Ayo pecahkan teka-teki ini!
?¿?¿?
Wati, Miku, Dewi, dan Menik, sudah berencana untuk menghabiskan malam di rumah Dewi. Ternyata Miku dan Wati tiba duluan. Keadaan jadi cukup canggung, karena mereka berdua memang tidak terlalu akrab. Wati bingung bagaimana berbicara padanya.
Kemudian pacar Dewi datang untuk menghantarkan makanan dan camilan yang Dewi pesan. Dia bahkan sempat menyapa Miku dan bercengkerama dengan Wati sebelum pergi.
Ketika Menik tiba dua puluh menit kemudian, dia terkejut melihat ruang tamu Dewi dibanjiri oleh darah. Tubuh Wati telungkup kaku di atas lantai, dengan pisau besar menancap di punggungnya, dan kepala yang tampak memar.
Menik berteriak memanggil Dewi dan Miku, tapi tidak ada yang menjawab. Tiba-tiba Menik mendengar suara benda yang terjatuh di lantai dua. Secepat kilat dia berlari menaiki tangga, dan menghampiri kamar Dewi yang menjadi sumber suara.
Ternyata Miku berada disana, bersama sebuah buku tebal yang belakangan ini selalu dia baca. Menik refleks bernapas lega, lalu mengajaknya untuk turun ke bawah sembari mengisyaratkan Miku agar menelepon polisi.
Sesampainya di bawah, mereka dikagetkan dengan keberadaan Dewi yang terpaku bisu seraya berdiri di depan pintu. Wajahnya tegang, shock menatap Wati yang belum tersentuh.
Menik bertanya ke mana Dewi pergi ketika melihat kantong plastik hitam dan hoodie merah yang dia gunakan. Lalu Dewi menjelaskan bahwa dia baru saja pergi untuk membeli beberapa camilan dan sirup di mini market.
Beberapa menit kemudian polisi tiba, dan langsung memeriksa keadaan rumah. Ternyata ada banyak pecahan kaca yang bertebaran di lantai dapur, kemungkinan berasal dari jendela yang sudah bolong.
Polisi mendengar penjelasan Menik secara rinci. Kemudian polisi tersebut mencurigai satu orang.
Siapa orang yang paling mungkin dicurigai polisi? (Tuliskan alasanmu)