Sudah terlalu lama kami menunggu kedatangan bayi ini, Setelah 10 tahun pernikahan kami Allah baru mengasihkan kepercayaan pada kami berdua.
kenalkan nama aku Ghaitsaa Putri dan ini suamiku D. Slayer. Dia suami terbaik yang aku miliki, walaupun kami sudah menikah selama 10 tahun dan belum di karuniai seorang anak. Tapi dia tidak pernah meninggalkan aku sedikit pun. Atau berpikir untuk menikah lagi, setiap orang yang melihatnya pasti akan takut tapi aslinya dia itu orang yang suka bercanda.
Contohnya hari ini suamiku tidak bisa berhenti bicara waktu tahu hasil dari teskpacknya positif.
"Terimakasihnya dek, sudah memberikan kakak kebahagiaan yang tidak terkira," ucap Slayer sambil menciumi kening Ghaitsaa.
"Iya kak, saa juga bahagia karena ada buah hati kita di perut saa," ujar Ghaitsaa.
Setiap hari Slayer selalu menunjukkan sikap protectivenya dengan Ghaitsaa. Apalagi Slayer sering tidak ada di rumah karena pekerjaannya yang menjadi anggota angkatan darat.
"Kak, hari ini saa ada jadwal pemeriksaan ke dokter. Kakak mau menemani atau saa pergi sendiri?" tanya Ghaitsaa dengan suaminya.
"Dek, hari ini kakak ada dinas pagi. Jadi kakak tidak bisa menemani adik." kata Slayer sambil mengusap perut Ghaitsaa yang sudah kelihatan menonjol.
Ghaitsaa tersenyum mendengar perkataan suaminya, dia tahu tugas suaminya sebagai pengabdi negara lebih dari segala-galanya.
Ghaitsaa pun pergi sendirian kerumah sakit dan dia menemui Dokter kandungan yang sudah menjadi Dokter pribadi Ghaitsaa.
"Saa, ada yang mau aku katakan tapi..." kata Dokter Anisa berhenti.
"Ada apa Dok?, kandungan aku baik-baik sajakan? tanya Ghaitsaa.
"Kandunganmu memang baik, tapi kamu yang tidak baik. Kanker leukemiamu masih menyebar saa, aku kira dengan kemoterapi kemaren Semuanya sudah tuntas. Tapi nyatanya gagal maafkan aku saa" Kata Dokter Anisa sedih.
Aku yang mendengarnya sangat terkejut, Penyakit yang selalu aku simpan dari suamiku rupanya masih menjalar di tubuhku.
"Jadi bagaimana Dokter?, apakah membahayakan keselamatan bayiku dok?" tanya Ghaitsaa balik.
"Iya saa, kamu harus mengugurkan bayi tersebut kalau tidak ini mengakibatkan kamu dan bayimu tidak akan selamat," ucap Dokter Anisa.
"Tapi ada pilihan lain Dok, selain pilihan tadi?" Tanya Ghaitsaa.
"Iya kalau kamu ikut kemoterapi, berarti kamu akan kehilangan bayimu tapi kalau kamu tidak ikut kemoterapi kamu akan kehilangan nyawamu."
Ghaitsaa terdiam mendengar perkataan dokter Anisa. Itu adalah pilihan tersulit yang harus dilakukan oleh Ghaitsaa.
"Dok, aku akan pikirkan ini baik-baik. Kalau begitu aku permisi dulu dok," kata Ghaitsaa.
"Iya saa, apa yang kamu ambil itu untuk diri kamu sendiri?" ucap Dokter Anisa.
Ghaitsaa pun melangkah keluar dari ruang dokter Anisa. Dokter Anisa adalah dokter teman kakak perempuannya Ghaitsaa, waktu pertama kali Ghaitsaa di vonis oleh dokter dia mengidap penyakit kanker. Dokter Anisalah yang membantunya jadi dokter Anisa tahu riwayat penyakitnya.
Setelah semalaman Ghaitsaa memikirkan penyakit dan anaknya. Ghaitsaa sudah mengambil keputusan ini terbaik untuk dia dan bayinya.
Ghaitsaa menjalani hidup seperti biasa dan dia memilih untuk menganti dokter kandungan. Ghaitsaa berusaha untuk melepaskan semua yang dia rasa. Dia bersikap biasa saja saja di depan suaminya.
Tak terasa waktu persalinan tinggal menunggu hari,
Slayer sudah tidak sabar menanti anaknya.
"Kak sepertinya aku akan melahirkan," kata Ghaitsaa.
Slayer pun membawa Ghaitsaa kerumah sakit dan menemui dokter Anisa.
"Slayer, apa kamu lakukan disini?" tanya dokter Anisa.
"Dok, Saa mau melahirkan, dokterkan dokter pribadi Saa?" tanya Slayer heran dengan pertanyaan dokter Anisa.
"Slayer sudah empat bulan ini, aku sudah tidak jadi dokter pribadi Saa lagi"
Slayer yang mendengarnya sangat terkejut, " Kenapa Saa membohongi dia selama ini?, Saa bilang dia kontrol setiap bulan tapi ini?" kata Slayer dalam hati.
"Slayer, ada yang mau aku bicarakan denganmu?" ucap dokter Anisa.
"Iya dok, bicaralah aku akan mendengarkan Semuanya."
Dokter Anisa pun menceritakan semuanya dari awal tentang Ghaitsaa. Slayer terdiam mendengar semua cerita dari Dokter Anisa.
"Dok, Saa bisa sembuhkan?, bagaimana dengan anak kami dok?" tanya Slayer.
"Slayer kondisi Saa sangat mengkhawatirkan, dia harus menjalankan kemoterapi tapi harus kehilangan bayinya atau dia bisa mempertahankan bayinya tapi kita harus kehilangan Saa untuk selamanya," terang Dokter Anisa.
Slayer hanya bisa menundukkan wajahnya.
"Dokter, pasien atas nama Ghaitsaa sedang kritis," ucap Suster.
Dokter Anisa pun menuju ke kamar rawat Ghaitsaa.
"Dokter," ucap Ghaitsaa pelan.
"Suster siapkah ruang operasi!" Kata Dokter Anisa.
"Slayer, Saa harus di operasi kalau tidak kita akan kehilangan mereka berdua," Ucap Dokter Anisa lanjut.
"Dok, aku boleh ketemu dengan Saa ada yang mau aku bicarakan dengan Saa," pinta Slayer.
"Baiklah tapi jangan lama Slayer," Kata Dokter Anisa.
Slayer pun pergi untuk menemui Ghaitsaa.
"Dek," Panggil Slayer.
"Maafkan Saa kak, maaf Saa harus menutupi semua ini. Saa sayang anak ini kak, Saa mohon Selamatan anak kita kak," pinta Ghaitsaa menangis.
Slayer hanya diam dan memeluk Ghaitsaa erat.
"Maaf pak, ibu harus segera di operasi," Kata Suster sambil mendorong ranjang Ghaitsaa.
* 1 jam kemudian *
Seluruh keluarga sudah pada kumpul dan Slayer pun sudah menceritakan semuanya. Dokter Anisa keluar dari ruang operasi dengan wajah sedih.
"Maafkan aku Slayer, Saa tidak bisa di selamatkan rupanya dia memilih untuk memperjuangkan anaknya dari pada dirinya," ucap Dokter Anisa sedih.
Semua yang mendengarnya sangat shock, Slayer pun berlari ke kamar operasi. Di sana dia melihat Ghaitsaa yang sudah tidak bernyawa.
"Saa ayo bangun dek, lihat ini kakak mana janjimu dengan kakak?. Kamu bilang kita akan menua bersama tapi kenyataannya kamu meninggalkan kakak sendirian dengan anak kita. Kenapa kamu tidak pernah cerita dengan kakak soal penyakit kamu Saa. Kenapa?" teriak Slayer sambil menguncah tubuh Ghaitsaa.
"Slayer, kamu belum melihat anakmu lihatlah dia cantik seperti Saat," ucap mama Slayer.
Slayer berjalan menuju ruang bayi dan melihat bayinya dengan Ghaitsaa. Dia mengambil bayinya dan mengadzani bayi perempuannya sambil menangis.
"Sayang sekarang kita cuma berdua, tidak ada lagi bunda bersama kita. Ayah akan memberikan kamu nama Anugerah Amelia." ucap Slayer sambil menciumi pipi anaknya.
Acara pemakaman Ghaitsaa di penuhi pelayat dan semuanya bersedih. Slayer berusaha untuk tegar waktu dia harus turut kebawah dan mengadzani Ghaitsaa.
Tak terasa Sudah satu bulan berlalu, tapi kesedihan itu masih dirasakan oleh Slayer. Hari ini Slayer berencana untuk melihat barang- barang peninggalan Ghaitsaa. Waktu Slayer lagi melihat barang - barang Ghaitsaa disana dia menemukan sebuah kaset. Slayer penasaran dan memutar kaset tersebut rupanya kaset itu berisi semua cerita tentang dia dan Ghaitsaa.
Assalamualaikum
Teruntuk Suamiku D.Slayer.
Maafkan aku kak, seharusnya aku menceritakan semuanya. Menceritakan tentang kondisiku yang kurang baik, tapi aku takut kakak akan menyuruh aku mengugurkan bayi ini. Aku sayang anak ini melebihi apapun di dunia ini kak.
maafkan aku...maaf..kita tidak tahu jalan Tuhan kak dan takdir kita. Tapi aku ingin kakak harus bahagia dan jaga diri kakak demi anak kita. Jangan terlalu bersedih kak, kakak harus kuat untuk anak kita.
Wa'alaikumsalam
Itu adalah pesan terakhir Ghaitsaa di dalam video tersebut, Slayer tahu dia harus kuat demi Anugerah Amelia.
Anugerah Amelia adalah kado terindah dalam hidupnya bersama Ghaitsaa yang harus dia jaga.
The end