Cit cit cuit~
Burung pada saat itu, menjadi saksi dari perjanjian yang kita buat.
Dibawah langit biru, dan dalam naungan pohon Beringin, kita saling mengikatkan jari kelingking kita dan berjanji
"Sahabat selamanya!"
11 tahun kemudian..
[SMA Negri 1 Selamanya]
Ruang seni
16.15
"Hey Rey, kok melamun?" (Fifi)
Sembari menepuk pundak Rey
(Fifi adalah teman perempuan Rey sejak kecil)
"Eh, ada apa Fi, udah selesai paskibnya?"
Tanya Rey kepada Fifi
(Rey, teman Fifi sejak kecil. Sudah lama diam diam menyukai Fifi)
"Gua pulang duluan ya, Jimmy udh nungguin gua drtd.."
Fifi bergegas setelah selesai dari ekskul Paskibranya
Bukannya memberi jawaban atas pertanyaan dari Fifi, Rey hanya menatap wajah Fifi dengan raut wajah sedih bercampur dengan senang.
Alih alih mengizinkan Fifi pulang bersama cowok lain berharap mendapat perhatian, dan agar terlihat dewasa, pada akhirnya Rey hanya mendapatkan ribuan anak panah beracun yang menusuk hatinya.
"Bye Rey, soal dari bu Devi jngn lupa dikerjain!"
Teriak Fifi dari atas Moge milik Jimmy yang sedang melaju
"Tenang aja!"
Jawab Rey sambil mengangkat jempolnya
Setelah Fifi hilang dari pandangan, seketika semua bubuk mesiu dalam hati Rey terbakar dan meledak!
Bendungan di matanya tidak lagi mampu menampung lebih banyak air mata, Rey segera berlari menuju WC, dan menumpahkan semua air di matanya.
Sebagai seorang Pria, cinta seharusnya tidak membuatnya menjadi menangis dan terlihat lemah. Tapi inilah satu satunya cara supaya Rey tidak lagi menderita.
1 Bulan yang lalu..
Hiks~
"Gapapa, nangis aja.. Nangis sepuas kamu"
Ucap Rey kepada Fifi
Huaaaaaaa..
Huuaaa hu hu hu..
*Memeluk
****
"Kenapa begini? Apa ini yg namanya adil?"
Gumam Rey di dalam WC
Sudah hampir 1 jam Rey di dalam Wc. Setelah semua air di matanya surut, tanpa sadar ia mulai tertidur dengan posisi duduk bersandar pada tembok.
Ketika Rey tertidur, tukang kebun sekolah mengunci semua pintu Wc, terutama pintu yang di dalamnya ada Rey.
02.35
Lewat tengah malam, Rey terbangun dan terkejut bahwa ia terbangun di Wc sekolah. Tanpa berpikir panjang, Rey segera bergegas keluar dan kembali pulang. Namun sayangnya pintu telah dikunci dari luar.
"Ah bagus!"
Ucap Rey sambil memukul tembok
Tidak ada pilihan lagi selain tidur di Wc sekolah hingga pagi tiba..
****
Cit cit cuit~
"Nak Rey, bangun!"
"Bangun!"
Byuuurr~
"Waaaahhh! Siapa itu?!
Teriak Rey karena panik
Ternyata pak Hadi, tukang kebun sekolah. Rey dibangunkan oleh pak Hadi sekitar pukul 05.25 pagi.
"Pak Hadi?.. Maaf pak. Anu, saya bisa jelasin"
Ucap Rey terbata bata kepada pak Hadi dan sambil mengusap wajahnya yang basah disiram air
(Pak Hadi, tukang kebun sekaligus teman yg suka ikut nongkrong sepulang sekolah)
"Siapa yg bikin kamu tidur di Wc! Apa kamu dihukum sm guru?"
Tanya pak Hadi serius kepada Rey
"Dihukum sm guru pak"
Jawab Rey dengan hidung yang memanjang
"Jangan bohong, guru mana yg tega suruh muridnya tidur di Wc? saya tau kamu lg ada masalah"
Ucap pak Hadi mencoba mengerti
"Iya pak, saya ada masalah. Ini soal.."
"Sssstttt! Nanti aja ceritanya, mending skrng kamu ikut saya sarapan"
Ajak pak Hadi kepada Rey
Kemudian, pak Hadi membelikan Rey sarapan dan mereka sarapan bersama.
06.45
"Pak, saya masuk dulu ya.. Terimakasih"
Ucap Rey berterima kasih kepada pak Hadi
"Oke, masuk sana.. Jngn sampai telat"
Ucap pak Hadi sembari menyapukan halaman depan sekolah
Di dalam kelas..
"Sial, Fifi kenapa terus terusan ada di pikiran gua sih?! Padahal pak Hadi udah bilang, cinta itu gak harus memiliki, tp knp gua masik kayak gabisa terima ya?"
Gumam Rey sambil memukul mukul jidatnya
"Kenapa Rey? Kalau pusing jngn pukul pukul kepala jg dong"
Ucap Aldi kepada Rey
(Aldi, teman nongkrong sekaligus teman sebangku Rey)
"Gapapa bre.."
Rey kembali membuat panjang hidungnya
"Yaelah, cerita aja ke gua, ada masalah apa?"
Tanya Aldi sangat serius
Rey tidak lagi sanggup untuk membohongi dirinya, akhirnya Rey menceritakan semuanya secara rinci kepada Aldi.
"Kalem aja udah, nanti jg ada momentnya, gua aja jomblo tetep happy, hahaha.."
Ucap Aldi sambil menepuk nepuk punggung Rey dengan keras
"Nyesel gua cerita.."
Rey menekuk raut wajahnya
Penting! : Rey dan Fifi tidak sekelas
****
Sepulang sekolah dan saat di tempat nongkrong..
"Rey, drpd lu bengong, mending kita mulai latihannya, pak Teguh nyuruh kita latihan terus supaya lancar di pentas seni nanti"
Ucap Guntur sambil memberikan Rey sebuah gitar
"Ayolah Rey, lo knp sih.. Msh mikirin tentang Fifi?"
Ucap Aldi kembali bertanya
"Kagak, siapa jg yg mikirin Fifi"
Rey kembali membuat panjang hidungnya
"Oohh.. Ternyata seorang Rey lg galau karena cewek? Hahaha"
Ilham tertawa kencang setelah tau masalah yg dihadapi Rey
(Guntur dan Ilham, teman satu kelas Rey, juga teman nongkrongnya)
"Apaan sih Ham, ayo mulai latihannya!"
Ucap Rey dengan jidat yg mengkerut
Mereka akhirnya mulai latihan sampai hampir malam, saat langit mulai gelap, merekapun bubar dan segera kembali pulang.
Pada malamnya, teman temannya Rey berencana untuk mencomblangkan Rey dengan Fifi, dan berencana untuk mempertemukan keduanya di sebuah Caffe tanpa sepengetahuan Rey dan Fifi.
Ilham dan Guntur, bertugas untuk memberitau Fifi, kalau Rey mengajaknya untuk bertemu di Caffe. Dan Ilham bertugas memberitau Rey, kalau Fifi mengajaknya bertemu di Caffe sepulang sekolah.
Tapi sebelumnya, mereka berbincang kalau waktunya kurang, karena ada ekskul Teater sepulang sekolah yg harus mereka hadiri. Tapi Aldi memiliki ide untuk bernegosiasi dengan pak Hadi untuk bekerjasama untuk urusan ini, dan meminta izin kepada pak Teguh (pembimbing eksekusi Teater) sekaligus meminta dukungannya.
Saat semua rencana sudah lancar, mereka segera beraksi dan bersiap untuk mencomblangkan Rey dan Fifi
****
Sepulang sekolah, di Ruang seni..
"Woi Rey, ngapain kesini..?"
Tanya pak Teguh kepada Rey
"Lho, ya mau latihan lah pak"
Jawab Rey semangat
"Nggak ada, hari ini libur, bapak ada urusan"
Ucap pak Teguh kepada Rey
"Ilham, Guntur sama Aldi, kalian ikut bapak.. Bantuin bapak minta izin ikut pentas ke kepsek"
Ajak pak Teguh kepada mereka selain Rey
"Rey, lo duluan aja ke basecamp.. Klo ada urusan, urusin aja dulu, kita mau ke ruang kepsek dulu"
Ucap Aldi kepada Rey
Karena Rey merasa ada waktu luang, akhirnya Rey segera menuju Caffe tempat pertemuannya dengan Fifi.
Disana, ternyata Fifi belum datang dan Rey menunggu cukup lama sampai akhirnya Fifi datang dan meminta maaf kepada Rey karena sudah membuatnya menunggu lama.
"Gapapa Fi, baru sbntar kok"
Ucap Rey kepada Fifi, yang meminta maaf karena terlambat
Mereka akhirnya memesan minuman dan beberapa makanan, kemudian mereka mengobrol, bercanda dan bertanya tentang kegiatannya.
Sampai Fifi bertanya kepada Rey..
"Jadi, Rey lo mau ngomong apa sbnarnya? Gak mungkin cm mau ngobrol biasa aja kan?"
Tanya Fifi penasaran
*Anjir, bukannya Fifi yg ajak gua ketemuan? Kenapa jd seakan akan gua yg ngajak?
Tanya Rey kebingungan dalam hatinya
*Wah, ini pasti kerjaan bocah ni Mau comblangin gua.. Haduh"
Gumam Rey
"Apa Rey?"
Tanya Fifi memastikan ucapan Rey
"Eh, itu anu, Sebenernya aku mau..
****
Setelah cukup lama mengobrol, akhirnya mereka berdua pulang, dan Rey mengantar Fifi pulang kerumahnya, karena khawatir tidak ada angkot yang akan membawa Fifi pulang, dan karena hari yang jga sudah mulai gelap.
Di sepanjang perbincangan Rey dan Fifi sebelumnya. Ternyata, Aldi, Guntur, Ilham, pak Hadi dan pak Teguh memantau obrolan mereka dari kejauhan. Dan sangat terlihat jelas bahwa mereka sangat senang dengan apa yg mereka lihat.
"Wah wah, cinta monyet akhirnya dimulai.. Bapak jd kangen pacar bapak"
Ucap pak Teguh senang
"Pacar yg mana pak? Hahaha.."
Tanya Ilham bercanda kepada pak Teguh
"Nah kan pak, berarti Aldi yg menang taruhannya ya pak? Hehehe.."
Tanya Aldi kepada pak Teguh untuk memastikan taruhan mereka
"Iya iya, mau minta apa kamu?"
Tanya pak Teguh kepada Aldi
"Hmm.. Aldi mau nilai ulangan harian Seni budaya Aldi yg tadi itu 95, sama rokok garpit sebungkus"
Jawab Aldi dengan sangat kegirangan
"Oke oke, nanti bapak kasih kamu nilai 95 sm rokok garpit. Bapakmah nepatin janji kok"
Ucap pak Teguh lantang
Setelah sedikit berbincang dan taruhan antara Aldi dan pak Teguh, mereka akhirnya bubar dan pulang ke rumah masing masing.
****
Keesokan harinya, pada saat di ruang seni..
"Rey, sini.."
Ucap pak Teguh kepada Rey sambil melambai lambaikan tangannya
"Kenapa pak, Udh dapet izin dari kepsek?"
Tanya Rey sambil mengangkat kedua alis matanya
"Selamat ya.. Bapak kira kamu mau jd jomblo selamanya, hahaha"
Ucap pak Teguh sambil mengambil tangan Rey untuk bersalaman
"Eh, maksud bapak apa? Rey emg masih jomblo pak, hehe.."
Jawab Rey cengingiran
"Lho, bukannya kamu kemaren.."
Pak Teguh langsung menengok kearah Aldi dengan matanya yg melotot
"Hehe.. Itu pak, ternyata tidak sesuai perkiraan"
Ucap Aldi sambil tertawa ketakutan
Akhirnya Aldi habis habisan di jewer pak Teguh sampai kuping Aldi merah dan membesar sebelah. Saking marahnya, pak Teguh mengambil tongkat pemukul Saron untuk di pukul ke kepala Aldi, tapi Aldi sudah berhasil lari terlebih dahulu.
"Nilai Seni budaya kamu bapak kasih nol, Aldi!"
Teriak pak Teguh kepada Aldi yg dari kejauhan
Sebagian murid yg hadir disana hanya terdiam kebingungan karena tidak tau apa yg terjadi dengan mereka berdua, termasuk Rey. Sedangkan Ilham dan Guntur yg tau permasalahannya, tertawa sangat keras melihat Aldi yg di kejar kejar oleh pak Teguh.
****
Dengan begitu, Rey tetap menjaga janjinya dengan Fifi, untuk menjadi sahabat untuk selamanya. Walaupun, disetiap Rey melihat Fifi, Rey akan selalu merasakan sakit di hatinya karena cinta yg tidak dapat diungkapkan..
Tamat..