You pov
Mentari cerah membangunkan ku yang sedang tertidur di dalam kelas karena datang sangat pagi pagi sekali. Memang itulah kebiasaan ku. Aku slalu pergi ke sekolah sangat pagi agar aku bisa memahami pelajaran yang di jelaskan.
Aku adalah Shin hana, umurku 19 tahun. Aku sekarang kelas 12 sma. Bulan ini adalah bulan yang sangat sibuk sibuknya. Biasalah bulan bulan terakhir bagi kami kelas 12 untuk bersekolah lagi.
Hari ini adalah ujian tengah semester hari ke lima. Dua hari lagi ujian ini berakhir. Tak lama lagi aku dan teman temanku akan keluar dari SMA ini. Andaikan aku bisa memutar waktu, aku akan kembali ke waktu di mana aku pertama kali masuk ke SMA .
Dimana aku menemui teman teman ku, dan mr kim yang sangat tampan itu. Pria berumur 26 tahun itu sangat mempesona.
Ya walaupun umurnya udah lumayan lah tapi terobos aja lah ya kan.
Sedari dulu dia selalu antar jemput aku. Dia sangatlah baik karena ayahnya adalah rekan kerja ayahku.Tapi setelah aku naik kelas 11 , dia tak pernah lagi mengantarkan ku sampai sekarang.
Walaupun dia guru magang, tapi dia sangat pintar. Iq nya sangatlah tinggi.
Di sini dia mengajar pelajaran bahasa Inggris. Pelajaran yang sangat aku benci karena aku gak paham paham sama pelajaran satu ini.
"Tuk... Tuk... Tuk... " Terdengar seseorang mengetuk meja yang sedang ku peluk dengan erat.
" Aissshhhh" Desis ku sembari bangun .
Mataku masih agak samar samar tak melihat dengan jelas. Setelah ku usap usap, akhirnya aku melihat dengan jelas sekarang.
Aku terkejut melihat guru magang yang tadi aku ceritakan sedang duduk di kursi depan meja ku.
" Astaga om.. Om ngapain ada di sini pagi pagi " Ujar ku .
Dia tampak tak suka di panggil om. Tapi apalah dayanya dia sadar diri kalau umurnya sudah hampir mencapai 30.
" Udah aku bilang jangan panggil om.. Lagian di sini aku sekarang adalah gurumu " Ujarnya sembari mengetuk kepalaku dengan pena yang sedari tadi ia terus mainkan.
" Isshh sakit " Gumamku sembari mengusap usap kepalaku.
Sesekali aku juga memukul tangannya yang begitu kekar. Tampak otot ototnya yang sengaja ia perlihatkan kepada dengan maksud membuat ku terpesona. Namun apalah dayaku, tujuannya tercapai. Aku sangat terpesona melihat itu.
" Oh ya... Hari ini.. Adalah ujian bahasa Inggris.. "
" Aissshhhh aku pikir kau akan gagal.. Nilai tugas mu saja masih di bawah KKM " Ujar nya sembari melihat daftar nilai hana tersebut.
" Sorry?? "
" Mr. Kim aku akan mendapatkan nilai lebih baik dari pada nilai nilai yang kau berikan " Ujarku.
" Jinjja?? "
" Oke kalau begitu.. Gimana kalau kita taruhan... Kalau kau mendapatkan nilai yang setidaknya bagus lah...aku akan mengikuti semua perkataanmu selama seminggu... Dan jika kau mendapatkan nilai buruk, kau harus menuruti semua permintaanku selama seminggu "
" Gimana?? " Ujarnya sembari menaikan salah satu alisnya .
Dia tampak meragukan ku. Tapi aku sangat yakin aku akan menang. Karena aku sudah belajar semalaman untuk ujian kali ini.
" Baiklah.. Kalau begitu hwaiting " Ujarnya sembari memberikan sebuah minuman susu strawberry kesukaan ku.
Setelah selesai, diapun pergi ke ruangannya dan murid murid yang lain pun mulai berdatangan. Dan ujian pun di mulai.
Beberapa jam berlalu, akhirnya selesai sudah ujian ini. Ujian yang sama sekali mudah bagiku. Tentu saja aku sudah belajar sangat keras. Perjuanganku pasti akan berubah hasil yang takan mengecewakanku.
Ujian hati ini telah berakhir. Aku sekarang sedang duduk di kursi taman menunggu tuan kim itu untuk memberi tahu kan nilai ujianku .
" Hana-ya " Teriak seseorang dari belakangku. Aku pikir itu adalah Mr. Kim tapi ternyata bukan.
Dia adalah seo Changbin. Orang yang slalu menggangguku dan menjahili ku.
Aku sangat kesal ketika aku tahu itu dia. Tapi di balik sikapnya yang jahil, terdapat seo Changbin yang punya sikap manja dan imut.
Dia hanya manja kepadaku saja. Di depanku dia bersikap seperti kucing yang sedang meminta untuk di elus elus. Tapi di hadapan orang lain sikapnya seperti seekor Harimau yang siap menyerang kapanpun.
" Changbin.. Ada apa?? Akhhh aku tahu kau pasti akan meminta permen coklat kan " Ujarku sembari mengeluarkan permen coklat dari dalam tas.
Diapun mengangguk dan menjulurkan tangannya bersiap menerima permen coklat dariku.
Akupun tersenyum melihat kelakuannya kalau itu.
" Hana-ya... Apa yang akan kau lakukan hari ini?? Kalau tidak ada.. Aku akan mentraktir mu makanan " Ujarnya sembari memegang tanganku.
" Akkhh miane.. Hari ini aku sibuk "
" Baiklah.. Aku tahu.. Kau sibuk dengan pak kim itu kan... Akhh harusnya aku dari tadi menduganya " Ujarnya sembari pergi tanpa berpamitan kepadaku.
Sepertinya dia sangat marah.
" Changbin-ah... Miane " Teriaku kepadanya. Tapi dia sama sekali tak menghiraukan ku dan terus berjalan.
" Baiklah.. Kau marah kepadaku.. Besok juga kau akan meminta coklat lagi kepadaku " Gumamku.
" Kepada siapa kau akan memberikan coklat " Ujar seseorang yang mengejutkan ku.
Bagaiman tidak. Dia tiba tiba ada di belakangku.
" Mr. Kim... Sudah ke ribuan kalinya aku bilang.. Kalau datang itu bilang bilang dulu jangan jadi kayak jelangkung datang tak di jemput pulang tak di antar "
" Miane.. Tapi apa kau ingat perjanjian kita sebelumnya?? "
" Nee.. Aku sangat ingat dan aku yakin akan memenangkan nya " Ujarku sembari memegang tangan nya dan menunjukan wajah memelas.
" Aisshhh aku benci hal itu.. Baiklah.. Kita lihat aja siapa yang akan menang " Ujarnya sembari mengeluarkan sebuah amplop coklat yang ia bawa.
Aku sangat gugup. Tapi aku sangat yakin aku akan memenangkan nya . Hanya saja keyakinanku saat itu berkurang karena aku sempat kebingungan mengisi soal .
" Apa kau sangat yakin akan memenangkan nya?? Baiklah... Tapi kau harus menepati janjimu " Ujarnya sembari senyum senyum gak jelas.
" Aku pikir aku akan gagal " Gumamku menyerah begitu saja.
Perlahan dia membuka amplop itu dan membaca isinya. Setelah membacanya, diapun tersenyum licik sembari sesekali meliriku.
" Aiss aku sudah tau jawabannya " Ujarku sembari mengambil kertas yang ia baca.
Dan benar saja , nilai ku di bawah KKM. Nilaimu 50 tapi ada perubahan. Aku sangat bangga dengan penambahan nilai ku.
" Aku menang " Ujarnya sembari memegang dagu ku.
" Baiklah aku akan mengikuti semua perkataanmu seminggu ini "
" Aiss kenapa aku harus menerima tantangan ini " Gumamku sembari mengacak acak rambutku.
" Sudah lah... Kau sudah berusaha sangat keras... Nilaimu juga bertambah.. Biasanya juga dapet paling besar 30 .. Sekarang 50 "
" Sebagai hadiah, aku akan mentraktir mu makan siang " Ujarnya sembari menggandeng tanganku. Akhirnya kita berduapun pergi ke sebuah restaurant mewah .
Baru kali ini aku menginjakan kakiku di restoran semewah itu. Sebelumnya aku hanya makan di resto resto biasa. Kadang di pinggir jalan. Kami pun akhirnya makan bersama.
Seminggu adalah hari yang sangatlah panjang. Kini 6 hari sudah aku menjadi pembantunya. Dia menyuruhku banyak sekali . Minta ini, minta itu, sesuai perjanjian, aku harus menurutinya.
Hari ini adalah hari terakhirku mengikuti semua keinginannya. Ntah apa yang ia akan suruh hari ini. Sepertinya dia merencanakan sesuatu yang sangat besar hari ini.
" Hana- ya.. Hari ini adalah hari terakhir mu mengikuti semua perintah ku... Kau sudah membantu sangat banyak... Untuk hari ini.. Kau hanya perlu menemaniku saja. " Ujarnya sembari mengelus elus kepalaku.
" Baiklah.. " Ujarku yang terus murung karena lelah di suruh suruh mulu.
" Hari ini kau harus menemaniku ke suatu tempat" Ujarnya.
Tangannya bergemetaran setelah mengucapkan itu. Ntah mengapa ia begitu gugup. Aku pikir dia hanya kelelahan dan kurang beristirahat saja.
Setelah berbincang beberapa saat, kami pun berangkat menggunakan mobil. Perjalanan sangatlah jauh. Aku memperhatikan sekeliling . Hanya ada mobil yang lalu lalang di sana.
Setelah beberapa saat berlalu, kita pun mulai memasuki hutan yang sangat menyeramkan bagiku. Ntah apa yang akan dia lakukan di dalam hutan seperti ini.
" Oppa.. Apa yang akan kau lakukan di hutan ini?? "
" Aa- apa kau akan membunuhku dan menjual organ dalam ku?? " Tanyaku.
" Issshhhh diam... Aku tidak akan membunuh mu.. Aku tidak akan melakukan hal hal yang buruk.. Jadi tenang aja " Ujarnya berusaha menenangkanku.
" Lalu kenapa kau begitu gugup sejak tadi?? "
" Mmm... Itu... Mmm.... Pokoknya liat aja nanti " Ujarnya.Ucapannya terbata bata setelah aku menanyakan hal itu.
Setelah beberapa saat berlalu, sampailah kita di depan sebuah danau yang sangat indah. Di sana ada beberapa bunga berbentuk hati dan juga sebuah kursi.
Aku merasa bingung ntah apa yang akan ia lakukan terhadapku. Setelah kamu turun, diapun pergi meninggalkanku. Aku hanya berdiri melihat danau yang sangat indah itu. Air yang jernih, hingga membuat ikan ikan tampak terlihat.
Tak lama, diapun datang membawa sebuah mahkota bunga yang sepertinya ia buat sebelumnya.
" Hana-ya.. Seminggu ini.. Kau sudah sangat membantuku.. Aku sangat terhibur karena mu " Ujarnya.
" Hubungan kita... Aku ingin hubungan kita lebih dari seorang teman ataupun seorang guru dan murid " Tambahnya.
Diapun mulai jongkok di hadapanmu dan mengeluarkan sebuah cincin yang terbuat dari akar akar tanaman.
" Aku sangat gugup " Ujarnya
" Hana-ya.. Aku harap kamu bisa menerimaku menjadi seseorang yang spesial " Tambahnya .
Aku sangat terkejut mendengar apa yang dia katakan. Aku sangat tak percaya akan hal ini.. Aku pikir hari ini aku sedang bermimpi. Tapi ini bukanlah mimpi ini adalah kenyataan.
" Mr. Kim.. Ehh.. Maksudku oppa... Apa kau serius?? Aku tidak bermimpi kan?? " Tanyaku tak percaya dengan semua ini.
" Aku sangat serius "
" Apa kau menerimanya ?? "
" Aku... Miane... Aku... Aku.. "
" Aku tidak bisa menolaknya " Ujarku sembari memeluknya. Diapun membalas pelukanku .
Diapun memberikan cincin yang ia buat sebelumnya. Akupun mengenakannya di jari manisku.
" Nanti aku akan mengambilnya kembali " Ujarnya sembari terus melihat cincin yang aku kenakan.
" Wae?? Kenapa kau akan mengabilnya kembali?? Aku sangat menyukai hal ini " Ujarku.
" Baiklah jika kau tidak mau cincin asli yang berhiaskan berlian " Ujarnya.
" Ani.. Aku sangat menginginkannya.. Tapi kau juga jangan mengambil cincin ini.. Aku sangat menyukainya " Ujarku sembari terus saja memutar mutar cincin yang ada di jari manisku.
Tak terasa air mata bahagiaku menetes tak terkendali. Aku masih tak percaya orang yang selama ini aku sukai akhirnya menjadi miliku.
Belum sepenuhnya, aku masih harus kuliah sebelum aku menikah dengannya.
________END________