Namaku Clara aku tinggal bersama ibuku, ayahku sudah lama meninggal,dan sebenarnya aku mempunyai adik perempuan berumur lima tahun namun dia menghilang entah kemana.
Dan sudah seminggu adik perempuan ku yg bernama Wulan itu belum di temukan sudah seminggu yg lalu,
Jujur saja hal ini membuat ibuku terpuruk dan selalu memikirkan nasib adiku itu.
Aku pun gak beda jauh dari ibuku, aku juga sangat hancur mengetahui adikku masih belum di temukan polisi...
Aku selalu berdoa semoga dia dilindungi orang di sekitarnya.
Adikku hilang saat dia izin padaku untuk pergi bermain di taman belakang rumah,
Namun saat sore menjelang malam wulan masih juga belum kembali...
Dan malam ini aku disini, duduk di meja makan bersama ibu ku yg seperti mayat hidup, karna ibu sama sekali belum bicara semenjak hilangnya Wulan, dan tatapan mata ibu kadang membuatku merinding.... tatapan matanya kosong.
Aku memakan makanan ku sambil melirik ibuku yg memakan makanannya dengan tatapan yg sama.
Aku sangat merindukan senyum ibu.
"Ibu jangan khawatir Clara pasti menemukan Wulan dan membawanya kembali ke rumah kita ibu!" Ucap clara berusaha meyakinkan sang ibu....
Ibu hanya melirik sekilas ke hadapanku lalu tanpa bicara apapun ibu kembali menatap makanannya.
Itu membuat hati ku sakit......
Aku yg tak tahan melihat sikap ibu pun menaruh sendok yg kupegang tadi lalu pergi kekamar dan meninggalkan ibu yg sepertinya tidak sadar jika aku pergi dari sana....
Dikamar ku aku merebahkan diriku di kasur..
Lalu menangis sejadi-jadinya....
"Ibu maafkan Clara bu hiks.... Clara belum bisa nemuin Wulan hiks... hiks..." kata Clara di sela sela Isak tangis nya...
Tiba-tiba saja clara mendengar sesuatu yg sangat dia rindukan, "KAKAK KEMARILAH AKU DISINI" suara itu sangat melengking di telinga Clara..
Seketika Clara menghentikan tangisnya lalu berdiri dan berusaha menangkap suara itu lagi...
"WULAN APA ITU KAMU? KAMU DIMANA WULAN" aku berteriak di dalam kamarku lalu melihat sekeliling ruangan kamar ku itu untuk memastikan dari mana asal suara Wulan itu.
"KAKAK AKU DISINI, KEMARILAH TOLONG AKU KAKAK" suara Wulan kembali terdengar di telinga ku.
Kali ini aku tau dari mana suara itu berasa, dengan cepat aku berlari keluar kamar lalu menuju pintu keluar rumah...
Setelah sampai di halaman depan rumah aku kembali melihat sekeliling halaman rumah..
"WULAN KAMU DIMANA, KAKAK GAK BISA LIHAT KAMU" aku berteriak dengan nada khawatir karna tadi mendengar Wulan berteriak minta tolong.
"KAKAK TOLONG WULAN, WULAN TAKUT KAK" suara wulan sangat halus namun terdengar ketakutan.
Aku pun kembali mengikuti dimana suara itu berasal.
Tanpa kusadari aku sudah sampai di sebuah pohon beringin tua yg berada di belakang rumah ku didekat taman bermain tempat Wulan sebelum menghilang.
"WULAN KAMU DIMANA SAYNG KAKAK ADA DISINI" aku berteriak dengan sangat keras berharap Wulan mendengar ucapanku...
Tiba-tiba ada asap yang mengepul di batang pohon beringin itu, dan asap itu perlahan-lahan berubah menjadi sosok menyeramkan,
Kulitnya sangat hitam, rambutnya yang sangat berantakan, matanya yg merah melotot menatapku dan yg tidak pernah kulupakan dia mempunyai gigi taring yg sangat panjang dan mempunyai tubuh yg ukurannya dua kali lipat dari tubuhku...
Melihat itu aku pun ketakutan, aku bingung siapa makhluk ini karna kami sudah tinggal disini selama 15 tahun dan sama sekali tidak ada apapun saat itu namun sekarang...
"Si... siapa kamu, dimana adikku" aku mencoba bertanya dengan gemetar karna melihat matanya yg terus mengeluarkan darah membuatku merasa ingin muntah saat itu juga...
"Hihihihihihihi...." makhluk itu tertawa dengan nada yg sangat menyeramkan.
"Kau mau adikkmu, tapi dia akan tinggal bersamaku disini selamanya hihihihihi" lagi lagi hntu gadis itu tertawa....
Mendengar hal itu sontak membuatku kaget...
"Serahkan adikku aku mohon hiks...." aku memohon padanya untuk memberikan kembali Wulan padaku aku tidak menyangka bahwa Wulan selama ini tinggal bersama dengan makhluk menyeramkan ini....
"Baiklah aku juga sudah bosan pada adikmu ini namun dia harus digantikan dengan dirimu" kata makhluk dengan nada remeh namun sangat menyeramkan...
Aku yg mendengar permintaan makhluk itupun sontak diam sesaat....
"Baik aku akan menyerahkan diriku, tapi ku mohon berikan waktu untukku berbicara pada adikku untuk terakhir kalinya hiks... kumohon" aku kembali memohon aku sudah tidak dalam keadaan berdiri lagi aku sudah terduduk di tanah....
"Setelah itu kau harus tinggal bersamaku dan tidak akan pernah kembali ke mereka lagi!" Maklum itu kembali mengatakan hal yg sama.
Aku hanya menjawab dengan anggukan...
Seketika hantu itu menghilang dan tiba-tiba saja adikku Wulan berada di depan ku, di berdiri di depanku dan lari memeluku.
Aku pun memeluk tubuh Wulan adikku dengan sangat erat, "maafkan kakak Wulan hiks.. kakak gak tau kalau selama ini kamu berada disini" aku berbicara sambil mengelus rambut Wulan...
"Kakak jangan pergi bersamanya kak disana banyak orang menyeramkan" Wulan menangis saat mengatakan itu.
Aku yg mendengar itu berfirkir Wulan pasti sangat ketakutan disana.
Hatiku hancur mendengar itu...
"Wulan jangan pikirkan apapun sayang, yg skrng harus kau lakukan adalah pergilah kembali kerumah ibu sangat merindukan mu" aku melepas pelukanku lalu menghapus air mata adikku yg cantik itu....
"Kakak harus ikut bersamaku kita pergi ke ibu ya kak?" Pinta Wulan padaku, namun aku menggeleng lalu aku berdiri...
Makhluk itu kembali muncul di batang pohon beringin itu.
Dan adikku yg melihat itupun sangat ketakutan hingga bersembunyi di belakang tubuhku.
"Waktumu sudah habis cepat kemari!!" Makhluk itu memintaku agar pergi ke tempatnya...
Aku mengangguk namun sebelum aku pergi aku membungkuk sedikit agar wajahku bisa berhadapan dengan gadis mungil di depanku ini...
"Wulan ingat permintaan kakak ya tolong jaga ibu jangan membuat ibu sedih, dan kamu harus selalu bahagia lupakan semua ini termasuk kakak" aku meminta ini pada Wulan.
Wulan menggeleng dia tidak setuju dengan permintaan ku.
"Kakak jangan tinggalin wulan😭" Wulan kembali menangis.
"Maafkan kakak sayang, kakak pergi" aku berjalan menjauhi adikku lalu berjalan menuju makhluk jtu berdiri.
Namun baru berapa langkah aku berjalan, ada suara yg menghentikan langkahku.
"JANGAN PERGI NAK INI PERINTAH IBU MU" ya itu suara ibu ku ibu datang untuk menghentikan ku dan itu sangat membuatku bahagia.
Namun kurasa ibu datang terlambat aku sudah berada di samping makhluk ini.
"Maafkan aku ibu, hanya Wulan yg bisa membuat ibu bahagia, jadi kumohon jaga Wulan bu dan slalu berbahagialah aku sangat ingin melihat senyum ibu selama ini namun dengan hadirnya Wulan skrng aku yakin ibu pasti akan selalu ceria seperti dulu lagi ibu, maaf kan Clara kalau selama ini Clara menyusahkan ibu" aku mengeluarkan semua isi hatiku.
Ibu ku terduduk lemah dihadapan ku dan makhluk ini.
"Tidak nak ibu yg minta maaf hiks.. selama ini ibu mengabaikanmu ibu mohon nak jangan turuti makhluk itu biarlah ibu yg menggantikanmu hiks...." ibuku menangis sejadi-jadinya saat itu.
Tentu saja aku tidak akan menerima apa yg diucapkan ibu.
Aku bahagia bila, ibu bahagia, jika ibu bersama makhluk ini akankah dia bahagia? Tidak! Dan itu akan membuatku hancur juga.
"Maaf ibu aku harus pergi" aku memberanikan diri melihat makhluk itu dan seketika tubuhku perlahan-lahan berubah menjadi asap yg menghilang dibalik batang pohon beringin itu.
"Tidak Clara!!! 😭"
"Kakak jangan pergi😭" kata kata yg dikeluarkan ibu dan Wulan sambil menangis tersedu-sedu
Semenjak itu Clara tidak pernah kembali lagi kehadapan ibu dan Wulan.
Wulan pun skrng sudah menjadi gadis.
Seperti Clara dia sangat cantik, tentu saja ibunya tidak pernah melupakan kejadian itu namun dia hanya bisa terus berdoa agar suatu saat nanti dapat bertemu dengan anaknya clara
Sementara di kamar clara masih belum ada yg berubah semenjak kejadian itu Wulan dan ibunya sangat menjaga kamar Clara.
"Kak, Wulan kangen kakak, wulan selalu berdoa agar kakak tidak di apa apakan oleh makhluk itu kak, Wulan sudah menjaga ibu seperti yg kakak inginkan" ucap wulan sembari memeluk bingkai foto Clara dengan dirinya.
Tamat
--------------------
Jangan lupa like
Komen dan baca cerpen author yg lainnya ya
❤️