Nafas Kelly tersengal-sengal saat dia tiba-tiba terbangun dengan keadaan kepala di bawah. Dia sedang berada di dalam mobilnya yang tengah terbalik akibat kecelakaan.
"Richy! Richy!" Kelly mengguncang badan sang kekasih yang sudah tak bernyawa. Tangis gadis tersebut pecah seketika. Sekarang dia melepaskan sabuk pengaman yang melingkar, sontak badannya terjatuh mengikuti gravitasi.
"Aaargghh!" erang Kelly, saat tangannya tidak sengaja berpegangan di kaca jendela yang sudah pecah.
Bruk!
Kelly menendang pintu dengan keras, lalu segera keluar dari mobil. "Toloooong!" pekiknya, namun kala itu tidak ada siapapun yang terlihat. Hanya ada kegelapan dan bulan purnama dengan pemandangan kota yang sudah porak-poranda. Semua orang seolah-olah telah menghilang di telan bumi.
'Tunggu! ini sudah malam. Kenapa aku bisa lupa!' gumam Kelly dengan mata yang membulat sempurna. Dirinya baru menyadari bahwa alasan dibalik kehancuraan kota tercintanya adalah disebabkan oleh makhluk misterius yang bernama Ghoul.
Kelly pun berlari tak tentu arah dan berusaha mencari mobil yang masih berfungsi. Namun tiba-tiba dari jauh tampak gerombolan Ghoul yang sedang berjalan. Konon jika seorang manusia saling bertatapan dengan makhluk itu, maka otomatis akan kehilangan jiwanya dan akan berubah menjadi makhluk seperti mereka.
Kelly segera bersembunyi di bawah truk besar yang kebetulan berada di dekatnya. Dia berusaha mengatur deru nafasnya. Perlahan gerombolan Ghoul itu semakin mendekat, suara tercekik dari mereka terdengar sangat mengerikan. "Kkkkkkkk... kkkkk..."
Jantung Kelly berdegub kencang, tubuhnya pun mulai gemetaran. Keringat bahkan sudah membanjiri tubuhnya. Dia berusaha menutup mulutnya rapat-rapat dengan tangan.
Kelly membelalakkan matanya tatkala salah satu Ghoul berhenti tepat di truk tempat ia bersembunyi. Suara tercekik semakin terdengar lebih dekat. Kepala Ghoul perlahan muncul di hadapan Kelly.
Tanpa pikir panjang Kelly pun menutup matanya rapat-rapat. Tubuhnya mematung di tempat. Sekarang suara tercekik bisa terdengar sangat dekat dengan telinganya.
"Helloow Ghoul! aku di sini!" tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang seolah-olah sengaja menarik perhatian para Goul. Alhasil Ghoul-ghoul itu segera menghampiri pria yang bernama Sam tersebut. Namun para Ghoul tidak bisa berbuat apa-apa karena Sam buta.
Set! Set! Set!
Sam memenggal kepala gerombolan Ghoul dengan samurai yang ia pegang. Sedangkan Kelly yang sudah merasa tenang segera keluar dari tempat persembunyiannya.
"Terima kasih sudah menolongku!" ujar Kelly. "Tunggu, apa kau-buta? pantas saja para Ghoul tidak bisa menyerangmu," sambung-nya.
"Kau seharusnya tidak kelayaban saat malam." Sam berjalan menjauh dari Kelly. Dia tak hirau.
"Kenalkan aku Kelly, kalau kamu?" Kelly berlari kecil mengikuti Sam.
"Pergilah!" Sam tampak mengeluarkan asap rokok yang sudah dihisapnya.
"Kumohon, aku sendirian. Tolonglah aku!" mohon Kelly, dia masih berjalan mengekori Sam.
"Kelly, jika kau ingin selamat bersembunyilah, dan tutup saja matamu itu!" Sam berbalik untuk berhadapan dengan Kelly, jarak wajah di antara keduanya hanya beberapa senti.
"Ba-baiklah!" balas Kelly ciut.
Sam kembali menyusuri jalan, dia melangkah seakan bisa melihat apa yang ada di depan matanya. Tanpa sepengetahuan Sam, Kelly sedang berjinjit mengikutinya dari belakang.
"Kelly! aku tahu kau masih mengikutiku!" Sam menghentikan langkahnya. Perlahan dia mulai mencabut samurainya.
Kling! Set!
Setelah menghentakkan samurai ke tiang, Sam mengarahkannya tepat ke leher Kelly. Wajahnya terlihat sangar dan mengancam. "Pergi, atau aku yang akan membuatmu pergi!"
Kelly yang sudah merasa ketakutan akhirnya melangkah mundur, kemudian segera berlari menjauh meninggalkan Sam.
***
Satu bulan kemudian, keberadaan Ghoul semakin bertambah. Bahkan mereka tidak memperdulikan siang dan malam, sekarang mereka terlihat ada di berbagai tempat. Hal tersebut sontak membuat manusia-manusia yang masih bertahan hidup kesulitan mencari makanan.
Tak terkecuali Kelly, dia sudah mulai beradaptasi dengan baik. Dirinya juga telah menjadi ketua dari kelompok yang terdiri dari empat orang. Mereka sedang mencari makanan sekaligus pusat komunikasi.
"Kelly, aku yakin pusat komunikasi ada di sini!" Becca menunjuk salah satu tempat di peta.
"Kita harus segera ke sana agar para Ghoul bisa secepatnya dimusnahkan!" Kelly sudah membulatkan tekad.
Dua minggu yang lalu, Kelly dan kelompoknya berhasil mengetahui kelemahan Ghoul. Para Ghoul akan menjadi lemah jika mendengarkan suara yang bising dari radio/televisi. Namun rintangan perjalanan menuju pusat komunikasi tidaklah mudah, Kelly dan kelompoknya harus beberapa kali bersembunyi. Sekarang posisi mereka tinggal selangkah lagi.
"Itu dia gedungnya!" Becca menunjuk salah satu gedung dengan alat pemancar.
"Tetapi para Ghoul ada dimana-mana!" Ben yang berbadan kurus tampak ketakutan.
"Apa kita menunggu dahulu saja?" usul Kelly. Alhasil ke-empat temannya pun setuju, mereka beristirahat di sebuah toko yang kosong.
Sudah tiga hari Kelly dan kawan-kawan menunggu, tetapi para Ghoul disekitaran gedung komunikasi tak kunjung pergi. Pada akhirnya Kelly menyusun rencana agar bisa masuk ke dalam gedung.
"Aku dan Becca akan masuk, sedangkan Ben, Olive dan Ed harus mencoba menarik perhatian Ghoul ke sini. Apa kalian paham?" terang Kelly, yang segera disetujui oleh semua kawanannya.
***
Ben, Olive dan Ed sudah siap dengan penutup matanya. Mereka berteriak memanggil para Ghoul. Sedangkan Kelly dan Becca mulai berjalan mendekati gedung komunikasi.
Para Ghoul satu per satu mulai meninggalkan halaman gedung. Tanpa pikir panjang Kelly dan Becca segera berlari memasuki gedung.
Ketika hampir sampai ke ruang penyiaran, Kelly dikejutkan dengan keberadaan sosok pria yang tidak asing.
"Kelly, apa kau mengenalnya?" tanya Becca.
"Tidak! tapi aku pernah bertemu dengannya." Kelly menatap tajam ke arah pria yang tidak lain adalah Sam. "Sedang apa kau di sini?" sambung Kelly.
"Seharusnya aku yang bertanya begitu kepadamu," sahut Sam sembari berjalan mendekati Kelly dan Becca.
Tanpa diduga Sam memegang bola matanya sendiri, kemudian dilepasnya dari lubang tengkoraknya. Kelly dan Becca sontak melangkah mundur, dan memasang kuda-kuda perlindungan.
Dari lubang tengkorak mata Sam keluar sinar yang sangat menyilaukan. Becca yang sedang membelalakkan mata segera terkena cahaya tersebut, dia pun melepaskan senjata yang ada di tangannya. Becca seketika telah berubah menjadi Ghoul. Berbeda dengan Kelly yang segera reflek menutup matanya.
"Ternyata kau-lah penyebab semuanya! siapa kau!!!" pekik Kelly yang masih saja terus memejamkan mata.
"Aku Sam!" jawab Sam.
"Aku akan tunggu sampai berapa lama kau mampu memejamkan matamu." Sam berbisik ke telinga Kelly dengan suara baritonnya. Kelly yang tidak ingin membuang kesempatan itu segera meninju wajah Sam dengan keras.
"Ughh!" Sam terdengar kesakitan. Kelly berusaha berlari lurus secepat yang dia bisa. Sam mulai bangkit dan langsung berlari mengejar Kelly.
Klik!
Kelly sudah sampai di ruang penyiaran dan mengunci pintu dengan cekatan. Namun dia di serang rasa bingung karena melihat banyaknya tombol yang ada di ruangan itu.
Dug! Dug! Dug!
Sam mulai mendobrak pintu sekuat tenaga. Membuat Kelly yang sedang berada di dalam menjadi kelabakan. Alhasil dia pun memencet tombol secara acak.
Bruk! Bruk! Bruk!
Engsel pintu mulai terlepas, Sam bahkan tampak menyeringai karena merasa keinginannya akan segera terpenuhi.
"Aaarrghh! bagaimana ini!" keluh Kelly sembari terus menekan tombol yang dia lihat.
Pada saat menekan tombol berwarna hijau, alat komunikasi seketika langsung menyala. Kelly segera mengukir semringah, dia sudah siap menyiarkan suara bising ke seluruh kota melalui alat pemancar.
"Teman-teman! cepat berlindung! dan tutup telinga kalian rapat-rapat!" Kelly mengirimkan pesan lewat walki talkie kepada ketiga temannya. Selanjutnya saat Kelly hendak memencet tombol 'on', Sam tiba-tiba menyerangnya dari belakang. Lelaki itu berhasil memotong tangan Kelly dengan samurainya. Darahnya sontak memuncrat ke segala penjuru, Kelly hanya bisa berteriak kesakitan akibat hal tersebut.
Sekarang Sam tampak berusaha mematikan alat komunikasi. Kelly tidak terima, dia segera memukul kepala Sam dengan radio.
Sam kembali terjatuh ke lantai, tanpa pikir panjang Kelly pun segera menekan tombol 'on' yang sedari tadi ingin dia pencet.
"Tidaaaak!!!" pekik Sam. Terdengar suara bising yang memekakkan telinga, lantas Kelly pun bersembunyi sambil menutup telinganya dengan headhpone yang ia temukan di ruang komunikasi. Sedangkan Sam tampak kesakitan dan terus memegangi bagian kepalanya, setelah beberapa lama lelaki tersebut tidak sadarkan diri.
***
Kelly keluar dari tempat persembunyiannya, dia menatap tubuh Sam yang sudah tergeletak tak bernyawa. Setelah memperban tangan kanannya yang buntung, Kelly melangkah keluar gedung. Sekarang tidak ada satu pun Ghoul yang terlihat.
Kelly berusaha mencari Ben, Olive dan Ed. Namun jantungnya serasa disambar petir tatkala dirinya hanya berhasil menemukan jasad ketiga temannya tergeletak tak bernyawa. Dia segera bersimpuh dan menangis. Kelly harus menerima kenyataan, bahwa kali ini dia harus bertahan sendirian. Atau setidaknya sampai dia menemukan manusia yang masih selamat.
~TAMAT~