Hai kenalin namaku Kim Ran, aku kuliah di Universitas Korea Selatan yang cukup terkenal, sekarang aku sedang bekerja di perusahaan milik pamanku yang ada dekat di Namhee, aku akan menceritakan kisah cinta ku kepada kalian semuanya jadi simaklah ᕕ( ՞ ᗜ ՞ )ᕗ
Saat aku berada di NamHee banyak kejadian menyenangkan terjadi, yaitu bertemu dengan Park Joon dan Park Yoon, mereka adalah salah satu karyawan pamanku dia juga membantu untuk mengerjakan tugas-tugas yang belum aku pahami, di tempat itu aku belajat tentang kesederhanaan keluarga dan kasih sayang seseorang.
"Ran bangun!! " kata bibi hee jin membangunkan ku, "Ran apakah kamu tidak bekerja harini? " kata bibiku sambil berteriak tepat di kupingku, mendengar ocehan bibi ku yang kayak toa itu aku langsung bangun dan bersiap-siap un untuk pergi ke perusahaan pamanku, "Bibi aku berangkat dulu yaa!! " teriak ku sambil memakan daun bawang yang sudah digoreng tadi, aku pun langsung menuju ke ke perusahaan milik pamanku itu, perusahaan pamanku terletak di pesisir pantai yang cukup indah, saat sampai disana aku melihat seorang pemuda yang dibilang cukup tampan menurutku, dia tinggi dan memiliki rambut yang kehitaman, kaki jenjang dan mata kayak orang bule, aku pun penasaran dengan wajah nya dan mulai mendekati nya, saat dia menoleh betapa terkejutnya aku melihat nya, ternyata dia adalah seniorku saat aku kuliah di seuol, aku tidak menyangkal bahwa aku dapat bertemu dengan nya lagi, aku pun berusaha untuk tidak menatapnya , tiba-tiba..
"Kamu Kim Ran kan? " kata dia sambil menarik tangan ku, aku terkejut dan langsung menghempaskan tangannya dan lari kayak melihat hantu di siang hari, " Uh untung gak dilihat, selamat "kataku yang sudah lelah, " Ran!! "teriak Yoon dari arah belakang, " Ada apa!! "teriakku membalas teriakan nya, hening sekejap dan yoon langsung teriak kayak toa dengan nada suara yang hampir gak karuan, " Kamu di cari sama pak kimkim" , aku pun penasaran mengapa pamanku memanggil ku, apakah jangan jangan , gak mungkin masak aku yang disuruh untuk menemuinya kan ada si yoon dan joon, dengan berat hati aku pergi ke kantor ke kantor pamanku, saat aku sampai disana aku melihat pemuda itu lagi, spontan tubuhku kaku dan berkeringat dingin, dengan gugup aku bertanya kepada pamanku " Paman.. eh maksudnya Pak Kim, ada yang bisa Ran bantu? "kata ku sopan kepada Pak Kim, Pak Kim pun menyuruh ku untuk duduk di samping pemuda itu, " Ran bapak mau kamu mengajak dia jalan jalan, biar dia bisa terbiasa di sini "kata pamanku yang penuh dengan penekanan, yahh emang dari dulu dia selalu begitu, aku pun langsung terdiam cukup lama dan mulai menolak permintaan pamanku itu, " maaf Pak Kim saya masih ada urusan sedikit jadi harus cepat cepat pulang "kata ku sedikit gugup , " Urusan apa Ran "kata pamanku yang terus menekanku, aku pun langsung menerima kenyataan dan " Gak jadi pak "kataku gugup, pamanku langsung tersenyum dan menyuruh ku untuk mengajak pemuda itu berjalan-jalan.
Saat di perjalanan kami berdua pada diam gak bergeming satupun hanya desiran ombak dan angin saja yang membuat suasana menjadi nyaman, kami berdua tidak berbicara sampai sore hari, saat kami tiba di pelabuhan dia langsung mengatakan sesuatu yang membuatkan sangat terkejut, " Ran aku menyukaimu saat pertama kali kamu diterima di Universitas, aku tahu ini sangatlah cepat tapi aku ingin kamu jangan menolak "kata nya sambil menatapku dengan tatapan wajah tampanya itu, aku pun berpikir sejenak dan langsung memberitahukan nya bahwa " Apa yang kau bilang , aku masih belum tahu perasaan ku padamu jadi biarkan aku memikirkan nya terlebih dahulu "kataku langsung lari tidak bisa menatapnya, perasaan ku malu dan senang aku juga menyukainya saat aku datang ke Universitas dulu, tapi saat dia lulus dari Universitas aku tidak tahu kabarnya dan sekarang dia tiba-tiba muncul menyatakan cintanya untuk ku, wahh sangat luar biasa, saat aku pulang ke rumah pamanku aku dikejutkan dengan wajah familiar itu lagi, " Ran, mengapa kamu meninggalkan nya di dekat dermaga pula dan itupun di sore hari "kata pamanku marah, " Paman mengapa dia ada disini "kataku sambil menunjuk orang itu, " ohh dia akan tinggal disini "kata Bibi ku menimpali, jdarr aku seperti disambar petir pantai, "Apa sebenarnya hubungan kalian dengan dia" kata ku ketus menatap pemuda itu, "Ohh dia adalah anak atasan paman jadi tolong jaga dia baik baik ya" kata Paman yang terlihat senang, tapi bagiku hidup ku menambah satu beban lagi, tidak aku tidak bisa bertemu dia.
Pada saat makan malam, aku melihat dia sedang asik mengobrol dengan pamanku itu akupun cukup kesal melihatnya, "Ran lihat deh pamanmu dan woobin, mereka seperti ayah-anak, hmm, Ran kalau nanti kamu suka sama woobin, Bibi mendukung mu kok" kata Bibi ku sambil menepuk bahuku, suka? dengan nya?, mimpi dulu baru suka pikir ku dengan kesal, karena aku tidak tahan dengan senyuman nya aku memutuskan untuk pergi kekamar ku, saat aku sedang asik memberi makan ikan ikan kecilku woobin masuk tanpa mengetuk pintu dengan pamanku yang ngekor di belakangnya, " Ran woobin akan disini tidur jadi baik baiklah "kata pamanku pergi meninggalkan kami berdua, What!! aku harus sekamar dengan nya hello gak ya, " Ngapain kesini! "bentak ku terhadap nya, dia hanya menjawab dengan polos" pamanmu menyuruh ku untuk tidur disini "katanya, aku pun menghela nafas panjang dan langsung memberikan selimut kepadanya" Kau tidurlah di atas "kataku yang sudah gak tahan untuk tidur, dia hanya diam saja dan tidur.
Besoknya.., " Kyaaa!! "teriakku menatap tubuh bidang woobin yang sudah ada di depan mataku, " Ada apa? "katanya terkejut, aku pun langsung berlari menuju ke kamar mandi agar terhindar dari tatapan polosnya itu, apa yang terjadi sebenarnya!!, apakah dia menggendong ku ke atas ranjang, kyaa malu banget dah, kata ku sambil menutup wajahku yang masih belum terkena air sedikit pun, Sejak kejadian itu aku lebih waspada lagi dengan nya biar gak salah paham , Sudah berminggu-minggu woobin menginap di kamarku, yaah setiap hari nya pasti ada kejadian, tapi sejak seminggu aku mulai membuka hatiku untuknya, saat aku sedang asik memberi makan ikanku, aku dikejutkan oleh berita bahwa woobin akan balik ke luar negeri maksudnya pulang ke tempat asalnya yaitu Kanada🍁, aku sih biasa mendengar berita itu tapi tidak dengan perasaan ku, perasaan ku sangat tidak karuan antara senang dan sedih bercampur jadi satu, aku pun menunggu woobin dikamar ku untuk mendapatkan penjelasan, saat dia datang wajahnya sayu dan sedikit lelah, " woobin apakah kamu serius akan pulang? "kataku gugup, " hn "katanya sambil merebahkan dirinya dia atas kasurku, hening sekejap dan dia langsung " Ran besok temui aku di pelabuhan pas sore hari "katanya yang sudah tidur, aku pun hanya mengangguk paham dan tidur saja, sampai..
Besoknya tepat di sore hari.., aku menunggu dia di tempat yang selalu kami kunjungi kalau ada waktu, " Ran maaf membuatmu menunggu, sebenarnya aku juga tidak mau pulang tapi karena aku harus mengurus perusahaan milik ayahku di Kanada "kata woobin menatapku dengan sayu, " Pergilah, tapi kau harus janji untuk kesini lagi "kataku sambil cembetut, " Ran aku pasti kesini lagi kok, dan kalau aku kesini kamu harus memberikan jawabamu waktu itu "katanya sambil mencium kening ku , wajahku langsung memerah kayak tomat, ihh malu tahu untung gak ada siapa siapa di pelabuhan itu, aku pun hanya tersenyum tipis kearahnya, " ok aku akn memberikan jawabanku untuk mu "kataku sedaritadi menahan tangisan ku itu, woobin pun menghapus air mataku itu dan memelukku dengan erat, " Aku janji akan kesini lagi "kata woobin mempererat pelukan nya untuk ku., Dia pun pulang ke Kanada.
Beberapa tahun kemudian aku tidak pernah mendengar kabarnya maupun perusahaan yang dia pimpin, tapi aku yakin dia pasti akan kembali, sudah beberapa tahun ini aku tinggal di namhee, tapi baru kali ini aku merindukan seseorang,saat aku akan pergi ke seoul aku di hadang oleh seorang anak kecil yang membawa sebuah surat dan setangkai bunga mawar merah untuk ku, bocah itu hanya memberikan surat itu dan lari, aku pun membuka isi surat itu dan langsung menuju ke pelabuhan, dengan air mata yang sudah tidak bisa ditahan aku terus berlari sampai disana, saat aku sampai aku melihat seorang pria yang mengenakan baju jas berwarna hitam dan diselingi dengan bau parfum yg sangat dirindukan, pria itupun menoleh dan tersenyum ke hadapan ku, " Ran, apakah kamu sudah siap memberikan jawaban mu untuk ku "kata woobin, aku pun langsung berlari ke arahnya dan memeluknya, " Aku menerimanya, aku sangat meneimany "kata ku mempererat pelukanku kepadanya, dia langsung memeluk ku dengan eratnya, akhirnya aku berpacaran dengan nya walau dia harus bolak balik dari Kanada ke sini.
❤TAMAT ❤
Btw maaf ya cerita nya gaje, maaf ingat komen dan like yaa 😊😊