Di hari pertunangan seharusnya adalah hari bahagia namun tidak bagi Ira tepat sebelum pelaksanaan pertunangan Ira mengetahui bahwa ternyata calon tunangannya yang ternyata adalah pacar dari sahabatnya Rida yang selama ini Ira sudah anggap sebagai saudara bahkan apapun yang Ira pakai, Ira makan sama dengan Rida.
Ira begitu syok memdapati kenyataan itu dia pergi dari hotel dengan menangis, tanpa tujuan yang jelas Ira mengemudikan mobilnya dengan ugal-ugalan, dan bruuuuk sreeeeet terjadilah sebuah tabrakan beruntuun yang melibatkan Ira. Ira mengalami luka di bagaian kepala sehingga membuat Ira tidak sadarkan diri, banyak ramai orang disana akhirnya oleh pihak kepolisian Ira di selamatkan dan du bawa ke rumah sakit dan setelah sampai pihak polisi mengabari keluarga Ira saat di kabari kejadian yang menimpa ira sang ayah sangat kaget begitu jg sang tunangan dan sahabat ira. Mereka langsung ke rumah sakit dan melihat keadaan Ira.
Dokter berkata bahwa Ira mengalami koma kerena benturan di kepalanya. Ruangan rawat inap Ira sedang terbaring ternyata jiwa Ira keluar dari tubuhnya dan menyaksikan sang ayàh pak indro sedang bersedih di samping tubuh anaknya dan sang calon tunangan Danu pura menenangkan sahabat sekaligus pacarnya, melihat semua itu Ira marah dan reflek ingin memisahkan mereka namum apadaya dia tidak bisa. Ira pergi dari ruang perawatan dia berjalan menyusuri lorong rumah sakit sambil menangis jalan dan terus berjalan sehingga dia bertabrakan dengan seorang gadis cantik. dia kira gadis tersebut sama seperti dia jiwa yg pemasaran namun ternyata dia manusia indigo yang memiliki penglihatan tajam. akhirnya mereka berkenalan " hei kamu menangis" tanya gadis itu dan Ira menjawab" kamu bisa lihat aku?" gadis itu menjawab" ia aku bisa lihat kamu, namaku Ina siapa namamu?" " nama ku Ira, aku kira tidak ada manusia yang bisa melihàt ku, aku sudah putus asa" Ina berkata lagi kamu kenapa?"
Ira menjawab" panjang critanya mungkin akan lama jika aku critakan" Disisi lain orang orang yang berlalu lalang melihat Ina bicara sendiri menganggap Ina orang gila. ." enggak apa apa jika mau crita" Ina berkata lagi. " enggak usah jawab Ira aku enggak enak kamu di perhatikan banyak orang" Ina baru sadar jika dia memjadi perhatian banyak orang dan akhirnya Ina mengajak Ira pulang ke rumahnya dia takut jika dia berkeliaran akam bertemu mahkluk jahat yang akan membahayakan dia.
sesampainya di rumah Ina, Ira hanya diam tak berkata apapun dan Ina hanya memperhatikan teman barunya itu. setelah beberapa hari kemudian Ira hanya termenung di sudut kamar Ina, Ina memperhatikan Ira dan akhirnya bertanya karena kasian melihat teman barunya itu" Ira sebenarnya apa yang terjadi padamu?" Ira menjawab" Ina di hari aku ketemu kamu itu adalah di mana hari tunangan ku dan juga hari di mana aku mengalami kecelakaan" Ina begitu kaget mendengarnya" kok bisa Ira" dan akhirnya Ira menceritakan semua dari awal sampai dia mengalami kecelakaan.
Ira meminta saran pada Ina da Inapun memberi saran dan dia bersedia membantu Ira untuk mengungkap kebusukan calon tunangan Ira.Ira dan Ina kembali ke rumah sakit tempat Ira di rawat di sana lagi lagi dia melihat drama sang calon tunangan dan sahabat Ira, mereka terheran heran siapa gadis yang mengunjungi Ira tersebut lalu Danu bertanya" siapa kamu?" INa menjawab" saya teman Ira" Rida pun ikut berkata" setahu saya Ira tidak memiliki teman akrab selain aku" Ina berkata lagi" saya baru aja kenalan beberapa hari yang lalu di koridor rumah sakit ini".Mereka berdua kaget dengan ucapan Ina selang beberapa menit kemudian hp Danu berbunyi dan dia pamit untuk mengangkatnya dan beberapa menit dia dan berkata bahwa dia harus kembali ke kantor karena ada urusan mendadak dan Rida pun juga ikut pamit, tanpa di sadari mereka jiwa Ira mengikuti mereka dan meminta Ina untuk menyusul nanti dan akhirnya Ina pun setuju. beberapa hari Ina dan Ira menyelidiki dan mampu mengumpulkan bukti bukti.
Bukti bukti itu di simpan Ina dengan aman. Beberapa hari Ina tidak melihat Ira mondar-mandir di rumahnya Ina merasa kuatir akhirnya Ina kerumah sakit ternya Ira sudah sadar dan di situ ada ayah ira , keluarga Danu, Danu dan Rida. Ira tidak mengenali Ina dan Ina tahu itu ttapi menyurutka niat Ina untuk membantu Ira akhirnya dia berkata" Ira, ayah Ira saya anak indigo dan beberapa hari lalu saya bertemu Ira dan meminta tolong saya untuk mencari bukti bukti kecurangan yang di lakukan calon tungan dan sahabatnya" ayah ira tidak percaya semua itu justru menuduh Ina punya niat jahat, Ina hampir di usir dan di masukkan penjara dan akhirnya Ira ingat semua kejadian sebelum dia mengalami kecelakaan dan akhirnya menghentikan niat ayahnya itu Ina berkata" memang aku tidak saat bertemu dengan mu Ina tp aku ingat saat sebelum kecelakaan aku melihat Danu dan Rida sedang bermesraan di hotel saat kita akan tunangan". Dan Ira akhirnya memanggil ayahnya" Ayah biarkan Ina menunjukkan semua bukti yang dia dapat". " Baiklah tunjukkan buktinya kata Ayah Ina akhirnya Ina menngeluarkan semua bukti yang dia dapat mulai dari dokumen penting sampai vidio dan juga bukti transaksi keuangan Danu, Rida dan keluarga danu. Ayah Ira kaget dan hampir memdapat serangan jantung lalu dia menyuruh pèngawalnya dan satpam rumah sakit untuk membawa Danu dan kèluarganya ke penjara tak terkecuali Rida.
Taaamaaat