- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Hari pertama masuk sekolah setelah libur sekolah, tampak seorang gadis yang sedang berjalan menuju ke ruang kelasnya sembari mengayun-ayunkan tasnya. Gadis itu bernama Mitsuki Momoe dari kelas 11-B, dirinya dikenal sebagai gadis yang keras kepala tetapi memiliki sifat yang ceria.
Karena terlalu bersemangat mengayunkan tasnya, tiba-tiba Mitsuki tak sengaja menghantamkan tasnya ke seorang kakek tua.
BBBUUUUAAAKKK
Tas Mitsuki tepat mengenai bagian tangan kakek tersebut, dan membuat sebuah cincin dari tangan kakek itu terjatuh.
"Waaaah...cincin yang indah" ujar Mitsuki tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Kakek yang tidak diketahui nama dan asalnya itu terlihat wajahnya memerah karena geram dengan kelakuan Mitsuki.
"Anak jaman sekarang nggak punya tata krama, sudah tau bersalah, malah nggak merasa bersalah" gertak kakek tersebut dengan nada kesal.
"Kakek...aku nggak sengaja, jadi itu bukan salah ku" sahut Mitsuki lagi-lagi tanpa merasa bersalah.
"Oh iya, cincin ini aku ambil ya kek, pliss...buat Mitsuki ya?" Mitsuki merayu kakek tersebut agar mau memberikan cincin indah itu kepadanya.
"Kamu ini...sudah bersalah, nggak mau minta maaf, malah ngemis-ngemis minta cincin" sahut kakek yang masih merasa kesal.
"Ya udah, Mitsuki minta maaf, tapi...cincin ini buat Mitsuki ya?" memohon kepada kakek tersebut.
"Tidak boleh!" gertak sang kakek menolak memberikan cincin itu.
"Aduuuuh...kakek pelit deh" ujar Mitsuki yang merasa kesal.
"Cincin itu harus jatuh ke tangan yang tepat" ujar kakek sembari mengambil cincin itu dari tangan Mitsuki.
"Tapi, tapi kakek, pliss...aku menginginkan cincin itu, pliss...boleh ya kek, cincin itu buat aku?" ujar Mitsuki sembari memohon-mohon pada kakek.
Kakek yang melihat kelakuan Mitsuki, dirinya terdiam sambil berfikir. Lalu sang kakek menghela nafas, dan mau memberikan cincin tersebut kepada Mitsuki dengan syarat.
"Hmm...ini ambilah! Tapi dengan satu syarat, jangan pakai cincin ini di waktu kamu tidur" ujar sang kakek menjelaskan syaratnya.
"Akhirnya...kakek nggak jadi pelit" sahut Mitsuki merasa bahagia.
"Ingat sekali lagi! Jangan pakai cincin ini jika kamu tidur, kalau tidak kamu akan tahu akibatnya karena telah melanggar syarat" jelas sang kakek mengingatkan Mitsuki sekali lagi.
"Iya-iya kakek...Mitsuki pergi dulu" sahutnya sembari memakai cincin tersebut.
Sepulang sekolah...
Sore harinya setelah mitsuki makan bersama teman-temannya, dirinya masuk ke kamarnya, sembari merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.
Tak henti-hentinya Mitsuki memandangi cincin indahnya itu.
"Hmm...indahnya cincin ini, tapi kenapa ya kakek tadi memberikan syarat yang aneh?" Mitsuki yang merasa heran dengan cincin tersebut, ia pun berniat untuk melanggar syarat dari kakek tadi.
Baru saja memejamkan matanya, Mitsuki di panggil oleh ibunya, dan membuatnya kesal, dan rasa penasarannya itu semakin memuncak
karena dirinya berniat untuk melanggar syarat tetapi gagal.
"Ada apa sih bu?" ujar Mitsuki merasa kesal.
"Itu ada temanmu datang" ujar ibu Mitsuki.
"Hmm...iya" Mitsuki berjalan ke teras untuk menemui temannya itu.
"Ada apa Yuki? udah mau malam nih, tumben banget kesini" ujar Mitsuki merasa heran kepada Yuki.
"Emm...nggak apa-apa kok" melihat ke jari manis Mitsuki.
"Waaah...kau di lamar pacarmu ya?" ujar Yuki penasaran dengan cincin yang ada di jemari Mitsuki.
"Hussh...bicara apaan sih, ini itu cincin pemberian kakek tua yang nggak sengaja aku hantam tas tadi pagi" jelas Mitsuki menjelaskan tentang asal cincin itu didapatnya.
"Owh...bagus banget loh, aku baru pertama kali lihat cincin sebagus ini, pasti mahal nih kalau dijual" celetuk Yuki bercanda kepada Mitsuki.
"Ngada-ngada aja kamu ya Yuki, cincin ini sangat indah, dan aku suka...mana mungkin aku jual" sahut Mitsuki merasa geram dengan celetukan Yuki.
Sore berganti malam, Yuki pamit untuk pulang, dan Mitsuki pun masuk kekamarnya untuk beristirahat. Mitsuki lupa tidak melepas cincin tersebut, dan akhirnya cincin itu dipakainya sampai dirinya tertidur pulas.
Di dalam tidurnya, Mitsuki bermimpi di datangi sesosok wanita berjubah putih, dengan rambut panjang berantakan dan terurai hingga menyentuh lantai.
Sosok itu menangis terisak, Mitsuki yang penasaran, ia seperti berjalan menghampiri sosok putih berambut panjang itu.
"Mitsuki....Mitsuki...Mitsuki, kembalikan cincin miliku!" ujar sosok putih berambut panjang itu.
"Hah...siapa kamu? Aku tidak mengenal kamu" ujar Mitsuki merasa ketakutan setengah mati.
Sosok putih berambut panjang itu membalikan tubuhnya dan menunjukan wajahnya tepat di hadapan Mitsuki. Mitsuki merasa ketakutan yang sangat luar biasa, tubuhnya tidak bisa di gerakkan, Mitsuki ingin teriak pun tidak bisa.
"Mitsuki...kembalikan cincin punyaku!"
GGGRRRAAAAHHH
Sosok itu mencekik leher Mitsuki, sembari berkata:
"Aku Hosoya, pemilik cincin itu...jika kau menginginkan cincin itu, JANGAN DI PAKAI WAKTU KAMU TIDUR"
Terlambat...
Mitsuki yang tidak bisa bernafas karena dicekik oleh sosok tersebut, akhirnya Mitsuki tewas di waktu itu juga.
Pagi hari...
Ibu Mitsuki menemukan putrinya itu sudah tak bernyawa dengan keadaan yang mengenaskan. Di tambah ada bekas cengkraman tangan di bagian leher Mitsuki.
Berita duka itu pun menyebar luas dengan waktu yang singkat, ada yang menduga Mitsuki bunuh diri, Mitsuki di bunuh, dan tak sedikit pula yang menduga bahwa itu semua karena cincin misterius yang didapat Mitsuki waktu itu.
Berita itu menyebar di sekolah, tempat sekolah Mitsuki.
BERITA DUKA! MITSUKI SISWI KELAS 11-B MENINGGAL DUNIA KARENA SESAK NAFAS.
~Selesai~
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, jangan jadi pembaca gelap, cuma baca doang tapi gak kasih like...nulis juga gak gampang, jadi hargai penulis ya....Thanks All😊
Selamat membaca, mohon dimaklumin ya ceritanya😊