Seorang gadis yang berusia 20 tahun bernama Lastri, salah satu karyawan pabrik yang tewas mengenaskan akibat kecelakaan tabrakan mobil kontainer. Saat itu seperti rutinitasnya setiap pagi, dia berangkat kerja dengan mengendarai sepeda motornya. Pagi itu entah kenapa Orang tua Lastri tiba-tiba merasa tak enak hati, dia seperti berat melepaskan putrinya itu untuk berangkat kerja padahal sudah kebiasaan Lastri setiap pagi berangkat kerja dan pulang saat hari sudah gelap.
Beberapa menit perjalanan dari rumah semua tampak normal saja, namun saat beberapa meter lagi akan sampai di lokasi pabrik tempat bekerja, tiba-tiba motornya Lastri mengalami bocor ban yang menyebabkan motornya Oleng, Lastri kesulitan mengimbangi motornya dan Di saat yang bersamaan dari arah berlawanan ada sebuah Mobil Kontainer melaju kencang yang tengah di kendarai Si supir yang mengantuk dan...
Braak....!!!
Mobil kontainer itu menabrak motor Lastri hingga Lastri masuk kedalam kolong mobil kontainer dan terseret beberapa meter dari tempat tabrakan itu tak hanya motor Lastri yang di tabrak, banyak kendaraan lain yang kena tabrakan Kontainer itu, dan Kontainer itu berhenti karena ada yang mengganjal di antar kedua Ban mobil di sebelah kirinya. Seketika jalanan pun menjadi kotor oleh ceceran Darah di mana-mana. Si supir kontainer itu pun turun dari mobilnya karena shock. Di saat yang bersamaan juga semua orang berbondong-bondong mengerumuni mobil Kontainer itu.
Mereka pun membantu mengeluarkan motor milik Lastri yang sedari tadi terseret cukup Jauh oleh Kontainer itu.
"Bang Di mana cewek itu?" Teriak salah seorang Saksi Mata yang melihat di tabraknya Lastri.
"Iya kemana iya, kok enggak ada iya?" Ucap mereka kebingungan.
Lalu semua orang pun mencari keberadaan Lastri, karena mereka melihat ada banyak darah berceceran di Jalan hingga di kolong Kontainer itu. Setelah di telusuri hingga ke kolong Kontainer itu, tiba-tiba salah seorang yang masuk ke kolong kontainer dia melihat (blank¹....) Seketika Orang itu teriak Histeris.
"Aaaa... tolong pak." Teriak pemuda yang berada di kolong kontainer itu.
" Ada apa Mas?" Tanya salah seorang bapak-bapak.
"Tolong minta Dongkrak mobil ini sama supirnya." Ucap pemuda itu.
Si bapak itu merasa heran kenapa dia meminta Dongkrak mobil, tapi tak banyak bertanya lagi dia pun meminta Dongkrak itu. Setelah mendapat Dongkraknya, Pemuda bertubuh kekar itu membongkar Ban Mobil sebelah kiri, dengan tenaganya yang besar akhirnya Ban Mobil itu terlepas dan betapa terkejutnya semua Orang di sana saat mereka melihat tubuh Lasti yang (blank²...) . Jenazah Lastri sudah tak utuh ada banyak bagian tubuh yang hilang, dan yang lebih parah di bagian kepalanya sudah hancur dan gepeng.
"Astaghfirullah!"Teriak semua orang yang ada disana.
Di saat yang bersamaan pihak polisi pun datang bersama mobil patrolinya dan beberapa anggota Tim Sar. Semua orang ikut membantu polisi dan Tim Sar memunguti bagian Organ tubuh Lastri mulai dari Bagian isi perut sampai bagian anggota tubuh lainnya dan membawanya ke ruamah orang tuanya. Semua Orang-orang yang melihat di sana menangis Histeris dengan tragedi kecelakaan ini begitu juga teman dekatnya Lastri dan seketika Jalanan pun macet sama sekali tak bergerak karena padatnya kendaraan di jalan itu.
Semua Pihak perusahaan pabrik pun ikut mengantarkan Jenazahnya Lastri ke kediaman orang tuanya. Seketika rumah Lastri pun banjir Air mata saat melihat Jenazah Lastri yang sudah tak utuh.
"Arrgghhh Lastri!" Teriak ibu Lastri Histeris.
"Yang sabar ya ibu." Ucap Bu Ira, Seorang kepala personalia di pabrik tempat Lastri bekerja.
"Hiks..hiks.. Pak putri kita pak hiks..hiks.." Ujar Ibunya lagi sambil terus menangis histeris.
"Lastri ya allah Nak malang sekali nasibmu hiks..hiks.."Kata Bapak Lastri yang ikut menangis juga.
Semua Anggota keluarga pun sangat berduka cita atas kepergiannya Lastri yang mengenaskan itu, Sang ibu yang dari tadi teriak menangis histeris akhirnya dia terjatuh pingsan karena tak kuasa melihat kenyataan anaknya yang meninggal secara mengenaskan.
Semua kerabat dekat dan panitia mesjid di kampungnya pun mengurusi Jenazah Lastri seperti biasanya Hingga prosesi pemakaman. Dari pihak Pabrik pun saat itu memberikan Tunjangan Finansial kecelakaan sebesar 200 jt bentuk dari tanggung jawab perusahaan pabrik itu.
Hari pertama setelah meninggalnya Lastri, kejadian aneh pun di mulai. Kejadian di alami oleh teman-teman kerjanya di pabrik. Saat itu teman sepekerjaan Lastri melihat mesin Jahit yang biasa di gunakan Almarhum bergerak sendiri, dan layaknya Aktivitas biasa mesin itu menjahit bahan yang ada di sana. Semua orang di sana sangat ketakutan dan melapor pada atasan mereka.
"Pak, mesin Jahit bekas Almarhum Lastri hidup sendiri pak, kami semua ketakutan." Ucap Si Supervisor nya Lastri.
"Ah jangan ngada-ngada kamu, mana ada setan siang-siang begini." Jawab Pak Anto, seorang kepala produksi.
"Iya Pak kami semua melihatnya."
"Sudah lah kembali lagi bekerja, enggak ada setan di sini." Ketus Pak Anto saat itu, karena Arya sang supervisor merasa mengganggunya.
Hari demi hari teror mesin jahit itu terus menghantui mereka yang bekerja di sana. Di saat yang bersamaan Sosok yang menyerupai Lastri pun meneror tetangganya dan keluarga Lastri. Semua warga di kampung yang mengalami Terornya merasa resah di buatnya.
Hingga pada suatu hari Pak Anto selaku kepala produksi. Turun ke lapangan untuk melihat kondisi di sana, karena sering mendapat laporan bahwa mesin Jahit bekas Almarhum Lastri sering menyala sendiri dan bekerja sendiri layaknya seperti ada Aktivitas orang di sana, sehingga kualitas produksi pabrik menurun karena ulah mesin kosong itu. Pak Anto yang kebetulan melihat mesin itu bergerak sendiri dan menjahit bahan itu terkejut. Di saat itu juga, Pak Anto memanggil para mekanik mesin untuk memindahkannya ke gudang kosong.
"Mekanik." Teriaknya.
"Iya Pak." Jawab mekanik Ali.
"Ali tolong ajak temanmu mengangkat mesin ini. bawa ke gudang belakang pabrik. Nanti biar saya dan Bu Ira yang bicara pada Big Bos ayo cepat."Perintah Pak Anto saat itu.
Ali dan kedua teman mekaniknya mengangkat mesin bekas Lastri itu ke gudang kosong. Lalu Pak Anto pun menemui Bu Ira untuk melaporkan kejadian itu. Setelah mereka bertemu Bu Ira pun rupanya sudah mengetahuinya, dan mereka berdua sepakat untuk melapor pada Big Bos. Dan Akhirnya langkah selanjutnya mereka memanggil Pak Kyai yang ada di daerah itu, Karena sering ada laporan bahwa Sosok yang menyerupa Lastri masih suka berkeliaran. Si Pak Kyai itu pun membersihkan tempat itu dari Sosok Lastri yang selalu mengganggu orang-orang terkecuali Para penghuni di pabrik itu dia tidak bisa mengusirnya dan memang itu tempatnya mereka.
Di hari yang sama desas-desus Teror hantu Lastri di kampungnya kini semakin menyebar ke seluruh Desa dan sampai ke telinga RT setempat. Semua para warga dan Pak Rt. pun menemui Keluarga Almarhum.
"Assalamualaikum Pak." Ucap ketua Rt itu.
"Waalaikum salam, Ada apa iya bapak dan Warga ramai-ramai datang kemari?" Tanya bapaknya Lastri kebingungan.
"Maaf sebelumnya Pak, saya sering mendapat laporan bahwa Warga sering di Teror oleh Sosok yang menyerupai almarhum putri Pak Burhan"
"Iya Pak, kami juga sekeluarga sering mengalami Teror itu. Kami semua mulai merasa resah Pak. Sekarang saya pasrahkan semua sama Pak RT saja, apa yang ingin di tindak lanjuti."
"Baik pak Burhan saya akan menanganinya apabila bapak memgijinkannya."
"Iya pak silahkan." Jawab Pak Burhan Pasrah.
Karena Pak Burhan sudah menyerah dengan usahanya, sudah beberapa kali dia meminta Ustadz untuk mengusir Sosok itu, tetapi hasilnya tetap sama, Sosok itu terus menerornya. Pak Rt pun memanggil Kyai yang tak lain Kyai itu yang pernah membantu Pak Anto mengusir Sosok Lastri di pabrik.
Pak Kyai itu sebut saja namanya Kyai Mansyur Gustaf. Pak Kyai tersebut menanyakan pada Warga kapan setiap kali Sosok tersebut selalu datang menerornya.
"Bapak-bapak ibu-ibu, Jika saya boleh tahu biasanya Jam berapa Sosok itu suka meneror?" Tanya Pak Kyai Mansyur.
"Setiap habis jam 9 malam pak, semenjak teror itu kami semua Warga tidak ada yang berani keluar rumah setelah Jam 9 malam." Jawab salah satu warga di sana.
Pak Kyai itu mengangguk, Lalu dia mengatakan bahwa beliau akan kembali lagi nanti saat waktu Ba'da Isya. Dan kini sudah tiba di waktunya, Pak Kyai Mansyur itu menunggu kehadiran sosok Lastri di rumah keluarganya, dan meminta para Warga agar tidak mengurung diri di dalam rumahnya, Karena Pak Kyai mengatakan biasaya Teror itu datang apabail si Almarhum punya kesalahan atau Dosa semasa hidupnya yang belum di tuntaskannya dan semua para warga pun menyetujuinya.
Teng..Teng...!
kini sudah Jam 9 malam, Suara ketukan pintu dari sosok yang menyerupai Lastri itu datang. Dengan suara Lirihnya dia berkata.
"Tolong... Tolong aku... tok tok." Ucapnya sambil kembali mengetuk pintu rumah pak Burhan.
Seketika suasana jadi menakutkan, Anggota kekuarga Pak Burhan pun terlihat ketakutan. Pak Kyai Mansyur itu membuka pintunya dan menemui Sosok yang menyerupai Lastri itu.
"Wahai Jin yang menyerupai, Mau apa kamu datang kemari?" Tanya si Pak Kyai itu.
"Kau lagi rupanya, Kenapa kau menggangguku." Jawab si sosok itu.
"Bukan saya yang mengganggu tapi kamu. Apa mau kamu?"
Seketika Pak Kyai tersebut terkejut saat Sosok yang menyerupai Lastri itu menampakkan Wujud Aslinya. Wujud yang sudah tak utuh dengan kepala yang hancur gepeng, tangan patah, dan isi perut yang keluar, karena (Blank³....)Ban mobil saat tragedi kecelakaan waktu itu. Semua para warga dan kerabatnya ikut jetakutan melihat perwujudan Asli dari Sosok Lastri itu
"Apa mau kamu? alammu sudah berbeda Lastri." Ucap Pak kyai pada Sosok Lastri.
"Aku hanya ingin minta tolong, tolong carikan organ tubuh ku yang hilang, kalian belum mengembalikannya pada tempatnya dan tolong bersihkan juga tempat bekas pemandianku."Kata si sosok itu.
"Baik saya akan menolong mu, tapi di mana kami harus mencari organ tubuh itu?" Tanya Pak kyai.
"Temukan Organ tubuhku di tempat kejadian."
Tak lama kemudian Sosok itu pun menghilang, dan ke esokkan paginya, Pak Kyai meminta Warga yang kemarin sempat mengurus Jenazahnya untuk membersihkan tempat bekas memandikan jenazah dengan air yang sudah di beri do'a, dan keluarga Pak Burhan pun menghubungi polisi dan Tim Sar yang kemarin membawa Jenazahnya Lastri. Dan usut punya Usut, ternyata Di kantong Jenazah bekas jenazahnya Lastri, ada segumpal Otak manusia dan satu buah bola mata, yang nampaknya sudah mulai membusuk dan mengeluarkan bau menyengat. Pak Kyai Mansyur pun memasukkannya dalam plastik, kemudian beliau pergi ke TKP waktu itu, ternyata ada satu jari yang kelihatanya itu Jari kelingking Almarhum, Pak kyai pun mengumpulkannya dan dia menyirami tempat itu dengan Air Do'a. Lalu Pak kyai beserta warga, menggali kembali makamnya Lastri untuk memasukkan Organ tubuh yang mereka temui dan menyatukannya dengan anggota tubuh lain. Setelah kejadian itu Teror hantu Lastri pun sudah tidak ada lagi, Kini kehidupan warga kampung kembali normal. Namun di malam itu, Bapaknya Lastri bermimpi bertemu dengan anaknya.
"PAK KIRIM DO'A SELALU IYA BUAT LASTRI."
Pak burhan pun terbangun karena mimpi itu.
~ SELESAI~