.....
...
Cleo,Dista,Rey,dan Ano adalah sahabat tak terpisahkan.Mereka kini tengah menjalani misi bertahan hidup oleh sebuah game. Terlihat bodoh bukan?tapi..itulah mereka, melakukan kegilaan hanya demi memenangkan Game.
"hey!siapkan barang kalian,kita akan segera berangkat ke pulau sayaki!"ucap Ano
"Yaya jangan banyak bicara,cepat selesaikan pekerjaanmu?"ucap Dista jengah
"oke sekarang absen dulu.."ucap Cleo
"Ano"
"hadirr"jawab Ano
"Dista!"
"hadir"
"Rey!"
krik krik
"Rey?Rey!?hey dimana kamu?Rey!
"disini!!"jawab Ano menunjuk seseorang yang tertidur di bawah sofa bersandar pada sebuah tas besar berwarna hitam.
"astaga!"ucap Cleo dan Dista sembari menepuk keningnya
🔪🔪🔪
"HUUH masih lama kah kita?"gerutu Cleo tak sabar
"sabar,kita cari sungai dulu lalu dirikan tenda didekatnya"ucap Rey
"stop!" ucapan Ano menghentikan langkah mereka semua
"kenapa?"
"shutt ada 'sesuatu' "ucap Ano menjawab Rey dengan melirihkan kata sesuatu
tiba-tiba...
muncul sesosok makhluk seperti burung yang sangat besar ah dan ya jangan lupa ia dapat menyemburkan cairan hijau yang dapat merusak organ tubuhmu
"makhluk apa ini!"ucap mereka
ngakkk
ngakk
kyuu
kyuu
suara makhluk tersebut mulai menyemburkan cairannya.
"MENGHINDAR!"teriak Rey spontan
KYAA
cyuuutthh
ctasshh
dorr dorrr
ngaakkk
ngaakkk
bleshh
fyuush
suara pertempuran sengit mereka yang berhasil dikuasai kelompok Cleo dkk karena mereka sempat melukai mata makhluk itu sehingga ia terkecoh.
Namun,sayangnya sebagian senjata mereka sudah habis karena tak ayal makhluk itu sangat kuat dan sangat besar.
"astaga!lihatlah apa yang dia perbuat!bagaimana kita bisa bertahan meski hanya 3 hari,tapi hari pertama semua sudah hampir habis"elub Dista sambil menselonjorkan kakinya
"tenang,kan ada kami yang akan membuat senjata baru:)"ucap Rey menenangkan disetujui semuanya
"ya,lagipun yang habis hanya sebagian peluru api dan peluru biasa"ucap Ano
"emm Cleo!sisa senjata apa saja kita?"tanya Rey
"peluru dengan racun,peluru peledak,bom asap,Pedang lipat,katana beracun,samurai lipat semua itu yang masih utuh ada disana"ucap Cleo menunjuk tas dibelakangnya
triingg
suara dering hp milik Ano membuyarkan semuanya
"hey lihatlah kita mendapat poin yang bisa ditukarkan dengan sesuatu dan misi lain"ucap Rion menunjuk hp miliknya.
".. lupakan dulu soal poin,dan misi apa yang kita dapatkan?"ucap Cleo
"membunuh monster yang memiliki batu zamrud di kepalanya"jawab Rey santai
"APA!!"teriak mereka terkejut (Rey
"kenapa?"tanya nya
"b-bukankah makhluk itu.."Ano menggantung ucapannya
"itu yang kita inginkan bukan"jawab Rey dengan smirk menyeramkan
"dasar bodoh!kita memang gila tapi tak mungkin menyerahkan nyawa"ucap Dista memukul kepala Rey
"sebenarnya aku tahu sesuatu...."ucap Cleo ragu menatap mereka
? raut wajah mereka menunjukkan tanda penasaran
"kemarin,aku sempet caritahu kelemahan monster itu..tapi masalahnya aku sekarang lupa..."
"yang ku ingat hanya monster itu berasal dari gabungan kekuatan petir dan api"ucap Cleo setia menunduk
"hey, lihatlah kami..kamu sudah memberi petunjuk jadi, terimakasih:)"ucap Rey lembut diangguki semuanya
_____________________________________
SRAKK
SRAKK
GRRR
GRRRHH
suara semak bergerak denagn diikuti munculnya makhluk seperti seekor harimau raksasa dengan makhota zamrud dikepalanya.
"Waspada!"mereka mulai mengeluarkan senjata masing-masing,dan....
APA INI!TAK ADA YANG MEMPAN!
"Dista alihkan perhatian! Ano,cari kelemahannya dan Cleo bernyanyi lah dengan keras karena suaramu memiliki gelombang ultrasonic sementara aku akan menyerangnya dengan samurai es ini" semua bergerak.
Suasana mencekam kini menyelimuti tempat itu,Cleo berhasil mengiring makhluk itu dengan nyanyian 'khusus' nya...dengan Dista yang terus berlari mencoba mengecoh fokus makhluk besar itu.
"Ya!ketemu"ucap Ano membuat semuanya menoleh padanya..
"Rey! tancapkan samuraimu itu tepat pada cahaya yang terpantul oleh zamrudnya!"ucap Ano lantang
KYAA
Rey menancapkan samurai tepat pada tubuh harimau yang terkena cahaya dari batu zamrud dan yang terjadi....
Clingg
Cahaya menusuk mata dan hilang bersama munculnya pedang api biru dan cincin petir
"oh astaga kita mendapat benda berharga hari ini"ucap Dista menghela nafas lelah.
⚡⚡⚡⚡⚡⚡⚡⚡
Malam pertama di pulau sayaki mereka habiskan dengan memanggang daging kelinci yang mereka tangkap tadi,kini mereka terlelap TETAPI!
GROARR
bayangan hitam melesat setelah mengintai tenda sederhana itu.
........
Pagi yang dingin dengan matahari yang malu malu untuk terbit padahal waktu sudah menunjukkan pukul 7 lewat.
"hei Cleo!apa kamu tidak lelah sedari tadi melakukan hal itu?"tanya Dista melihat Cleo yang bolak balik mengambil batu yang mengapung di sungai
"tenang,ini bisa membantu kita nantinya"suara lembut Cleo membuat semuanya kembali ke aktivitas masing-masing.
"Hei kalian!lihat permintaan apa yang akan kita minta ya?"tanya Ano
"bagaimana kalau senjata saja"saran Rey
"aaa tidak,minta korek api dan garam!kita lupa membawanya"ucap Cleo tak setuju saran Rey
"huh?hey apa kau ingin mati disini?benda itu tak akan berguna lihat saja"ucap Dista tak suka
"baiklah terserah kalian tapi,sertakan permintaanku itu dan tunggu hasilnya"ucap Cleo berlalu pergi
"Cleo!mau kemana kau?"teriak Rey
"mencari tanaman kapur Barus"suara Cleo yang samar terdengar
🔸🔸🔸🔸🔸🔸
sshhh
sshhhh
"kalian dengar suara?"tanya Ano
"hum?aku tak dengar apapun"jawab Dista yang di angguki Rey yang sedang khawatir
Sssshhhh
ssshhhhh
Suara desisan itu terdengar lebih keras dengan satu pohon yang bergoyah
Muncullah seekor ular berkepala tujuh dengan sisik perak berkilau.
"Astaga!"
"cepat lari!dia tak bisa dikalahkan dengan senjata"
"hey bagaimana Cleo?"
"dia akan menyusul"
mereka berbicara dengan berteriak sambil lari berpencar...
AAAAA
tiba-tiba kaki Dista dililit oleh tanaman rambat dan ditarik masuk,meski terus berontak akhirnya...
classh
suara tebasan yang dilakukan oleh Cleo menggunakan salah satu ranting tajam dari tanaman yang ditumpangi oleh tanaman rambat tersebut.
"te-terima ka-kasih cle-o"ucap Dista merasa lega dan jatuh tak sadarkan diri.
Cleo berlari menuju Ano yang terpeleset ke jurang dan memapah mereka berdua menuju sebuah goa yang tertutup beberapa pohon.
Setelah itu Cleo berlari tak peduli dengan kakiknya yang terluka karena duri menuju ke arah Rey yang hendak di mangsa ular kepala 7.
"Rey!"teriak Cleo disertai larinya yang kian semakin cepat..Ia melempar kapur Barus buatannya tepat pada leher ular itu.
"hosh..hosh...kau..tak..ap-
sshhh
brakkk
suara pepohonan yang ikut tumbang karena sabetan dari ekor ular itu...
"ketemu!!lukai ekor dan kepalanya yang ditengah Rey!"ucap Cleo dengan terengah engah
crassshh
tak tanggung-tanggung Rey langsung menebas seluruh kepala ular itu.
"OH TIDAK"teriak Cleo dengan mulut menganga tak percaya
"kenapa?"tanya Rey tak mengerti
"Kau bilang kenapa!akhh kita kehilangan 70 point jika tak berhasil menjinakkan ular itu tanpa membunuhnya"teriak Cleo frustasi
"huh?hehe maaf aku tak tau lagipun kami ber3 tak memegang apapun selain senjata saat itu"ucap Rey menggaruk tengkuknya
"OH YA!apa mereka selamat?dimana mereka?apakah ada makhluk lainnya?apakah mereka terluka?apakah kau me-
"Stop!"tegas Cleo menghentikan kecepatan pertanyaan Rey yang bagai ibu-ibu mendapat diskon belanja.
"Mereka aman ada di goa sebelah sana dan ya,mereka pingsan"Cleo menunjuk goa tadi.
🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘
Hari terakhir mereka disini dengan misi harus menemukan jalan untuk pulang dan melawan makhluk yang tak disebutkan.Pemenangnya akan mendapat hadiah :
1cincin dimensi
3 senjata transparan dan
4 kalung penjaga
...
REY POV
"menurutmu apakah kita berhasil?"tanya Ano padaku.
Aku dengan ragu menjawab "ya,selama kita bersama" aku berusaha setenang mungkin,tapi ada perasaan khawatir pada seseorang yang akupun tak tau siapa.
Kami melanjutkan perjalanan tapi...ditengah jalan ada seekor harimau yang terluka,Dista mengobatinya dan kami kembali menyambung perjalanan.
Apa ini perasaan tak enak makin terasa saat kami menginjakkan kaki di sebuah hutan berbeda dari yang lainnya. Disekelilingku banyak sekali pohon tanpa daun dan buah,aku tak terlalu mengkhawatirkannya tapi disampingku,Ano gelagatnya sangat aneh sekali. Dia sedari tadi bergumam dengan kata yang tak kumengerti,dan lagi dia sesekali melirik Cleo dengan aura menyeramkan.
"dis,kamu liat gelagat aneh Ano?"bisikku pada Dista yang ada didepanku
"ya , pura-pura lah tidak melihatnya dan awasi Cleo kurasa akan terjadi sesuatu buruk padanya"ucap Dista berbisik hampir ku tak mendengar kalau saja keadaan tak hening.
REY POV END
💀💀💀
DISTA POV
Saat kami melewati sebuah pohon yang berdaun, gelagat mencurigakan dan aneh kurasakan pada Ano yang mencuri pandang pada Cleo.
Kupikir ini hanya perasaanku saja,tapi memang Rey juga menyadarinya.
KRATAKK
'suara apa itu?'fikirku menoleh ke belakang dan melihat
Ano sedang memakan sesuatu sepertinya tulang manusia yang Pernah kemari. Kualihkan pandangan pada Cleo dan Rey.
"apa kalian melihatnya?"ucapku pada mereka dengan berbisik takut kalau Ano mendengarnya.
GRRRH
erangan binatang yang terdengar asing ditelinga ku,membuatku menoleh kepada Ano yang wajahnya sudah menghitam diikuti perubahan bentuk menyerupai sesosok hewan.
"MENGHINDAR!"ucapan spontan dari mulutku dengan bulir keringat dingin muncul dari tangan dan pelipisku.
DISTA POV END
CLEO POV
Aku merasa diawasi seseorang tapi saat ku menoleh ke sekeliling tak ada yang melihatku 'mungkin perasaanku saja' fikirku karena memang aku kelelahan ya mungkin itulah faktornya.
Aku melirik ke arah Dista dan Rey yang berbisik-bisik entah apa akupun tak tahu itu.
Niatku ingin mengobrol dengan Ano tapi dia terlihat berbeda dengan beberapa jam yang lalu, jadi kuputuskan untuk tetap berjalan meski dengan suasana tak nyaman.
"apa kalian melihatnya?"bisikan Dista membuatku menoleh ke arah Ano dengan tatapan terkejut
ASTAGA!dia bukan Ano yang kukenal! tubuhnya...
menjadi sesosok MANTICORE .
hewan itu sangat berbahaya dan aku tak tahu cara melumpuhkannya,aku merasa takut,sedih,dan marah.
CLEO POV END
"lindungi Cleo!dia mengincar Cleo!"ucap Dista pada Rey
"i..itu...man..t-ti..core" ucap Cleo tergagap dengan tubuh bergetar hebat.
srettt
akhh
MANTICORE itu berhasil menggores punggung Rey yang melindungi cleo. dia berusaha merogoh kantung nya dan mengambil korek api juga garam.
"Dista!peluru beracun dan peluru pelumpuh!"ucap Cleo dengan masih membakar kayu yang dililit syalnya.
DORR
DORR
Dista berhasil membuat MANTICORE itu mundur tapi... kelihatannya ia semakin marah
GRAUUURR
segera Cleo melemparkan api itu membakar ekor MANTICORE dan menabur garam di sekeliling mereka.
ciiiiii
DUMMM
Entah darimana datangnya Ano (asli) membawa bazoka ditangannya dan meledakkan MANTICORE tersebut.
fyuuuh
helaan nafas lega mereka berempat.
"Rey,Dista,Cleo kalian tak apa?" tanya Ano panik
"kami tak apa,dan kemana kau tadi?"tanya Cleo
"aku tadi meminta sesuatu untuk hadiah kenaikan peringkat,dan ku melihat kalian bersama Ano palsu jadi kuputuskan membuntuti diam-diam"jelas Ano
"sudahlah,Rey kau tak apa"tanya Cleo dengan raut yang jelas sangat khawatir
"tak ap-"
"REY!"teriak mereka bertiga karena ucapan Rey terpotong karena ia tiba-tiba pingsan
segera Ano mengambil air di tas ranselnya dan menyiram dengan hati-hati pada punggung Rey,Cleo mengikat pelan punggung Rey dengan bandana kain milik Dista
👋👋👋👋👋👋👋👋
Akhirnya mereka berhasil kembali karena tanda SOS yang mereka buat,dan misi itu...ya mereka mendapat juara 2.
Tak disangka ternyata pulau sayaki yang mereka kunjungi adalah sarang Monster seluruh dunia.Pulau itu telah lama menghilang ditelan air laut muncul kembali.
~THE END~