"Kau dari mana saja, Ila?" tanya Bu Harun pada Ila.
"Habis main sama hantu," jawab Ila.
Bu Harun sangat terkejut dengan jawaban yang di lontarkan oleh Ila. seorang gadis muda yang sukanya bermain dengan para mahluk tak kasat mata, di rumah tak berpenghuni di belakang rumah Bu Harun.
Waktu itu usia Ila masih 7 tahun.
Selang 10 tahun kemudian, Ila berusia 17 tahun. Gadis itu masih mempunyai kebiasaan bermain dengan para makhluk tak kasat mata.
Walaupun Ila masih berusia 17 tahun, namun Gadis itu sudah lulus sekolah SMA. Ila bekerja di sebuah minimarket di dekat rumahnya, Ila tidak ingin bekerja di perusahaan ataupun di pabrik yang besar.
Ila pulang dari tempat kerjanya.. Gadis itu berjalan bersama seorang temannya bernama Rere. saat mereka hendak menyebrang, terlihat ada kecelakaan tepat di depan Ila dan Rere. dua mobil saling bertabrakan dan salah satunya meledak.
"Astagfirullah!" seru Rere saat melihat kecelakaan itu, dan salah satu mobil meledak.
Terlihat ila memegang dadanya, karena Gadis itu juga kaget karena melihat suara ledakan dari salah satu mobil. Banyak orang yang ingin menolong kecelakaan itu, namun salah satu mobil yang tidak meledak nampak pak orang-orang yang ada di dalam langsung keluar, adapun yang tidak bisa keluar karena terjepit di dalam mobil. para warga yang ada disana langsung berhamburan untuk menolong mereka.
Yang paling mengenaskan, mobil yang meledak itu terlihat beberapa orang masih ada di dalam. bahkan orang-orang yang ada di sana tidak berani mendatangi mereka. 10 menit kemudian.. pemadam kebakaran datang untuk menjinakkan api dari mobil yang meledak.
Selang 2 hari setelah kecelakaan dan salah satunya meledak, Ila dan Rere pulang menuju tempat mereka biasa pulang, namun sesaat kemudian, ada suatu kejadian sangat mengejutkan. tiba-tiba ada bau anyir darah dan suara teriakan minta tolong.
Terlihat Ila menatap tempat kemarin terjadi kecelakaan, di sana terlihat kejadian seperti kemarin, ada seorang makhluk tak kasat mata dari korban kecelakaan kemarin. Terlihat tubuhnya sangat gosong dengan wajah yang mengenaskan. wanita itu meminta tolong sambil mengangkat kedua tangannya.
"Ada apa, Ila?" tanya Rere kepada Ila.
Nampak Ila tidak mau menjawabnya, dia hanya menggelengkan kepala sambil menyeret Rere pergi dari tempat itu.
Tiba-tiba ada sebuah suara yang muncul di samping Ila,
"Apakah kau melihat kejadian yang kemarin?" tanya sosok tak kasat mata yang ada di samping Ila. Ila tidak berani membuka suaranya, dia hanya menganggukkan kepalanya. Jika dia bersuara itu akan membuat Rere ketakutan.
"pasti Ila sedang berbicara dengan para hantu, lihat saja dia menganggukkan kepalanya tanpa sebab," guman Rere dalam hati.
Sesaat kemudian.
Akhirnya mereka berdua telah sampai di depan rumah Rere. Rere berpamitan kepada Ila dan memas rumahnya, sedangkan Ila.. nampak Gadis itu berjalan sendirian menuju rumahnya yang tidak jauh dari rumah Rere.
"Kau tahu tidak, ada beberapa hantu yang memasuki rumah kosong di belakang rumah Bu Harun loh," ucap makhluk tak kasat mata saat berbicara dengan Ila.
"Memangnya mereka Siapa?" tanya Ila kepada makhluk tak kasat mata.
Makhluk tak kasat mata itu bernama pak Joko. pak Joko meninggal karena dia diracuni oleh anak kandungnya sendiri, karena ingin mengambil semua warisannya. semenjak saat itu Ila selalu berbicara dengan pak Joko di belakang rumah Bu Harun. rumah itu adalah rumah pak Joko, Setelah pak Joko meninggal rumah itu menjadi angker karena seluruh keluarganya telah dibunuh oleh anak kandungnya.
"Memangnya rumah pak Joko ada penghuni baru lagi?" tanya Ila kepada hantu pak Joko.
"Iya, Mereka banyak sekali. terlihat mereka adalah hantu gentayangan bekas pembunuhan," jawab hantu pak Joko.
"Lalu?" tanya Ila.
"Ada beberapa hantu, bahkan hantu hantu itu dari bekas zaman dahulu. Hal itu membuat keluargaku tersisihkan karena hantu lama itu sangat kejam," ucap pak Joko kepada Ila.
Akhirnya Ila mengikuti pak Joko ke rumah angker nya. Saat berada di depan rumah Bu Harun, Harun menatap Ila dengan menghela nafasnya secara kasar.
"Mau bertemu teman-temanmu, Ila?" tanya Bu Harun kepada Ila.
"Iya Bu," jawab Ila yang kemudian berlalu dari hadapan Bu Harun dan memasuki rumah hantu pak Joko. Saat memasuki rumah hantu itu, terlihat para makhluk tak kasat mata yang seperti dikatakan oleh pak Joko. terlihat mereka mempunyai aura yang sangat berat, aura itu adalah aura pembunuhan yang sangat kental.
"Pak, kenapa rasanya berat banget ya?" ucap Ila kepada pak Joko.
"Aku saja tidak bisa memasuki rumahku sendiri," ucapan hantu pak Joko kepada Ila. Ila menghela nafasnya secara kasar.
Sesaat kemudian, nampak salah satu hantu yang ada di rumah hantu pak Joko keluar dengan mengaung kan suaranya secara kasar. hal itu membuat rambut Ila langsung berantakan tidak karuan.
"Ini hantu kok suaranya seperti speaker mushola ya," grerutu Ila sambil melihat hantu yang ada di rumah pak Joko.
Terlihat di rumah hantu pak Joko banyak makhluk menyeramkan dengan berwujud tengkorak yang menakutkan. kemudian Ila berinisiatif untuk mencari orang pintar guna mengusir hantu-hantu menyebalkan itu, setelah mendapatkan orang yang tepat. akhirnya Ila membantu orang pintar itu untuk mengusir hantu-hantu yang menyebalkan itu agar hantu pak Joko bisa mendapat menempati rumahnya sendiri.
Hantu pak Joko tidak pernah mengusik orang-orang yang ada di sana ataupun dia menakutinya, karena hal itu Ila bersedia membantu hantu pak Joko untuk mengusir para hantu yang menakutkan.
Setelah orang pintar itu berhasil mengusir makhluk tak kasat mata yang kejam itu, akhirnya hantu pak Joko dan keluarganya menempati rumah kosong itu kembali.
*** END ***