"Ahhh"
Shu Liang berteriak kesakitan saat punggungnya dicamb*k oleh pelayan raja
"Yang mulia...saya sama sekali tidak berniat jahat kepada selir Xue,tolong yang mulia percaya"Shu Liang berusaha menjelaskan kepada yang mulia raja Xuan yang juga suaminya.
•••••••••••••••••••••••••••••••••
Note:Yah...Shu Liang adalah anak perdana menteri dinasti Xuan.Dia dan yang mulia raja Xuan telah menikah selama 2 tahun dan hidup harmonis...namun datanglah 'badai' dalam rumah tangga mereka dengan hadirnya selir Xue yang berniat jahat menguasai seluruh dinasti Xuan
•••••••••••••••••••••••••••••••••
"Yang mulia...tolong percayalah"tubuh Shu Liang sudah tak mampu menerima camb*kan itu.Dia merasa tak akan bisa melewati hari esok karena kondisi tubuhnya yang semakin lemah.
Tak jauh dari tempat Shu Liang dihukum,raja Xuan dan beberapa pengawalnya berdiri menyaksikan Shu Liang
Raja Xuan yang melihat Shu Liang dihukum dia merasakan ada sebuah perasaan aneh dalam hatinya.Perasaan antara marah ,sedih dan khawatir kepada Shu Liang,namun di tepaskannya pikiran itu"Kenapa kamu melakukan hal seperti ini Lie'er?haruskah kau mencelakai wanita yang sekarang kucintai?"
Selir Xue yang sedari tadi memantau raja Xuan yang sedang melihat Shu Liang dihukum merasa khawatir jika raja Xuan akan jatuh cinta lagi pada shu liang
"Tidak...aku tidak akan membiarkan raja kembali mencintainya"
Dia kemudian mendekati raja Xuan dan berpura pura berlutut dan meminta pengampunan untuk Shu Liang"Yang mulia,tolong hentikan ini...kasihan permaisuri dihukum yang mulia...saya tidak tega melihatnya seperti itu...saya sudah memafkannya yang mulia...jadi yang mulia tolong hentikan ini semua😢"
Raja Xuan kemudian membantu selir Xue untuk berdiri"berdirilah sayang...kamu tidak pantas berlutut hanya untuk meminta pengampunan untuknya"
"T tapi yang mulia..saya kasihan melihatnya...tolong ampuni permaisuri"
"Baiklah jika itu maumu.Pengawal katakan pada para pelayan itu untuk berhenti...dan bawa permaisuri yang sudah sekarat itu ke tabib Liu".Entah kenapa,walau ada kata katanya yang kejam,dia masih memperdulikan Shu Liang.
Para pengawal mengiyakan perintah raja Xuan dan melakukan seperti yang diperintahkan raja.
Sementara Selir Xue yang mendengar perkataan raja Xuan berkata dalam hatinya"Kenapa raja masih memperdulikannya...bukannya tinggal membuang tubuh lemahnya itu ke istana dingin atau tempat buangan bagi orang orang yang 'sudah tidak berguna'...apa raja masih mencintainya?Hahh jika saja iya,saya tidak akan membiarkan itu bertahan lama
••••••••••••••••••••••••
Mereka membawa Shu Liang yang sudah pingsan dan tak berdaya itu ke tabib Liu untuk diobati.Para pelayan itu diminta untuk menunggu diluar agar dapat memberitahukan keadaan Shu Liang kepada raja
Sementara tabib Liu mulai mengobati luka dipunggung Shu Liang dan memeriksa keadaannya.
Dia lantas kaget dengan apa yang diketahuinya sekarang
"Permaisure...😔"dia merasakan airmata dari Shu Liang yang menetes perlahan"permaisuri...anda sudah sadar"
Shu Liang memaksakan membuka kedua matanya dan melihat dirinya"Ugh...apa aku sudah mati"dia memeriksa sekeliling ruangan itu"Eh bukannya ini ruangan tabib Liu...apa jangan jangan tabib Liu juga sudah meninggal"
Shu Liang mulai memikirkan kembali kejadian demi kejadian yang menimpanya
"Permaisuri anda sudah sadar?"Tabib Liu masuk kembali untuk memeriksa ulang kondisinya.
"Iya,saya sudah sadar...terima kasih telah menyelamatkanku"
"Sama sama Permaisuri,tapi ada yang ingin saya bicarakan tentang kondisi permaisuri sebenarnya"
"Bukankah kondisiku baik baik saja tabib"
Tabib Liu agak ragu menyampaikannya"Se sebenarnya permaisuri...karena hukuman camb*k yang anda terima,saraf dan urat yang menghubungkan tulang belakang dan otak pecah"
Shu Liang yang mendengar itu spontan menutup wajahnya dan menangis
"D dan juga permaisuri,kondisi permaisuri ini sudah cukup parah dan tidak bisa diobati lagi...dan emm,w..waktu permaisuri kemungkinan sisa sebulan ini"
"A..apa"Shu Liang menangis dengan nada bergetar,dia tak menyangka takdir begitu buruk padanya.
"Tabib saya mohon..tolong jangan memberitahukan kondisi saya yang sebenarnya,katakan saja bahwa saya baik baik saja"
"Ta..tapi permaisuri"
"Ikuti perintah saya"Shu Liang berbicara dengan tegas karena dia tidak ingin suaminya mengetahui hal itu
"B baik permaisuri,hamba kembali dulu"
"Silahkan"
Saat tabib Liu keluar,Shu Liang merasa sesak dadanya dan menangis"Aghh mengapa takdir mempermainkanku seperti ini...tidak...selama sisa waktuku,aku akan membalas dendam kepadamu Xue (selir Xue),nantikan saja"
•••••••••••••••••••••••••••••••••
Setelah beberapa 3 hari Shu Liang beristirahat,dia memulai penyelidikannya terhadap selir Xue dengan mengirim pengawal bayangan yang mengintai setiap gerak gerik selir Xue.
Sementara tabib Liu juga tidak mengatakan hal yang sebenarnya dan mengikuti perkataan Shu Liang.
.
Hari berganti hari,tersisalah 2 minggu menjelang 'kemungkinan kematian' Shu Liang.Dia agak depresi karena perencanaannya tidak berjalan sesuai yang diharapkan."Mengapa tidak membawa hasil perencanaan ini...Aghhh"Shu Liang meminum bir hingga larut malam,tanpa sadar dia pun tertidur
•••••••••••••••••••••••••••••••••
Entah keberuntungan apa yang didapatkan Shu Liang,tiba tiba ada seekor burung merpati yang membawa sebuah surat kepadanya.
Dia kemudian membuka surat itu dan terkejut"Apa ini hari baikku?mengapa keberuntungan ini datang tepat pada masanya?siapa yang membantuku?"Dia memikirkan berbagai pertanyaan dikepalanya"Aghhh sudahlah...sekarang pembalasanku dimulai selir Xue,nantikan pertujukan baikmu"
Shu Liang kemudian merencanakan segalanya,dia meminta raja Xuan mengundang selir Xue kedalam istana kemudian membuktikan semuanya"Yang mulia,anda lihat sekarang...selir anda inilah yang menjebak hamba..hamba tidak tahu apapun"
Raja Xuan merasa bersalah dalam hatinya terhadap Shu Liang namun dia juga geram terhadap selir Xue yang mempermaikannya"Mulai hari ini status selir dicabut dari Xue,dan dia akan diasingkan jauh ditempat para penjahat biasa berada"
Selir Xue terkejut mendengar itu"Y Yang mulia..kumohon jangan lakukan ini,tolong ampuni aku"Raja Xuan kemudian menyuruh para pengawalnya membawa Xue sesuai perintahnya
.
Setelah itu Raja Xuan meminta maaf kepada Shu Liang atas apa yang dilakukannya.Mereka kemudian hidup bahagia sampai ke satu hari yang menjadi memory terburuk dalam hidup raja Xuan
Saat itu Shu Liang dan suaminya bersama disebuah taman istana,Shu Liang terlihat sangat senang dapat membuat suaminya itu mencintainya lagi.
Shu Liang kemudian berjalan didalam rimbunan bunga lavender sambil sesekali mencium aromanya,sementara Raja Xuan hanya duduk dibangku melihat tingkah istrinya itu sambil tersenyum.
Namun tiba tiba saja Shu Liang terjatuh dan pingsan ditengah rimbunan bunga itu.Raja Xuan kemudian mengangkat Shu Liang dan membawanya kekediaman tabib Liu.
Tabib Liu yang sudah menebak akan terjadi hal itu sudah mempersiapkan segala sesuatu.Dia kemudian memeriksa kondisi Shu Liang dan mengetahui bahwa inilah 'Waktunya'
Tabib Liu yang masih ragu untuk menceritakan kondisi sebenarnya Shu Liang,memberanikan diri dan menceritakan segala sesuatu.
Raja Xuan seperti tersambar petir mendengar itu.Semua yang terjadi pada Shu Liang karena dirinya.Dia kemudian berlutut disamping ranjang Shu Liang sambil menggengam tangannya dan menangisinya.
"Mengapa kau tak menceritakan yang sebenarnya istriku?maafkan aku yang selalu membuatmu tersiksa dan tersakiti beberapa bulan ini,maafkan aku yang sudah membuatmu begini😭"Raja Xuan meminta maaf kepada Shu Liang atas kesalahan yang sudah dilakukannya
"K kamu jangan menangis suamiku"Suara lemah dan bergetar Shu Liang membuat Raja Xuan terkejut dan memandangnya"Maafkan aku Shu Liang,aku yang membuatmu menjadi seperti ini..maafkan aku"
Raja Xuan terus menyalahkan dirinya atas Shu Liang .Shu Liang yang sudah tahu bahwa waktunya tak akan lama kemudian berpesan"S suamiku,aku akan meninggalkanmu sebentar lagi..janganlah menyalahkan dirimu lagi atas apa yang terjadi,melainkan lanjutkan hidupmu..dan carilah penggantiku yang menurutmu pantas...dan hiduplah bahagia"Shu Liang berkata dengan kalimatnya yang terbata bata
"Istriku..apa yang kamu katakan,jangan mengatakan hal itu lagi...kau akan sembuh"Raja Xua n mencoba meyakinkan Shu Liang
"Tidak suamiku...sekarang aku harus pergi...ugh..lanjutkan hidupmu dan yakinlah... bahwa aku akan selalu bersamamu...I..L Love..You"
Setelah menyelesaikan kalimatnya,diapun menutup mata untuk selamanya.
Sementara raja Xuan terpuruk selama beberapa saat,kemudian memulai pemakaman untuk istrinya itu.
~End~
Note:Biarlah orang yang membantu Shu Liang tetap dirahasiakan...silahkan terka,kalau bisa😀.
Jangan lupa Like dan Koment yah😉