cerita ini kudapatkan dari pamanku, pamanku menceritakan tentang insiden yg menimpa tetangganya dulu.
yah seperti yang aku bilang tadi orang yg mengalami hal ini adalah tetangga pamanku yg kita sebut aja dia sebagai "heri".
heri adalah pemuda gagah yg bekerja sebagai guru di salah satu sekolah menengah atas didesa itu,
karena jarak yg lumayan jauh, heri memutuskan untuk mengontrak didesa itu, yg mana letak kontrakannya bersebelahan dengan rumah pamanku, karena seumuran heri dan pamanku jadi cepat akrab dan jadi teman curhat.
heri sering sekali curhat kepamanku tentang apa saja yg ia alami, mereka biasanya nongkrong diwarung depan,
sampai suatu hari heri yg menceritakan soal salah satu siswinya yg pendiam tapi sangat cantik,
heri mengatakan kalau gadis itu wanita paling cantik yg pernah ia liat, pamanku membalas ucapan heri dengan ejekan, pamanku bilang kalau gadis cantik itu cuma bayangannya heri aja, dan kalaupun ada gadis itu gabakal mau sama heri, heri yg kesal mendengar ejekan pamanku mengatakan kalau ia bakal ngebuktiin keheri kalau ia bakal ngebuktiin kalau gadis itu bener ada, dan juga ia bakalan buat gadis itu jatuh cinta pada dia, setelah mengatakan itu heri pergi, pamanku tak menganggap kata2 heri itu serius dan juga tidak tau kalau heri beneran marah karena emang jam segitu heri biasanya udah balik kekosan nya.
hari berganti hari dan gaada yg aneh selain heri yg udah jarang nongkrong diwarung depan, temen temen tongkrongannya bilang kalau mereka sering liat heri dikampung sebelah,
esoknya waktu pamanku baru mau kewarung depan dia ngeliat heri nongkrong diwarung depan bareng cewe, karena rasanya kaga enak paman balik lagi kerumah,
besoknya lagi paman kewarung lagi tuh buat nanyain kepemilik warung soal heri, ia bilang kalau heri kemaren datang kewarung bareng gadis cakep, anak pemilik warung yg kebetulan kemaren ada disitu bilang kalau gadis yg jalan ama heri itu satu sekolah ama dia, orang kampung sebelah yg namanya sasa,
dari sini pamanku baru sadar kalau selama ini heri serius, pamanku langsung merinding dan punya firasat buruk soal heri ini,
3 hari setelahnya, pamanku ketemu sama heri yg baru balik dari kampung sebelah, pamanku lalu nanya soal wanita yg pernah heri bawa kewarung depan,
disitu heri cerita kalau gadis itu ialah muridnya yg bernama sasa gadis polos kampung sebelah yg pendiam, heri bilang kalau sasa selalu sendirian ibunya pergi ninggalin dia sedangkan ayahnya selalu sibuk kerja, ya singkatnya broken home lah.
lalu tiba2 heri ganti topik ke murid murid disekolahnya yg cantik2, dari sini paman udah mulai ngeri sama si heri ini, heri bilang kalau ia udah bosan sama sasa dan pengen ngedapetin cewe lain lagi, disini pamanku bilang keheri kalau yg dilakukan heri ini salah, heri yg gak terima pergi ninggalin pamanku.
hari berlalu dan paman denger dari si andi anak pemilik warung kalau si heri bawa cewe lain lagi dan entah kenapa dia punya firasat buruk soal heri ini pamanku lalu nyeritain keorang orang yg ada disitu soal apa saja yg ia dengar dari heri semua nya merinding ngeri memikirkan timbal balik yg bakal diterima heri atas perlakuannya yg menyimpang.
1 minggu setelahnya terdengar kabar kalau ada gadis yg gantung diri di kampung sebrang, pamanku yg waktu itu lagi nongkrong langsung berangkat kekampung sebelah sama andi (biasalah ya orang indo suka ngerumunin tempat tkp).
sesampainya disana si andi ini kaget saat tau kalau yg gantung diri itu sasa, serentak mereka berdua merinding dan orang yg ada dipikiran mereka saat itu adalah heri, di tkp polisi menemukan sebuah kertas yg diduga ditulis oleh sasa tulisan yg ada di kertas itu berbunyi,
"tepati janji yg kita buat".
orang orang mulai mencurigI heri walaupun begitu heri tidak bisa dijadikan tersangka, heri bahkan berkata kalau ia tidak ada hubungannya dengan kematian sasa, ia mengatakan kalau ia malahan membantu sasa, kasus itu ditutup karena tak ada saksi dan bukti yg ada cuma secarik kertas.
5 hari setelahnya, andi mengatakan kepada paman kalau ia melihat heri jadi aneh, ia linglung dan tidak fokus, ia mengira kalau heri dihantui rasa bersalah atas kematian sasa.
semakin hari tingkah heri semakin aneh ia bahkan sudah 3 hari tidak keluar dari kamarnya, andi dan pamanku yg merasa khawatir lalu pergi kekostan heri untuk menjenguknya, disan mereka melihat keadaan heri yg mulai tidak waras tubuhnya memang sehat tapi mentalnya terganggu, ketika ditanyakan apa yg terjadi dengannya heri menceritakan kalau sasa terus terusan menghantuinya, heri mengatakan kalau ia telah beehubungan dengan sasa dan berjanji akan selalu bersamanya bahkan berjanji sehidup semati bersamanya.
mendengar hal itu andi yg masih kelas 2 sma kala itu tak bisa menahan amarahnya, ia memarahi bahkan hampir memukul heri, untungnya pamanku melerai dan membawa pergi andi dari sana,
7 hari setelah itu nampak orang2 dari sekolah datang bersama dengan andi, pamanku bertanya kepada andi , andi menjawab kalau pihak sekolah ingin menjenguk heri yg sudah lama tak datang kesekolah dengan alasan sakit,
mereka lalu meminta andi untuk menunjukan jalan kesana, andi pun lalu menunjukan jalan kekostan heri paman ku yg penasaran juga ikut dibelakng mereka,
sudah tak terhitung ketukan telah dilayangkan kepintu kayu itu, tapi tak ada sahutan sama sekali dari dalam, seorang guru bertanya pada andi apa benar kalau heri ada disini, andi mengatakan kalau heri selalu memesan makanan dan tidak pernah terlihat keluar dari kamarnya sejak seminggu yg lalu, mereka yg khawatir lalu mendobrak paksa pintu itu,
setelah pintu berhasil terbuka, kulihat jasad heri yg sudah tergantung tanpa busana seolah memperlihatkan banyak bekas cakaran ditubuhnya,
semua langsung memalingkan kepalanya, guru2 perempuan bahkan menangis histeris ketika melihat guru yg selalu tersenyum itu mengakhiri hidupnya,
kamar itu penuh dengan sampah dan rambut rambut yg tercabut, andi yg menangis melihat jasad heri itu mengambil secarik kertas dan memberikannya kepada pamanku, dilihat tinta yg masih basah diatasnya yg bertuliskan
"akan kutepati janjiku".
selesai
terlepas dari apakah heri benar benar diteror oleh sasa atau rasa bersalahnya kepada sasa lah yg membuat dia berhalusinasi, yg jelas jangan jadikan janji sebagai senjata andalan untuk merayu.