Doorr... Doorr.
BRAK
BRUK
BRAK
BRUK
" Ya Tuhan! di mana Aku? tempat apa ini " kaget Tirta langsung terbangun dari tidurnya, setelah mendengar suara tembakan dan kegaduan
Tirta Gibral. Lelaki yang sebelumnya sudah diputuskan kekasihnya, dia memiliki usia 21 tahun dan termasuk dari keluarga sederhana
Selama 1 tahun Tirta mempertahankan hubungannya dengan kekasihnya, hingga apapun yang diinginkan kekasihnya dia turuti. namun Anastasya, tetap memutuskannya tanpa sebab.
Sampai suatu malam, Tirta kembali ke rumahnya dengan keadaan mabuk. Dengan langkah kaki sudah sepoyongan, Ia langsung melempar tubuhnya diatas ranjangnnya
hati dan pikiranya, tidak bisa menerima keputusan Anastasya. hingga dalam hidupnya, tidak berarti lagi tanpa kekasihnya itu.
Karena Tirta meminum minuman keras terlalu banyak, hingga Ia mulai hilang kesadaran.
Namun tiba² Tirta kembali terusik dengan suara timbakan dan suara kegaduan diluar rumahnya.
Dengan rasa penasaran, Tirta melangkah keluar rumah untuk melihat bunyi apa yang diluaran sana. hingga suaranya terdengar begitu keras dan mengerikan.
Ketika melihat, seketika ia di kagetkan dengan pemandangan diluar rumahnya.
Di mana tiang listrik dan pepohonan banyak yang tumbang dan terbakar
Tirta benar² tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, ia ingin menanggapi semua itu hanyalah ilusi atau mimpi.
Tapi kejadian di depan matanya itu benar² nyata,
Ia mulai berjalan menelusuri jalanan rusak dan terbakar, dalam keadaan setengah mabuk dan langkah kakinya masih sepoyongan. Tirta berusaha mencari apa yang sebenarnya terjadi
Dengan penglihatan yang masih kurang jelas, Tirta melihat banyak orang² terkapar mati dengan sekujur tubuh hangus terbakar dan ada juga karena mati tertembak
" Ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi "
" mungkin kah ini hanya ilusi, atau karena pengaruh minuman " ucap Tirta semakin penasaran
Namun Tirta kembali di kagetkan dengan suara jeritan perempuan.
" Aaaa! "
" tolo....ng! jangan bawa aku "
Suara perempuan itu terdengar tidak asing menurutnya
" Aaaa! "
" tolo....ng! jangan bawa aku, lepaskan aku "
" Anastasya! " gumam Tirta setelah memperbaiki tangkapan telingahnya
" Ya Tuhan, sebenarnya apa yang terjadi! kenapa Anastasya juga terlibat dalam situasi mengerikan ini" gumam Tirta dan segera berlari mencari keberadaan kekasihnya
" Anastasya! di mana kamu " teriak Tirta sambil mencari keberadaan kekasihnya
" Tir..... Tirta! tolo...ng aku " teriaknya terputus²
" Anastasya! sebenarnya kamu di... " teriak Tirta langsung terputus, setelah melihat kekasihnya berada digenggaman seekor Gorila
" Ya Tuhan! Anastasya berada di genggaman seekor Gorila " gumam Tirta
" bagaimana ini, apa yang mesti aku lakukan!? untuk membabaskan Anastasya dari Gorila itu " gumam Tirta berusaha mencari ide
Doorr... Doorr.
BRAK.
BRUK.
BRAK.
BRUK.
" hai...! lepaskan gadis itu "
Tiba² suara tembakan dan teriakan seseorang langsung mengagetkannya, namun dengan cepat ia langsung bersembunyi di balik pohon.
" apa! Tentara juga ada di sini " batinya dan
" apa aku terjabak dalam peperangan antara Gorila Ft. Tentara! mana mungkin aku dan Anastasya berada dalam situasi seperti ini " gumam Tirta
" tidak mungkin! ini sunggu mustahil " gumam Tirta tidak percaya
***
" Uaaakh! "
POK.
POK.
POK.
Suara tembakan dan kegaduan terdengar semakin mengerikan, ketika seekor Gorila itu terlihat marah sambil menepuk² dadanya.
Tirta dapat melihat, bahwa kekasihnya Anastasya? terlihat terpojokkan. membuat Tirta semakin panik dan ketakutan
" Ya Tuhan! kalo begini situasinya Anastasya bisa mati, tapi apa yang mesti aku lakukan? jangankan senjata, bahkan kemampuan beladiri aku tidak punya. jika aku nekat menolong Anastasya, yang ada aku malah ikutan mati "
" atau begini saja, sambil memikirkan cara untuk menolong Anastanya? sebaiknya aku mencari persenjataan untuk melawan mereka, sekaligus mencari beberapa persediaan makanan untuk bertahan hidup " gumam Tirta dan segera kembali ke rumahnya
" maafkan aku Anastaya? untuk saat ini, aku meninggalkanmu? tapi, aku pasti akan kembali untuk menolongmu " gumam Tirta sambil melangkah pergi
Namun di saat Tirta melangkah pulang, ternyata rumahnya sudah habis terbakar.
" Astaga! rumahku " ucap Tirta kaget
" Ya Tuhan, rumahku juga habis terbakar "
" persedian makanan dan minuman semuannya ada di dalam rumahku, tapi sekarang? rumahku sudah habis terbakar. bagaimana aku harus bertahan hidup " ucap Tirta
" awa....s! "
BOOM.
" Aaaa! "
" hampir saja " ucapnya setelah menolong Tirta
" si.... siapa kamu " tanya Tirta
" kenalkan, aku Topan! " jawabnya sambil memperkenalkan diri
" To... Topan! Topan siapa, kenapa kamu bisa ada disini " tanya Tirta
" kamu jangan banyak tanya, ayo ikut aku? situasi disini, tidak aman " ucapnya dan segera membawa Tirta ke Markas bawa tanah
membuat Tirta semakin bertambah bingung, di jaman yang sudah modern. kenapa ia baru mengalami hal seperti ini.
Di mana kewanan Primata nampak berperang sengit melawan segerombolan Tentara
Tirta benar² tidak percaya, ia seperti kembali ke masa lalu. Di mana kawanan Primata berperang dan suka menculik kaum wanita untuk di jadikan pasangannya
Tirta juga dapat menyaksikan, segerombolan Tentara yang tak segang² melukai dan membunuh orang² yang di angga melawan. baik itu laki², perempuan, bahkan anak² demi melindungi wilayahnya
Timbah situasi saat itu, di mana sebagian orang masih gemar mengikuti budaya leluhur. seperti terekat atau bisa di sebut dengan pesugihan.
Jika diantaranya ada yang terancam atau terusik, mereka tidak segang2 untuk melumat dan membunuh korbannya dengan cara sadis
Hingga terbesit dalam hati dan pikiran Topan, untuk menjaga dan bertahan hidup. ia terpaksa membangun Markas di bawa tanah, agar ia jauh dari jangkauan orang2 seperti itu.
***
Ketika mereka sampai, Topan akhirnya selesai menceritakan semua kejadian di masa lalu.
Percaya tidak percaya, Tirta harus percaya. Walaupun hati dan pikirannya masih sulit untuk bersatu, tetapi ia harus percaya dengan apa yang di ceritakan Topan
Karena mereka benar² mengalaminya, walaupun jaman sudah modern. mereka harus berjuag sekuat tenaga untuk bertahan hidup dan terbebas dari situasi mengerikan ini
" ayo! jawab aku sekarang, sebenarnya kamu siapa" tanya Tirta setelah sampai
" kamu tidak perlu tahu, yang jelas kita dalam situasi yang sama "
" situasi yang sama, apa maksudmu " tanya Tirta heran
" kamu bingunkan, kamu pasti membayangin? kalo kamu mimpi atau ilusi, tapi? ini benar² nyata "
" jangan membuatku tambah bingung, tolong bicara yang jelas " ucap Tirta bertanya
" kamu dan kekasihmu baru putuskan, dan kalian berduapun terjebak di situasi yang sama " ucapnya
" ke.. kenapa kamu bisa tahu " tanya Tirta
" karena kejadian itu, juga aku alami? " jawabnya memberitahu
" lalu... apa yang harus kita lakukan, untuk membebaskan mereka " tanya Tirta
" kekasihmu ada di tangan Gorila² itu, dan kekasihku ada di tangan Tentara2 itu? hal yang mesti kita lakukan untuk bertahan hidup adalah ikatan cinta " ucapnya
" ikatan cinta " gumam Tirta
" iya, ikatan cinta " ucapnya dan
" jika ikatan cinta kita kuat, otomatis jumlah nyawa kita full? tapi, ketika ikatan cinta kita lemah, kita akan gugur " ucapnya memberitahu
" hahaha... apa kamu pikir ikatan cinta adalah sebuah permainan, lagipula? aku dan dia sudah putus, mana mungkin diantara kita ada ikatan cinta" ucap Tirta tak percaya
" sudah putus, belum tentu benih² cinta sudah hilang? dia memutuskanmu hanya dari mulut, bukan dari hati. inilah caramu untuk menguatkan ikatan cinta kalian, agar menjadi kekuatan luar biasa untuk bertahan dan mengalahkan mereka " ucapnya berusaha memberi pengertian
" mustahil, benar² mustahil " gumam Tirta
Tamat