Begitulah satria, tetap sabar dan tegar dengan semua yang telah terjadi kepadanya. Karena ternyata bukan hanya seorang wanita saja yang bisa patah hati 🤭😊. Satria pun merasakan bagaimana dia dikhianati oleh wanita yang dia perjuangkan selama ini.
Cinta memang tidak tahu kapan dia datang, dan kapan dia pergi. Bisa datang disaat waktu yang tidak tepat dan bisa juga pergi di saat waktu yang sedang tidak diinginkan.
Berawal dari kebersamaan, intensitas pertemuan yang sangat padat semua bisa terjadi dan bisa merasakan bagaimana rasa itu datang.
" Malam Minggu sekarang kita ngumpul ya," ujar Carisa yang langsung berdiri di depan kita semua. " Boleh ajak pasangan kalian kalau kalian mau," ujarnya lagi, sambil dibarengi beberapa sorak Sorai teman-teman yang lain.
Semua orang yang ada di ruangan meeting, siang ini sangat kegirangan. Karena malam Minggu besok kita akan ada party dadakan, sebenarnya sudah lama juga kan kita tidak bersua, menghabiskan waktu bersama.
Semua orang sibuk menentukan menu makanan apa yang akan kita hidangkan nanti. Jangan terlalu alakadarnya juga, karena ini adalah moment kebersamaan untuk kita semua di dalam satu team yang sangat kompak dan solid.
Carisa mendekati Satria yang masih terduduk di sudut ruang meeting.
" Diam aja dari tadi,?" tanya Carisa sambil tersenyum.
" Echh" Satria tersentak kaget dan beranjak dari kursinya.
" Kemana,?" tanya Carisa
" Ga enak banyak yang liat," ujar Satria. Carisa terdiam dan rasa nya sudah tidak ada lagi kata-kata yang keluar dari mulutnya.
Tidak banyak yang tahu kalau Carisa dan Satria sudah lama menjalin hubungan yang terlarang. Karena di dalam satu perusahaan tidak boleh menjalin hubungan percintaan apalagi dalam satu ruang lingkup. Dan yang menjadi masalah adalah Satria yang sudah mempunyai seorang istri. Dan Carisa tau itu, tetapi rasanya perbandingan rasa cinta itu begitu sangat kuat dan Satria tidak bisa memungkiri nya.
Setelah pulang dari kantor, Satria langsung pulang ke rumah, di rumah istrinya sudah menunggu dengan muka yang kecut, Satria pulang terlambat karena membahas acara malam Minggu nanti.
" Dari mana,?" tanya Nurul istri Satria
" Kan aku sudah ngomong tadi, aku meeting," jawab Satria sambil langsung masuk ke dalam kamar.
" Meeting apa nyampe larut malam kaya gini, hayo ngomong kamu pergi sama siapa, ngapain aja,? sudah tau punya istri di rumah masih aja keluyuran, enak banget idup kamu,!!!" ujar Nurul yang terus nyerocos mengungkapkan kekesalan nya kepada Satria.
" Kenapa kamu diam,? ngerasa kamu salah,?" tanya Nurul lagi " Sudah aku bilang kalo sudah beres kerja langsung pulang ke rumah,!" ujar Nurul sambil masuk ke dalam kamar dan membawa bantal dan selimut untuk Satria. " Malam ini kamu tidur di sofa,!" ujar Nurul sambil menutup dan mengunci kamarnya.
Mungkin karena perlakuan Nurul yang sangat keras, Satria mencari ketenangan dengan mendekati Carisa. Dan itu dia dapatkan, walau harus menjalin hubungan secara diam-diam bersama Carisa.
Walaupun mungkin salah, tetapi rasanya Satria juga membutuhkan kesenangan yang dia tidak bisa dapatkan di rumah.
Besoknya, pagi sekali Satria sudah bangun dan berangkat ke kantor. Tanpa Nurul mengetahui kepergian Satria. Karena Satria tahu kalaupun dia ngomong kepada Nurul, dia akan cuek dan tidak akan menerima permohonan maaf dari Satria.
Hampir seminggu Satria tidur di sofa rumah nya, dan tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Satria maupun Nurul, padahal mereka tinggal dalam satu atap.
" Kamu mau tetap seperti ini,?" tanya Satria suatu malam.
" Seperti apa maksud kamu,?" Nurul bertanya balik kepada Satria.
" Jangan pura-pura tidak mengerti seperti itu, kalau kamu mau aku mengakhiri semuanya, ok akan aku lakukan." ujar Satria dengan tenang nya.
" Oooo jadi kamu ingin menceraikan saya,?" Nurul menantang Satria " Silahkan jiga kamu berani.!" ujarnya lagi sambil masuk kedalam kamar dan menutup pintu sekencang-kencangnya.
Satria menghela nafas panjang, dia tidak mengerti sama apa yang Nurul inginkan. Dia diam saja dianggap salah, dan sekarang dia bertanya akan kelangsungan pernikahannya pun dia dia di anggap salah juga. Lalu apa yang akan dia lakukan.
" Kenapa,?" Tanya Carisa " Tidak seperti biasanya kamu mengajakku malam-malam bertemu seperti ini." ujarnya lagi. Satria masih diam.
Tak lama datang seorang waiters dan membawakan sebotol Whisky. Carisa terkejut, tidak biasanya dia lihat Satria seperti ini.
" Kenapa,? cerita sama aku,?" tanya Carisa sambil menggenggam tangan Satria.
Sembari meminum alcohol Satria bercerita semua, apa yang dia rasa, dan semua unek-unek yang ada dalam hati Satria keluar malam itu kepada Carisa. Dan Carisa tidak semata-mata mempercayai semua apa yang dikatakan Satria kepadanya. Carisa tahu, Satria membutuhkan tempat untuk bersandar, dan mungkin saat ini dia bisa sedikit membantu menenangkan Satria untuk sementara.
Dan mereka berdua pun terlarut dalam emosi mereka masing-masing, sampai pada akhirnya mereka berdua tertidur dan berada di sebuah hotel.
Keesokan paginya...
Carisa terbangun dengan keadaan kepala masih pusing, efek semalam mungkin. Dia melihat baju yang sangat berantakan di lantai, saat dia menyadari kalau Satria masih tertidur lelap di sampingnya. Apa yang sebenarnya telah kita lakukan,?
" Satria,!! Satria,!! bangun," ujar Carisa dengan mimik muka yang panik, " Satria,!!" ujar Carisa sembari mengguncangkan badan Satria yang masih tertidur lelap. Dan tak lama dia terbangun, wajahnya berubah saat melihat Carisa.
" Nurul mana,?" tanya Satria
" Nurul,?" Carisa bertanya balik, dan Satria pun menganggukkan kepalanya sambil kebingungan. " Kamu benar-benar tidak mengingat apapun,?"
" Apa,?" tanya Satria, dia melihat bajunya yang masih berantakan di lantai. " Apa yang terjadi,?" ujar Satria dengan sedikit membentak Carisa.
" Kamu pikir aja sendiri,!" ujar Carisa sambil meninggalkan Satria sendirian.
Satria semakin terdiam, dia tidak percaya dengan apa yang telah dia lakukan kepada Carisa. maafkan aku, benar-benar maafkan aku.
Dengan tergesa-gesa Satria memakai bajunya, dia haus pulang kalau tidak, Nurul bakalan benar-benar murka kepadanya, dia akan semakin marah kepada Satria.
Akan tetapi apa yang dia dapati saat sampai di rumah,
" Siapa dia,?" tanya Satria
" Teman aku," jawab Nurul dengan sedikit senyuman kecil di wajahnya. " Kamu juga punya teman cewek kan,? kenapa aku ga bisa berteman dengan cowok,!" jawab Nurul sambil berlalu. Satria mengerutkan kening. Kenapa dia,? apa dia melihatku bersama Carisa,?
Satria memasuki ruang tamu dan berbaur dengan teman nya Nurul, terlihat banyak perubahan dalam diri Nurul.
" Maaf kalau boleh tau, anda siapa,?" tanya Satria dengan sedikit geram.
" Kan aku udah ngomong sama kamu, dia teman aku," jawab Nurul " Sudah waktunya kerjakan,? kamu boleh pergi,!" Nurul mengusir Satria yang masih terduduk di depannya.
Benar-benar tidak habis pikir, apa yang Nurul lakukan kepadaku,? apa ini cara dia untuk balas dendam kepada ku,? sementara di kantor sikap Carisa menjadi semakin berubah kepada Satria. Mungkin setelah kejadian semalam Carisa berpikir untuk tidak melanjutkan hubungannya bersama Satria. Karena memang sudah seharusnya Carisa mundur dari hubungan ini.
" Maafkan aku, kemarin malam aku terlalu hanyut dalam emosi ku, ada baiknya kalau kita tidak melanjutkan hubungan kita," jelas Carisa sambil meninggalkan Satria yang masih terdiam.
Di saat Satria butuh seseorang untuk menemani hari-hari nya yang sudah mulai kacau, tidak ada satupun orang yang bisa membantunya sama sekali. Satria harus menerima takdir hidupnya, dengan di tinggalkan Carisa dan Nurul.
Karena pada hakikatnya, hanya akan ada seseorang yang akan bertahan untuk menerima keadaan kita yang apa adanya.