~
Navya adalah anak gadis yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas kelas XII. Di sekolah Navya terkenal dengan kepintaran nya, sudah banyak prestasi-prestasi yang dia capai selama 2 tahun di sekolah dan peringkat pertama selalu di raih di setiap semester nya. Bahkan Guru-guru saja seakan memanjakan gadis itu. Ada satu Guru yang menjadikan Navya sebagai murid kesayangan nya. Bagi Beliau meberikan ilmu nya pada Navya adalah suatu keajaiban bak air kran yang terus mengalir pada suatu wadah yang besar seakan-akan tak pernah terisi penuh sampai kapanpun.
Sampai pada suatu saat ketika jam pelajaran Pak Suwarto yang mengajar Bahasa Indonesia kelas 12 di tengah-tengah pelajaran nya Beliau pernah mengatakan..
"Anak-anak kalau kalian kesulitan dalam mempelajari materi yang di berikan oleh Bapak, kalian bisa bertanya dan minta dibantu pada Navya. Karena Bapak yakin Navya sudah memahami nya dengan baik seperti yang Bapak pahami".
Murid-murid lain pun mengiyakan perkataan Pak Suwarto.
Dan Nazma selaku teman sebangku Navya baginya bisa duduk dengan anak secerdas Navya adalah sebuah kebahagiaan yang patut Ia banggakan.
Setelah mendengar perkataan Pak Suwarto Nazma tak henti-hentinya menatap wajah cantik Navya yang di hiasi dengan jilbab putih di kepala nya. Navya sesekali merasa malu dan berusaha merapihkan jilbab yang menutupi kepala nya.
"Nazmaaa hey Nazmaa, udahlah jangan liatin Aku terus kayak gitu, ada apa sih?" Ucap Navya menegaskan pada Nazma yang daritadi asyik menatapnya.
"Engga Aku seneng aja liat Kamu, kamu itu udah cantik, pinter, banyak prestasi nya lagi, aaaaa Aku jadi iri sama kamu Navya"
"Ahh berlebihan Kamu Naz, Justru Aku yang iri sama kecantikan Kamu" Balas Navya memuji Nazma
"Ah masa si Aku cantik? Eh tapi Nav, Kamu ini banyak yang suka loh, Kamu ga ada pikiran gitu buat pacaran?"
"Pacaran?Ahh ngawur Kamu Naz, sudah ah diem lanjut nulis nanti kita ketinggalan"
"Yakin ga mau pacaran?Yakinnn?" Nazma terus menggoda Navya sampai-sampai Navya sendiri tertunduk malu seolah-olah tak mendengar perkataan Nazma.
Seusai kelas selesai Navya memilih ke perpustakaan untuk membaca buku pelajaran ataupun buku-buku cerita yang sudah di sediakan oleh sekolah untuk siswa-siswi nya. Di sela-sela membaca buku pikiran Navya terbesit akan perkataan Nazma tentang diri nya. Navya sendiri hanyalah seorang gadis belia yang tumbuh pada umum nya dalam hal cinta pun Dia tak bisa mempungkiri kalau Dia tertarik akan hal itu. Tapi dalam hati kecil Navya sendiri menyangkal akan perkataan Nazma bahwa diri nya itu banyak yang suka.
"Astagfirullah, kenapa Aku jadi mikirin hal kayak gitu astagfirullahal'adzim" Ucap Navya dengan menghela nafas panjang.
Setelah selesai di perpustakaan Navya memilih untuk kembali ke kelas, sesaat Dia akan memasuki kelas, Yulia teman sekelas Navya memanggil nya dari jauh. Langkah Navya terhenti dan memandang ke arah Yulia, Dia berlari menghampiri Navya dengan memegang kotak makanan di tangan nya.
"Ada apa yul" tanya Navya dengan akrab
"Tadi Nazma nyari kamu ke kantin tapi kamu gak ada di sana kata nya, kamu belum makan Nav?"
"Aku masih kenyang tadi pagi udah sarapan. Sekarang Nazma nya dimana?"
"Tadi kata nya sih mau ke kelas tapi sekarang gak tau kemana, Oh iya kamu kan belum makan, Aku masih ada makanan nih, makan bareng yuk"
"Ehh ga usah yulia, Perut ku masih kenyang mending kamu habisin aja gapapa"
"Serius nih ga mau?Yaudah kalau kamu ga mau temenin aku makan aja ya, ga enak aku kalau makan sendirian"
"Yaudah aku temenin tapi di kelas aja sekalian nunggu Nazma, kasian dia cari-cari aku"
"Yaudah boleh,Yuk ke dalem"
Mereka berdua akhir nya masuk ke kelas bersamaan.
Waktu istirahat masih tersisa 20 menit sebelum pelajaran terakhir di mulai. Navya duduk di sebelah Yulia sembari menyiapkan buku seni budaya untuk jam akhir nanti. Sementara itu Yulia tengah asyik menghabiskan makanan di kotak makan nya sendiri.
Jam pelajaran 5 menit lagi akan di mulai tapi Nazma yang di tunggu oleh Navya daritadi belum juga masuk ke kelas. Entah kemana dia pergi, padahal sekolahan ini tak begitu luas, tapi rasanya jarak antara Navya dan Nazma seakan terpisahkan oleh pulau saja.
Sejurus kemudian Nazma muncul dari pintu luar kelas. Dia berjalan menghampiri Navya dan Yulia.
"Nah itu Nazma Nav" seru Yulia
"Oh iya Yul"
Sesaat sebelum sampai di hadapan Navya, Nazma sudah mulai berbicara
"Astagfirullah Navyaaaaa Navyaa"
Wajah gadis cantik itu tampak kesal dan ingin meluapkan kekesalan nya pada Navya.
"Loh ada apa Naz?" Tanya Navya terheran-heran.
"Ada yang ingin aku sampaikan, ini penting sekali bagimu!Tapi nanti aku ceritakan sesudah pelajaran selesai"
Navya pun menatap wajah Nazma, dia terlihat serius sekali entah apa yang ingin dia sampaikan.
Jam pelajaran akhirnya di mulai Navya tetap berusaha untuk fokus walaupun sesekali terlintas rasa penasaran akan apa yang ingin di katakan Nazma.
Sampai akhir nya suara bel berbunyi menandakan jam pelajaran sudah berakhir, dan itu berarti semua siswa sudah boleh pulang ke rumah nya masing-masing.
Navya bergegas merapihkan buku pelajaran nya bersiap-siap untuk pulang dan ingin segera menegaskan apa yang ingin di kata kan Nazma.
Beberapa detik kemudian Bu Lastri Guru yang mengajar pelajaran akhir tadi menyuruh anak-anak untuk menutup pelajaran nya dengan do'a selepas itu boleh pulang. Setelah itu Bu Lastri keluar kelas dan seluruh siswa langsung buru-buru untuk pulang ke rumah nya masing-masing.
Navya sendiri langsung menanyakan pada Nazma atas apa yang ingin dia sampaikan, Navya seakan sudah tak kuat menahan rasa penasaran pada hati nya.
"Naz tadi kamu mau ngomong apa?jangan bikin aku penasaran deh"
"Yang tadi ya?Oh iya bentar, aku pake tas aku dulu"
Gadis itu kini terlihat lebih tenang seakan-akan sudah melupakan sebagian perasaan kesal nya tadi, justru kini Navya-lah yang tampak tidak tenang menunggu kepastian dari Nazma.
"Aku mau bilang sesuatu tapi kamu jangan kaget ya!"
Gadis itu mulai berbicara sedikit demi sedikit seakan ingin menambah-nambah rasa penasaran Navya.
"Yaudah iya apa Naz. Buruan!!jangan bikin aku tambah penasaran deh"
"Iya iya sebentar. Jadi begini, tadi waktu Aku di kelas sendirian Nanta anak kelas sebelah datang menghampiri ku. Awal nya Dia menanyakan sedikit tentang kamu. Ya aku jelaskan tentang diri mu sedikit, Dia juga bilang kalau Dia sering merhatiin Kamu katanya, terus pada akhirnya Nanta bilang kalau Dia suka sama kamu. Dan kamu tau engga?Nanta bilang Dia akan nembak Kamu besok di kelas ini. Besok kan sekolah bebas pelajaran jadi Nanta merasa kalau besok hari yang tepat untuk nyatain cinta ke kamu"
Ucapan Nazma terhenti.
Sementara itu batin Navya merasa di kagetkan dengan apa yang di katakan Nazma. Dia terdiam sesaat, dia membayang kan bagaimana nanti jika Nanta benar-benar menyatakan perasaan nya di depan teman-teman kelas nya ini, sementara Dia sendiri adalah gadis yang pemalu dan jarang terbuka di depan umum.
Tak terasa air mata Navya merembes di pipi, kini gadis itu tak kuat membayangkan tentang bagaimana hari esok. Nazma yang melihat Navya menangis sesedih itu seakan terkejut dan bingung. Bagaimana tidak , gadis cantik yang membuat Nazma kagum padanya kini harus berderai air mata di pipinya hanya karena besok akan ada yang menyatakan cinta pada nya di depan banyak orang. Mungkin bagi sebagian wanita mendengar kabar seperti itu adalah sebuah kebahagiaan baginya, tapi entah kenapa Navya malah menangis seakan-akan sedang menghadapi masalah besar dalam hidup nya.
"Sudah Nav sudah ya, maaf ya kalau kabar ini membuat kamu jadi sedih begini, karena aku pikir tadinya kamu akan bahagia Nav" Ucap Nazma berusaha menenangkan Navya.
"Kamu gak salah Nazma, Aku cuma bingung besok aku harus bagaimana kalau Nanta benar-benar menyatakan cinta nya di depan umum, sementara aku sendiri tak begitu menginginkan hal seperti ini. Aku hanya masih ingin fokus sekolah, Naz"
Tangis Navya-pun semakin menjadi-jadi di pundak Nazma.
Nazma tetap berusaha menenangkan isak tangis Navya.
"Yaudah Aku janji kalau besok Nanta gak akan menyatakan cinta pada mu Nav. Biar nanti aku yang bilang pada nya"
Seketika isak tangis Navya menjadi pelan, gadis itu kini berusaha menenangkan diri nya.
"Sudah ya!Kamu jangan nangis lagi, aku janji besok Nanta gak akan nyatain cinta ke kamu" tegas Nazma
"Makasih ya Naz. Aku mohon bantuan kamu ya"
"Iya kamu tenang ya. Kamu hapus air mata kamu, lalu kita pulang"
Navya pun menghapus air mata nya dan bergegas pulang bersama Nazma.
Ke esokan hari nya di sekolah Nanta tak menyatakan cinta pada Navya.
Semua nya berjalan normal. Nazma sendiri meminta maaf kepada Navya atas kejadian kemarin. Sementara itu Navya berterimakasih banyak pada Nazma atas janji nya yang sudah di tepati.
Kini Navya kembali fokus pada sekolah nya sampai Dia bisa menentukan waktu kapan diri nya akan mengenal Cinta.
"Akan ada masa nya untuk diri ku mengenal cinta, setelah ilmu ku kenal sepenuh nya"
- Navya
Tamattt.....