diriku terombang-ambing di tengah lautan, sendiri menahan rasa bosan dan kesepian. entah apa yang harus kulakukan, yang terlihat sepanjang mata hanyalah air tanpa daratan. semua ini terjadi ketika kapal yang kutumpangi tiba-tiba tenggelam terhempas ombak. Aku terpisah dari orang-orang yang menaiki kapal tersebut, di titik ini Aku tidak tahu aku berada di mana saat ini.
mungkin sudah 2 jam lamanya diriku terombang-ambing di tengah lautan. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kepadaku berikutnya. sekarang yang terlintas di benakku hanyalah apakah aku bisa selamat. aku juga berpikir Apakah aku masih bisa menemui orang-orang yang kucintai lagi. menyentuh lembut dan berbincang lagi dengan mereka. banyak hal yang masih ingin kusampaikan kepada mereka terutama kata maaf atas perlakuan ku dan dosa dosa ku selama ini.
waktu terus berlalu, aku tak tahu tepatnya Sekarang pukul berapa tetapi Matahari mulai terbenam di arah barat. kakiku sudah mulai terasa kaku dan lemas, hanya tinggal sebatang kayu yang bisa menyangga tubuhku agar tetap mengapung. kupandangi lautan yang gelap tanpa ujung yang terlihat. sempat aku berpikir, apakah tidak ada ujung disana.
perlahan kupandangi angkasa yang begitu indah. Aku tidak pernah bersyukur sebelumnya melihat indahnya langit yang bertabur bintang saling berdekatan. sekolah bintang-bintang saling berbicara satu sama lain. menunjukkan seolah Siapa yang paling bersinar di langit.
mulai ku hitung satu per satu bintang, untuk menghibur diriku yang bosan. Ku coba teriak kepada mereka agar mereka mengajakku berbicara. di tengah lautan ini terasa sangat dingin dan sepi.
aku tersadar oleh kilauan matahari yang mulai terbit dari timur. saat ini tubuhku terasa mulai kaku seutuhnya. kulihat sekelilingku Apakah ada sesuatu yang bisa kupakai atau kugunakan. yang ada hanya sekumpulan lumba-lumba yang sedang menari indah sambil melompat-lompat. seolah menghiburku untuk melupakan rasa lapar ku.
sejenak aku lupa akan kondisiku saat ini. berkat lumba-lumba yang menghampiriku. matahari sudah berada di tepat di atas kepalaku. lidahku mulai terasa kering dan haus. tidak tahu aku harus bagaimana untuk mendapatkan air tawar. kutanya kepada kumpulan lumba-lumba Bagaimana kalian minum Apakah kalian tidak harus? .
mereka hanya melompat-lompat dan dan mengeluarkan bunyi-bunyian yang seolah-olah ingin memberitahuku. tapi aku tidak mengerti apa maksud mereka. Aku tertidur lagi Hingga aku dibangunkan oleh sesuatu yang yang menabrak kakiku. ternyata itu itu adalah seekor penyu. penyu hijau yang sangat besar yang dipenuhi teritip pada tubuhnya.
seolah ingin memberitahuku agar melihat keindahan lautan saat ini. benar saja lautan dipenuhi dengan cahaya berwarna hijau. ternyata itu adalah sekumpulan ubur-ubur yang mengeluarkan cahaya. itu adalah pemandangan yang luar biasa. seolah-olah lautan dan langit saling beradu keindahan.
aku berpikir alangkah senangnya adikku dan ibuku bisa melihat ini. aku sangat Terpukau hingga mulutku ternganga. baru pertama kali aku melihat ini seumur hidupku. selama ini aku hanya melihat perkantoran dan selalu disibukkan dengan pekerjaan.
Detik demi detik berlalu berganti menit, menit berganti jam, jam Berganti Hari. aku tak tahu sekarang Aku harus bagaimana. aku hanya terus berdoa supaya keajaiban datang kepadaku dan menolongku. dan aku kembali tertidur setelah melihat keindahan lautan dan keindahan langit saling beradu.
sebelum fajar menunjukkan cahayanya, tanganku dikagetkan dengan suatu benda yang mengapung. Aku tidak tahu apa itu karena dibungkus oleh Kotak kayu. kupegang kotak itu tu dengan erat. saat cahaya mulai menerangi lautan aku tersadar bahwa itu adalah kotak penuh dengan kelapa yang belum dikupas.
Aku berusaha membuka kotak itu. dan kumanfaatkan paku yang menancap di kayu kotak tersebut untuk mengupas kelapa. ini adalah suatu keajaiban agar aku tetap bisa bertahan. di kotak itu terdapat 4 biji kelapa. Karena rasa lapar yang sudah tak tertahankan aku makan 2 biji kelapa.
seolah ini adalah jawaban dari doaku semalam, aku masih diberikan kekuatan dan waktu tambahan untuk berusaha. aku terus melamun dan berpikir sepanjang hari. tentang apa yang telah kulakukan selama ini. Aku ingin sekali bertemu ibuku dan mengucapkan kan aku sayang padanya lebih dari apapun. dan jika aku masih diberikan waktu aku ingin membahagiakan Ibuku dan adikku.
terus terpikirkan raut wajah ibuku yang sendirian menungguku. Aku tidak mau dia jatuh sakit mendengar keadaanku seperti ini. selama hidupku aku sudah berjuang sendirian tanpa seorang ayah. yang ku miliki hanyalah Ibuku dan adikku.
Kesunyian dan kesendirian merupakan musuhku saat ini. aku berkhayal seolah-olah lautan sedang bernyanyi untukku. sambil diiringi oleh suara angin malam. dan aku masih terus berharap akan adanya orang yang menemukan ku di tengah lautan ini. di malam sepi ini bibirku mulai mengering. ku lihat tanganku sudah mengerut. kakiku juga sudah mati rasa sejak pagi tadi.
Kenapa pada saat seperti ini waktu berlalu begitu lambat. kebosanan terus melanda, Aku hanya bisa memandangi langit. terus terlintas dan terus terlintas lagi Dan Lagi. bayangan ibu dan adikku. aku juga berkhayal Pasti sangat indah jika keluargaku utuh sebelumnya. seperti keluarga yang lainnya. aku pasti tidak akan Merantau dan berakhir seperti ini.
aku juga bingung apa salahku, salah ibuku, salah adikku. Kenapa dia tega meninggalkan kami. Ibuku dan aku yang menggantikan posisi ayah dalam mencari nafkah. untuk mencari sesuap nasi dan uang untuk sekolah adikku. karena adikku lah satu-satunya Harapan untuk mengangkat keluarga kami. karena aku pun saja tidak bisa diharapkan karena kondisi keuangan saat ini aku tidak bisa bersekolah.
ku bayangkan kembali Jika aku memiliki keluarga lengkap. Aku Pasti Bisa Memiliki segalanya. rumah hangat, baju bagus, selalu makan enak, mobil, istri pasti aku miliki semua.
itu semua hanyalah khayalan. kenyataan memanglah tidak sebegitu manis. tetapi setidaknya hidupku Tidak pernah menyakiti dan merugikan orang lain. yang kuinginkan sekarang hanyalah memeluk ibuku dan berterima kasih padanya.
kulihat ibuku dengan wajah penuh harap akan adanya orang yang membeli dagangannya. tetapi mereka hanya melihat saja dagangan ibu. tidak ingin bertanya ataupun membeli. Terlukis kembali raut Muka ibu yang sedih. yang membuat hatiku hancur sedikit demi sedikit bersama waktu yang terus berlalu.
yang kuinginkan hanya melihat rasa gembira ibu ketika dagangannya laku. karena aku sudah terbiasa menahan rasa laparku. karena kebahagiaan bukan berdasarkan dari kenyang, mapan, sehat tapi ada hal lain yang menurutku lebih. melihat senyum tersirat dari wajahnya serasa dunia begitu indah.
Aku ingin mereka, kalian, anda, kamu juga merasakannya. bahwa kebahagiaan yang selama ini kita cari ada di depan kita. jangan sepertiku, yang mencintai sekali ibuku tetapi harus terombang-ambing di tengah lautan. diantara batas hidup dan mati.
entah kenapa hidup mulai berharga. tapi juga hidup terasa hampa. karena usahaku selama ini bisa saja berakhir sampai disini. kelapa kelapa yang kutemukan sudah habis. Aku sudah pasrah Apapun Yang Terjadi. sudah ku ukir kata-kata pada kelapa semoga saja Ibuku bisa membacanya jikalau diriku Tiada.
tawa canda, sedih senang, benci suka semua campur aduk saat ini. Antara Aku sudah mulai sadar tentang kehidupan. Tapi saat ini juga kehidupanku mungkin akan berakhir. ingin sekali ku mengulanginya dan berbuat yang terbaik Lagi Dan Lagi, lebih dan lebih.
ingin kutunjukkan pada dunia Aku adalah orang yang bangga atas diriku sendiri karena usahaku. malam demi malam kulewati sambil memikirkan kan masa lalu yang indah. meski kehidupanku tidak lengkap. Karena manusia memiliki jalan cerita masing-masing. dan aku banggakan itu karena aku bisa sampai saat ini.
Sampai Akhir Aku terus berharap dan berjuang. tak pernah sedikitpun aku marah kepada Tuhan. karena mungkin inilah takdirku. semoga saja aku bisa bertemu kembali ibuku. Hanya itu yang membuatku terus berjuang.
Sampai Akhir aku terus tertawa dan tersenyum. diiringi suara lautan yang tertawa lembut. seolah mengajarkanku akan keikhlasan. lautan yang tenang mengajarkanku bahwa aku bukan apa-apa. karena Tuhanlah yang berkuasa atas takdir Mu. aku juga telah mengalami pengalaman yang luar biasa di lautan ini.
lautan menunjukkan aku sebuah keajaiban dan ke indahan. sehingga aku Aku tidak terlalu bosan saat di tengah lautan. Teruntuk ibu dan adikku Maafkan kakakmu. tidak bisa membawakan oleh-oleh yang kalian minta. yang ingin kusampaikan Aku sayang kalian. jaga diri baik-baik.
ini adalah cerpen lama yg ku share kembali. Mau buat yg baru tapi masih sibuk hahahah