Kutatap dua bola mata Kakak laki-lakiku, terlihat wajahnya begitu pias. rintihan itu begitu menyayat hatiku, saat ku lihat tubuhnya seperti mengejang.
tidak pernah terpikir olehku saat kulihat kakak laki-lakiku seperti seorang pria yang sedang sekarat.
"Sakit!" seru kakakku.
hatiku begitu tersayat, saat mendengar suara yang begitu memilukan. suara teriakan dari kakakku yang merasakan kesakitan akibat teluh yang dikirim oleh seorang perempuan kepadanya.
Setiap hari aku harus melihat kesakitan di wajah kakakku, dia terus berteriak, mengerang dan terkadang nampak keluar kawat yang tajam dari tubuhnya,
Saat hal itu terjadi, aku merasa ngeri.. tubuhku terasa sakit, dadaku terasa sakit dan ngilu. saat melihat wajah kesakitan kakakku.
"Ya Tuhan, sakit!" seru kakakku yang menahan rasa sakit di dalam tubuhnya.
Aku hanya bisa menangis dan selalu berdoa kepada Tuhan. Agar kakakku lekas sembuh dari penyakit ghoib ini. kakakku mendapat kiriman santet dari seorang wanita yang mencintainya. namun cinta tidak bisa dipaksakan, Hal itu membuat kakak tidak bisa menerima cinta dari wanita tersebut. Hal itu membuat wanita itu sakit hati dan mengirimkan Teluh kepada kakakku.
Sudah beberapa tahun kakakku mengalami sakit yang tidak berkesudahan, hingga harta yang dimiliki kedua orang tuaku ludes hanya untuk mengobati kakakku.
Aku serasa seperti adik yang tidak berguna.
"Amy!" seru Ibu kepadaku.
"Ada apa Bu," jawab ku sambil menatap ibuku.
"Amy, seandainya Ibu meninggal dunia.. tolong jagalah Kakakmu!" seru ibu.
Aku tidak tahu apa maksud dari perkataan ibu saat itu, aku hanya menatap ibu yang berada di balkon rumah kami yang ada di lantai 2. kulihat wajah Ibu yang begitu pilu diam meremas dadanya, entah sakit atau apa. namun, sesaat kemudian suatu hal yang tidak pernah terpikir di otakku dilakukan oleh ibuku. ayahku sedang keluar untuk mencari pinjaman guna membayar hutang hutang orang tua ku.
Tiba-tiba ibu yang tidak selesai mengatakan sesuatu padaku, dia meloncat dari lantai dua dan terjatuh ke lantai bawah. Hal itu membuat aku tidak bisa percaya dengan apa yang ibu lakukan.
"Tidak!" seru ku saat melihat ibu yang meloncat dari lantai 2 rumah kami.
Dengan secepat kilat, Aku berlari menuju lantai bawah. dan kulihat Ibu telah berlumuran darah, nafasnya telah tersendat-sendat. ku papah kepala ibu dan taruh di pahaku.
"Ibu apa yang kau lakukan? mengapa ibu melakukan hal ini!" seru ku kepada Ibu.
"Maafkan Ibu.. putriku.. maafkan Ibu.. jika harus meninggalkan beban.. yang begitu.. banyak padamu," ucap ibu yang mengatakan dengan nafas yang tersendat.
"Mengapa ibu harus melakukan hal ini. Mengapa ibu berbuat sehina ini," ucapku sambil meneteskan air mataku. aku tidak bisa berkata lagi, kulihat darah keluar dari mulut dan dari telinganya, aku sudah tidak bisa berpikir lagi. aku tidak ingin kehilangan ibuku.
"Ayahmu.. telah pergi, ayahmu.. telat meng..hianati I..bu, maafkan Ibu.. ibu sudah ti..dak sanggup hidup.. di dunia ini lagi.. ayah..mu telah mening..galkan kita.. ber..sama wa..nita lain," ucap ibu yang terbata-bata.
Saat kulihat raut wajah ibu, hatiku terasa sangat nyeri. Entah mengapa aku yakin aku akan kehilangan Ibu. aku berteriak dengan sekeras-kerasnya untuk meminta tolong kepada orang-orang yang ada di sekitar rumahku.
Tetanggaku yang melihat hal itu, mereka langsung berlari dan membawa ibuku ke rumah sakit, Sedangkan di dalam rumah kulihat kakakku terus berteriak merasakan sakit yang ada di dalam tubuhnya. kutitipkan Kakak kepada tetanggaku, aku sudah tidak tahu.. di sisi lain aku harus menjaga kakakku. Namun, ibuku dalam keadaan sekarat.
Saat ibu berada di perjalanan menuju Rumah sakit, kutatap wajahnya. kusentuh wajah Ibu yang telah pucat pasi, ibu menatapku dengan tersenyum sambil mengucapkan maaf padaku. itu adalah kata-kata terakhir yang diucapkan oleh ibu. setelah itu Ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir kalinya.
Aku telah kehilangan ibuku,
"Tidak!" teriakku karena orang yang begitu aku sayangi telah meninggalkanku. Akhirnya tetanggaku membawa mayat ibuku kembali aku memakamkan. ibuku di makamkan di makam umum.
Tepat sehari setelah kematian ibu, pihak bank menyita rumahku. aku tidak tahu apa lagi yang terjadi denganku. Namun, aku dan kakakku sudah tidak mempunyai tempat tinggal lagi.
Akhirnya pamanku yang berada di desa menawarkan padaku untuk tinggal di sana. mau tidak mau aku harus tinggal di sana, karena tidak mungkin aku menjadi gembel di tempat kami.
Akhirnya aku bersama kakakku pindah di sebuah desa yang bisa ditempuh dari tempat asalku sekitar 4 jam lamanya. disana pamanku memberikan kunci rumah itu kepadaku dan mengatakan padaku untuk berhati-hati.
"Jagalah diri kalian baik-baik. karena Paman tidak bisa tinggal di sini," ucap paman padaku.
Kemudian paman pergi meninggalkan Kami, ku lihat wajah kakakku yang begitu pias. memang kakakku masih bisa berjalan, namun rasanya seperti sudah tidak bernyawa.
"Apakah sakit Kak?" tanyaku kepada kakakku.
"Sakit sekali," ucap kakakku.
Sehari.. dua hari, akhirnya aku tinggal di sana. yang tidak aku tahu, ternyata tempat pamanku adalah tempat yang sangat mistis. ada sebuah ruangan yang terkunci.
Saat kakakku telah tertidur. kumasuki kamar itu. terlihat ruangan itu begitu gelap dengan bau yang sangat menyengat ku pencet tombol saklar lampu dan kulihat banyak sekali buku-buku yang sangat kuno saat kulihat itu nampak buku-buku itu mengenai mantra mantra kuno. saat hendak kubuka dan kubaca buku itu tiba-tiba kakakku berteriak dengan sangat kerasnya.
Akhirnya aku tidak melihat buku itu, dan aku berlari ketempat kakakku. saat kulihat kakakku sudah tergeletak di tanah bersama dengan beberapa orang yang telah mengelilinginya.
"Siapa kalian!" seruku kepada pria-pria yang mengelilingi kakakku.
Kulihat mereka adalah seorang perampok yang hendak merampok tempat kami. Entah dari mana mereka tahu tempat ini telah berpenghuni lagi. kucoba untuk menolong kakakku, namun sekitar 7 Pria itu malah berbuat kurang ajar padaku. Mereka semua hendak memperkosaku, Kakak dengan segala upayanya dia terus menolongku. hingga salah satu dari perampok itu menusuk kakakku hingga Kakak meregang nyawanya.
Aku berteriak sekeras-kerasnya, hingga beberapa tetangga yang ada di sana langsung menghampiri tempat kami. Namun, para perampok itu sudah melarikan diri. kulihat wajah kakakku yang telah terbujur kaku.
Akhirnya aku benar-benar kehilangan semua keluargaku.
Pada suatu ketika..
Entah dari mana muncul dendam di hatiku, aku akan membalaskan semua dendam kepada orang-orang yang telah menyakitiku dan kakakku. aku telah berpikir untuk membuka mantra-mantra yang ada di buku tersebut dan buku itu ku pelajari. hingga suatu ketika, aku telah berhasil mempelajari buku-buku itu.
Aku mempraktekkannya kepada seorang wanita yang telah mengirim telur kepada kakakku, hari-hari kulalui hanya untuk membalas dendam atas semua orang-orang yang telah menyakitiku. hidupku telah berubah, jati diri ku telah berubah. aku berubah menjadi seorang gadis peneluh, Karena rasa sakit hati yang telah kulalui.
Aku telah membunuh dan menyantet wanita yang telah memberikan santet kepada kakakku. aku juga menyantet beberapa pria yang hendak memperkosaku, hingga suatu ketika.. aku ingin membalas dendam kepada ayahku yang telah membuat ibuku bunuh diri.
Aku mulai mencari-cari kabar dimana ayahku, aku begitu terkenal karena aku menjadi seorang wanita peneluh. wanita yang sangat berbahaya di tempatku, hari-hari telah kulalui hingga Namaku menjadi kobaran api yang membuat banyak orang sangat takut padaku.
Aku mengirimkan santet berupa api ataupun kiriman paku kepada para musuh-musuhku, terkadang hewan-hewan yang menjijikkan. aku ingin mereka menderita terlebih dahulu sebelum merenggang nyawa. yang kuinginkan adalah mereka mati dan meregang nyawa di tangan ku karena telah melukai ku.
Dendam bagaikan hidupku dan dendam bagaikan nyawaku. Karena aku telah berubah menjadi seorang gadis peneluh tanpa hati dan perasaan.
*** END ***
cik-cik hati dan komentarnya.. terima kasih..