Dahulu sekolah ku terkenal akan lantunan piano nya yang memukau banyak orang , tapi karena suatu kejadian kami tak di perbolehkan lagi memainkan alat musik tersebut sampai sekarang.
Banyak rumor yang mengatakan bahwa apabila memainkan alat musik itu disekolah ini..maka tak akan bisa kembali lagi ke dunia nyata ....
Banyak orang orang yang secara tiba tiba menghilang setelah memainkan alat musik ini.
Dahulu aku tak percaya akan hal mistis dan hantu
tapi setelah mengalami semua ini aku percaya bahwa ada hantu di dunia ini
Aku , Aneska , dan Abila adalah teman dekat . kami mempunyai hobi yang sama . kami sama sama menyukai musik , menurut kami tak ada yang tak bisa kami lakukan saat bersama , kami merasa bahwa setiap alat musik bisa kami mainkan.
walau ada beberapa hobi yang bertentangan dengan kami itu tak jadi masalah bagi kami..
Aneska sendiri percaya bahwa ada hantu di dunia ini , sedang kan aku dan Abila tak percaya bahwa ada hantu di dunia ini..
beberapa hari yang lalu kami bermain tantangan dan saat hari ini giliran Aneska mengasih kami tantangan..
Aneska : Aku hanya ingin kita bermain piano di sekolah
aku dan Abila terkejut akan perkataan Aneska
Aku berkata kepada Aneska
(blank①....) berhantu bagi sekolah kita
Aneska hanya tertawa
dia hanya bilang " Kalian penakut sekali, kalian kan yang bilang kalau di dunia ini tak ada hantu "
Abila tiba tiba mengatakan " Baik , kita sama sama akan melakukan nya
aku terkejut melihat jawaban dari Abila , baru saja aku mau berbicara Abila sudah menutup mulut ku
kita lakukan besok ( jawab Abila )
baik siapa takut ( jawab Aneska )
aku hanya bisa pasrah dengan tingkah mereka
ke esokan hari nya kami sudah berkumpul
Aneska membawa 1 buah kamera untuk merekam semua nya
kebetulan hari ini adalah hari Minggu
para satpam juga tidak ada ..
suasana yang sepi menambah bulu kuduk merinding
Kami bertiga sudah sampai ke ruang musik
perlahan lahan Aneska membunyikan piano yang masih sedikit berdebu
Do...
terdengar hingga ke lantai bawah ..
(blank②.....) merinding
tiba tiba entah dari mana terdengar suara piano
Re ...
kami sontak terkejut
Tiba tiba saja dari bawah terdengar suara tengkorak " Krek..krke..tak"
tiba tiba di ruang musik bermunculan darah Di mana mana , tiba tiba ada seorang berjubah hitam
dia membawa sebuah pisau
dan langsung ingin membunuh kami
kami berlari lari menuruni tangga
sambil napas kami yang tak teratur lagi
"Hoss...hosss"
tiba tiba tangan ku seperti ada yang memegang nya ,saat aku menoleh betapa terkejutnya aku melihat sebuah wanita berambut panjang yang juga memakai pakaian dari sekolah kami
Tiba tiba terjadi guncangan dari bawah tanah
aku berlari mengikuti gadis tersebut
ke arah pintu keluar
betapa terkejutnya aku melihat ada banyak darah di pintu keluar
dalam pikiran ku
"Apa ini sebuah kolam ya "
ad banyak siswa yang menggunakan baju seragam yang sama seperti sekolah kami
tiba tiba dari alah belakang terdengar suara sepatu
" Tap..tap..tap.."
tiba tiba gadis itu menghilang
aku perlahan lahan menoleh ke arah belakang ku
dia seorang laki laki ,tapi yang aneh nya dia terlihat pucat ..dia hanya menunjuk kearah sebuah ruangan.aku penasaran ruangan apa itu ..
saat aku melihat lebih dekat .. aku melihat sebuah tulisan yang menunjukkan " Perpustakaan"
aku masuk ke dalam perpustakaan tersebut tampak sedikit sempit dan kotor
Re...
terdengar lagi suara piano itu
aku terkejut aku memandangi seluruh ruangan yang tadi nya sempit dan kotor sekarang sudah menjadi besar walau ada sedikit debu
tiba tiba aku terdengar suara wanita menangis
aku perlahan lahan.. menoleh ke belakang
ternyata itu adalah Aneska dia menangis
aku menepuk bahu nya dan dia langsung memeluk ku .. dia berkata dimana Abila
aku hanya menggeleng kan kepala ku
ayo sekarang kita cari Abila (jawab Aneska)
tunggu dulu dimana kamera mu ( tanya ku)
kamera ku bersama Abila ( jawab Aneska)
kamu berlari menuju ke arah pintu masuk
dan mulai mencari Abila
tiba tiba kaki ku tersenggol sesuatu
saat aku melihat itu sebuah mayat
Mata nya yang melotot membuat ku takut dan menjerit " Ahhhgggg"
saat aku menjerit kaki lagi lagi tersenggol sesuatu
aku melihat itu sebuah kamera dan kamera itu adalah milik Aneska
tiba tiba ada yang menepuk bahu ku
aku terkejut dan hampir saja mengacukan sebuah senjata ke Aneska ...
ooh Aneska ( kata ku )
Hem...aku sudah keliling dan tak menemukan dia ( ucap Aneska )
aku menemukan kamera mu Aneska tapi kenapa kamu terlihat pucat ? ( jawab ku )
ahg..tidak aku hanya belum makan aja ( jawan Aneska)
tiba tiba tangan ku tak sengaja menekan sesuatu di kamera dan yang membuat kami terkejut dimana sebuah rekaman yang menunjukan
(blank③....) dan bagaimana Abila tiada
kepala Abila yang tergantung dan banyak darah membuat
aku dan Aneska menjerit kami merasa bersalah tak bisa menjaga Abila
tiba tiba ada seorang gadis
dan ternyata gadis yang kutemui di tangga tadi
tiba tiba gadis itu tersenyum dan sembil mengeluarkan sebuah pisau yang di barengi nada
Re....
gadis tersebut menusuk bagian perut Aneska yang membuat darah nya bercucuran dimana mana
aku berteriak " Apa kau tak punya keluarga"
tiba tiba gadis itu meletakkan pisau itu
dan sebuah pintu muncul di depan kami
aku langsung saja berlari ke arah pintu tersebut sambil membawa Aneska yang masih kesakitan
saat aku membuka nya aku masih berasa di ruang musik tapi dimana Aneska tiba tiba tangan ku menggenggam sesuatu saat aku melihat mau aku menjerit melihat sebuah bola mata yang bertuliskan nama Aneska Abila
tiba tiba ada orang berseragam kebiruan yang menemui ku ternyata kami sudah hilang selama 1 Minggu padahal kami baru saja 1 hari pergi tapi bagi ku 1 hari di sana sama saja seperti neraka
aku merasa bersalah kepada Aneska dan abila
sampai sekarang misteri ini belum terpecahkan
dan masih merenggut nyawa setiap tahun nya
aku berharap bisa menghentikan semua Mystry
namun ku rasa belum takdir ku
~kata kunci dari ruang musik di sekolah ku ia lah keluarga ~
THE END