Nilam merenung di balik jendela kamarnya. Pikirannya masih saja di penuhi oleh permintaan anjani. Sahabat karibnya itu meminta nya untuk menolong menghadapi kemelut rumah tangganya.
Namun Nilam tidak bisa memenuhi permintaan sahabatnya itu. Permintaan yang sangat berat untuknya.
Nilam menatap wajah ayunya yang berbasis jilbab menjuntai ke dadanya. Ia cantik, malah sangat cantik. Sama seperti Anjani, dia gadis yang juga sangat cantik. Teman dari dia kecil dan sampai sekarang usianya sudah menginjak 24 tahun.
Di raihnya foto dirinya dengan Anjani. Anjani yang mengajatinya memakai hijab. Dan kini Nilam sudah biasa memakai hijab. Meski sebelumnya Nilam merasa risih dan belum siap dengan pilihannya. Namun Anjani selalu mendorongnya dan meyakinkan dirinya untuk berhijab. Karena itu adalah perintah Allah untuk umatnya yang hawa.
Anjani lebih dahulu memutuskan untuk menikah, ia menikah tanpa pacaran. Dia menempuh pernikahannya dengan Ta'arufan dengan lelaki pilihan gurunya di pesantren tempat dulu ia menimba ilmu.
"Aku menikah lebih dulu dari kamu. Tapi persahabatan kita akan terus berjalan sampai kita sama sama di surga nanti.. " Kata Anjani waktu itu
Nilam tersenyum dan bahagia. Ia lebih memilih belum menikah muda. Karena ia juga belum siap untuk menjalani hidup berkeluarga. Nilam masih ingin sendiri dan berkarja sebisanya.
Dan permintaan Anjani tadi malam yang sampai sekarang menghantui pikirannya. Ia ingin menolak tapi ia merasa tidak enak. Kalau ia menerima ia pun juga sungkan.
"Aku tidak akan bisa memberikan keturunan untuk suami aku Nil,Dokter menvonis kalau aku mandul. dan suami aku tahu akan hal ini. Tapi suami aku masih enggan mencari wanita lain lagi.Dan aku ingin suamiku menikah lagi. Berpoligami. Dan aku ingin kamu yang menjadi istri suamiku. Kamu mau kan? " Kata Anjani semalam
Nilam menghembuskan nafasnya. Dilema dalam hatinya seolh olah meraja saat ini. Ia sejujurnya belum siap untuk berumah tangga. Dan terlebih lagi harus poligami. Berbagi suami dengan wanita lain.
Terlebih lagi wanita itu adalah sahabatnya sedari kecil. Nilam merasa tidak bisa dan tidak mampu membayangkan dengan keadaan itu. Ia tidak bisa..
"Tolong Nil, aku percaya sama kamu. Kita bisa akur. Kalau kamu keberatan kita serumah. Biarkan aku yang tinggal dirumah aku sendiri dan kamu tinggal bersama mas Fauzy.." Kata Anjani
Mas Fauzy adalah suami Anjani. Ia lulusan pondok pesantren tempat dirinya dan Anjani menimba ilmu. Namun Nilam tidak begitu mengenalnya. Karena Nilam memang tidak begitu suka memperhatikan lelaki. Ia hanya fokus dengan pendidikannya. Hanya itu.
Nilam hanya tahu mas Fauzy adalah salah satu hafiz di pesantren tersebut. Dan namanya sering di sebut untuk mengisi banyak acara acara di masyarakat luar.
Nilam tahu Fauzy adalah sosok lelaki yang sangat mengerikan tentang agama. Namun apakan Fauzy juga menginginkan poligami seperti yang sedang Anjani tawaran kepadanya. Bukankah seharusnya ia sangat mencintai istri nya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
"Mas Fauzy tidak akan menolak kamu, dia percaya dengan pilihanku. Tolong aku Nil.. Kasihani aku. Sudah 3 tahun pernikahan kami. Dan mas Fauzy sangat menginginkan sekarang anak.. "Kata Anjani memohon
Nilam mengusap wajahnya yang mengeluarkan keringat. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana nantinya jika ia menerima permintaan Anjani tersebut. Ia tidak mungkin melukai sahabatnya sendiri. Meskipun ini adalah permintaan sahabatnya sendiri, tapi siapa wanita yang mau di duakan. Tidak ada satu wanita pun yang ingin cintanya di bagi. Tidak mungkin ada.
" Aku tidak ingin menyakiti kamu nanti. Kamu adalah sahabat aku. Aku tidak mungkin bisa menjalani semua ini. Aku ga bisa.. "Kata Nilam kepada Anjani
" Kamu tahu, Rosulullah pun berpoligami. Istri istri beliau bisa akur dan saling melengkapi. Kamu tidak ingin seperti aisyah? Kamu tidak ingin seperti khadijah? Mereka sosok sosok wanita luar biasa. Mereka bisa hidup berdampingan dengan Rosulullah tanpa adanya kebencian.. "Kata Anjani
Nilam menggelengkan kepalanya kuat. Naluri nya mengatakan ia tidak akan bisa menjalani kehidupan seperti mereka yang berpoligami. Meski Anjani telah menguraikan , namun Nilam merasa dirinya sangat jauh dengan sosok sosok wanita hebat. Sosok wanita wanita penghuni surga itu. Nilam merasa sangat hina dan sangat tidak bisa menjadi sepertinya.
" Mereka itu cerminan buat kita. Bukan membandingkan diri dengan mereka. Kita bukan apa apa dan bukan siapa siapa. Namun setidaknya kita belajar dari mereka. Mereka bisa menjdi teladan buat kita untuk menuju ridho-Nya.. "Kata Anjani menjelaskan.
Nilam menggigit bibirnya. Ia sungguh di hadapkan pada sesuatu yang sangat tidak dia inginkan. Ia belum bisa mencerna semua penjelasan dari Anjani. Nilam belum bisa membuka hatinya untuk melakukan permintaan sahabat karibnya itu.
" Aku akan meminta mas fauzy untuk meminang mu. Dia sendiri yang akan datang dan meminta mu untuk menjadi istri ke duanya. Tolong pepraiapkan diri kamu.. Kita akan bisa lebih erat setelah ini.. "Kata Anjani sambil memeluk Nilam dan berpamitan pulang karena suaminya telah menjemputnya.
Mas Fauzy, lelaki itu lebih banyak menunduk. Ia sangat menjaga pandangannya. Ia juga tidak pernah mau menyentuh wanita lain yang bukan muhrimnya. Karena itulah ia menolak untuk bersalaman dengan Nilam Malam itu.
Nilam berpikir, lelaki se taat ia. Mungkinkah juga akan melakukan poligami itu. Achh.. Sulit untuk di mengerti.
Dan ini adalah malam ke tujuh. Sesuai permintaan Anjani, ia memberikan waktu untuk berpikir dan beristiqoroh dan bermunajat kepada sang Khaliq. Dan ini adalah malam terakhir bagi Nilam. Dan dirinya belum bisa memantabkan hatinya. Ia masih ragu dengan apa yang akan dia lakukan, keputusan apa yang akan dia ambil.
" Ummi tidak akan memaksamu untuk itu. Ummi juga seorang wanita. Ummi bisa mengerti bagaimana perasaan kamu.. "Kata ummi Nilam
Nilam merapikan hijabnya untuk menutupi auratnya. Ia berdiri dan memantapkan pilihannya.
" Kamu cantik sekali, mas Fauzy pasti akan sangat suka dengan kamu.. "Kata Anjani
" Kamu juga cantik seperti aku. Kita sama sama cantik. Aku ingin bertemu dengan suami kamu.. "Kata Nilam
Anjani menggandeng tangan Nilam untuk keluar menemui suaminya. Anjani sangat bahagia namun ia terasa perih di dasar lubuk hatinya. Benar ucapan Nilam. Tidak ada satu wanita pun yang rela berbagi cinta yang ia miliki. Namun Anjani tetap ingin melakukan ini karena ia mencari ridho Tuhannya. Ia ingin membuat suaminya bahagia. Karena dia tidak bisa memberikan satu kebahagiaan yang sangat di inginkan oleh suaminya saat ini.
Nilam duduk di samping Anjani dan berhadapan dengan mas Fauzy yang terlihat tidak menatapnya juga tidak menatap istrinya.
" Mas, ayo bilang. Kalau mas mau melamar Nilam untuk istri mas.. "Kata Anjani pelan.
Mas Fauzy terlihat gugup dan entah ada apa dengannya. Sosok imam yang baik pun terlalu grogi dihadapkan dengan masalah seperti ini.
" Saya yang akan bertanya dan berbicara.. "Kata Nilam memecah sunyi.
Anjani dan Fauzy saling pandang dan hanya mengangguk.
" Sebelumnya saya minta maaf. Saya bukan tidak ingin dan tidak mau untuk melaksanakan sunnah rosul. Tapi saya tahu, saya paham di kehidupan kalian yang sudah kalian bina saat ini. Kalian selalu akur dan rukun. Dan tidak kurang suatu apapun. Kekurangan itu bisa di tutupi dengan kelebihan yang ada. Bukan lalu mencari yang sempurna. Karena tidak ada satu pun makhluk yang sempurna. Sampai di sini saya yakin kalian sudah paham dengan ucapan saya.. "Kata Nilam begitu bergetar.
Anjani tersentak dengan pengakuan sahabatnya. Semua ia berpikir kalau Nilam akan menerima tawarannya. Tapi dugaan nya keliru.
" Itu juga yang selalu saya sampaikan kepada Anjani. Namun ia masih kekeh mencarikan istri untuk saya. Terima kasih kalau akhirnya kamu bisa menyampaikan ini kepada istri saya.saya yakin sekarang dia mengerti.. "Kata Fauzy
Anjani tersenyum dan merangkul sahabatnya itu. Sahabat di dunia dan akhiratnya. Ia sangat bahagia saat ini karena ia hanya satu. Dialah ratu di keluarganya tidak ada saingannya lagi.
" Semua masalah itu pasti ada jalan keluarnya. Kamu jangan gegabah melakukan seauatai yang hati kamu sendiri tidak yakin.. "Kata Nilam
" Iya, hari ini aku belajar banyak dari kamu.terimakasih untuk semuanya.. "Ucap Anjani dengan senyum mereka hanya
Nilam mengangguk dan Anjani melepaskan pelukannya itu. Terlihat suaminya tercinta mengajaknya pulang sambil menggengam tangan Anjani , Fauzy pamit dari rumah Nilam.
" Jangan konyol seperti ini lagi. Kamu sudah cukup untuk menemani hidupku. Besuk kita bisa ke panti untuk mengadopsi bayi untuk menemani perjalanan hidup kita.. "Kata Fauzy kepada Anjani.
Anjani mengangguk bahagia. Ia tidak akan kehilangan separuh suaminya lagi. Suaminya masih utuh untuknya. Dan akan hadir malaikat kecil nya meski bukan dari rahimnya sendiri.