apa yang terjadi Tadi pagi” ucap Tessa sambil menenangkan dirinya
Tessa pun menutup matanya dan mulai mengingat apa yang terjadi Tadi pagi. Hampir setengah jam dia berpikir keras tetapi tidak Ada yang Dia Ingat, selain dia keluar dari rumah dan berdiri Di depan pintu sambil menutup matanya sejenak.
“ aaaaarrrrgggfhhhh.....” teriak Tessa sambil mengacak-acak rambutnya
Tessa pun memandang sekitarnya sekali lagi, tetapi dia sama sekali tidak tau dirinya Ada dimana
“Ponsel.. ponsel ku” ucap Tessa sambil meraba-raba satu tubuhnya
Tessa menemukan ponselnya Di tas sekolahnya
“ Sial...” teriak Tessa Dengan kesal
Ternyata ponselnya tidak dapat Di pakai Karena tidak Ada sinyal
Harapannya kandas begitu saja. Tessa pun memutuskan untuk berjalan menelusuri tempat yang dia Yakini hutan Itu Dengan ditemanin oleh flashlight ponselnya
“Apa Ada orang ?” Teriak Tessa sambil Terus berjalan
Hampir setengah jam Tessa berjalan, tetapi dirinya seperti berputar-Putar Di tempat yang sama .
“ Sialan” Guman Tessa sambil melihat kesekitarnya
Tessa sama sekali tidak melihat jalan keluar, diapun memutuskan untuk beristirahat sebentar. Dia mengeluarkan sebotol minuman dari tasnya Dan meneguknya
Sambil melihat isi tasnya dia menghela napas panjang
“Ah... Sial.... bagaimana Aku bisa bertahan di hutan ini ? Dan Sebenarnya apa yang terjadi ? Bagaimana bisa Aku Ada Disini ?” Tutur Tessa Dengan kesal
Tiba-tiba Ada suara terdengar
“Apa Kalian sudah siap Dengan permainannya?” Ucap seseorang Dengan nada sangat semangat dan antusias
“Permainan?” Guman Tessa Dengan raut wajah bingung
“Kali ini permainannya adalah petak umpet” ucap orang Itu lagi
“ Apalagi ini?” Guman Tessa kesal
“Peraturannya adalah berusaha bersembunyi dan Jangan sampai ketahuan, Waktunya Adalah 1 jam”ucap orang itu sambil tertawa
“1... 2.... 3.... start !!!” Teriak orang Itu Dengan semangat
Tessa Masih tidak mengerti apa yang baru saja Dia dengar. Petak umpet? Siapa orang yang berbicara Tadi?
“Orang lain Di dalam hutan ini? Aku harus temukan dumber suara Itu” Guman Tessa dalam hati
Segera Dia berdiri dan mulai berjalan lagi sambil menoleh ke kanan dan ke kiri berharap bertemu seseorang untuk dimintai penjelasan.
“Sruk.... sruk..,,”
Langkah Tessa terhenti, dia seperti melihat Ada sesuatu Di balik pohon-pohon Itu.
“Siapa itu?” Ucap Tessa Dengan gugup sambil berjalan mendekat
Tiba-tiba dari belakang Ada tangan yang membekap mulut Tessa dan menyeretnya pergi
Dengan cepat Tessa mengigit tangan orang te tersebut dan menginjak kaki orang Itu Dengan keras
“Ouch... “ teriak orang Itu sambil memegang tangannya yang berdarah
Tessa pun Dengan segera membalik tubuhnya dan melihat sesesok laki-laki berdiri Di depan nya
Tanpa berpikir panjang, Tessa meggunakan tasnya dan memukul orang tersebut Dengan keras
“Berhenti... berhenti...” Teriak laki-laki Itu sambil Terus memblock pukulan dari Tessa
“Kalian Punya waktu 10 menit lagi , sembunyilah sebaik mungkin “ ucap suara Itu sambil tertawa
Tessa pun menghentikan pukulannya dan laki-laki Itu pun mengambil tas Tessa dan membuangnya ke tanah
“Apa Sebenarnya ini semua?” Tanya Tessa
“Jadi Kamu Anak baru ... pantas saja” ucap Dino sambil tersenyum
“Apa nya yang lucu?” Tanya Tessa kesal
“Diam “ ucap Dino Lalu menarik tangan Tessa untuk bersembunyi Di balik pohon
Tessa yang ingin memberontak Seketika terdiam ketika mendengar suara
“Duar.... duar...duar...”
“Ha... ha... ha...” suara tawa seorang yang berpacaran hitam Dengan topeng Di wajahnya dan pistol Di tangannya
Pupil mata Tessa membesar, seolah tidak percaya Dengan apa yang Dia lihat, seseorang Di tembak mati begitu saja dan orang yang menembak Itu tertawa dengan keras
Tessa yang sudah lepas dari tangan Dino, Terus berjalan mundur Karena ketakutan dan tidak sengaja dia menginjak ranting dan menimbulkan suara keras.
Mendengar suara ranting Itu, Langkah Tessa terhenti dan Dia berdiri diam membeku Di tempat Dengan muka pucat
“Sial....” ucap Dino pelan dan Dengan muka kesal
Orang yang bertopeng Itu yang mendengar suara ranting Kering yang diinjak oleh Tessa segera. berjalan mendekati pohon dimana Dino dan Tessa bersembunyi
Dino segera menarik Tangan Tessa dan berlari se kencang Mungkin
Melihat ada 2 orang yang sedang berlari, orang bertopeng Itu pun menembak kan pistol nya ke arah Dino dan Tessa
Untung saja mereka Cukup cepat dan dapat berlari sangat Jauh dari orang bertopeng Itu
“Siapa itu?” Tanya Tessa yang Masih ngos-ngosan
Dino juga kehabisan napas pun tidak menghiraukan pertanyaan Tessa dan segera berjalan pergi meninggalkan Tessa sendiri
Melihat Dino berjalan pergi, Dengan cepat Tessa mengikuti Dino dari belakang.
“Hei... Tunggu Aku “ Teriak Tessa sambil berlari kecil
Tidak Jauh dari Situ Tessa melihat Dino sedang menyampiri 2 pemain lain
“Ada orang lagi?” Guman Tessa pelan Dengan nada terkejut
“Tut.... tut... tut.....”
Suara bell berbunyi Dengan keras
“Yeah... yeah .... permainan nya seru kan ? “Tutur suara orang bertopeng
“Suara Itu lagi ?” Guman Tessa Dengan gugup
“ ha... ha... ha....”
Suara Itu tertawa Dengan sangat keras dan mengucapkan “ Sampai jumpa besok”
Dino pun menghela napas lega disertai dua pemain lainnya
“ Ayo kita kembali ke rumah” ucap Tia
“Tunggu “ Teriak Tessa dari kejauhan sambil berlari mendekat
Tia dan Gery pun memandang ke arah Dino Dengan wajah penuh pertanyaan
“Gue gak sengaja nemuin dia “ ucap Dino Dengan Acuh Tak acuh dan berjalan pergi
Tia dan Gery pun tersenyum melihat satu sama lain dan menepuk pundak Tessa yang Masih ngos-ngosan
.....
Sesampai Di tempat persembunyian mereka, Tessa berusaha menanyakan beberapa pertanyaan, tetapi pemain lain juga tidak mengerti bagaimana mereka dapat tiba Di hutan ini. Dan yang mereka tau hanya lah, akan Ada suara yang memberikan mereka permainan dari waktu ke waktu.
Mereka bisa bertahan hidup dari supply makanan yang Di terbangkan parasut setiap minggu sekali. Jadi mereka harus sangat berhemat makanan. Setau mereka Ada banyak pemain lain, .
Mendengar penjelasan mereka, Tessa hanya dapat menghela napas panjang, Karena semua ini Masih sangat membingunkan untuk dirinya.
Permainan? Pembunuhan? Orang bertopeng? Hutan? Itu semua berputar Di kepala Tessa seperti roda Putar yang tidak Ada hentinya
“Sial ... Sebenarnya dimana ini? Apa tidak Ada jalan keluar ?” Teriak Tessa kesal
Ting .. tong ... ting .. tong ....
Suara Bunyi jam yang sangat keras
“Suara apa Itu ?” Guman Tessa pelan sambil menoleh ke kanan dan kiri
“Dasar sialan ... permainan apa yang mau Dia mainkan jam 12 malam?” Tutur Dino Dengan kesal
“Permainan lagi? Bukan kah kita baru selesai beberapa jam yang lalu “Teriak Tessa Dengan cemas
“Disini dia bisa mengadakan permainan sesuka hatinya “ ucap tia sambil tersenyum tipis
“Hi, Aku kembali lagi, Aku Yakin Kalian pasti Kangen Dengan Aku” ucap suara orang bertopeng Itu
Tessa menelan air ludah nya Dengan gugup saat mendengar suara Itu. Sementara, Dino, TiA, dan Gery mengekspresikan raut wajah cemas.
“Kali ini permainannya truth or dare .... seru kan?” Ucap suara Itu Dengan semangat dan antusias
“Truth or dare?” Guman Tessa Pelan Dengan wajah bingung
“Peraturannya, kalian harus jujur dan melakukan apa yang Di suruh Dengan benar... jika Kalian ber bohong Atau menolak ... maka Ada hukuman yang sudah menanti Kalian...” jelas suara Itu
“Waktunya 30 menit... dimulai dari sekarang ...” teriak suara Itu dan diakhiri Dengan suara tertawa
“Permainan gila apa lagi ini?” Teriak Gery
“Kita tidak boleh membuang waktu... Ayo mulai ..” Tutur Dino
Mereka pun Duduk membentuk lingkaran Dengan botol Di tengah .
Botol Di putar oleh Gery dan mengarah ke arah Tia
“Truth or dare “ Tanya Gery sambil menatap kearah Tia
“Truth” jawab Tia gugup
“Apa Kamu bermaksud mendorong Aku Tadi?” Tanya Gery Dengan serius
Tia tertawa Dengan canggung dan menjawab Dengan santai “tentu saja tidak”
Tessa dan Dino memandang Kearah Gery Dengan bingung
Sementara Gery Masih belum merubah raut wajahnya yang serius “Apa Itu jawaban jujur?” Ucap Gery
Tia kemudian menundukkan kepalanya dan tiba-tiba dia tertawa “ siapa yang tidak akan mengorbankan orang lain dalam situasi seperti Tadi ?Semua Pasti akan melakukan yang sama “ Tutur Tia Dengan kesal
Tessa dan Dino Masih tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh kedua temannya ini
“Benar... benar sekali... Jadi hubungan kita selama ini apa?” Tutur Gery Masih Dengan tatapan dingin kearah Tia
Tia pun mengambil botol air Di samping nya dan meneguk ya
“Sebenarnya mereka kenapa?” Bisik Tessa Di telinga Dino
Sebelum Dino sempat bereaksi Dengan pertanyaan Tessa, tiba-tiba darah keluar dari mulut Tia
Mata Tessa dan Dino membesar dan mereka tidak percaya Dengan apa yang mereka lihat
Dino segera memegang tubuh Tia yang hampir terjatuh kelantai
“Dasar brengsek “ ucap Tia Dengan kekuatan terakhirnya
“Ini perbuatan mu?” Tanya Dino sambil memandang ke arah Gery
Gery hanya terdiam
Di balik keheningan Itu tiba-tiba suara orang bertopeng Itu terdengar lagi “ gimana ???? Seru kan????? Sampai jumpa lagi”
Tessa pun menghela napas lega
“Aku hanya membantu mempercepat permainan... lagian yang diinginkan orang Itu hanya lah kematian seseorang pemain. Siapa Suruh wanita jalang ini menganggapku hanya Sebagai perisainya”
jelas Gery sambil berjalan keluar dari tempat persembunyian
Dino tidak percaya Dengan apa yang Dia dengar, dia ingin mengejar langkah Gery dan menonjoknya , tetapi langkah Itu tertahan oleh Tessa
“Aaarrrrggghhhhh” teriak Dino Dengan keras
........
2bulan pun berlalu, setelah kejadian malam Itu Dino menghilang dari pandangan kami. Jadi hanya Aku dan Dino yang tersesat Di tempat ini. Setiap hari mereka selalu Di saji kan Dengan Game yang berbeda-beda untuk mempertahankan hidup mereka. Tessa sudah mulai terbiasa Dengan keadaan nya Di Hutan dan bahkan Dia sudah menyerah untuk mencari jalan pulang.
Kring.... kring....
“5 menit lagi “ ucap Tessa sambil menarik kain menutupi wajahnya
“Pagi..... sudah siap semuanya ?” Teriak suara orang bertopeng Itu
Tessa langsung membuka matanya Dengan lebar, “gue pasti gila... bisa tidur Dengan pulas...” Guman Tessa dalam hati sambil mencubit pipinya
“Permainan hari ini adalah ‘Find Me’ ” Tutur suara Itu Dengan tawa
Tessa menatap ke arah Dino Dengan wajah bingung
“Peraturannya, temukan Aku , Jangan sampai aku yang menemukanmu ... Ayo kita mulai ... waktunya tidak Ada batas” ucap suara Itu sambil Tertawa Dengan keras
“Bagaimana kita bisa menemukan orang yang tidak pernah kita lihat ?” Tutur Tessa Dengan cemas
“Dia pasti ingin mengakhiri permainannya hari ini” ucap Dino sambil tersenyum tidak percaya
“Apa Maksud mu?” Tanya Tessa Dengan raut wajah bingung
“Dia ingin membunuh semua pemain... “ Tutur Dino
Tessa sangat terkejut mendengar perkataan Dino.
“Ini Mungkin salah satu cara kita untuk menangkap orang Di balik semua ini dan mencari jawaban untuk semua yang terjadi “ jelas Dino Dengan serius
Tessa pun mengangguk dan mulai mengikuti langkah Dino dari belakang
“Kita harus cari orang berpakaian hitam dan bertopeng “ Tutur Tessa sambil memandang ke kanan dan kiri
Dino mengangguk
“Aaahhhh....” Teriak Tessa tiba-tiba
Dino menoleh kebelakang dan dia sama sekali tidak melihat Tessa
“Tessa ... Tessa...” teriak Dino sambil mencari Tessa
“Ha... ha... ha....” suara tawa dari orang bertopeng Itu
“ Sial... sialan ....” teriak Dino sambil menendang pohon Dengan kesal
Setelah berpikir sejenak, Dino pun berguman “ Tunggu Aku Tessa”
.....
Berjarak 500 m setelah Dino berjalan Dia melihat Tessa terikat di pohon Dengan mata dan mulut Di tutup.
“Tessa” teriak Dino sambil berjalan mendekat
Tessa Terus menguman kan sesuatu tetapi tidak jelas dan tidak bisa Di dengar oleh Dino
“Jangan mendekat Dino ... lari... lari sejauh Mungkin” Guman Tessa sambil menanggis
“Tessa” Ucap Dino sambil berusaha melepaskan penutup mata dan mulut Tessa
“Lari ...” teriak Tessa Dengan air mata berlinang
Sebelum Tessa menyelesaikan kalimatnya, sebuah busur panah meluncur ke arah Dino dan menancap Di lengan Dino
“Ini jebakan ... lari Dino...” teriak Tessa yang Masih terikat
Dino sambil mencabut panah Di tangannya dan segera berlari untuk sembunyi
Kali ini semakin banyak busur panah yang meluncur ke arah Dino
Untung saja tidak Ada satupun yang mengenai Dino
Setelah merasa sedikit aman, Dino pun mengintip dari balik pohon untuk melihat keadaan Tessa
Tetapi sebuah peluru meluncur mengenai kakinya
“Ouch...” teriak Dino dan terjatuh ke tanah
“Akhirnya tikus nya ku temukan” ucap orang bertopeng Itu Dengan senyum Di wajahnya
“Siapa kamu?” Tanya Dino sambil memegangi luka di kakinya
Orang bertopeng Itu berjalan mendekat dan mengarahkan tangan nya dia kepala Dino
“Aku adalah Orang yang mengabulkan permintaan Kalian” ucap orang bertopeng Itu dan memukul kepala Dino Dengan keras sehingga pingsan
.....
Dino yang pingsan pun Di seret oleh beberapa orang bertopeng ke depan Tessa yang Masih terikat
“Dino...” Teriak Tessa sambil menanggis Dengan keras
“Apa yang Kalian lakukan terhadap Dino ?” Teriak Tessa
“Apa mau kalian?” Teriak Tessa lagi
Orang - orang bertopeng Itu hanya Diam dan seseorang dari balik pepohonan berjalan keluar dan menodongkan pistol Di kepala Dino
“Aku mohon lepas kan Kami “ ucap Tessa Dengan nada memohon
“Aku akan melepaskan mu segera... melepaskan semua beban mu ...” ucap Orang bertopeng Itu
“Apa Maksudmu?” Tutur Tessa bingung
“Ini kan harapan kalian... Kalian ingin hilang dari dunia ini kan?” Jelas orang bertopeng Itu
Tessa tiba-tiba teringat, ketika dia menutup matanya dan mengehela napas panjang Di depan pintu rumah nya . Dia memohon agar dia hilang dari dunia ini Karena Dia sangat muak Dengan hidupnya
“Benar kan ?” Tanya orang bertopeng Itu
Dino yang siuman pun berguman kecil “Tessa”
“Sekarang kalian ingin pulang ???? Lupakan Itu” ucap orang bertopeng Itu dan menembak kepala Dino
“Tidak ... Dino ... Dino ...” teriak Tessa histeris
Kemudian orang bertopeng itupun mengarahkan pistolnya ke arah Tessa
“Duar... Duar... Duar...”
...........
THE END