Aku kini tengah duduk di bangku taman , sambil menatap ke arah langit yang berwarna biru ,dan berwarna putih serta berwarna kuning.
"Aku seharusnya tidak perlu memikirkan beberapa hal yang paling tidak Kusukai,bahkan dirinya."Kata Aku sambil menatap langit itu.
"Mungkin aku harus mencoba melupakan dirinya,walaupun itu sakit bagiku, Aku harus melakukannya itu yang terbaik untuk diriku dan masa depanku."Ucapku sambil menundukkan kepala.
"Aku tidak tahu lagi Bagaimana harus melakukannya, tapi dengan satu cara aku harus mencoba melupakan dirinya, tentu itu sakit bagi perasaanku dan untuk mentalku."ucapku sambil menaikkan kepala dan mulai menutup mata.
Aku mulai mengerjap-ngerjapkan mata , dan mulai mendapati sosok dirinya di hadapanku.
"Hi... Apa kabar Maaf ya aku egois."kata dirinya sambil mendudukan tubuhnya disamping diriku.
"Iya tidak apa..."kata aku sambil acuh pada dirinya.
"Aku ke sini hanya karena rindu, dan aku ingin tahu kabarmu."kata dirinya.
"Kamu tahu rindu itu tidak salah, dan kabarku baik-baik saja."Kata ku.
"Aku ingat,kita di taman ini sering tertawa bersama Aku rindu senyummu bahkan tawamu."kata dirinya sambil mengambil yang ada di saku celananya.
"Maaf, senyum itu hilang bahkan tawa itu sudah hilang dariku jadi tak ada lagi yang kau rindukan tentang diriku ini."kataku sambil berdiri dan mulai berjalan meninggalkan dirinya.
"Tapi aku rindu dengan sikapmu yang lucu dan aneh itu sungguh mewarnai hariku."kata dirinya juga beranjak dari duduknya dan mulai berjalan mengiringi langkahku.
Langkahku terhenti seketika mendengar suara itu, suara yang hendak sesegukan dan mata yang hendak menangis.
"Aku rindu yang ada di dalam dirimu, bahkan perasaan hangat mu."kata dirinya yang juga berhenti.
Aku sudah berhenti langkahku terhenti, aku mulai menundukkan kepalaku.
"Aku rindu segalanya yang ada di dalam dirimu dan di dalam hatimu,walaupun aku hanya masa lalumu Aku benar-benar rindu dengan sikapmu aku selalu mengingatmu."kata dirinya yang sudah hendak menangis.
Aku masih belum berpaling darinya.
"Apakah kau mau kembali denganku, atau kau mau tetap sendiri dengan perasaan yang entah untuk siapa."kata dirinya yang mulai berjalan pelan menghadap diriku.
Aku berpaling dan mulai mengucapkan kata yang sudah ku tahan bertahun-tahun.
"Aku tidak mau kembali denganmu, rasa sakit di hati ini belum sembuh."Kata diriku sambil menatap wajah dirinya.
Dirinya itu mulai mengeluarkan sesuatu yang ada di dalam sakunya.
"Aku tidak ingin membuat satu kesalahan lagi denganmu, tapi aku ingin membuat satu kebahagiaan lagi denganmu."kata dirinya sambil membuka kotak merah yang di dalamnya adalah cincin.
"Aku ucapkan lagi, aku tidak ingin lagi mengulangi hal yang sama denganmu."kata diriku dan berpaling dan mulai berjalan meninggalkan dirinya.
Kotak merah yang berisi cincin emas yang dipegang oleh dirinya itu terhempas seketika setelah mendengar ucapanku tadi.
Aku pun acuh dengan semuanya aku berlari sambil meneteskan air mata.
Semua orang yang berada di taman, melihat ku dan dirinya.
"Tak ada yang perlu dikhawatirkan,kamu itu siap untuk meninggalkan dirinya kamu tak harus berdampingan dengan dirinya walaupun akhirnya kamu itu mendapatkan rasa sakit yang paling sakit."Batin ku
Aku terus berlari sambil meneteskan air mata, entah kenapa dari tadi aku meneteskan air mata.
Ada perasaan yang belum selesai dan masih menyisakan sakit yang begitu dalam.
*********************
Aku ingin sekali melihat kearah belakang namun hati ini berkata tidak.
"Aku ingin tau apa yang terjadi padamu,namun aku tidak bisa,karena aku sudah nekat untuk tidak menemui lagi."Ucap ku masih meneteskan air mata.
"Mengapa jadi begini? apa kesalahan ku sangat besar? jadi kau tidak ingin kembali padaku"kata dirinya masih di taman itu sambil memungut cincin yang jatuh tadi,dan dirinya pun pergi pulang ke rumah.
Aku terus tidak menghiraukan dirinya , Aku terus berjalan pulang menuju kerumah.
Sesampainya aku dirumah , aku langsung menuju kamar dan mulai menyalakan kipas angin dan berbaring dikasur empuk.
Dirumahku aku sudah berada didalam kamar,aku berpikir apakah yang aku lakukan tadi sudah benar.
"Sebenarnya aku ingin melihat wajahmu untuk terakhir kalinya,namun saat aku melihat wajah dirinya tadi perasaan di hatiku bercampur antara sedih,marah,kecewa,dan senang karena dirinya menemuiku."Ucap diriku sambil memikirkan kejadian di taman tadi.
Tidak beberapa lama ada suara ketukan di luar kamarku,ternyata ibuku sudah memanggilku beberapa kali untuk makan,aku pun beranjak dari kasurku yang empuk itu.
" Hahh padahal aku tidak nafsu makan"batinku sambil menuju tempat makan.
Aku pun sudah selesai makan dan kembali ke kamar
"Apakah aku blokir saja kontaknya?"Kata diriku sambil memegang hp dan melihat kontak dirinya yang masih belum aku blokir.
Karena sudah malam aku bersiap untuk tidur dan meletakkan hpku di meja belajar,aku pun tertidur sangat pulas.
jam 6.30 WIB
Aku sudah bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan keluar rumah,karena masih liburan sekolah diriku bisa jalan-jalan sepuasnya.
"Hmmm,hari ini jadwalnya
Aku ingin pergi ke gunung pasti seru karena aku pergi sendirian".Ucap diriku sambil membawa tas berisi baju ganti.
Diperjalanan aku naik bus menuju ke gunung, tapi tidak di sangka aku melihat dirinya ada tepat di kursi depan diriku.
"Aku tidak tahu apakah aku ingin melanjutkan perjalanan atau tidak."Batin diriku karena aku tidak tahu dia juga menuju ke arah gunung sama sepertiku,aku berpikir apakah ini kebetulan apa sudah direncanakan oleh dirinya.
"Hahhhhhh karena sudah jauh jadi biarkan saja".Ucap diriku yang pasrah.
Kami sudah sampai di tempat tujuan yaitu gunung yang banyak terdapat sejarahnya.
Diriku bersiap untuk naik anak tangga yang terbuat dari tanah itu dan Aku pun melihat dirinya di belakangku.
"Apakah kau tidak mendengar apa yang aku bilang kemarin ? Atau kau sengaja menggikutiku?."Ucap diriku tidak menatap wajah dirinya.
"Apakah kau kira aku menggikuti dirimu,sayang sekali perkiraanmu salah aku kesini karena ingin melupakan kejadian kemarin".ucap dirinya dengan nada serius.
"Terserah ".Ucap diriku sambil berjalan dan tidak memperdulikan dirinya ada di belakang diriku.
4 jam aku dan dirinya berjalan beriringan, Sesampainya aku dan dirinya di tempat tujuan yaitu tempat bersejarah gua permata.
Dikisahkan gua tersebut banyak sekali terjadi pertumpahan darah karena banyak sekali terdapat permata.
Didalam gua tersebut,gua tersebut di buka untuk umum tapi ada larangannya jangan sesekali mengambil permata di gua tersebut atau terjadi sesuatu pada dirimu.
"Akhirnya sampai juga aku mau duduk dulu baru masuk"ucap diriku yang kelelahan.
Ternyata dirinya sudah menyiapkan makanan yang di ambilnya di dalam tas milik dirinya.
"Kau mau? aku ada banyak makanan kau boleh ambil yang mana pun"ucap dirinya sambil minum.
Diriku merasa kaget apa yang dirinya katakan pada diriku
"Kau bilang apa?apakah kau berpikir aku tidak membawa makanan".Ucap diriku yang kesal dan menggambil makanan di dalam tasku dan duduk menjauh dari dirinya.
Karena lelah ku sudah hilang diriku pun masuk ke dalam gua itu,didalam sangat indah banyak sekali permata baru masuk saja sudah di sambut dengan permata yang berkilauan.
"Kalau baru masuk saja sudah ada permatanya, bagaimana kalau aku masuk lebih dalam lgi?".ucap ku yang terpesona dengan keindahan gua tersebut.
"Kau tau kan larangan disini?".ucap dirinya yang juga masuk ke dalam gua tersebut."tapi kenapa sepi begini?padahal indah sekali"ucap dirinya lagi sambil mendekat pada diriku.
"Hmmm kau masuk atau kau ingin mengikutiku?dasar".ucap diriku yang kesal.
Sebenarnya aku ingin mendinginkan kepalaku karena kejadian kemarin dengan dirinya, tapi malah dirinya ada disini juga.
"Aku mengikutimu, jangan berharap terlalu berlebihan".Ucap dirinya dengan nada sedikit kesal.
"Sudah lah aku mau lihat gua jangan mengganguku".Ucap diriku sambil melihat - lihat gua.
Dirinya juga melihat-lihat permata yang ada di dalam gua tersebut.
"Iya...iya tapi hati-hati jangan di ambil permatanya kau tahu."Ucap dirinya.
Aku tidak tahu kenapa hatiku jadi sedih saat mendengar dirinya sangat kwatir padaku kalau aku mengambil batu itu,apakah dirinya benar menyesal atas perbuatannya?.
"Aku mau tanya apa kau benar-benar merasa bersalah pada ku?."Ucap ku sambil menahan air mata yang ingin keluar.
Dirinya menatap diriku dan mendekat padaku"kau tidak percaya padaku?,aku tidak akan seperti dulu lagi yang tidak memperhatikanmu,aku janji bila kau mau kembali padaku aku akan berubah percayalah".Ucap dirinya dengan tatapan serius menatap ke arahku.
Aku pun tidak tahan lagi air mataku pun keluar"hiks....hiks..hiks..mungkin sekali ini saja aku kasih kesempatan lagi padamu".Ucap diriku sambil menangis.
Dirinya pun mengambil sapu tangan dari saku celananya dan menyapu air mataku"sudah lah kau ingin lihat permata kan ayo,aku tidak akan pernah egois lgi".katanya sambil tersenyum.
Aku dan dirinya pun berjalan-jalan melihat - lihat permata tersebut,tapi karena ada permata yang sangat menarik perhatianku aku pun memegang batu permata tersebut.
"Hai kan sudah ku bilang jangan di ambil!!."Ucap dirinya yang menghampiriku.
"Kenapa kan cuman di pegang?".ucap diriku yang bingung.
"Kan sudah ada larangannya hanya boleh di lihat,kau paham letakkan kembali!!!."ucap dirinya dengan nada serius.
Tiba-tiba gua tersebut bergetar sangat luar biasa seperti gempa,dirinya pun menarik diriku lari keluar.Namun tanah pun retak tepat di atasku aku pun terjatuh tetapi dirinya memegang tanganku supaya tidak jatuh ke dasar.
"Bertahanlah aku akan menarik mu."Ucap dirinya yang mencoba menarik diriku.
Tapi aku melihat batu di langit-langit gua ingin jatuh tepat menuju kepada dirinya.
"Lepaskan saja aku,terima kasih karena telah menemaniku selama ini."Ucap ku sambil tersenyum.
"Tidak, aku akan menarikmu."Ucap dirinya.
Karena batu tersebut hampir jatuh aku pun melepaskan tangannya dan aku pun terjatuh ke jurang,dirinya terkejut dan menangis.
"Kenapa kau begini padaku,sepertinya aku harus keluar."Ucap dirinya yang masih tidak percaya apa yang dirinya lihat.
Dirinya pun keluar dari gua sambil menangis tersedu-sedu,dan dirinya pun terduduk di tanah karena masih tidak percaya apa yang dilakukan diriku karena diriku melepaskan tangan genggaman tangan dari dirinya.
"Hiks...hiks..Hiks aku akan meletakkan kotak cincin ini disini sebagai tanda terima kasihku padamu."Ucap dirinya sambil menangis tersedu-sedu.
Pesan untuk dirinya *,jangan pernah meninggalkan perempuan yang kau sayang sebelum dia meninggalkanmu*
*