Seorang gadis cantik yang memakai gaun pengantin sedang duduk di depan meja rias nya, gadis itu menatap pantulan dirinya di cermin,tiba tiba suara pintu kamar gadis ini terbuka, dan membuat gadis cantik ini menengok ke pintu masuk, terlihatlah seorang pria yg sudah berumur sekitar 45 tahun an, pria ini masuk dan berdiri disamping gadis itu.
"Nak mempelai pria sudah datang sebentar lagi kamu keluar ya" ucap pria itu yg tak lain adalah ayah dari gadis yg duduk di kursinya.
Mendengar itu, gadis ini pun menunduk seperti menyembunyikan kesedihannya dari sang ayah.
"Iya ayah nanti tasya keluar, tolong tinggalkan rara sendiri dulu ayah" pinta gadis yg bernama tasya itu pada ayahnya.
Sang ayah pun hanya tersenyum hangat lalu pergi ke luar kamar membiarkan putrinya sendiri.
Setelah kepergian ayah dari kamarnya tasya pun kembali menatap pantulan dirinya di kaca cermin yg berada di depannya dengan tatapan penuh kesedihan, kerinduan, dan kehancuran.
"Kak alan kapan kau akan kembali aku akan segera menikah, apa kak alan akan membiarkanku menikah dengan orang lain" kata gadis itu dengan berurai air mata dia tidak peduli pada riasan wajahnya yg sudah agak luntur karna derasnya air mata tasya.
Flasback
-------------------------------------------------------
Disebuah taman tampak seorang gadis yg berusia sekitar 14 tahun, sedang bermain dengan pria yg kelihatannya jauh lebih tua dari gadis ini.
Pria itu sudah berumur 20 tahun.
"Kak alan ayo dorong lebih kuat lagi" ucap gadis itu yg tak lain adalah tasya.
Dia meminta alan mendorong ayunan yg dinaiki nya agar lebih cepat.
"Tidak bisa tasya, nanti kamu jatuh" bantah alan pada gadis kecil di depannya itu.
Mendengar itu tasya pun ngambek dan turun dari ayunan lalu berlari ke pinggir danau.
"Tasya hati hati nanti jatuh" ucap alan yg sepertinya khawatir melihat tasya berlari ke arah danau. Dia pun berlari juga untuk menyusul tasya.
Sementara tasya sudah duduk di rumput rumput yg indah di pinggir danau itu dan memandang ke arah danau. Tanpa dia sadari alan sudah duduk di sampingnya sambil menatap wajah mungil dan cantik tasya itu.
"Kak alan" ucap tasya tanpa menoleh ke alan.
"Ada apa tasya" jawab alan heran karna tumben tasya memanggilnya tanpa melihat wajahnya.
"Apa suatu hari nanti tasya bisa jadi istri kak alan" kata tasya dengan polosnya sambil memiringkan kepalanya menghadap ke wajah alan.
Alan yg mendengar itupun diam membeku.
"Kak alan kok diam, jangan jangan kak alan gak sayang ya sama tasya" ucap tasya dengan nada sendu dan menunduk.
"Tasya kakak sangat sayang sama tasya, tapi maaf tasya besok kakak akan pergi, itu artinya kita gak akan bisa ketemu lagi dan tasya gak bisa jadi istri kakak" jelas alan dengan nada lirih dia gak tega menyakiti hati gadis kecil yg sudah bersamanya selama ini.
"Kak alan mau pergi kemana?, apa kak alan mau ninggalin tasya?," tanya tasya sambil memegang tangan alan dan mata yg sudah mulai menangis.
Alan pun segera menghapus air mata tasya.
"Jangan menangis tasya, kakak akan pergi ke negara sebelah yg pastinya sangat jauh dari sini, dan kakak mohon selama kakak gak ada disini kamu jangan pernah mengeluarkan air mata mu ini tasya" pinta alan sembari menghapus air mata tasya yg terus saja mengalir. Hatinya sungguh benar-benar hancur melihat tasya menangis.
"Baiklah kak, tasya janji gak akan menangis" ucap tasya sambil menghapus air matanya dan berusaha mengontrol dirinya agar tidak menangis lagi.
Mendengar ucapan tasya, alan pun tersenyum.
"Tapi kakak harus berjanji sama tasya!" Kata tasya yg seketika mengubah senyum alan menjadi ekspresi yg seolah bertanya "janji apa".
"Kakak harus berjanji kalau suatu saat nanti kak alan harus kembali kesini dan menemui tasya" pinta gadis kecil itu kepada alan.
Lagi lagi alan bingung harus menjawab apa.
"Kakak janji tasya kak alan akan kembali kesini" jawab akan dengan nada lirih karna dia tak yakin akan ucapannya.
Tasya yg mendengar jawaban alan pun tersenyum senang lalu memeluk alan dengan sangat erat seolah dia tidak akan melepaskannya.
Alan pun membalas pelukan gadis kecilnya itu
"Jaga dirimu baik baik, tasya berjanjilah jangan pernah menangis, jadilah gadis yg kuat dan jangan pernah mau ditindas orang lain, mengerti!" Kata alan kepada tasya sambil mengelus rambut tasya yg berada di pelukannya itu.
"Laura janji kak, dan laura akan nunggu kak alan disini" jawab gadis kecilnya itu yg membuat senyum alan kembali mengembang namun seketika juga alan mengeluarkan air matanya itu
Mengingat dirinya akan jauh dari gadis kecilnya itu.
Flasback off
------------------------------------
Sekarang tasya sudah berumur 20 tahun.
Tasya sudah menjadi gadis yg diinginkan alan.
Gadis yg kuat, tasya sangat mengingat kata kata alan pada tasya lima tahun yg lalu.
Skrng dirinya di ruangan itu memakai gaun pengantin, ya gaun pengantin karna hari ini tasya akan dinikahkan pada anak dari teman ayahnya.
Dia sebenarnya tidak ingin menikahi pria pilihan ayahnya namun apalah dayanya.
Tiba-tiba masuklah ayah kedalam ruangan putrinya itu yg sontak saja membuyarkan pikiran tasya.
"Nak ayo keluar ijab kabul nya akan segera dimulai"
Ajak sang ayah pada tasya, dia sebenarnya sedih melihat anaknya seperti ini namun dia yakin tasya akan bahagia dengan pria pilihannya itu.
"Iya ayah" jawab tasya segera berdiri lalu berjalan keluar dengan menggandeng tangan sang ayah
Sampai di altar pernikahan mereka tasya melihat seorang pria yg akan menjadi suaminya sedang duduk menghadap penghulu.
Lelaki itu berbeda dengan alan pria ini kelihatannya seumuran dengan tasya, dia melihat ke arah tasya yg berjalan ke arahnya dengan tersenyum lembut.
Tasya hanya membalas senyuman tipis pada pria itu. Dia tak tau apapun tentang pria itu yg dia tau hanya nama nya saja dia adalah revan.
Revan yg berusia 21 tahun, ya umurnya hanya lebih tua satu tahun dari tasya.
Tasya pun segera duduk di samping revan dengan menunduk dan berusaha agar tidak menangis lagi.
Mendengar revan yg sudah mengucapkan ijap kabul dan diakhiri dengan suara SAH dari orang-orang di sekitarnya.
Membuat setetes air mata lolos dari mata lentik tasya, namun bukan air mata kebahagiaan seperti pengantin biasanya melainkan air mata kesedihan yg di keluarkan dari mata tasya.
"Nak, sekarang kamu sudah sah menjadi istri nak revan, jadilah istri yg baik, jangan khawatir cinta akan tumbuh seiring waktu dalam rumah tangga kalian" jelas sang ayah kepada putrinya itu.
"Iya ayah" jawab tasya sambil mencium tangan sang ayah.
"Apakah aku bisa menumbuhkan cinta untuk revan, kurasa tidak ayah cintaku hanya untuk kak alan ya walaupun aku tau aku sudah menjadi istri orang lain, tapi tak apa akan kusimpan cinta ini sampai Tuhan memanggilku" ucap tasya di dalam hatinya
Pernikahan mereka masih berlanjut.
Semua orang memasang wajah bahagia melihat sepasang pengantin berdiri di altar pernikahan mereka, lain halnya dengan tasya dia hanya mengeluarkan senyum paksa kepada tamu tamu nya. Dia hanya berharap bang alan akan datang di hari pernikahan nya ini namun sepertinya itu hanya harapan saja.
Sementara di tempat lain tak jauh dari acara pernikahan mereka ada sepasang mata yg melihat tasya dengan tatapan kerinduan yg amat mendalam. "Maafkan kak alan tasya, aku datang terlambat" ya itu adalah alan dia sedang melihat tasya dari jauh. "Kau sangat cantik dengan gaun pengantin itu tasya, aku sangat merindukanmu" ucap alan dengan nada sedih dan air matanya yg terus menetes. "Seperti yg kujanjikan tasya aku sudah kembali, tapi maaf kak alan gak bisa muncul di hadapan mu" kata revan sambil menunduk.
"Kau sudah jadi gadis yang cantik dan dewasa"
Ucap alan kembali tersenyum melihat tasya.
"Hanya satu kata yg masih belum berani kuucapkan padamu gadis kecilku, aku mencintaimu sangat mencintaimu" alan benar-benar menyesal tapi kali ini dia tidak akan menggangu rumah tangga gadisnya itu.
"Semoga kau bahagia dengan rumah tanggamu itu gadis kecil" alan tersenyum dan pergi dari tempat itu.
Separuh dari cerita ini adalah kisah nyata dari seseorang yg gak bisa disebutkan namanya
Kisahku dan kak alan
Surat untukmu
"Kak sekarang sudah lama sekali kau masih belum muncul didepanku, setiap hari aku berfikir seperti apa kak alan sekarang?, apa kak alan sudah memiliki gadis lain disana,hingga kak alan tidak mau mengunjungi ku.
Kak aku masih menunggumu disini.
Datanglah walaupun rasa sayang mu sudah tidak untukku lagi, datang saja kak dan penuhi janjimu
Jangan melanggar janji yg sudah kau buat.
Aku merindukanmu kak alan "
Jangan lupa like
Komen kalau ada saran untuk author
Dan sekali lagi author bilang kalau cerita ini hanya separuhnya saja kisah nyata dan selebihnya hanyalah imajinasi author. 😄
❤️.