Menikah muda, itulah yang kini Rania alami saat usianya baru menginjak 20 tahun. Rania begitu cantik dengan riasan makeup dihari bahagianya ini. Semerbak wangi untaian bunga melati yang menggantung di kepalanya, membuat ciri khas dari sebuah pernikahan.
"Rania, ayok keluar. Calon suamimu sudah menunggu didepan," ucap ibu pada Rania.
"Iya bu," jawab Rania kemudian ia bangun dari duduknya dan berjalan perlahan menuju tempat acara.
Didalam tenda dengan dekorasi bernuansa dusty pink serta bunga mawar yang beragam warnanya pun telah terpajang rapih di pelaminan. Mata Rania tertuju dengan seorang laki-laki berkaca mata itu.
Ya, dialah yang akan menjadi suami Rania beberapa menit lagi. Mengabdi padanya seumur hidup Rania. Namanya Bagas Adisurya, laki-laki mapan diusianya menginjak 30 tahun.
Pernikahan Rania dan Bagas karena keinginan ibu Bagas yang sejak lama menginginkan Rania menjadi menantunya karena kesholehaan Rania.
Flashback on
Rania sedang mengikuti kajian di Masjid Istiqlal bersama kedua temannya. Tanpa sengaja Rania tertinggal oleh teman-temannya di tempat wudhu. Rania baru pertama kali datang ke Masjid ini. Tempatnya masyaAllah sangat indah dan menentramkan hati.
Rania pun bertemu dengan wanita paruh baya yang menghampirinya saat sedang kebingungan. Ponsel Rania juga mati, dan Rania bingung tidak tau jalan keluar dari Masjid yang sangat megah ini.
"Sedang mencari siapa nak?" tanya wanita itu.
Rania tersenyum, "saya sedang tertinggal teman-teman saya bu, dan saya baru pertama kali datang ke sini," jawab Rania lirih.
"Kenalin saya Dawiyah, namamu siapa nak? rumah kamu memangnya dimana nak?" ucap Dawiyah kemudian bertanya pada Rania.
"Nama saya Rania Hafsari bu, panggil saa Rania. Rumah saya di Cakung bu," jawab Rania.
"Kamu mau ikut kajian dengan ustadz Jefri kan?" tanya Dawiyah kembali.
"Benar bu," jawab Rania.
"Ayok, saya juga mau ikut kajian ustadz Jefri. Mungkin nanti bisa bertemu dengan teman-temanmu disana," ajak Dawiyah tersenyum sambil mengulurkan tangannya.
"Baik bu, terima kasih banyak," ucap Rania dan Dawiyah pun tersenyum.
Sesampai di tempat acara, benar saja disana sudah ada Fiska dan Yuan. Mata Rania langsung berbinar melihat kedua temannya itu.
"Ibu disana teman-teman saya, terima kasih banyak ya bu sekali lagi telah menolong saya," ucap Rania sambil mencium punggung tangan Dawiyah. Dawiyah pun merasa tersentuh hatinya.
Beberapa saat kemudian saat Rania akan pergi menghampiri Fiska dan Yuan. Seorang laki-laki pun datang menghampiri Dawiyah sambil mencium punggung tangannya.
"Assalamualaikum umi," ucap laki-laki itu.
"Waalaikumsalam, oh iya Bagas kenalin ini Rania teman baru umi disini," kata umi tersenyum merekah.
"Ada apa dengan umi? apa gadis ini telah menggambil hatinya umi? umi tampak bahagia sekali, selama ini udah sekian banyak wanita yang aku kenalin ke umi tidak pernah disambut dengan baik oleh umi seperti ini," ucap Bagas dalam hatinya.
Rania bersalaman dengan Bagas namun tidak saling bersentuhan.
"Rania,"
"Bagas,"
"Rania, semoga kita bisa bertemu kembali," ucap umi sambil memeluk Rania dan Rania pun begitu tersentuh dengan perlakuan umi.
Rania seperti merasakan kasih sayang yang sama seperti ibunya yang selama ini selalu ia dapatkan setiap hati. Kasih sayang ibu yang begitu tulus dan juga bahagia.
"Aamiin, semoga Allah selalu memberikan ibu kesehatan dan keselamatan dimanapun ibu berada. Terima kasih sekali lagi bu, assalamualaikum," ucap Rania tulus membuat Bagas memandangnya begitu lekat.
Rania pun pergi dari hadapan Dawiyah dan juga Bagas.
"Bagas, kamu cari tahu tentang Rania ya. Umi ingin kamu menikahinya," ucap umi tegas karena usia Bagas sudah menginjak kepala 3.
"Tapi kelihatannya ia masih terlalu muda umi, apa Rania mau menikah dengan Bagas yang sudah berkepala 3 ini?" tanya Bagas yang hampir putus asa.
"Itu sih tergantung caramu meluluhkan hatinya Bagas. Ingat perempuan itu paling mudah tersentuh. Berlakulah lembut padanya, jangan sekali-kali berlaku kasar padanya, mengerti?" jawab umi tegas.
"Baik umi," jawab Bagas sambil menganggukkan kepalanya pelan.
Mereka pun mengikuti kajian dengan hikmat.
2 bulan kemudian, Bagas sudah mengetahui semua informasi tentang Rania dari seorang informan yang sangat ia percayai. Malam itu Bagas datang bersama uminya sedangkan abinya sudah meninggal dunia sejak dirinya berusia 10 tahun karena sakit yang dideritanya.
Bagas mengkhitbah Rania, dan keluarga Rania menyambut baik kedatangan keluarga Bagas. Rania menerima khitbah dari Bagas. Walau Bagas tidak tahu kalau sejak pertemuan pertama Rania sudah mengagumi Bagas karena kelembutannya pada ibunya. Membuat Rania berdoa siang malam untuk memohon kepada Sang Maha Kuasa untuk berjodoh dengan seorang laki-laki yang lembut hatinya dan perlakuannya terhadap wanita terlebih ibunya sendiri.
Ternyata Allah menggariskannya berjodoh dengan Bagas. Sungguh Allah tidak pernah tidur dan Maha Melihat. Allah mudahkan segalanya hingga akhirnya kedua belah pihak keluarga menentukan tanggal pernikahan Bagas dan juga Rania.
Flashback off
Akad nikah berjalan dengan lancar, dan sekarang Rania sudah sah menjadi seorang istri dari Bagas. Ia berharap dirinya bisa menjadi seorang istri yang baik untuk bagas dan seorang ibu untuk anak-anak mereka kelak.
3 tahun pernikahan Rania dan Bagas, hari ini Rania baru saja melahirkan putri kembarnya yang bernama Ruby dan Suby. Anak-anaknya begitu menggemaskan sekali.
"Makasih ya sayang sudah memberiku keturunan yang cantik-cantik seperti bidadari, sekarang aku punya 3 bidadari dirumah," ucap Bagas terkekeh.
"Dan mas Bagas yang paling tampan di rumah," imbuh Rania dan keduanya pun tertawa.
Proses kelahiran kedua putri kembarnya pun masyaAllah sangat dilancarkan, Rania melahirkan secara normal dengan jarak waktu 5 menit. Bagas yang selalu menguatkan Rania, membuat Rania merasa memiliki kekuatan yang luar biasa saat proses melahirkan.
5 tahun kemudian, perusahaan milik Bagas sudah berkembang dengan pesat. Rasa cintanya pada Rania sama besarnya seperti rasa cintanya pada uminya.
Tepat di anniversary pernikahan Bagas dan Rania, Dawiyah menghembuskan nafas terakhirnya. Hati Rania maupun Bagas begitu hancur kehilangan sosok ibu yang begitu mereka cintai. Ibu yang selalu menyejukkan hati dan memberi nasihat tentang pernikahan.
Rania yang sedang hamil tua pun ikut mengantarkan Dawiyah ke tempat peristirahatannnya yang terakhir. Dengan langkah gontai, ia pun selalu memanjatkan doa supaya sang mertua yang seperti ibu kandungnya sendiri mendapatkan surga dariNya.
Beberapa minggu kemudian, tepat di hari ulang tahun alm. Dawiyah anak ke 3 Rania dan Bagas pun lahir kini Rania melahirkan putra kembar yang diberi nama Arrafy dan Arrasy. Rania dan Bagss begitu bahagia yang telah dikaruniai 2 pasang anak yang sungguh luar biasa.
Sungguh pernikahan yang sangat diidam-idamkan setiap pasangan. Dibalik sebuah pernikahan yang harmonis pasti selalu ada sebuah pertengakaran, tergantung dari masing-masing pasangan untuk menyelesaikan masalah dalam rumah tangga. Selalu libatkanlah Allah, seberat apapun masalah itu. Dan pasti akan ada titik terendah dalam rumah tangga, ujian demi ujian harus sabar, sabar dan ikhlas.
Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Carilah pasangan jika ia merasa bebannya begitu berat, larinya ke Allah bukan ke laki-laki ataupun perempuan lain.
Seperti sekilas kisah Rania dan Bagas, jika Allah sudah menetapkan dialah pasanganmu, maka derajatmu akan diangkat menjadi ratunya, yang selalu ia lindungi sekalipun dengan nyawanya.
Semoga menginspirasi ❣️
by Strawcakes