Sebut saja namaku Nisa umurku saat ini 28th,dan ini adalah kisah ku dari 10tahun lalu...
aku pernah bekerja di sebuah pabrik yang menjadi awal pertemuan dengan suamiku,tapi itu bukan kali pertama aku mencintainya,ya bahkan aku enggan bersapa dengannya,aku sangat membencinya...
hingga tahun berganti,dimana aku Sudah tidak bekerja lagi,ditengah kejenuhanku iseng_iseng aku ngacak No Hp yang nomornya selisih 1 angka dari nomor HPku,
tuut...tuut "Asalamualaikum Siapa ini?"sapa seorang pria diujung telepon sana,
"emmm mmm maaf mas salah sambung,sahutku dari sini"
,lalu dia menjawab"owh oke,gak papa mba,btw mba namanya siapa?"tanya dia lagi....
singkat cerita dialah Aris,pria religius & murah senyum yang dari dulu sangat aku benci & entah alasan apa aku begitu membencinya.
Hari pun berganti,lama kelamaan aku & Aris semakin akrab,bahkan Tidak ada lagi kebencian dibenakku,Lambat laun aku semakin dibuat kagum dengan kepribadian religiusnya.
Hari itu hari ke 60 aku kerja ditempat dia,kebetulan dia sekarang memegang salah satu cabang Swalayan yg dimiliki keluarganya.Tak terasa hari pun menjelang malam,setelah pembukuan selesai & semua karyawan pulang,dia mulai memberanikan diri mengungkapkan perasaannya
"Nis,kamu mau gak jadi pacarku?"
Deg....seketika jantungku berhenti,aku bingung....bagaimana aku menjawabnya,sedang disisi lain aku sudah punya seorang kekasih,meski hubungan kita lost kontak akhir-akhir ini karena terhalang restu orangtuaku...
"Nis,jawab aku"desak dia lagi,
akupun masih bingung untuk menjawabnya,aku takut menyakitinya karena jujur saja aku masih mengharapkan kekasihku meski terhalang restu orangtuaku.
"emmmm,kita jalani aja dulu ya mas,"sahutku kemudian.
lalu diapun menggenggam tanganku,"Baiklah kita jalani dulu,tapi kamu senyum dulu ya jangan kayak orang bingung gitu😊"
aku cuma bisa nyengir dengan seribu perasaan bingung di benakku.
Diapun ingin mengantarku pulang,tapi karena di kecamatan sebelah ada konser,aku merengek mengajaknya untuk menonton,meski sedari maghrib tadi dia sudah mengatakan bahwa perasaannya tidak karuan,dia takut akan terjadi hal hal yang buruk.,tapi aku menepis kata-katanya,
"udahlah mas mungkin itu perasaan mas aja,yuk otewe😋sambil aku bergelayut manja menggandeng tangannya.
Diapun dengan kesabarannya menuruti rengekanku.
Baru 15menit dia memacu kendaraan,tiba-tiba dari arah berlawanan muncul truck Fuso bermuatan benda berat penuh,melaju cepat & seketika oleng di depan kami.
muatanya pun jatuh berceceran menimbun kami & kendaraan kami,dari arah belakang kamipun berpuluh-puluh mobil & motor yang melaju dengan kencang seketika menabrak kami.
Detik itu aku sudah tidak bisa merasakan lagi apakah nyawaku masih bertahan di tubuh ku atau tidak,aku mengalami lumpuh & amnesia sementara akibat benturan keras di kepala ku yang menyebabkan 11 jahitan di kepalaku.
Dari cerita ibuku yg sejak saat itu mendapat kabar bahwa aku & mas Aris kecelakaan,
waktu itu aku langsung dilarikan ke RS terdekat,aku bertahan 10hari diruang ICU,dengan kondisi koma 48jam.Dan mas ardi dirawat diruang perawatan sebelah.dengan luka ringan di kepala & memar beberapa bagian tubuhnya.
Setelah dia sadar,dengan kondisi lemah,diapun berusaha menjengukku ke ruang ICU.diapun berusaha untuk membangunkan ku,tapi apa daya dengan kondisiku yang masih dibawah sadar,diapun pingsan & dibawa kembali ke ruang Perawatannya.
Waktu itu pukul 11 siang, dan aku sudah sadar dari koma,tapi ingatanku hilang semua,hanya satu nama yang aku ingat di benakku yaitu Aris,dengan masih diposisi dibawah sadar ku,mulutku selalu memanggil nama Aris,mungkin ini efek dari cidera kepala yang terlalu berat.
"aris....aris....aris....aris..."
aku selalu memanggil nama itu,hingga ibu & ayahku yg selalu dengan sabar merawat ku saja tidak aku kenali.
Hingga datang seseorang menjengukku,dialah Henry,Ia terperanjat seketika mendekat & mendapati posisiku dibawah sadar & selalu menyebut nama Aris.Dengan kecewa Henrypun berpamitan pulang.
Haripun berganti,
entah ini hari keberapa sejak aku dibawa pulang dari rumah sakit dengan kondisiku yg lumpuh & amnesia,mas aris dengan sabar & telaten menjengukku setiap hari & mengajari ku berjalan,berusaha memulihkan ingatanku yang selama ini hilang.
disisi lain dering ponselku selalu berbunyi dengan kontak yang bernamakan henry,akupun selalu merejectnya karena kurasa tidak mengenalnya.
hingga satu pesan masuk,bertuliskan "Nisa,bagaimana keadaanmu,kenapa setiap telpon ku ga pernah kamu angkat?ini aku henry pacar kamu?"....
aku tertegun bingung & pusing seketika membaca pesan itu,tapi aku benar-benar tidak mengingat siapa itu henry.
Suatu pagi mas Aris nengirim pesan,ia berpamitan untuk keluar negeri untuk panggilan kerja yang sempat ia lamar beberapa waktu lalu.
Hatiku seketika hancur,bagaimana mungkin aku berpisah dengan orang yang sangat aku sayangi saat ini,orang yang paling mengerti bagaimana keadaanku saat ini?....
akupun membalas pesannya "jangan pergi mas,aku takut kehilanganmu.kumohon"isi pesanku yang kukirim untuknya.
Sore harinya pun setelah kerja ia segera mengutarakan keinginan nya untuk pergi keluar negeri tapi ia ingin aku sabar menunggunya untuk kelak menikahi ku.Akan tetapi orangtuaku tidak setuju.pilihan pun dijatuhkan untuk mas aris,antara kehilangan ku atau segera menikahiku,mas arispun meminta waktu untuk berfikir,setelah beberapa hari diapun membawa orangtuanya untuk melamarku,setelah selang 8 bulan akhirnya hari pernikahan ku pun tiba.
Dengan kondisi yang belum stabil & masih amnesia sebagian karena belum banyak yang aku ingat tentang hidup ku,pernikahan tetap berlangsung dengan mas aris memilih membatalkan rencananya untuk keluar negeri.
Hari itu genap 8bulan pernikahanku,mas aris sudah resmi menjadi suamiku,kehidupan kami bahagia,karena suamiku penyabar,religius,humoris & pekerja keras,tapi itu tidak berlangsung lama....
suatu ketika aku yang sedang diajak suamiku untuk melatih pencak silat,aku duduk dipinggir lapangan dengan main HP seorang diri,tiba tiba aku mendongak tatkala aku mendengar suara lelaki yang tidak asing ditelingaku,tatapanku seketika terpaku pada wajah itu,wajah putih hidung mancung dengan gigi gingsul yang menambah tampan wajahnya."Henry?"gumanku dalam hati,& seketika itu kepala ku pun terasa seperti dihantam batu besar,pusing & sangat pusing.tapi aku tetap menjaga keseimbangan agar tidak pingsan,entah kenapa ingatanku tentang Henry pulih saat itu juga.
"Hey,Nisa....?"sapa pria tampan itu diseberang jalan,dengan wajah nambak bahagia ia mendekati ku.singkat cerita kita pun saling menanyakan kabar & akupun menjelaskan tentang posisiku saat ini yang sudah menikah,dengan terperanjat diapun menunjukkan ekspresi kecewa mendengar ceritaku,Hingga belum selesai kita saling menceritakan keadaan masing-masing,suamiku datang dengan wajah yang cemburu dia menarik ku & mengajakku pulang.
Hari pun berganti,Henry mengirim sebuah pesan untukku,dia memohonku untuk menemuinya sore ini,akupun merasa tidak pantas lagi bertemu dengan lelaki lain karena aku sudah istri orang,langsung menghapus pesan itu tanpa membalasnya.nomornya pun akhirnya aku blokir & aku ganti nomor.
hingga suatu siang,tampak mobil honda jazz putih parkir diseberang jalan di depan tokoku,lama sekali mobil itu diam disitu,ya aku kira orang parkir biasa....selang beberapa menit telpon ku berbunyi dengan nomor yang tidak dikenal,aku coba mengangkat dengan sapaan khas toko online ku
"Halo Nisa Olshop selamat siang,Ada yang bisa kami bantu?"
"hey nis,aku henry yang tadi parkir di depan tokomu,aku sengaja nyatet nomor marketing kamu biar bisa hubungin kamu,plis nis untuk kali ini temui aku untuk terakhir kali"sahut pria dari ujung telepon sana yang ternyata itu henry.
Dengan bimbang akhirnya aku menemui henry & menjelaskan kenapa aku menikah secepat ini,semua karena permintaan orangtuaku ditengah keadaanku yang amnesia.
Henry masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia telah benar-benar kehilangan kesempatan untuk bisa bersamaku.Henry masih terus saja setiap hari menerorku bahwa aku telah tega meninggalkannya tanpa sepatah kata putus.
Dengan seribu penyesalan & kebingungan aku menjalani hari-hariku dengan mas aris dengan seribu Perasaan bingung menyesal & tidak tahu harus bagaimana.
Bertahun-tahun sudah aku hidup dalam penyesalan,akan tetapi lambat laun kenyataan menyadarkan ku,kelembutan,kesabaran hati suamiku perlahan membuat aku luluh dan tulus mencintainya hingga tak ada lagi sedikit ingatanku tentang henry yang tersisa,aku benar-benar hidup bahagia dengan suamiku.Hingga suatu ketika,tiba-tiba ibu mertua yang sedari dulu selalu mendukung hubungan kita,tiba-tiba menyampaikan kekecewaanya karenaku,meski seorang ibu mertua tapi aku dekat sekali dengannya,aku menganggapnya seperti ibuku sendiri,hingga kata-kata beliau yang ingin aku berpisah dari mas aris menjadi pukulan keras di hidup ku,berbulan-bulan aku selalu mencerna apa maksud kata-kata itu,setelah beberapa waktu aku memberanikan diri menanyakan apa yang sebenarnya terjadi....
ternyata ada kesalahpahaman yang terjadi,ya semua salahku....waktu itu aku pernah menulis di media sosial tentang penyesalan ku kehilangan henry,hingga adik iparku menemukan tulisan itu....
akupun menjelaskan tentang kesalahpahaman ini,"ini yang terakhir nis,kamu berbuat seperti ini,seandainya terjadi lagi ibu tidak akan memaafkanmu"....itu kata-kata terakhir ibu mertuaku yang selalu ku ingat hingga saat ini,
aku tidak pernah menyangka jika itu terakhir kali juga ibu bersamaku,Semoga engkau Tenang di surga ibu....
aku berjanji aku tidak akan menyia-nyiakan anakmu,akan kucintai sepenuh hati & jiwaku.
Dan sejak saat itu,aku selalu berusaha menjadi istri yang baik untuk suamiku,demi janji kepada orangtua & ibu mertuaku yang telah tiada,aku tulus mencintaimu suamiku,tanpa ada paksaan,tanpa ada keharusan yang mengikatku....