Kehidupan tak selamanya indah.
Tak selamanya di jalani dengan kebahagiaan.
Begitu pula sebaliknya.
Senyuman manis terakhir hiasi wajahmu ketika kau akan akhiri tulisan takdir dalam hidupmu. Sekarang kau telah pergi penyesalan tiada gunanya takkan kembalikan kau ke sisiku. Maaf atas kesalahanku kita tak bisa bersama.
Adrian David Christopher.
***************************************************
Adrian David John Christopher pria berperawakan sawo matang, hidung mancung, bibir tebal yang seksi, mata yang tajam, alis yang tebal, rahang yang tegas, badan yang atletis, tinggi 190 cm. Dengan segudang prestasi baik akademik maupun non akademik. Pandai bela diri. Pria yang suka balapan liar dan pergi ke bar untuk sekedar berbisnis karena orangtuanya mewariskan seluruh harta mereka kepadanyamembuat dia harus bertanggung jawab ketegasan dan wibawanya jangan ditanya. Pria yang dingin dan hanya setia pada pacarnya yang bernama Caroline Clarissa Briggita.
Caroline Clarissa Briggita wanita licik yang merupakan pacar Christopher yang hanya menginginkan hartanya, wanita yang berperawakan bak gitar spanyol itulah dengan karakter sok polos di depan sang pacar membuat dia mendapatkan hati dan perhatian sang Christopher. Dia sangat membenci Eunicka Galenca Sarah Thalia.
Eunicka Galenca Sarah Thalia wanita yang sangat mencintai Christopher tapi hanya berujung penolakan yang menyakitkan. Namun hal itu tak membuatnya berhenti mencintai Christopher. Wanita bar-bar, konyol, pintar baik akademik maupun non akademik, suka balapan liar, wanita tomboy, dengan perawakan tubuh yang bisa dibilang kekar karena ia adalah agen rahasia sebuah negara, rambut dibawah bahu agak keriting, wanita keturunan Argentina-Meksiko-Brazil membuatnya memiliki kulit sedikit gelap. Sedikit tidak sabaran. Wanita inilah yang akan membuat Christopher sadar bahwa Clarissa bukan wanita baik-baik.
***************************************************
Di sebuah rumah tepatnya berada di dalam kamar Galenca mengirim pesan pada Christopher untuk menemuinya di sebuah bar dan mengatakan hal itu sangat penting dan ia harus tau hal itu. Dan setelah mendapatkan jawaban dari Christopher dia segera bersiap-siap dia menggunakan kaos hitam, celana jeans, jaket kulit dia segera meluncur ke tempat yang ingin dijadikan tempat pertemuan mereka tak lupa membawa barang-barang bukti perselingkuhan dan penghianatan Clarissa di belakang Christopher. Dia pergi menggunakan motor balap dengan kecepatan sedang menembus malam.
Setelah sampai dia menunggu di tempat duduk yang tersisa. Setelah 1 jam menunggu membuat Lena sedikit kesal karena dia itu juga punya urusan dengan atasannya. Dia akan beranjak pergi tapi suara Christopher membuatnya mengurungkan niatnya untuk pergi
"Cepat katakan urusan anda memanggil saya ke sini saya masih banyak pekerjaan di kantor." Ucap Chris
Lena tidak menjawab tapi melemparkan amplop besar berisi barang-barang bukti yang dia kumpulkan selama ini dia simpan kepada Chris. Chris langsung membaca dengan seksama sambil duduk. Melihat hal itu Lena langsung buru-buru pergi menemui bosnya setelah menghabiskan makanan dan minuman yang di sediakan.
Chris yang terkejut akan hal yang dia baca tadi merasa tak terima dan malah menduga bahwa hal itu disebabkan karena Lena tidak diterima bahwa cintanya ditolak. Dia sangat marah pada Lena. Berkas barang bukti yang diserahkan Lena kepadanya diserahkan ke asisten pribadinya dan meminta untuk menyelidiki hal itu.
Di sisi Lena
Lena terkejut di tempatnya tak ada siapapun tapi di sepanjang lorong markas hanya ada darah yang berceceran dengan banyak anggota markas yang meninggal. Dia segera terburu-buru melihat sang ketua. Dia melihat ketua yang sedang dalam keadaan sekarat. Lena yang panik buru-buru menghampiri sang pemimpin di markas itu dan melihat bahwa sang pemimpin menggenggam surat.
"Lena... uhuk uhuk.... baca surat itu dan segera pergilah menuju.... uhuk uhuk tempat yang di tulis disana. Di sini tersisa hanya 5 menit lagi.... uhuk uhuk untuk tempat ini agar kau pergi. Cepat pergi ini perintah tak ada bantahan... Uhuk uhuk pergi sekarang Lena.. Selamatkan orang-orang yang ada disana." Sang ketua sambil menutup mata
Lena yang mendengar hal itu dia merasa hatinya hancur bahwa orangtua angkatnya telah terbunuh dan menerima perintah itu segera dia pergi. Dia merasa ini bukan waktunya untuk menangis dan merasa lemah. Dia pergi ke tempat yang di perintahkan sang ketua dan sang ayah.
Disisi Christopher
"Shit... sialan siapa yang udah culik gue sampai sini... Brengsek... pasti ada yang jadi pengkhianat disini." Ucap Christopher.
"Oh sayang kamu sudah bangun yah... Hahahaha.. Ia benar sayang ucapan kamu.. Aku pengkhianatnya disini... Hahahaha..." Ucap Clarissa sambil membuka topeng dan tudung yang menutup seluruh tubuhnya.
"Hahaha.. Bro..bro.. Udah gue bilang jangan percaya sama orang... Gue ini adalah pacar sesungguhnya Clarissa bro.." Ucap Daniel Maxime Richards sang asisten pribadi.
"Bajingan kalian.. Gue udah serahin kepercayaan gue buat kalian... Kalian malah khianatin begitu aja." Ucap Christopher.
"Banyak bacot luh" Ucap Max sambil menekan pelatuk pistol di perut Christopher.
Lena yang sudah sampai langsung masuk dan mengalahkan banyak penjahat dan mendapatkan banyak luka di seluruh tubuhnya. Dia terburu-buru mengecek seluruh ruangannya dia menghadapi ratusan penjahat dan tersisa satu ruangan untuk di periksa. Lena yang mendengar suara pistol langsung bergegas mengecek ruangan yang tersisa. Dan melihat Christopher berdarah di bagian perut dan langsung menekan pelatuk pistolnya tepat di jantung mereka berdua dan akhirnya mereka berdua meninggal di tempat.
Lena bergegas membawa Christopher dan langsung mengobati dengan peralatan yang tadi sepat dia bawa meski hanya terbatas. Berulang kali Christopher mencoba untuk berbicara dengan Lena tapi Lena hanya diam saja. Christopher meminta maaf pada Lena karena berulang kali menuduh Lena melakukan hal yang tidak dilakukan.
Lena hanya berdehem dan ketika ia melihat ke arah belakang Christopher dia melihat salah satu penjahat menekan pelatuk untuk membunuh Christopher sebelum dia benar-benar meninggal. Lena buru-buru menghadang peluru itu dengan tubuhnya dia ambruk dan jatuh ke pelukkan Christopher.
"Thalia, bertahanlah kumohon aku.... Aku mencintai mu Thalia hiks... Aku menyadari bahwa Clarissa hanyalah obsesi ku dan ambisiku hiks... Tapi kamulah cintaku Thalia hiks.... Bangun bertahanlah... hiks hiks... Aku minta maaf.... Maafkan aku hiks... " Ucap Christopher menangis sesegukan.
"Maaf... Chris tapi... gue gak kuat..peluru yang tadi sudah ada racunnya.. lagipula dari tadi... gue udah kekurangan banyak darah.. Terimakasih akhirnya loh mau membuka hati loh buat gue...dan mau mencintai gue... " Ucap Lena sambil menutup mata dan tersenyum untuk terakhir kalinya. Senyuman yang menghiasi wajah Lena untuk terakhir kalinya.
***************************************************
Penyesalan tiada berguna wanita yang ia cintai telah pergi untuk selamanya.