Esok adalah hari ulang tahunku, aku bersemangat dan memberitahu semua orang tentang besok hari sepesial ku.
aku memeberitahu semuanya dari mulai ayah, ibu, kakak, teman, dan pacar.
semua sama senangnya denganku dan menanti hari esok, mereka membicarakan begitu banyak rencana untuk hari esok.
"apa yang kau inginkan untuk hari esok?" pertanyaan itu mulai tak asing didengar,
pacarku yang jauh dikota lain begitu bahagia dan berencana untuk pulang dan menemui ku.
kabar duka begitu saja menghampiri ku yang sedang bahagia, kabar itu adalah kecelakan besar yang terjadi dipersimpangan rumah pacarku, awalnya aku tak memikirkanya sayangnya saat mengetahui bahwa korban yang terkait dengan kejadian adalah pacarku.
aku kesal, sedih, kecewa.
kenapa? kenapa harus disaat aku bahagia?
semua kegembiraan, rencana pesta begitu saja langsung terlupakan, aku mengunci diri dikamar menangis sendiri dengan wajah membenam diatas bantal yang basah air mata.
Tok,,,,Tok (mengetuk pintu)
aku menoleh kearah pintu yang diketuk kakakku, lama kelamaan ketukan itu semakin cepat dan keras yang membuatku marah, serentak aku beranjak dari ranjang dan membuka pintu
"apa??" Bentaku pada kakak.
wajah kakaku begitu dingin tampa ekspresi, matanya kosong menatap kearah ku.
"jangan menangis" sahutnya dengan nada yang begitu datar dan dingin.
"aku tak menangis" ucapku sembari menghapus air mata.
kakaku hanya terdiam mematung didepanku,
"aku akan memberimu kejutan disaat kau bangun nanti, jadi tidurlah" sahut kakaku sambil membelai kepalaku.
aku menepis tangan kakaku dan menutup pintu keras, kembali meringkuk diranjang dan menangis.
mata yang sudah mulai tak bisa terbuka karna bengkak kupejamkan diatas bantal dan tertidur.
Esok paginya aku terbangun dengan mata bengkak yang berat, mendudukan diri dan mulai melihat sekitar.
mataku sedikit terkejut melihat sebuah kado besar dihadapan ranjang, kado yang terbungkus rapi kertas hitam bercorak tetesan air merah marun.
karna penasaran aku beranjak dan menghampiri kado itu, kulihat sepucuk surat diatasnya.
[isi surat]
Tangis mu membuatku terganggu, karna itu mungkin kado ini bisa menghiburmu, kau bisa bermain, memeluk ataupun apa yang kau inginkan.
kakakmu...
[end]
"kadi dari kakak?" selepas membaca surat, aku mulai membuka pita yang terikat diatas kado.
merobek sedikit demi sedikit kertas kado, setelah beberapa lapis kertas kirobek aku meliah kardus yang disolatip.
mataku menileh kesana kemari untuk mencari kutter, setelah mendapatkanya aku mulai merobek solatip yang ada dikardus,membuka kardus dan melihat dalam.
mataku sedikit terkejut saat melihat kain putih didalamnya, sedikit takut dan seram membuatku ragu membuka kain putih itu.
tapi karna rasa penasaran aku memberanikan diriku membukanya,
saat ku buka....
Brukk (terjatuh)
tubuhku lemas melihat isi kain putih itu, mata ku mulai berlinang, saking terkejut aku tak bisa mengatakaan apa apa.
mulutku ternganga dengan mata terbuka lebar, ingin berteriak tapi tak sanggup.
aku mengumpulakan sedikit tenaga untuk bicara
"gi,,,gila," sedikit gagap.
"ka..kakak!!!! kau gila" berteriak sekuat tenaga, dan memaksakan untuk tidak pingsan atau menangis.
kakaku masuk saat mendengar teriakan ku, aku yang masih terduduk dilanti menatap wajahnya.
"apa kau gila??"
"aku tidak gila" jawab kakak ku dengan enteng.
"lalu apa ini?" tangan gemetarku menunjuk kado besar tadi.
"itu hadiah dariku,,,"
"gila!! gila!!!" aku berteriak hingga terjatuh pingsan.
"apa yang salah, aku tak mau melihatnya sedih karna kematian pacarnya, jadi aku membawakan mayat pacarnya agar dia bisa memeluk dan bermain bersamanya"
[selesai ~~]
jirtt sumpah ceritaku garing banget, sorry ya aku masih pemula, buat yang suka boleh like, kalo gak suka lewat aja... sekian.
hehehe salam dari aku TQ,,,,,"Chapy lopy.