Cerita ini mungkin sedikit panjang, heheheheeee 😅 maaf aku lagi galau. Tau gak kepanjangan galau versi aku ... ?? kepanjangannya tuh " gagal melupakan masa lalu " .
aneh sih ya tapi gitu ya , Babay tukang baca cerpen cap kadal 😌 eh kok cap kadal . Auu ah, mungkin pengaruh otak merana ...
Biasalah ...
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Namaku Raina Atnan Wijaya. Aku biasa di panggil Nia. Aku baru saja menginjak bangku SMA satu tahun yang lalu dan selama 1 bulan di pertengahan tahun ini aku akan berlibur berlibur di rumah kakek dan nenekku di Jawa. Aku memanggil mereka dengan sebutan Mbah kung dan Mbah Putri .
~~~~~~~~~~~*Rumah_Jawa*~~~~~~~~
2 Minggu telah berlalu, aku sudah memiliki temen baru yang baru kenal 2 hari setelah kedatangan kami sekeluarga. Namanya Raden Bagas pamungkas dan Laila Ramadhani. Aku adalah anak yang termasuk gampang berbaur dengan siapa saja 😄. Namun karena aku sangat jarang sekali mengunjungi Mbah kung dan Mbah Putri, aku sangat jarang bermain apalagi mempunyai teman.
"Mah..., aku aku di ajak ila sama Bagas ndaki gunung , kita mau ke air terjun Mah. Boleh ya...?? ", tanyaku kepada mama. "Iya, tapi Jangan kesorean pulangnya", jawab mama sambil mengangguk. Tanpa diduga Mbah kung mendengar percakapan kami. " Ndok ojo neng uwet kenari yoo!! ", Ucapnya sedikit berteriak memperingatkan ku. Aku mengacungkan jari jempol ku ke atas, tanda mengerti akan peringatannya. Aku berlari menghampiri Agas dan Ila yang sudah menunggu kedatanganku.
"Ayo...!!, aku udah ngak sabar nih ", ucap Ila yang sudah tidak sabaran. " Iya sabar apa la ", jawabku sedikit ngegas kek motor mejen. " Sutttttt...., udah dong ngak usah ribut ya 😄", ucap agas menengahi. " Ya ampun gas... 😭 Jan senyum senyum gitu dong ke aku " ucapku dalam hati sambil menundukkan mukaku. Kami berjalan hingga 1 jam lamanya. " Aduh agas aku udah gak kuat nih ... 😣 ", keluhku sembari memijat kakiku yang pegal karena mendaki gunung begitu lamanya. " Tahan ya Na, itu di depan sana udah kelihatan air terjunnya ", jawabnya yang sudah ngos-ngosan mendaki gunung karena mengikuti Ila yang jalannya begitu sangat cepat dan bukan hanya Agas yg ngos-ngosan tetapi aku juga. " Apa mau aku papah Na ...??? Biar lebih cepet ". Lanjut agas berbicara. " Emm..., Ya udah deh ", jawabku sedikit terpaksa karena kakiku sudah mati rasa 😭 walau bercampur gengsi yang sangat besar , ya ... secara dia itu cowok. Entah kenapa saat aku sedang bersama dengannya jantungku berdebar kencang . Kami berjalan terus menerus hingga sampailah pada tujuan.
" Yeyyyyyy, akhirnya sampai juga ", ucap Ila kegirangan . Ia menengok kearah belakang lalu terkejut melihat keadaan kami dan meminta maaf. " Ehhhhh...., kalian ngak papa kan ... ? Sorry dorry duo strawberry 😅 ", ucapnya meminta maaf sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan menunjukan deretan giginya . Kami menggeleng geleng-kan kepala sembari tak habis pikir dengan temannya yang satu ini , seperti tak ada rasa bersalah sedikitpun dari dirinya. " Na duduk disitu ya..!! ", ucap agas yang langsung ku angguki. Aku dan Agas duduk dan bersandar di bawah pohon 🌳, yang ternyata adalah pohon kenari dan ...
*tiba-tiba...*
*POV Laila*
" Ehhh..., kita foto yuk !!, habis itu kita balik deh ", seruku kepada mereka. Aku mencari mereka, hingga aku tersadar bahwa mereka sedari tadi adalah kenari yang menyimpan legenda. Aku berlari menuju rumah, tak terasa hari sudah mulai malam. Aku memberi tahu Mbah Jaya semua kejadian yang tadi aku alami. Mbah Jaya adalah kakek dari Nia. " Biarkanlah, hanya mereka yang bisa menyelamatkan hidupnya masing masing . Mbah hanya bisa membantu di gerbang, seingat Mbah gerbang itu berada di Utara di *pohon Beringin.*
*POV Rania*
Aku menggeliat sambil menyadarkan pikiranku yang kacau dan terasa sakit sekali di bagian kepala dan kaki. Aku tak tau tempat apa yang sedang aku tinggali ini, rasanya sangat asing sekali. Aku melihat Agas yang sudah berbaring di sebelahku lalu aku pun membangunkannya. " Agas , bangun ", ucapku mengulang ulang kata itu terus menerus hingga iapun terbangun. Entah kenapa hujan sangat lebat mengguyur hutan belantara ini , hingga kaki kami terendam oleh ketinggian air yang semakin meninggi.
Namun aku terkejut sekali dengan penampakan yang kulihat, ini lebih dari kata menyeramkan. Hujan darah yang di sertai banyak sekali tulang belulang organisme makhluk hidup, entah berapa nyawa yg sudah terhabisi disini. Terdengar banyak sekali suara hewan buas mengelilingi kami, sepertinya mereka telah mengetahui keadaan kami disini. " Gas..., keknya kita harus cepet pergi dari sini deh ", ucapku yang sudah sedikit panik ditambah rasa cemas mengelilingiku. " Iya Na, kayaknya kita harus pergi nih ", jawabnya kepadaku. Agas melihat kakiku yang kesakitan , iapun menggendongku. Entah kenapa sedari tadi kami hanya muter muter saja di hutan ini , hutan ini bahkan lebih menyeramkan dibanding rumah hantu. Ini benar benar seperti labirin yang terkena mantra sihir yang membuat kami hanya berkeliling hutan sedari tadi. Ada rasa aneh di dada saat aku bersentuhan dengannya, jantungku serasa ingin meleleh mendapatkan perlakuannya. " Gas, aku berat ya ...??? Kalau berat turunin aja. Aku kasihan sama kamu. " Ucapku yang merasa tidak enak. " Enggak kok, kan aku super hero-nya kamu 😊 ", jawab Agas yang mampu membuatku tersipu malu.
" Gas , coba kita kesana ", ucapku menunjuk ke arah kakek tua itu sembari mengalihkan perhatian 😜. " Ta..tapi, ya sudahlah ayo !! ", balas Agas yang sedikit ragu itu. " Gas , turunin aku ya. Aku udah bisa jalan sendiri kok dari sini. " Ucapku yang sedikit iba melihat dia. Aku tau dia adalah pria yang tangguh dan kuat dalam mengalami cobaan. " Oky, awas ya nanti kalau kamu jatoh aja. Pokonya aku ngak mau tau ya kalau kamu jatuh pokonya nanti aku gendong kamu biar gak lama pulangnya. Udah gak betah nih " ucapnya yang sedikit bergurau sembari tersenyum. Aku tau kalau dia sangat suka sekali berada di sisiku dan terbilang betah 😂 aduh ge-er kali aku . Napa jadi kesitu 🤣 balik balik ih .
" Ihhh...., Agas. Jangan senyum senyum gitu dong nanti aku tambah baper, tanggung jawab sih dah bikin anak orang baper. Lagian kamu jadi orang kecakepan amat sih ", ucapku yang keceplosan. " 😳 Cieeeeee² kamu suka sama aku ya ... ???udah deh ngaku aja 😌" goda agas kepadaku walau ia sedikit terkejut. " Kata siapa ih ..? ", Ucapku berlari karena sudah malu sampai ke ubun², rasanya ingin sekali aku mengjedotkan kepalaku ke tembok 😓😓.
Aku menghampiri kakek tua itu dan ingin bertanya. " Permisi kek, apa boleh saya bertanya...??", ucapku dengan nada yang merendah. Kakek itupun mengangguk lalu aku bertanya " begini kek kami sangat ingin sekali pulang. Namun kami tidak tau akan jalan menuju pulang ke rumah ", kakek itupun tersenyum lalu memberi teka teki pertanyaan soal peribahasa. " Genggamlah mimpimu, sebagaimana kamu menggenggam orang yang terkenang ", ucap kakek itu kepada kami. " Sepertinya kakek ini sedang memberikan teka teki kepada kita " ucap ku yang mengisyaratkan dengan tatapan mata. " Raihlah keinginanmu seperti kamu meraih masa lalu baik mu di hati ", jawab agas yang langsung di angguki kakek itu.
" Sebagai garam dan asam " lanjut kakek itu, lah ku jawab " sama sama berbeda " lalu di gelengi kakek itu. Aku mecoba menjawab lagi
" sudah sesuai benar " yang langsung di angguki kakek itu. Pasalnya kami hanya memiliki 3 kesempatan sedangkan air hujan sudah naik setinggi pinggangku.
" Asam di darat ikan di laut ", lanjut kakek itu memberi pertanyaan. " Laki-laki dan perempuan kalau sudah berjodoh bertemu juga ", lalu di anggugi oleh kakek itu. Tak terasa ternyata ternyata sudah ada jembatan yg menuju arah cahaya yang sangat terang di seberang pulau. " Itu adalah jalan pulang kalian. Tak banyak orang yang bisa pulang dari sini karena, hanya ketulusan hati dan dan kesabaran lah yang bisa membebaskan kalian.
Pesan kakek untuk kamu ( menunjuk agas ) pinanglah ia kerena, ia adalah jodohmu. Jika kalian tidak menikah sebelum usia kalian 26 tahun, maka karma akan menyertai kalian. Kalian adalah bayang bayang dari putri Sangtari dan pangeran Taduh aring. Perlahan kakek itupun menghilang dan kamipun berjalan ke arah cahaya itu dan ...
*Jelbb.....*
Kamipun sudah berada di bawah *pohon Beringin* dan di kelilingi warga. " Nia... ", teriak wanita paruh baya yang berusia 40 tahun tersebut sambil menangis tersedu sendu. Aku dan agas pun menceritakan semua kejadian itu secara detail pada anggota keluargaku .
Akupun bertunangan dengan agas terlebih dahulu.
Dan pada akhirnya akupun menikahi agas diusia 25 tahun.
Kamipun hidup bahagia selamanya, cinta di antara kami tumbuh dengan seiring berjalannya waktu.
~~~~~~~~~~The and~~~~~~~
Jodoh,masalah,Rizki dll. Semua udah ada yang ngatur tinggal manusia yang bisa bersyukur dan slalu taat. Jadi, ya udahlah pasrah aja .
Ya gak ...??? 😌😌
Oky , maafkan aku jika ada salah kata dan perbuatan. Bentar lagi bulan puasa , banyak banyak istigfar . Terimakasih telah membaca ya !! 😊
Salam author untuk kalian .
Assalamu'alaikum 🙋🏻♀️🧕🏻