"cuit cuit cuit" kicauan burung di atas pohon bunga sakura benar-benar sangat merdu sekali....
Hari ini, awan terasa berwarna merah muda. pemandangan kota Kyoto di jepang terasa begitu padat dan ramai.
Semua orang berlalu-lalang hari ini demi menikmati pemandangan bunga musim semi.
Orang bilang, musim semi adalah musim dimana seluruh kebahagiaan tercurahkan.
banyak yang sengaja berkunjung dengan sanak saudara, keluarga, teman, sahabat maupun pacar dan menikmati indahnya musim semi dibawah ranting bunga sakura.
Meskipun demikian, aku masih merasa kesepian.
Seindah apapun cuaca hari ini, tak bisa menggambarkan suasana hati yang rapuh, ku harap Tuhan memberiku kesempatan dengan cara apapun agar aku tak kesepian.
Bel sekolah telah berbunyi, tiba waktunya jam pelajaran dimulai.
Sebenarnya, aku tak kekurangan teman, aku tak kekurangan harta, aku juga memiliki sebuah keluarga.
Banyak orang yang ingin berada diposisi ku, sebagai orang pandai yang terpandang.
Semua orang menganggap ku sempurna, mereka selalu mendekatiku karna namaku.
Namaku Hana Kazumi, Kazumi sendiri adalah marga yang diwariskan oleh ayahku.
Ayahku, Hideyoshi Kazumi adalah pemegang bisnis terbesar di Negara ini, sedangkan ibuku, Naomi Yuki adalah desainer ternama di ibukota.
Mereka semua mengira bahwa aku adalah anak kandung dari mereka, tapi dibalik itu semua, sebenarnya palsu.
2009 silam, saat umurku genap 6 tahun, aku ditemukan oleh seorang wanita ditepi pantai.
Bajuku yang lusuh, tubuh yang kering dan kakiku yang terluka parah pada saat itu berasa tidak ada artinya saat ku bertemu dengan wanita baik hati yang menolongku.
Nama asliku adalah Hana Asuka, kedua orang tuaku yang sebenarnya telah meninggal. Ibu kandungku mengalami kanker darah. Sedangkan ayah kandungku telah meninggal saatku berada di dalam kandungan. Akupun tidak tahu, bagaimana wajah dari ayah kandungku itu. Ibu bilang, ayah meninggal karena penyakit lambung kronis. Ia jarang makan demi menghidupi ibu dan bayi yang berada didalam kandungan, yaitu aku.
Karena ibu sedang sakit parah, aku memutuskan untuk bekerja sambil sekolah.
Kala itu, aku masih duduk di bangku SMP kelas 3.
Aku memutuskan untuk menjadi seorang pembantu dirumah bak istana.
Majikanku sangat kejam terhadapku, Ia selalu menggunakan fisik jika menghukumi dengan masalah yang sepele.
Pada saat itu, aku dijebak.
Aku telah menghabiskan sisa waktuku selama 3 bulan menjadi pembantu dirumah itu, namun aku dan ibuku di asingkan, bahkan aku tak mendapatkan upah sepeserpun.
Hari dimana ibuku sudah tidak bisa tertolong, adalah hari dimana kehidupanku suram. Aku sudah tidak memiliki siapapun lagi didunia ini.
Saat itu, aku pergi ke pantai berniat untuk menyusul ibuku yang telah tiada.
tiba-tiba ada suara gonggongan anjing yang semakin mendekat.
Anjing itu mengejar ku, namun karna aku sedang terluka parah, aku terjatuh dan anjing itupun mencabik-cabik betisku hingga luka begitu parah.
Disitulah, ada seorang wanita yang baik yang menolongku mengusir anjing itu.
pakaian wanita itu sangat sederhana, nampak seperti orang biasa pada umumnya.
wanita itu menolongku dan menanyakan kabarku kala itu.
iya langsung meminta bantuan pada supirnya untuk segera membawaku ke rumah sakit terdekat.
Mataku tidak jelas melihat wajah wanita itu, dan seketika itupun aku tak sadarkan diri.
Saatku membuka mata, aku baru menyadari bahwa aku sebenarnya sedang berada di rumah sakit.
aku menengok ke arah kanan dan aku melihat wanita itu tertidur lelap disampingku memegang tanganku dengan kehangatan yang sama seperti mendiang ibuku.
Air mataku bercucuran, aku benar-benar tidak menyangka akan ada orang yang akan menolongku kalah itu. kupikir kalau itu adalah saat terakhir di mana aku akan meninggalkan dunia ini.
wanita itu bentar bangun dan menatapku lalu menghapus air mata yang berada di wajahku.
lalu ia pun berkata,
"wajahmu sangat mirip dengan putriku".
aku tak mengira jika wajahkubenar-benar mirip dengan wajah putrinya yang ia tunjukkan fotonya kalau itu.
putrinya meninggal 2 tahun yang lalu dengan cara bunuh diri. Sebelum Putrinya meninggal, putrinya itu menuliskan surat pada kedua orang tuanya yang berkata "Aku kesepian".
setelah beberapa hari di rumah sakit, aku resmi diadopsi oleh wanita itu dan mengganti marga dari Asuka menjadi Kazumi.
hari itu aku merasa sangat bahagia bisa memiliki keluarga baru.
mereka memalsukan identitas putrinya yang meninggal 2 tahun silam itu, dan menerangkan pada publik bahwa putrinya masih hidup dan baik-baik saja.
padahal sebenarnya, itu bukan putrinya.
namu, akulah yang menggantikan posisi putri mereka, hanya karna wajahku mirip dengan putri mereka yang telah tiada.
hari demi hari pun berlalu.
kini aku benar-benar merasakan apa yang dialami Putri mereka yang sudah meninggal. aku benar-benar merasa kesepian. tidak heran Putrinya bunuh diri karena hal ini. mereka menyesali perbuatan mereka setelah Putri mereka meninggal. namun, mereka mengulangi kejadian yang sama setelah Putri mereka tergantikan.
mereka lebih mementingkan bisnis daripada mementingkan putrinya meskipun aku hanya Putri angkat mereka. namun, aku benar-benar berasa tidak ada bedanya dengan kehidupanku yang sebelumnya yaitu kesepian.
ibu dan ayah angkat ku itu hanya pulang 3 bulan sekali, itupun jika urusannya sudah selesai, jika urusan mereka tidak selesai, maka mereka menunda kepulangannya. bahkan aku pernah tidak merasakan kehangatan sama sekali selama 1 tahun karena mereka sibuk dengan pekerjaannya.
Aku adalah siswi terpandang yang paling populer karena wajah cantik dan memiliki IQ diatas rata-rata. Sehingga banyak temanku yang memanfaatkan ku untuk tugas pribadi mereka.
setiap kali aku membuka loker, aku mendapatkan begitu banyak surat dari pria yang ingin menjadi pacarku. Aku benar-benar bosan dengan kehidupan sehari-hari ku yang seperti ini.
sampai pada akhirnya, ada siswa pertukaran pelajar dari Indonesia bernama Bintang masuk ke kelasku. kepribadiannya yang benar-benar membuatku terpesona, wajahnya yang tampan, kulitnya yang putih bersih, sikapnya yang sopan, juga sifatnya yang dingin, membuatku terpana setiap kali melihatnya. namun, dia sama sekali tidak tertarik terhadap ku.
terdapat 3 murid yang menjadi pertukaran pelajar setiap tahunnya, dan kali ini murid yang terpilih berasal dari negara China, Korea dan salah satunya dari Asia tenggara cara yaitu Negara Indonesia.
Do Hyun, murid laki-laki asal Korea yang pintar dalam bahasa.
Changyi, murid perempuan asal China yang pandai menghitung.
Dan Bintang, murid laki-laki asal Indonesia yang memiliki kemampuan dalam daya ingat.
Satu tahun pun berlalu, dan kini aku menginjak masa terakhir sekolahku yaitu kelas tiga Sekolah Menengah Atas.
satu-satunya orang yang paling peduli denganku hanya changyi.
dan satu-satunya orang yang senang menjahili ku yaitu Do hyun.
juga satu-satunya orang yang aku sukai yaitu Bintang.
Aku pun tak tahu entah dari mana dan sejak kapan Do Hyun dan Changyi akrab denganku. namun, aku sama sekali tidak bisa mendekati Bintang. aku hanya dapat memandang dari kejauhan. seperti namanya yaitu "Bintang" yang bersinar terang namun tidak dapat digapai karena jauh.
kuharap suatu saat nanti aku bisa bersama dengannya walau hanya sebentar saja. aku ingin mengungkapkan perasaan meskipun aku sudah tahu dia tidak memiliki perasaan terhadapku. namun, aku ingin dia mengatakannya secara langsung di hadapan ku. hal yang aku ingin katakan itu adalah "aku menyukaimu dan apakah kau menyukaiku?"
saat di jalan pulang setelah sekolah berakhir. tubuhku terasa begitu lemas dan tidak memiliki energi sedikitpun untuk berjalan lagi.
saat itu aku tidak sadarkan diri.
keesokan harinya, saat ku membuka mata, aku melihat ada bintang yang menemani disampingku. aku merasa sangat hangat. kupikir ini adalah awal dari segalanya.
hari itu juga, kedua orang tua angkatku ku datang mengunjungiku. aku sangat heran dengan mereka. mereka yang sibuk dengan pekerjaannya kenapa bisa mengunjungi aku yang hanya terpapar pingsan di tengah jalan itu?
dari situ aku menyadari sebenarnya aku memiliki riwayat penyakit yang sama seperti mendiang ibuku.
umurku sangat singkat, hanya terhitung 3 bulan saja.
semakin hari rasanya badanku semakin pegal saja, aku tidak bisa berdiri jika tidak dibantu oleh orang lain. hari-hariku benar-benar terasa tidak nyaman.
hari kelulusan sekolah pun tiba, itu adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh semua siswa-siswi yang menganyom pendidikan dibangku sekolah.
entah aku harus merasa senang atau sedih.
aku senang sekali bisa berkumpul dengan keluargaku, meskipun itu hanya keluarga angkat.
tapi di sisi lain aku menyadari bahwa penyakit ku tidak akan lama lagi akan mengambil sisa umurku yang telah rapuh ini.
saat hari pelurusan itu aku menyatakan perasaanku pada bintang.
aku menyampaikannya di atas kursi roda yang didorong oleh ibuku.
Lalu aku menanyakan perasaan dia padaku.
Aku benar-benar tidak menyangka dengan jawaban yang ia lontarkan, bahwa sebenarnya dia pun memiliki rasa yang sama terhadapku semenjak awal bertemu.
satu minggu setelah kelulusan, ia mengajakku pergi ke tepi pantai. namun saat di perjalanan, ia mengalami sebuah kecelakaan yang merenggut nyawanya.
Aku kira aku akan segera menemui ibuku lebih awal. namun nyatanya, kekasihku lah yang menemui ajalnya sebelum aku tiada.
dua minggu setelah kekasihku tiada, aku pun menyusulnya karena penyakitku yang semakin parah di setiap waktu.
6 tahun pun berlalu.
Hari itu, siapa yang menyangka bahwa Do Hyun dan Changyi menikah.
2 tahun berikutnya, mereka dikaruniai bayi perempuan yang lucu nan menggemaskan.
Lalu mereka menamainya "Hanabi".
Dalam bahasa Jepang, Hanabi berarti kembang api. dalam makna lain, Hanabi berarti singkatan dari 2 nama sahabat mereka yaitu "Hana & Bintang"
The end.
Bagaimana reaksi kalian saat membaca Cerpenku ini? ceritakan dikolom komentar ya! ^^
Jangan lupa LIKE nya ^^
jika kalian menyukai karyaku, jangan lupa mampir ke karyaku yang lain ya!
salah satunya
' The Last Train '
Terimakasih.... ^^