"Ayo mah, pokoknya aku minta dianter ke Bunda sore ini, ... aku kangen Bunda",rengek anakku.
Hadehhh, beginilah jadinya kalo punya anak indigo, ... rasa hati tiap hari bak nano-nano. Suamiku yang biasanya sabar melayani kerewelan anakku terus membujukku,...
"Udah kita turutin aja ya mah,...Alif kita titipkan aja ke utinya, daripada nanti Devi rewel."
"Ya udah sana adik titipkan utine dulu"
Suamiku langsung mengantar si kecil ke rumah ibuku biar kakaknya ndak rewel terus nagih ke Bundanya. Kalian pasti bertanya-tanya siapa sih yang dimaksud Bunda oleh anakku.
Devi gadis kecilku bisa melihat hal-hal ghaib. Dan ini bener-bener sangat menggangguku. Tiap hari ada aja yang diomongin. Kata anakku sering ditemui arwah kakak kelasnya yang meninggal, diajak ngobrol terus itu sering dibantu ngerjain PR,...belum mana kalo pas upacara bendera, dia lihat banyak anak-anak kecil yang tak terlihat dengan mata telanjang lari kesana kemari....hadeh hadeh tepok jidat aku. Nah yang dipanggil dengan Bunda ini bener-bener amazing, pengen tahu who is she?... Oke kita lanjut ya,...aku kemarin masa bodo aja dengan Bunda nya Devi anakku, ... tapi lama kelamaan kepo juga deh aku.
Akhirnya aku, Devi dan suamiku meluncur ke rumahnya Bunda. Gak sampai satu jam kami dah nyampe ke tempat tujuan, dimana sebelumnya kami melewati petilasan Raden Raka Wijoyo yang dibangun bernuansa Hindu,yang tak lain adalah putra dari Prabu Brawijaya ke lima.
Pemandangan sekitar sungguh sejuk di sebelah kiri jalan ada perkebunan belimbing yang buahnya besar -besar seperti belimbing Demak yang terkenal itu. Lima menit dari kebun belimbing sampailah kami disana.. Di desa Samodra disanalah Ki Ageng Bagus Samodra disemayamkan. Banyak penziarah yang datang untuk mengirim doa.Lokasi yang tertata rapi dimana disitu ada tempat pasolatan yang bersebelahan dengan makam Raden Raka Wijoyo tak lain adalah suami dari Dewi Rukmini putri dari Ki Ageng Bagus Samodra dan Dewi Arum Sekar Sari. Dan disebelah pasolatan ada jembatan kecil yang menghubungkan lokasi makam Ki Ageng Bagus Samodra. Di depan makam ada bilik kecil dimana ada aula yang menjelaskan tentang silsilah beliau yang ada kaitannya dengan kerajaan Mataram dan kasunanan Solo. lalu siapakah Bunda?
Begitu keluar dari mobil anakku langsung nyelonong berlari-lari kecil mendahului kami seolah tak sabar ingin bertemu dengan seseorang yang dirinduinya. Tampak di gerbang makam muncul seorang laki-laki yang berpakaian adat jawa memakai blangkon dan beskap lurik berumur setengah baya segera menyambut Devi dan berkata,"Monggo mbak, njenengan sudah ditunggu Bunda Ratu".
"Assallamuallaikum Pak Min", sapa suamiku.
"Waallaikumsalam Mas Bowo," Monggo langsung saja sowan Ki Ageng dulu".
"Monggo mbak!" . Begitu beliau menyapaku dan kami pun berjabatan tangan.
Devi berjalan di depan kami dan segera masuk ke bangunan yang berisi makam Ki Ageng Bagus Samodra. Memang suamiku dan anak kami sudah beberapa kali ziarah kesana. Kalo aku baru dua kali dan begitu masuk terlihat banyak peziarah yang sedang yasinan kami langsung gabung dengan mereka. Dan setelah selesai Devi tanpa bertanya langsung masuk ke bilik kecil, aku dan suamiku segera mengikutinya.
Ruang itu nampak gelap gulita, tidak ada meja kursi, hanya tikar tergerai di lantai. Dari sekelumit cahaya yang nampak dari balik pintu, terlihat di depan kami ada lukisan besar, sosok puteri cantik berambut panjang dan memakai baju hijau di tengah laut dengan tangan terurai seolah seperti menyibak ombak lautan, kulihat sebelah kanan dan kiri juga ada lukisan yang sama tapi berbeda posisi. Devi berbisik dan berkata,"Itu Bundaku mah!" Nanti mama kenalan sendiri ya sama Bundaku. Bundaku baik mah, Bunda itu istrinya Ki Ageng Bagus Samodra mah."
Kupegang tangan suamiku dan anakku, terus suamiku memberi kode untuk diam dan tafakur. Aku pejamkan mata dan berdoa pada Allah memohon ijin untuk melihat dunia komaya (ghaib) selang tak berapa lama kubuka mataku pelan-pelan,... astaghfirullahaladzim,...naudzubillah min dzalik,... perempuan dalam lukisan itu seperti keluar dari dalam lukisan....subhanallah sungguh indah sekali ciptaan Allah ... wajahnya sungguh cantik jelita,...aku seperti bermimpi, ... tangannya bergerak-gerak! suara desir ombak laut pun terdengar jelas di telingaku, seolah-olah aku berada di tengah lautan, ... dia mendekatiku! Seperti ingin menyampaikan sesuatu.Aku segera pejamkan mata dan istighfar berkali-kali, begitu aku buka mataku nampak pendar-pendar cahaya kekuning-kuningan dan wanita cantik itu sudah kembali masuk ke dalam lukisan dan tiba-tiba 'pet' langsung gelap gulita seperti pertama kali aku masuk ke ruangan itu. Suamiku menyentuh tanganku mengajakku undur diri dari situ."" Aku segera meraih tangan anakku dan sebelumnya kami ucapkan salam pada makhluk yang kasat mata itu. Begitu kami keluar suamiku bertanya apa yang sudah aku lihat.
" Mah, kamu tadi liatin apa"
" Masha Allah yah, ... baru kali ini aku liat penampakan yang amazing banget."
" Mamah percaya kan mah, ... itu tadi Bunda mah, ... Bunda cantik kan mah?" kata anakku.
" Udah ah, ayo kita pulang, ni dah mo maghrib".
Sepanjang perjalanan pulang suamiku juga bercerita sama seperti yang aku alami. Biarlah cerita Bunda menjadi rahasia kami. Itu semua kuasa Allah, sudah kubuktikan dunia komaya itu memang benar-benar ada. Semoga menjadi penambah iman dan taqwa kami. Siapapun itu, jin atau bangsa lelembut, mereka punya kehidupan sendiri, kitapun juga. Harapanku semoga baik -baik saja. Kulihat anakku, Devi menyanyi gembira sambil melihat keluar jendela.
Ya aku sudah tahu nak siapa yang kamu panggil Bunda itu.
The end.