Hari ini aku telah pindah ke rumah baru ku yang telah kubeli dengan jerih payahku selama ini. sebuah rumah yang ada di sebuah bukit didekat desa di sebuah gunung. aku memang tidak suka berada di kota, karena di kota terasa bising dan orangnya terlalu banyak bicara. mereka selalu menggosipkan ku yang selalu sering pulang bersama atasanku.
Aku telah membersihkan rumah yang kubeli itu, interior rumah itu memang tidak modern. Terlihat rumah itu adalah rumah lama dengan bangunan agak kuno. Aku tidak peduli, Yang jelas aku telah mendapatkan hasil dari jerih upayahku selama ini.
Sebuah rumah dengan nuansa klasik dan lumayan besar. Aku membersihkan rumah itu seharian penuh, saat malam tiba.. aku tidur di sebuah ruangan yang telah aku pilih semenjak pertama aku datang. Aku tidur di kamar yang lebih luas dari pada kamar lainnya, di sana ada sebuah foto seorang gadis yang sangat cantik. Sebenarnya aku ingin membuang foto itu. Tapi entah mengapa, foto itu begitu menarik perhatian ku.
Jam 11 malam, akhirnya aku tidur karena badanku terasa remuk. Setelah seharian aku membersihkan rumah itu, Karena yang aku dengar rumah itu telah lama ditinggal oleh pemiliknya yang dahulu.
Kupejamkan mataku di sebuah kasur yang sangat besar malam itu. aku begitu terlelap Karena rasa capek di tubuhku yang luar biasa. Entah berapa lama aku tertidur, namun tiba-tiba aku mendengar suara tangisan seorang gadis.
"Tolong.. tolong.. tolong aku," suara rintihan itu yang membuat aku langsung terbangun dari tidurku.
Aku berusaha membuka mataku karena yang jelas aku tidak bisa membuka mata, Karena rasa kantuk yang luar biasa. suara itu terus menggema di telingaku. Hingga aku hanya bisa membolak-balikkan badanku saja.
Entah mengapa tiba-tiba kasur ku terasa basah. karena aku terkaget, akhirnya aku membuka mataku dengan spontan. saat kubuka mataku tidak ada apapun di kamarku. Sesaat kemudian.. aku memejamkan mataku kembali, saat aku hendak memejamkan mataku Karena rasa lelah ku yang yang tiba-tiba datang kembali.
Sesaat kemudian, suara itu datang kembali.
"Tolong.. tolong aku," suara rintihan itu yang begitu pilu terdengar kembali.
Aku yang kaget langsung terbangun karena di kamarku tidak ada orang lain. Aku tinggal sendiri di rumah itu, suara rintihan itu terus menggema hingga aku langsung terkaget dan sadar 100%.
Saat ku langkahkan kakiku ke lantai rumah, terasa lantai itu basah oleh sesuatu. melihat lantai rumah itu terasa basah dan tiba-tiba lantai rumahku seperti ada darah yang sangat banyak. Karena aku terkaget dan bingung aku langsung berteriak sekeras-kerasnya.
"Aaa,"
Aku berteriak sekeras-kerasnya, hingga membuat orang-orang yang beronda di kampung itu. aku langsung mengetuk pintu rumahku. Saat kepanikan itu terjadi, tiba-tiba ada sekelebat bayangan seorang wanita yang memakai gaun putih yang di penuhi darah. matanya terlihat menakutkan dengan wajah yang menakutkan pula. Aku kembali berteriak saat melihat hal itu.
"Ada apa, Nona!"
Para warga yang telah mendobrak rumahku, karena aku berteriak sekeras-kerasnya. Karena mereka mengira kalau rumahku dimasuki oleh penjahat ataupun perampok.
"Ada.. ada.. setan. ada setan!" seru kepada para warga yang ada di dalam rumahku.
Wajahku mungkin sudah pucat, saat melihat penampakan wanita yang memakai gaun putih yang penuh darah tersebut.
"Ada apa, Nona?" tanya istri dari pak RT kepadaku.
"Ada ada setan, Bu!" seruku kepada Bu RT.
"Setan apa, Nona?" tanya Bu RT kepadaku.
''Tadi aku melihat seorang wanita yang memakai gaun pengantin yang berlumuran darah!" jawabku dengan tubuh yang bergetar karena ketakutan.
Nampak para warga saling menatap. karena ucapanku, aku sangat ketakutan karena hal itu. Sesaat kemudian.. Bu RT mencoba untuk menenangkan ku, Dia memberikan aku minum dan dan menyuruh salah satu warga untuk berjaga di depan rumahku.
Akhirnya para warga kembali pulang ke rumahnya masing-masing. Entah mengapa rasa kantukku sangat besar, hingga membuat aku tertidur kembali. Saat aku tertidur, kejadian itu tiba-tiba terulang kembali. Entah mengapa kasur yang ku tiduri tiba-tiba terasa basah, aku mencoba meraba kasur Itu, kasur basah itu membuat aku semakin panik. aku tetap memejamkan mataku dan meraba kasur itu.
Sesaat kemudian..
Saat aku meraba kasur itu, entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal. kurasakan ada sebuah tubuh disampingku, saat aku merasakan hal itu aku langsung tersadar dan bangun dari ranjangku. kulihat di sampingku ada seorang wanita dengan baju yang berlumuran darah. wanita itu menatapku dengan air mata yang keluar dari matanya, air mata itu adalah air mata darah.
Entah mengapa aku ingin berteriak namun suaraku seperti tidak keluar. Aku memundurkan tubuhku, namun hantu wanita itu terus mendatangiku. sesaat kemudian, tiba-tiba wanita itu itu mengucapkan sesuatu.
"Tolong.. tolong aku, tolong aku," ucap nya kepadaku. saat mendengar hal itu, entah apa yang terjadi. namun aku langsung pingsan seketika.
Hari pertama dan kedua membuatku merasa ketakutan, hingga hari ketiga dan seterusnya hantu itu terus mendatangiku. ucapannya selalu sama dia terus meminta tolong kepadaku. entah apa artinya, hingga Aku berjalan ke sebuah sungai kecil. di sana ada rumah kecil dengan nuansa pedesaan, rumah gubuk itu ditinggali oleh seorang nenek tua dengan pakaian kebaya zaman dahulu.
Kudatangi rumah itu. Karena aku ingin mencari udara sejuk, sudah satu minggu aku diteror oleh hantu bergaun darah itu.
"Apa yang kau lakukan cucu," tanya nenek tua kepadaku.
"Wah nenek, aku hanya berjalan-jalan saja," jawabku.
"Apakah jika tidak salah, kalau kau adalah penghuni rumah baru itu," ujar nenek tua itu kepadaku.
Aku menganggukkan kepalaku, sesaat kemudian aku duduk di tepi sungai kecil dekat rumah nenek tua itu. kemudian nenek tua itu memberikan aku air dan mengusap punggung ku.
"Nenek mau bertanya, maukah cucu menjawabnya," tanya nenek tua.
"Ada apa Nek?" tanyaku kembali kepada nenek tua.
"Apakah kau tenang tinggal di sana?" tanya nenek tua kepadaku.
Aku langsung menatap nenek tua itu, karena terlihat nenek itu mengetahui sesuatu tentang rumah yang aku beli itu.
"Aku tidak betah di sana, aku terus diteror oleh hantu wanita yang memakai gaun pengantin yang berlumuran darah." jawabku sambil meneteskan air mata.
"Apakah saat kau membeli rumah itu, yang menjual tidak mengatakan sesuatu padamu?" tanya Nenek kepadaku.
Aku menggelengkan kepalaku, kemudian aku bertanya kepada nenek mengenai rumah itu yang terlihat enggan untuk menjawabnya. namun aku tetap memaksa Nenek itu untuk mengatakannya, dan akhirnya Nenek mengatakannya kepadaku.
Mengenai rumah itu, sebuah rumah yang dihuni oleh sepasang suami istri yang mempunyai anak perempuan yang sangat cantik. hingga suatu ketika.. gadis cantik itu hendak menikah dengan seorang pria kaya dari kota tempat dia bekerja.
Namun karena seorang pemuda di desa yang sangat mencintainya, namun si gadis tidak mau menerima dan lebih memilih kekasihnya, membuat si pemuda Desa nekat membawa teman-temannya untuk memperkosa dan membunuh gadis tersebut.
Saat acara pernikahan itu, akan berlangsung dan si gadis memakai pakaian pengantin. nampak gadis itu melawan, namun pemuda desa itu langsung membunuhnya dan memperkosa gadis itu bersama teman-temannya.
Saat mendengar cerita itu, tubuhku terasa bergidik ngeri. saat ku tanya kepada Nenek mengenai pembunuh itu, Nenek malah menjawab kalau si pembunuh tidak ditangkap karena dia adalah anak salah satu pejabat di wilayah tersebut. Hal itu membuat ayah dan ibu Si Gadis tidak bisa terima dan mencoba untuk mencari keadilan.
Saat mencari keadilan itu, si pemuda dan teman-temannya membantai seluruh keluarga dari si gadis, setelah hari itu banyak penampakan yang terjadi di rumah itu dan banyak pembeli rumah yang berlari ketakutan. saat mereka penghuni rumah itu.
Saat aku mendengar cerita dari Nenek, aku memutuskan untuk mencari keadilan untuk gadis bergaun darah itu. aku mencoba meminta bantuan kepada bosku, karena yang aku tahu bosku akan melakukan semua yang aku pinta. karena dia adalah seorang duda yang sangat mencintaiku.
Akhirnya bos ku bersedia membantuku dengan imbalan Aku mau menerima lamarannya. aku tidak peduli.. Yang jelas aku akan mencari keadilan untuk roh yang gentayangan di rumah yang telah kubeli itu.
Setelah 1 bulan, akhirnya bosku memberikan semua bukti-bukti mengenai pembunuhan yang terjadi di rumah yang kutinggali itu. setelah kejadian itu. para pelaku tertangkap, para pembunuh itu di masukkan di penjara.
Setelah semua itu, nampak tiga bayangan mendatangiku saat malam tiba, tubuhku terasa bergidik ngeri saat melihat penampakan ketiga hantu itu.
"Terima kasih, karena telah membantu kami," ucap tiga hantu, kemudian mereka menghilang.
*** END ***