Segala yang kau ucap bohong
Kau lakukan omong kosong
Tak perlu lagi percaya
Kau hanya pura-pura
Kita diujung perpisahan
Namun selalu kurindukan
Kau luka yang ku rindu. .
Lagu galau mengalun merdu di sebuah kamar yang ditempati oleh seprang pria, ,
Sroooott. . . .🤧🤧
"Huhuhu. . . Kenapa kamu tega padaku Nina? Kamu memutuskan ikatan cinta kita yang baru saja terjalin indah, kuncup yang baru saja bermekaran kau pupus begitu saja. ."
"Huaaa huaaaaaa😭😭😭😭😭. ."
Tangisannya semakin keras terdengar hingga ke pelosok negri. Maksudnya pelosok kolong tempat tidur . . Ealah, kagak bener-bener lu ngomong Thorr!!
Maklumilah, Author lagi galau tingkat merana😢.
Next!
"Lo kenapa sih Mbel, berisik bet dah suara luh.. Noh Ibu Kos keganggu!" Seru Katrok pada Gembel.
"Biarin, biar semua manusia tau gue lagi syedihh dan merana! Hahhhahahahhhhaa😢😢"
Katrok menjitak ubun-ubun Gembel "Ibu Kos lagi makan Mbell!!, Malah lu nguras ingus aja suaranya sampe meja makan, bikin nafsu makan ilang aja!"
"Lagian, ada apa sih lo? Kayak orang lagi putus cinta aja, lebay!!" Lanjutnya
"Emang!"
Srrruuuuupppphh. .
Kali ini Gembel menyedot kembali ingusnya yang hendak keluar.
"Ah jijay abis gue ama lu! Punya temen atu aja gini amat dah!" Katrok meringis jijik, menutup hidung dengan menaikkan kerah kaos yang dipakainya.
"Heh, sejak kapan lu punya cewek, tau-tau udah pitus aja luh!" Heran Katrok.
"Sejak duapuluh menit yang lalu, dan di menit ke duapuluh satu dia mutusin gue trooooookkkkk! Huaaaaaaaaaa😭😭😭😭, sedih bet gueee"
"Hwahahahhahahahaahhahahahahahahhahahah🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣!!!! Gokil, gokil banget kisah cinta luh!!!"
"Temen lucknut luh Trok! Temen lagi sedih gini lo malah bahagia di atas penderitaan gue!" Melemparkan tisyu bekas ingusnya pada Katrok.
"Woyyyy!!!! Warass brooo... Jijikss banget gue!"
"Syukurin lo!" Ucap Gembel kala melihat tisyu yang dileparnya tepat mengenai pipi Katrok, sedikit lagi masuk mulut dah tuh. Huex gue bayanginnya.
Katrok hendak menuju kamar mandi untuk mencucu muka, tapi tiba-tiba . . .
"Huhuhuhuuu,, , ,"
"Hihihihihihiiii . . ."
Terdengar seperti ada suara seseorang menangis dari arah luar.
"Mbel! Lo denger gak tuh?!"
"Kagak!!" Jawabnya judes, karena masih sangat jengkel dengan Katrok yang tak mengerti akan penderitaannya.
"Gue serius GEMMBELLL!!!" Teriak katok.
"Apasih lu Trok! Nggak bisa ngebiarin gue galau bentar aja apa!" Kesal, tapi beranjak juga dari tidurannya.
"Lo dengerin baek-baek deh!" Memasang kuping
"Hi hi hi h i hi hiiiiiii. . . . ." Kembali terdengar suara tangisan memilukan.
"I itu suara apa Trok?" Tanya Gembel merinding, bulu kuduknya meremang.
"Gue juga nggak tau Mbell. Apa kita cek aja? Siapa tau cewek lagi sedih juga kayak lu!"
"Lah iya kalau cewek. Kalau kuntilanak gimana?"
"Kuntilanak 'kan juga cewek Mbel.! Cocok sama lu yang lagi putus cinta. Kalian bisa tuh pol in lop" ujar Katrok sambil menyatukan kedua jari tangannya yang menguncup.
"Wahhh. . . . Kira-kira dong Trok kalau ngomong! Jangan sembarangan! Gue takut nih. ."
"Yaudah, makanya sekarang kita cek aja kebenarannya."
Gembel bergeming ditempat. Katrok sefera menarik tangannya dan menyeretnya.
"Gu gue takut Trook. . !"
"Terus lu mau semaleman ngedengerin suara tangisannya yang menyayat hati itu?! Kalo gue sih oggah!!"
Mereka berjalan menuju belakang kamar kos mereka, disana terdapat pohon jambu air yang besar. Semakin mereka mendekat pada pohon itu, semakin terdwngar jelas pula suara tangisan itu.
Huu uuu uuuu uuu uuu . . .
Hu u u u uu u u u u. . . .
"Trok! Kita balik aja yuk. . Gue makin merinding nih!"
"Haisshh. . ! Merinding sih merinding, tapi jangan meluk-meluk gue juga kalik. Gue masih normal!!"
Tinggal tersisa jarak beberapa meter saja dari pohon tersebut, mulai terlihat sepasang kaki menggelantung diranting pohon jambu air itu.
"Trook. . !! Gembel menarik kaos yang dipakai oleh Katrok dengan lumayan kencang hingga Katrok hampir terjengkang dibuatnya.
"Ajegile lu Mbell.!! Lu depan!!" Teriak Katrok jengkel.
"It. . Itu kaki si siapa Troookk???" Ucap Gembel dengan suara bergetar ketakutan.
Dengan berjalan pelan dan hati-hati juga ada sedikit rasa merinding pada diri Katrok, ia memberanikan diri untuk menghampiri sosok kaki itu. Mulai terlihat kaki putih sampai pada betisnya yang mulus, tubuh berbalut terusan babydoll bergambar hellokitty dan rambut panjang terurai menutupi seluruh wajahnya.
Katrok tak yakin jika itu adalah hantu, tapi tak yakin juga kalau itu adalah manusia. Dengan segenap keberanian yang tersisa, Katrok bertanya pada sosok wanita tersebut.
"Ha hay. . Boleh kenalan nggak?" Katrok segera menampar mulutnya pelan menyadari kalimat yang keluar dari mulutnya.
Mendengar pertanyaan dari katrok yang terdenvar nyeleneh sosok itunmenghentikan tangisannya.
"Begok!" Batinnya.
"Eh, maksud gue lo siapa? Kenapa malem-malem gini manjat pohon? Pake nangis lagi."
"Huaaaaaaa. ."
Sosok tersebut kembali menangis tapindengan suara yang berbeda.
"Lhah?! Kenapa nangisnya jadi kayak si Vembel sih? Fix. Bukan setan ini sih, cuma setan jadi-jadian." Gumam katrok.
"Mbak? Mbak kenapa malam-malam begini nangis diatas pohon? Kasian itu temen saya yang lagi putus cinta, patab hati. Tangisannya kesaing sama tangisan memilukan Mbak!".
Sosok itu kembali terdiam, ia membuka tangan dan menyibak rambutnya yang sedari tadi menutupi wajahnya.
Katrok terjingkat kaget dengan penampakan yang dilihatnya. Wajah itu pucat dan disekitar matanya terdapat sesuatu cairan hitam yang meleber kemana-mana.
"Lu ngapain sih gangguin gue? Gue lagi syediih tauuk!! Teriakan wanita itu membuat Katrok teradar kembali.
"Lu si Cenil? Anak Ibu Kos 'kan?! Ngapain sih nangkring dipohon gitu? Pakek nangis lagi! Serem bener. . Mau nyaingin si Mbak Kunti?"
"Gue lagi patah hati Mas Baniii. . . Huaaaaa"
Aku wanita yang bernama Cenil itu pada Katrok dan melanjutkan tangisannya.
"Udah deh, turun dulu sini. Sedih boleh, tapi nggak usah berlebihan juga! Apalagi sampe manjat-manjat pohon gitu.
Gembel yang mendengar perdebatan antara Katrok dan sosok wanita yang hanya terlihat kakinya saja olehnya merasa heran.
"Kalau setan, kok Katrok nggak takut sih?" Gumamnya dalam hati." Ia pun mendwkat pada Katrok yang berada tepat dibawah pohon jambu.
"Lo ngomong ama siapa Trok?"
"Ini si Cenil anaknya Ibu Kos. Ternyata yang nagis daritadi diatas pohon itu dia!"
Gembel segera mengarahkan pandangannya keatas pohon tempat si Cenil berada. Disaat itu berbarengan juga dengan si Cenil yang melihat kearahnya.
"Nina???"
"Ardy??" Teriak keduanya bersamaan.
Katrok heran melihat mereka berdua yang terkejut dan meneriakkan nama satu sama lain.
"Ya, itu emang nama kalian berdua'kan?" Tanyanya.
"Nina ini yang bikin gue patah hati Trok. . !" Ucap Gembel syedih.
Katrok mengernyit "Yang lo bilang pacar 20 menit lo tadi?"
"He'em" Gembel mengangguk.
"Gue juga nggak tau kalo lo itu Ardy, Gembell!!" Teriak Nina alias Cenil.
"Fotonya beda! Kalau gue tau Ardy itu lo dari awal, nggak sudi gue jadi cewek lo barang sedetik ajah!"
"Jahat banget sih lo Nin sama gue" ratap Ardy alias Gembel.
Katrok menatap bingung kearah mereka berdua yang berdebat tak jelas.
"Bentar-bentar deh, ini sebenernya ada apa ya diantara kalian berdua? Bingung gue, nggak ngerti." Ucapnya.
"Jadi gini Trok. . ."
Baru saja Gembel akan menceritakan kisah tragisnya dalam pengalaman pertamanya berpacaran yang hanya mampu bertahan selama 20 menit itu. Tiba-tiba ada sekelebat bayangan putih melintas diatas mereka dan berhenti pada ranting pohon jambu yang berada diatas kepala Cenil.
"Waaaaaaaaaa. . . .. " Cenil yang merasa kaget bercampur takut itu tak dapat lagi menyeimbangkan tubuhnya.
Bruuk. .
Nina jatuh mengenai Gembel yang berada tepat dibawahnya sejak tadi. Alhasil, mereka pun jatuh bersamaan.
"Heh. . Bocah-bocah katrok! Kalau mau pacaran jangan dirumah gue! Baru gue tinggal sebentar aja numpang ke toilet umum udah ditempatin aja tempat favorit gue"! Seru sosok itu marah.
Katrok, Gembel juga Cenil yang melihat sosok itu marah dan memperlihatkan wajah mengerikannya, hanya mampu mematung ditempat masing-masing. Dengan posisi Cenil yang juga masih berada diatas tubuh Gembel.
"Hei kaliaaaannnn. . !!!! Dibilangin jangan pacaran disini malah udah rebahan saling tindih disitu! ! Pergiiiii. . .!!!!! Teriak Mbak Kunti murka.
Mereka bertiga segera tersadar dan berlari tunggang langgang dengan Cenil berada dalam bopongan Gembel.
Sekian dan Terimakasih.
*******************
Salam
Tukang Halu
Ilusi Dadakan.