"Kenapa tiba tiba aku tertidur di depan rumah?!"
Namaku adalah Gina umurku 44 tahun tepat jam 12 malam nanti aku akan berumur 45 tahun..
Gina hanya tinggal berdua bersama putrinya yang bernama Ica berumur 5 tahun di rumah mereka sendiri..
Suami Gina sudah meninggal sekitar 2 tahun yang lalu karena penyakit yang dideritanya..
Seperti hari hari biasa Gina pergi bekerja dan putrinya tinggal sendiri dirumah karena mereka tidak memiliki pembantu dan keluarga terdekat..dan satu lagi..di daerah tempat tinggal mereka memamang banyak sekali perumahan namun tidak semua rumah di sana ditinggali oleh pemiliknya dan hanya di biarkan kosong..
Sebenarnya ada tetangga yang menawarkan diri untuk membantu Gina menjaga anaknya..
Tapi sang anak tidak terbiasa tinggal dengan orang asing dan bisa di bilang juga sang anak tidak menyukai orang asing atau siapapun selain ibunya..
"Ica bisa sendiri kok mah..ica berani.." ucap anaknya yakin..
Ica memang selalu bersikap dewasa apa lagi semenjak kepergian ayahnya..ica selalu mengerti bagaimana sulitnya sang ibu bekerja dan mencari uang.
Itu juga salah satu alasan Ica tidak mau menambah beban ibunya dengan harus menggajih orang lain untuk menjaganya di rumah..
Sebenarnya bukan hal mudah untuk Gina meninggalkan anaknya sendirian dirumah..pastinya sebagai seorang ibu rasa khawatir itu pasti selalu ada..
Tapi Gina tidak mau memaksa jika anaknya tidak mau..
Jadi Gina memilih untuk percaya pada anaknya dan juga minta ica untuk menggunkan handphone jika ica butuh sesutu atau apapun itu dan sekecil apapun itu Gina meminta ica harus tetap mengabarinya..
"Kalau begitu mama pergi kerja dulu ya"
Ucap gina sambil merapikan pakaiannya di depan pintu..
"Iya ma~"ucap ica sambil memeluk boneka kelincinya di sofa depan tv dan menonton acara anak anak..
Ginapun mulai meninggalkan rumah dengan mobilnya dan pergi ketempat kerjanya..
Ica sempat melihat ibunya melalui jendela rumah dengan masih menggendong bonekanya..
"Malam ini adalah ulang tahun mama~ ica harus membuat sesuatu untuk mama.."ucapnya dan mulai berlari kekamar..
DI TEMPAT KERJANYA GINA..
Baru beberapa menit ia bekerja tiba tiba ia mulai teringat lagi dengan anaknya..tanpa basa basi lagi Gina langsung menghubungi sang anak..
"Sayang kamu lagi ngapain?"..
"Mamah?..aku lagi main sama bonekaku kok mah..icakan udah janji kalau ica bakalan menghubungi mama jika ada sesuatu..jadi mama fokus kerja saja ya.."
"Oh?ah!!..iya ya..hehehe maafkan mama..mama lupa.."
"Semangat ya ma~ dan cepat pulang.."
"Iya sayang~ mama tutup dulu ya.."
"Bye ma.."
"Bye sayang.."
Panggilan suara berakhir..
"Sebaiknya aku tidak perlu terlalu khawatir..aku harus percaya pada anakku.."
Ucap gina dan mulai kembali mengurus berkas berkasnya..
KAMAR ICA...
"Ahh..cat warnaku habis..aku harus ijin dengan mama untuk membeli cat di depan.."ucap ica sambil mencari no ibunya..
Karena Gina sedang sibuk jadi handphonenya ia tidak sempat mengecek handphonnya..
"Sepertinya mama sedang sibuk..baiklah aku pergi saja..saat mama pulang nanti aku akan menjelaskan pada mama.."ucap ica sambil bersiap pergi keluar membeli cat..
Saat itu jam sudah menunjukan pukul 3 sore dan ica mulai berjalan ke toko terdekat saja..
Saat berjalan beberapa langkah dari rumahnya terlihat rumah kosong yang tepat berada di samping rumahnya..
Terlihat juga ada seorang pria dengan tubuh yang cukup kurus..rambut hitam..menggunakan kaos abu abu dengan celana pendek berdiri di sana sambil memegang karung..sambil melihat kearah ica..
Melihat itu ica hanya tersenyum manis bermaksud untuk bersikap sopan pada orang lain..
Terlihat pria itu ikut tersenyum namun senyumannya terlihat seperti senyuman yang mengatakan..
"Aku tertarik padamu"..
Ica kemudian melanjutkan perjalanan dan membeli cat air yang ia butuhkan kemudian kembali pulang..
Jam menunjukan pukul 07.35 malam..
"Mama masih belum pulang.." ucap ica sambil menonton tv..
Tidak lama kemudian terdengar suara seseorang menekan bel..
"Mama?!" Ucap ica sambil berlari kearah pintu..
"Gadis kecil~" terdengar suara seorang pria dari depan pintu..
Seketika langkah kaki ica yang semula berlari menuju pintu kini semakin melambat dan terhenti..
DI KANTOR GINA..
"Gin anakmu di tinggal di rumah sendiri lagi?"
"Iya Ta..seperti biasa..emangnya kenapa?"
"Beneran?!"
"Emangnya kenapa?" Tanya gina heran
Kemarin aku ada baca cerita tentang pencukikan dan pembunuhan anak keci sadis banget mayatnya di potong potong dan di simpan kedalam karung takutnya ica pergi keluar rumah tanpa pengawasan.."
Mendengar itu gina langsung mengecek handphonenya dan terlihat 1 panggilan tak terjawab dari ica..
"Ta aku pulang dulu yah tolong bantu jelasin ke atasan!!"ucap gina tergesa gesa mengambil tasnya dan pergi..
Gina mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dengan terus berdoa dalam hati agar anaknya baik baik saja..
Setelah tiba di depan rumah gina langsung turun dari mobilnya tanpa perduli dimana ia memarkir mobilnya..
Terlibat kaca rumah Gina yang pecah..karena di lempar oleh sebuah benda besar..
"ICA.."teriak gina sambil berlari masuk kedalam rumah..
Keadaan rumah gina sangat berantakan dan bekas kaca pecah yang berserakan dengan batu besar di sana yang sepertinya dipakai untuk memecahkan kaca..
Gina mulai berjalan menelusuri ruangan dengan terus memanggil nama anaknya..
Tiba tiba dari kamar ica keluar seorang pria dengan wajah yang terkena bercak darah segar sambil tersenyum berjalan kearah gina sambil menyeret karung dan pisau di tangannya..
Gina melangkah mundur perlahan dan pria itu semakin lama semakin cepat berjalan kearah gina..
Ginapun berbalik dan lari sekuat tenaga sambil menangis karena merasa takut jika darah yang ia lihat itu adalah milik anaknya..
"i..itu bukan darah ica!!..BUKAN!!"..teriaknya dengan langkah kaki yang semakin melemah dan terjatuh..
Pria itu mulai berjalan santai kearah gina..kemudian melempar boneka kelinci yang di penuhi darah kearah gina..
Melihat itu gina semakin histeris..
"TIDAK!!ICA!!HUHUHU..ICA!!..jangan!!jangan tinggalkan mama ca..mama sayang sama kamu..huhuhu..mama cuman punya kamu di dunia ini..ICA!!.."
tubuhnya bergetar dan suara dari mulutnya mulai tidak mau keluar lagi..
"Selamat ulang tahun mama~"..
Saat suara itu muncul tiba tiba gina terbangun dengan posisi tiduran di depan pintu..
"?!!..aku tertidur di depan rumah?"..
Ucap gina heran dan melihat sekeliling yang masih gelap..dan waktu menunjukan tepat jam 12 malam
"I..ICA?!.."teringat dengan ica gina langsung bangkit dan berlari memasuki rumahnya..
Terlihat anaknya berdiri memeluk hasil gambarannya dan tersenyum kearah gina..
"Selamat ulang tahun mama~"..
Gina menarik napas lega karena merasa itu semua hanyalah mimpi..
Tiba tiba suara ambulan dan mobil polisi memenuhi seisi ruangan..
"Apa yang terjadi?"tanya gina sambil memeluk ica..
Tiba tiba salah satu petugas berlari memasuki rumah gina dan langsung menuju kamar ica..
"Pak di sini saya temukan mayat anak kecil di dalam karung"..ucap salah satu petugas yang mulai di susul oleh petugas lain dan keluar membawa karung yang berlumuran darah..
Tiba tiba muncul lagi suara dari luar rumahnya..
"Pak..tidak jauh dari TKP kami menemukan mayat wanita yang mengalami luka tusuk sebanyak 65 kali di dada dan di perut juga tidak jauh dari mayat korban ada bineka kelinci.."
Benar saja saat di periksa mayat itu teridentifikasi sebagai wanita bernama GINA dengan umur 45 tahun dan putrinya ICA dengan umur 5 tahun..
ICA terbunuh saat terkena tusukan di tenggorokan sebanyak 3 kali menggunakan pisau pada jam 07.45 malam kemudian mayatnya di mutilasi dan di masukan kedalam karung dengan tangan yang masih menggenggam erat kertas yang bertuliskan
"Selamat ulang tahun mama" pada jam 8.00 malam
Pada pukul 08.05 sang ibu yang bernama GINA pulang dan akhirnya ikut terbunuh dengan luka tusuk di dada dan di perut pada pukul 08.20 malam
Kemudian mayat mereka di temukan tepat 12 malam oleh tetangga gina yang merasa aneh karena gina memarkir mobilnya sembarangan dan kaca rumah yang pecah..