aku langsung menikah setelah 3 bulan dinyatakan lulus SMA. kupikir menikah muda itu menyenangkan tapi ternyata tidak.
usia suamiku lebih tua 12 tahun dari usiaku saat ini . setelah usia pernikahanku memasuki 4 bulan, alhamdulillah tuhan mempercayai kami untuk merawat seorang anak.
selama aku hamil aku tinggal dirumah mertua dan bekerja di salah satu tokonya agar bisa menambah penghasilan , karna suamiku hanyalah seorang tukang parkir biasa di salah satu warung makan.
saat kandungan ku memasuki usia 8 bulan,mertua ku yang sangat kejam itu tetap saja menyuruhku lembur dikarenakan saat itu toko sedang rame.
"bu...perut ku sakit banget...tolong biarin aku pulang lebih awal hari ini aja.." (kataku dengan nada memohon sambil menangis).
"yaudah sono,tapi kali ini aja ya!!" (kata nya dengan nada tinggi)
"i iyaa bu..makasih." ucapku dengan rasa lega
karna aku hanya dapat upah makan 20.000 , uang itu tadinya ingin aku gunakan untuk naik kendaraaan umum karna jarak antara rumah mertua ku dan toko nya lumayan jauh.
tapi saat hendak mencari kendaraan umum,kakak iparku menelepon dan memintaku untuk membelikannya beberapa gorengan saat perjalanan ku pulang.
"eh sit,kamu ada di mana?udah mau pulang kan?" tanya nya dengan cepat.
"iya teh,ini udah mau pulang" kata ku dengan nada lembut
"eh nitip gorengan dong,boleh gak?" kata nya.
"iya teh,nanti aku beliin " kataku dengan nada halus.
"padahal uang nya mau aku pake untuk naik ojek,tapi yaudah lah" ucapku dalam hati
saat aku sudah sampai setengah perjalanan, entah kenapa perutku terasa sangat sakit,bahkan kakiku juga membengkak.
pada saat itu aku memutuskan untuk berhenti sejenak di halte bis yang berada teoat di persimpangan jalan.
sekarang sudah memasuki pukul 8 malam, kudengar ada suara penjual gorengan yang kebetulan lewat,langsung saja aku memanggilnya.
tiba tiba kakak iparku menelepon ku lagi dan berkata.
"eh sit,udah sampe mana? ini ibu udah pulang , ngapain kamu kok lama banget?"
"ini baru aja beli gorengan nya teh,sebentar lagi aku sampe"
"oh ya,jangan lupa beliin buat ibu juga ya!"
"iya teh".
"haha tega teganya mereka begini padaku,ibu bilang akan lembur tapi ternyata dia sudah sampai rumah,bahkan tadi tidak menawarkan tumpangan padaku" aku berbicara dalam hati.
"jadi beli gak mbak?" tanya penjual gorengan yang aku panggil tadi.
"oh jadi mas, 20.000 campur ya!" kataku dengan ekspresi agak kaget.
akhirnya aku sampai juga dirumah,aku bersyukur walaupun bengkak di kakiku sangat parah tapi akhirnya aku bisa sampai dirumah dengan selamat .
saat hendak masuk ke ruang makan, kulihat semua orang sudah menungguku.
"ngapain aja lu jam segini baru sampe?" tanya ibu mertuaku dengan ekspresi tidak suka
"tadi aku nyari penjual gorengan du..." tiba tiba saja kepalaku terasa pusing, tubuhku terasa lemas, mulutku tak dapat mengeluarkan suara,perutku terasa nyeri sekali.
seketika aku pingsan.
saat aku membuka mata,aku sudah berada di dalam kamarku , dan semua orang di depanku memandangku dengan tatapan yang tidak enak.
"caper aja bisanya,bikin orang gak nafsu makan!"kata mertuaku.
semua hanya diam mendengarkan perkataan ibu mertua ku yang sangat kasar itu,lalu semua meninggalkan kamar ku mengikuti ibu mertua.
"akhirnya aku sendirian sekarang" ucapku dalam hati
setelah kejadian itu,aku memutuskan untuk berhenti bekerja karena perutku yang semakin membesar.
usia kandungan ku sudah memasuki 9 bulan , dan tiba lah saatnya bagiku untuk melahirkan.
di saat seperti itu suamiku hanya punya uang 300.000 , untung saja aku punya BPJS yang bisa kuandalkan.
setelah hari itu suami ku semakin tidak bertanggung jawab,setiap kali ku mintai uang selalu saja bilang tidak punya.
untuk memenuhi kebutuhan kita bertiga aku pun terpaksa berjualan kue dan menitipkannya ke warung dan toko sekitar.
aku merasa sudah berada di puncak kesabaran,aku menuntut hak ku sebagai istri, pada saat itu lah kakak iparku dan ibu mertua ku memprovokasi suami ku agar kita bercerai.
"udah deh, cerai in aja istri gak tau di untung kaya dia!"kata kakak iparku dengan nada tinggi.
"ngapain juga istri kaya gitu kamu pertahankan?orang gak berguna aja lo,cantik juga enggak"kata ibu mertuaku .
suamiku yang memang pada dasarnya adalah anak penurut saat itu yang dia lakukan hanya meng iya kan perkataan dari kakak ipar dan ibu nya itu.
malam ini kita tidur berpisah ranjang,aku yang saat itu sudah tak bisa lagi bersabar memutuskan untuk kabur dari rumah.
aku yang masih sakit karna luka cesar kabur ke salah satu kota yang cukup tenang selama 2 minggu, dengan membawa anakku yang masih merah.
ku kira masalah akan berhenti tapi ternyata tidak,kakak iparku terus saja mengangguku dengan mengataiku seperti j***ng , ***ing baik lewat telpon maupun lewat chat.
aku tidak mempedulikannya,aku hanya fokus pada anakku sampai tiba tiba suamiku datang menyusulku ke kota , lalu memintaku untuk pulang bersamanya.
aku mengajukan beberapa syarat untuknya , salah satunya adalah aku tidak mau satu rumah bersama mertuaku dan kakak iparku itu.
akhirnya kami pun memutuskan untuk mengontrak rumah yang agak jauh dari rumah ibu mertuaku itu.
setelah kejadian itu kakak ipar dan mertua ku tampaknya semakin membenciku,mereka bahkan tidak menanyakan kabarku, bahkan kita juga tidak pernah berkomunikasi lagi sejak saat itu.
lalu tiba tiba suamiku mendapat proyek besar dengan penghasilan yang lumayan besar,tapi dia hanya memberiku bahkan hampir tidak ada setengahnya.
padahal uang kontrakan juga belum dibayar 2 bulan,susu anak,pempers,listrik,air.
aku terpaksa meminjam uang kepada saudaraku sebesar 500.000 untuk memenuhi kebutuhan kami bertiga.
setelah mengetahui hal itu,suamiku marah besar.
dia tidak pulang ke kontrakan selama hampir 3 minggu,dia lebih memilih tinggal dirumah ibunya.
tak lama kemudian aku mendapat kabar bahwa ternyata suamiku mengalami stroke ringan.
setelah mengetahui hal itu aku coba untuk mendatangi rumah ibu mertuaku untuk mengetahui kondisi suamiku.
saat aku memasuki ruang tamu,rupanya kehadiranku sudah dinantikan oleh kakak ipar dan ibu mertua ku .
tanpa basa basi mereka langsung menghina,memaki makiku dengan kata kata kasar yang sangat tidak enak untuk didengar.
"gara gara kamu,liat suami mu jadi begitu"kata kakak iparku
"orang kaga tau diri,udah enak enak di kasih tumpangan disini malah sok sok an mau hidup sendiri ya gini nih akibatnya " kata ibu mertuaku.
suami kakak iparku berada di luar kota untuk bekerja, sedangkan ayah mertuaku sudah meninggal.
aku tetap nekat menerobos masuk tanpa menghiraukan perkataan mereka.
dengan membawa anakku yang masih bayi,aku harap suamiku bisa pulih dengan cepat.
untuk mendukung kesembuhan suamiku,aku menjual semua perabotan rumah yang ku beli dengan hasil jualanku selama ini.
akhirnya pada saat suamiku dikabarkan sudah sembuh,aku memberanikan diri lagi untuk mengunjunginya dirumah mertua.
saat aku sedang berjalan hendak masuk,tiba tiba kakak iparku berlajan menuju arahku dan berkata.
"ngapain lu masih dateng kesini?! Najis gua ngeliat lu!"dengan nada tinggi dan ekspresi wajah penuh emosi.
akhirnya keributan terjadi lagi,ibu mertuaku pun juga datang untuk menyambutku dengan makian nya
"ngapain lu masih disini, keluar lu bangs*t!" Sambil gebrag meja
aku yang datang bersama anakku itu hanya bisa menangis,baru pertama kali inii aku mendengar kata kata ini,bahkan ibuku sendiri pun tak pernah berkata seperti ini padaku.
"jangan jangan kamu ya yang udah ngedukunin suami kamu sampe jadi stroke begitu"kata kakak iparku
"dasar gak tau malu,masih beraninya dateng kesini?!" mertuaku meneruskan perkataan kakak iparku tadi.
aku hanya bisa berkata " buat apa aku ngedukunin suami ku sendiri?sama aja aku bikin susah diriku sendiri"
aku bahkan sempat mengajaknya bersumpah,tapi dia tidak mau.
tapi semua nya tetap saja menghina ku,tidak ada yang percaya padaku .
akhirnya tanpa mengunjungi suamiku,aku langsung pergi dari rumah yang bagaikan neraka itu bersama dengan anakku
akhirnya 2 hari kemudian suamiku yang sudah pulih datang ke kontrakan yang saat ini hanya aku dan anakku yang menghuninya.
saat kulihat badannya yang sudah pulih itu dari dalam rumah,seketika aku langsung berlari ke depan dan memeluknya.
"sudah lama sekali ya,aku rindu seperti ini"ucapku dalam hati sambil menahan agar tidak menangis.
suamiku hanya terdiam ,dia bahkan sama sekali tidak membalas pelukanku malah terdiam seperti patung.
belum puas memeluknya, aku langsung bertanya padanya.
"ini sekarang mau gimana mas?mau ga ikut aku di sini aja?"tanya ku dengan lembut
kata kataku yang lembut itu malah di balas dengan kata kata yang menyakitkan.
"enggak aku gak mau,sekarang aku talak kamu!"setelah menalak aku 2× dia langsung meninggalkan kami, aku dan anakku
bahkan dia tidak menggendong anaknya, tidak mengucapkan apa apa,tapi langsung pergi begitu saja.
seketika air mataku langsung menetes,menetes dengan derasnya.
aku merasa putus asa,pernikahan yang aku pertahankan selama ini dengan mudahnya di hancurkan olehnya dengan kata kata.
selama ini aku yang berjuang sendirian,aku yang menerima semua perkataan kasar keluarganya itu, selama ini aku terus diam dan bersabar.
bahkan diapun tak peduli tapi aku tidak mempermasalahkan itu .tapi sekarang? bagaimana nasib anakku nantinya ?
hidup tanpa seorang ayah?tanpa kasih sayang dari ayah , nenek dan bibi nya?bagaimana aku bisa menghidupi anakku kelak?aku ini hanya lulusan sma.
semua kata kata itu melintas saja di pikiranku, perkataannya saat menalakku terus berdengung di telingaku tanpa henti.
akhirnya setelah sekian lama berfikir,aku memutuskan bahwa aku akan pergi bersama anakku meninggalkan kota ini dan pergi ke kampung halaman bapakku.
2 minggu sudah aku berdiam diri saja dirumah bapak,sudah 2 minggu aku terus meratapi kesedihan ku.
belum juga hilang sepenuhnya dari pikiranku,tentang suami ku, kenangan indah kita bersama,segala yang telah ku lakukan dan ku korbankan untuknya.
tiba tiba aku mendapat kabar bahwa saudara kandungku satu satunya sakit kritis
padahal masalah yang satu belum selesai tapi ada lagi masalah baru.
seakan akan masalah tiada henti berdatangan padaku, aku yang saat itu sudah putus asa,larut dalam kesedihan.
aku hanya melamun seharian setelah mendapatkan kabar itu,rasanya aku seperti orang gila saja.
tiba tiba aku melihat cahaya terang dari pintu ku,ternyata ada orang yang masuk ke kamarku,itu adalah bapakku.
"klekk"
bapak menyalakan lampu agar kamarku yang sebelumnya ku biarkan gelap gulita menjadi terang .
bapak menghampiri ku yang duduk di lantai , di pojok kamar.
bapak tau aku habis menangis,saat itu juga aku menghapus air mataku dan berpura pura seakan akan aku tidak apa apa
"udah,gak papa bapak juga sama khawatirnya kaya kamu,tapi bapak ga mau sampe hanyut dalam kesedihan kaya kamu"kata bapak untuk menenangkan aku
"kenapa harus aku yang dihadapkan sama situasi kaya gini pak?"tanya ku dengan wajah datar
"bapak dulu juga mikirnya begitu pas ibumu meninggal,pas itu kamu masih kecilll banget,saking lama nya bapak sampe lupa pas itu umurmu berapa"
baru sebentar aku ngobrol dengan bapak,tiba tiba ada telpon masuk dari kerabatku yang selama ini mengurus saudaraku.
"ha halo assalamualaikum siiti..."
"waalaikumsalam pak ada apa?gimana kondisi kakak saya sekarang?saya akan usahain uangnya kok pak!saya minta wak..."
belum selesai ucapanku sudah dipotong olehnya.
"hikss...itu sitt... ka kakakmu udah meninggal 5 menit yang lalu"
saat itu handphone ku langsung terlepas dari genggaman tanganku.
bapak yang berada di belakang ku langsung terjatuh ke bawah.
air mata mengalir deras di pipiku dan bapak.kita hanya bisa saling menguatkan,karna sekarang kita hanya punya satu sama lain sekarang untuk saling menjaga.
malam ini tanpa berfikir panjang,aku langsung memutuskan untuk datang ke pemakamannya kakak.
karna kurangnya biaya terpaksa bapak gak bisa ikut, hanya satu diantara kami aja yang bisa hadir di pemakamannya kakak.
dan bapak meminta agar aku saja yang pergi,karna takutnya bapak tidak sanggup jika melihat kepergian kakak secara langsung.
aku menitipkan anakku dengan bapak,lalu aku pergi untuk mengurus kakakku dan mengantarnya sampai ke pemakaman.
hingga sampai 40hari aku masih di sini ,mencari uang dengan cara mengamen,membuka laundry kecil kecilan, hingga jadi buruh cuci piring pun aku lakukan untuk biaya tahlil kakak ku,dan juga untuk bapak dan anakku di kampung.karna sekarang aku adalah tulang punggung keluarga.
kadang aku vidiocall dengan bapak sekali kali agar bisa melihat wajah anakku.
belum lama ini,suamiku menelepon ku hampir setiap hari ,dia memintaku untuk kembali lagi.
sayangnya trauma yang di ditinggalkannya begitu besar,hingga hasrat untuk membangun rumah tangga kembali rasanya sudah tak ada lagi.
mungkin seterusnya aku akan menghabiskan sisa hidupku dengan menjanda seumur hidup?yang terpenting bagiku sekarang hanyalah bapak dan anakku.
aku hanya akan hidup untuk mereka berdua, aku akan membesarkan anakku tanpa kurang sedikit pun.
aku sudah melalui semua ini dengan baik,semoga kedepannya pun sama.