Joey, Riko dan Gilbert mereka ini adalah tiga orang pemuda yang suka berburu hewan liar, di hari itu mereka bertiga berencana akan memburu hewan liar di hutan yang berada di kalimantan, Di mana hutan itu sama sekali belum pernah terjamah oleh manusia. Hutan itu sendiri masih terlihat rimbun akan subur pepohonan, dan konon di hutan itu juga masih banyak sekali hewan Liar yang ganas, seperti BabiHutan, Ular dan Anjing hutan. Makanya warga setempat menyebutnya hutan Larangan karena sering banyak Orang hilang atau tersesat di hutan itu, meski hutan tersebut tak begitu luas.
Dengan bermodalkan nekat dan persiapan seadanya mereka bertiga memasuki hutan lebat itu, Gilbert yang paling penakut di antara kawannya mengajaknya untuk balik lagi keluar dari hutan itu.
"Joey hutannya seram banget, aku enggak berani kita pulang aja Yuk." Ajak Gilbert yang saat itu mulai ketakutan.
"Halah kau ini bagaimana, kita bertiga ini pemburu. Enggak ada dalam kamus hidupnya seorang pemburu harus takut sama hutan liar, Kau ini aneh saja." Ejek Riko saat itu.
"Iya Rik, gue juga begini karena awalnya di paksa kalian juga, tapi sumpah Rik hutan ini seram banget bulu kuduk gue aja merinding."Tutur Gillbert.
"Hah lo takut sama setan?"
"Bukan Rik, gue takut sama hewan liar di hutan ini. tapi yang pastinya hutan ini juga banyak menyimpan Misteri Juga kayaknya. makanya Warga melarang untuk masuk hutan ini." Imbuh Gillbert saat itu.
Sementara Joey sedari tadi sama sekali tak bersuara, Dia begitu Fokus ke berburunya hari ini, Pertama dia menemukan seekor Ular Kobra hitam, tanpa ragu Joey menangkap ular itu. Tak lama di susul juga oleh Riko yang melihat seekor burung Gagak besar dengan segera dia mengarahkan senapannya ke burung gagak itu.
Duaarrr...
pelatuk senapan di lepasnya dan peluru itu mengenai Burung Gagaknya. Seketika burung gagak itu terjatuh lemas, dengan cepat Riko memasukkannya dalam sangkar. Tak lama kemudian Gillbert pun berhasil berburu Anjing lewat dan tembakannya tepat mengenai sasaran Anjing itu pun tergeletak dan segera di Ambilnya.
Namun tak selang berapa lama, Ketiga pemuda ini di hadang oleh segerombolan Babi Hutan. Seketika mereka sempat di buat terkejut.
"Joey ada Babi." Ucap Gillbert.
"Iya. ayo kita buru dia dan kita bawa pulang." Kata Joey mengusulkan pada kedua temannya.
Dan mereka bertiga pun sudah mengambil Aba-aba untuk memburu Babi itu. Senapan Joey pun siap di tembakkan ke arahnya, Namun salah satu Babi itu menyundul tubuh Gilbert hingga terpental dan berteriak kesakitan. Joey dan Riko pun bergegas membantunya.
"Gil lo baik-baik saja kan?" Teriak Riko.
Babi itu menyerang Gilbert , dan Gillbert berusaha melawannya meski tubuhnya masih kesakitan. Tak lama pula Segerombolan Babi itu ikut menyerang Joey dan Riko Juga. Seketika pertempuran sengit pun terjadi Antara mereka dengan Babi Hutan itu.
Bugh..Bugh..
Berkali-kali Joey menghantam Babi itu, dan dia menaiki tubuh Babi itu yang membuatnya berlari berputar-putar, Mungkin Babi tersebut berniat ingin membanting tubuh Joey sampai Jauh. Joey sekuat tenaga menahan agar tak terjatuh dan dia pun berkali-kali menusuk Babi itu dengan pisau yang ia pegang sehingga babi tersebut terus memberontak dan membanting tubuh Joey. pertarungan antara Babi dan mereka pun berlangsung cukup lama hingga akhirnya Babi itu pergi.
"Guys kalian baik-baik saja kan?" Tanya Joey pada kedua temannya.
"Oke Joey." Jawabnya serentak.
kemudian mereka membawa Babi yang mereka buru tadi saat sebelum bertarung dengan Babi yang lainnya. Hari itu mereka sangat senang mendapat hasil buruan yang cukup banyak dan ketiganya pun melanjutkan perjalanan mereka. Jauh semakin Jauh mereka berjalan, Tetapi mereka tak kunjung menemukan Jalan keluar, mereka pun mulai kebingungan.
"Joey kok kita gak keluar-keluar dari hutan ini?" Tanya Gilbert.
"Iya Joey sepertinya kita tersesat." Sambung Gilbert saat itu.
Mereka terus berjalan menyusuri hutan itu dan selalu saja mereka di putar-putar di situ. Joey, Riko dan Gilbert pun mulai putus Asa, Gibert terlihat panik saat itu.
"Joey bagaimana ini?" Tanya Gilbert semakin panik.
"Gue juga enggak tahu Gil." Jawab Joey.
Mereka di sana tampak kebingungan dan sudah mulai putus Asa berkali-kali mereka berjalan tetapi tetap saja mereka kembali ke tempat tadi. Tetapi Joey tak patah semangat dia terus menyemangati kedua temannya dan mengajaknya untuk tetap terus berjalan untuk mencari Jalan pulang.
"Joey kita berapa lama lagi di sini?" Tanya Gilbert.
"Sudah kamu ikuti saja, Aku mulai ingat sekarang jalan yang akan membawa kita keluar dari sini, Ayo ikuti aku teman-teman." Ujar Joey semangat saat dia teringat dengan jalan yang pernah di lewatinya.
Mereka pun semangat kembali dan berjalan terus, Namun sudah berhar-hari mereka masih tetap berada di hutan itu dan mereka pun sudah mulai kelaparan dan kehausan. Mereka memakan hasil buruan mereka dan minum Air seadanya yang mereka bawa, mereka tidak membawa logistik apapun saat itu, Karena perkiraannya mereka akan kembali pulang usai berburu. Namun pada kenyataannya mereka malah tersesat.
"Joey aku udah enggak kuat Joey buat jalan. kalian duluan saja biarkan aku di sini saja Joey." Ucap Riko.
"Jangan gila kamu, Aku enggak akan biarkan kamu sendirian Ayo aku bantu kamu." Kata Joey sambil membantu Riko berjalan.
3 hari pun sudah berlalu, Ketiga pemuda itu belum juga bisa keluar dari hutan itu. Dan keadaan mereka pun sudah tampak tak karuan sudah terlihat kurus dan kucel, Saat itu ketiganya sudah berputus Asa. Joey, Riko, dan Gilbert sudah pasrah.
"Teman-teman sepertinya kita akan mati di sini." Ucap Joey pasrah.
"Iya Joey gue pasrahkan semuanya sama tuhan saja." Sahut Riko.
"Aku enggak pernah menyangka jika kita akan seperti ini Guys." Sambung Gilbert.
Ketiganya kini sudah terlihat pasrah dengan apa yang akan terjadi dengan mereka kedepannya. Dan tak lama mereka pun terpingsan dan ...
Gubrak..
Tubuh mereka terkapar di tanah dan setelah itu pandangan mereka gelap dan kabur lalu tak sadarkan diri.
Namun keberuntungan masih berpihak pada mereka, Tiba-tiba ada petugas satwa lingkungan yang sedang melakukan investigasi ke hutan tersebut. salah satu dari mereka menemukan Joey, Riko dan Gilbert yang sudah terkapar pingsan karena kelaparan. dan petugas satwa itu membawanya keluar dari hutan itu.
Kukuruyuk...
Joey terbangun karena suara Ayam berkokok, lalu dia mengerjapkan matanya, dan perlahan mulai tersadar.
"Sudah sadar anak muda." Sapa seorang bapak itu.
Joey pun terkejut saat mendapati dirinya sudah berada di rumah seseorang.
"Hah! Bapak siapa? apa saya masih hidup? bapak manusia kan? apa malaikat?" Tanya Joey yang masih belum sadar sepenuhnya.
"Saya manusia Mas, Kemarin Mas saya temukan di hutan, Kenapa? tersesat iya Mas." Ujar Si Bapak itu.
"Iya pak."
"Makanya Jangan mengandalkan modal tekad saja kalau mau berburu itu dan enggak semua hutan Liar bisa kamu Buru." Ucap Si bapak itu mengejutkan Joey.
"Bapak tahu dari mana kalau saya berburu? terus di mana kedua sahabat saya yang lain Pak?"
Tetapi Bapak itu hanya tersenyum saat Joey bertanya seperti itu, dan memberitahu Joey bahwa kedua temannnya di rumah sakit, Karena diantara mereka hanya Joey yang paling kuat. Lalu Bapak itu memberi nasihat agar Joey kedepannya tidak sembarangan lagi untuk berburu di hutan liar, Karena tak semua hutan liar itu bisa di buru. Dan Joey pun menyesalinya serta berjanji tidak akan kembali berburu lagi.