Diantara Via, Ambar, dan Nara. Ambar lah yang paling berani, dan rasa keingintahuan sangatlah tinggi.
Dari sinilah mereka masuk hutan. Ada tugas dari sekolah. untuk mapel IPA. mereka mendapat tugas mencari tanaman obat.
Mereka mencari di kebun milik kakek Via.Namun tak kunjung ketemu. Kemudian mereka menyerah. Lalu bertanya pada kakek via.
"Kek, tanaman obat seperti ini ada tidak di sekitar kita? " Tanya Via.
"Lha, buat apa kalian cari tanaman obat ini? " Tanya Kakek.
"Tugas sekolah kek, Dikumpulkan minggu depan. " Jawab Nara.
"Ada, tapi tidak disini. Adanya di tengah hutan. " Kara Kakek.
"Oh, ya sudah kek, beritahu kami hutan mana? " Tanya Ambar.
"Di Hutan xx sana, kalian harus hati-hati. " Kata Kakek.
Tanpa pikir panjang Via, Ambar, Nara langsung berlari menuju hutan dekat perkampungan sebelah. karena langit sudah hampir gelap.
"Heee, Am jangan terburu-buru nanti tersesat. " seru Nara.
"Udah ayo masuk keburu malam ini, kita nginep disini mau? " Tanya Via.
"Ya gak lah, gila apa bermalam dihutan seperti ini. kata Ambar.
Mereka terus berjalan dengan menggunakan cahaya senter.
" Hey... Via jangan kesana, Ahhh dasar kau ini, kau juga Am sama aja. "teriak Nara.
" Tenang saja kawan, Aku tau kita harus pergi. "kata Via.
"Kamu yakin? kita tidak tersesat? "kata Nara.
" Yok, kita pulang saja, masih ada waktu besok, ini sudah hampir malam lho. "ajak Nara.
Tiba-tiba ada yang bergerak di semak-semak.
" Apa ya itu Am? " Tanya Nara.
" Iya apa itu? " Tanya Via juga.
Tak lama keluarlah harimau hutan dan memgeram. sontak mereka kaget dan langsung berlari masuk lebih dalam lagi ke hutan.
"Via, Na ayo naik keatas pohon itu! " Teriak Ambar dari depan.
Hampir saja Nara di terkam harimau. Nafas mereka memburu sangat kencang. Terlihat harimau itu kesusahan merahi mereka. Akhirnya harimau itu pergi.
"Untung saja kita lari hahaha. " kata via.
"Ini semua gara-gara luu vi, sok tau jalan jadi ketemu harimau." Kata via.
"Lha kenpa nyalahin aku sih, noh Ambar yang ajak cari tanaman obat itu sekarang. " kata via.
"Bagus salahin saja aku, terus kita kearah mana sekarang? " Tanya Ambar.
"Mudah saja, kita tinggal berjalan kembali. " kata via sambil berjalan diikuti Ambar dan Nara.
"Hah,, ohh tidak bagaimana bisa? kita beneran tersesat. " kata Ambar.
"Langit sudah semakin gelap, bagaimana ini? " tanya Nara.
"Tenang Na selama kita bersama akan baik-baik saja. " kata Ambar.
"Ini ambil senter, mungkin kita akan bermalam disini. " kata Via.
Saat akan mengambil senter tiba-tiba ada suara elang, saat mereka akan lari, elang itu semakin terbang mendekat. Pada akhirnya tas dipunggung Ambar dan Nara tercengkram elang itu. Ambar dan Nara berusaha untuk melawan elang itu dan melepaskan tas itu. Mereka terbanting. Sementara Via sudah menangis melihat dua sahantnya terkapar tumpukan dedaunan.
"Am, Na ohh tidak tangan kalian berdarah. " kata Via.
"Aaawwww." teriak Ambar dan Nara ketika tangan mereka perban menggunakan blazer yang Ambar pakai.
"Kalian baik-baik saja kan? " Tanya Via.
"Iya, kita baik-baik saja. untung di tumpukan dedaunan. " Kata Nara.
"jadi bagaimana ini? kita pulang atau bermalam disini? " Tanya Via.
"Jangan pulang itu sangat bahaya buat kita.Kita cari tempat buat kita tidur. " Kata Ambar.
Saat mereka berjalan dan melihat kesana kemari. mereka justru menemukan tanaman obat itu. suatu keberuntungan buat mereka.
"Gaissss, lihat itu! " Kata Ambar.
"Yes, akhirnya kita menukan tanaman itu. " kata Nara.
Ketika Nara akan mengambil tanaman itu, Terdengar
suara harimau yang tadi.
"Oh.... tidak harimau lagi. " Kata Ambar.
"Lari..... " Teriak Via.
Meraka berlari sekuat tenaga. Harimau itu terus saja mengikuti mereka.
Lama mereka lari, Mereka melihat gubuk, mereka menghampiri gubuk itu.
"Hufff.... akhirnya harimau itu tidak mengejar kita lagi. " Kata via.
Ketika mereka akan memasuki gubuk itu, Tiba-tiba harimau itu menerkam Via dan menarik via.
"Via..... " Teriak Ambar dan Nara.
"Am, Na. kalian lari atau masuk gubuk itu saja. biarkan aku. " Kata Via.
"Tidak akan vi. kita kesini bertiga pulang juga harus bertiga. " Kata Ambar.
Ambar dan Nara mendekat ke harimau itu. mereka menghajar harimau itu menggunakan balik yang ada di dekat gubuk itu. Mereka tercakar terpental. Mereka tak menghiraukan hal itu. Dalam pikiran Ambar dan Nara, Via harus selamat. Mereka ber 2 bertarung melawan harimau itu.Dan pada akhirnya harimau itu pergi karena Terkena pukulan Ambar di leher.
"Via... " Teriak Ambar.
"Am, Na makasih sudah mau menolong ku. lihat lah kalian terkena cakar di mana-mana. " kata Via.
"Ayo kita masuk ke gubuk itu. " Kata Nara.
Ketika mereka masuk mereka tercengang melihat isi dalam gubuk itu. Disana terdapat tempat tidur dari kayu beralas jerami. Ada tunggu dan prabotan untuk memasak. ada korek apai disana.
perut mereka samagat lapar. Lelah, Sakit yang mereka rasakan. Mereka membuat Api unggun di depan gubuk itu.Berharap tidak ada lagi hewan buas yang harus mereka hadapi.
"Aku tak cari makanan disekitar gubuk ini. barang kali ada yang bisa kita makan malam ini. " Kata Ambar.
"Hati-hati am. " Kata Via.
"Iya." Jawab Ambar.
Tak lama kemudian Ambar membawa singkong dan daun pisang.
"Gaisss malam ini kita bisa makan. " Teriak Ambar.
"Yesss,kita bisa makan. " Seru Via dan Nara.
Mereka pun membakar ubi itu sambil mengobati membalut luka mereka masing-masing.
setelah itu mereka makan ubi bakar tersebut.
"Yuk kita masuk. " Kata Nara.
Mereka pun masuk ke gubuk itu dan tidur diatas tumpukan jerami.
Pagi harinya disana hujan samagat deras. Mereka tak bisa melakukan apa pun. Lapar yang merek rasakan. Hanya minum dan minum.
Mereka bertahan disana selamat 3 hari.
Mereka ketika pagi mencari makan di dekat gubuk. terdapat kelinci liat disana. Mereka mengkap dan membakar kelinci itu.
keadaan mereka tak karuan. Mereka memutuskan mencari jalan pulang dihari ke empat.
Ketika mereka berjalan tak juga dari gubuk sayup-sayup terdengar teriakan yang mereka kenali.
"Via.... Ambar... Nara.... " Teriak kakek dan Ayah mereka bertiga.
"Kakek, Ayah... Teriak mereka bertiga.
" Kek, Itu mereka. " Kata Ayah Ambar.
Mereka berlari mendekati Ambar, Via dan Nara yang sedang saling memapah,erangkul pundak ke tigananya. Tangis hari bahagia terpancar dari mereka bertiga.
"Ayah, Maafkan Am. " Kata Ambar
"Tidak nak, tidak kalian tidak bersalah. " Kata kakek.
"Ini petualangan hidup kalian kan.Akan ada pelajaran untuk kalian dalam perjalanan kalian ini."
Kata Ayah Via.
"Iya yah, kita bisa tau arti sahabat sesungguhnya
Kita saling jaga satu sama lain. Pertarungan dengan binatang buas. mencari makan kesana kemari. "
"Jadi kapan lagi kalian akan berpetualang yang lebih extrim lagi? " Kata Kakek.
" Suatu saat nanti. kita akan berpetualang lagi. "Jawab ketiganya.
~~~~~~~Tamat~~~~~~