Tema : Zombie, Malam hujan yang dingin, Bus.
Selamat membaca🤗
Ujian Akhir semester telah selesai, dan untuk menenangkan hati dan pikiran kami setelah UAS. Aku dan teman²ku berencana untuk Cemping
FlashBack~On
" Nas... UAS udah selesai nih, untuk refresing? kamu mau liburan kemana " tanya Vanya
" iya Nas... habis UAS, tenaga dan pikiran kita terkuras banget nih " timpal Hasti
" betul juga sih ucapan kalian, tapi? aku belum kepikiran untuk liburan kemana " jawab Nasyia
" ookh... gitu ya, bagiamana kalo kita Cemping " ucap Vanya mengajak
" wah, ide bagus tuh Van? tapi, mau Cemping di mana " ucap Nasyia
" iya nih Van, emang kamu udah tahu tempatnya " tanya Hasti
" udah, kalian tenang saja? aku udah tahu tempatnya kok " jawab Vanya
" kalo begitu, biar reme? bagaiaman kalo kita ajak Firza, Angga, Dimas dan Erlin juga " ucap Nasyia
" iya, pasti seru kalo mereka juga ikut " timpal Hasti
" Fiks nih ya, kita semua pergi Cemping " tanya Vanya memastikan
" Oke Fiks " jawab mereka kompak
" ya udah kalo begitu, soal anak² itu biar aku yang beresin? untuk sekarang, sebaiknya kita pulang dan siapkan barang² keperluan kita " ucap Vanya
" oke "
FlashBack~Off
Setelah semua sepakat, malam harinya kami langsung menyiapkan segela keperluan. Agar besok pagi, kami bisa langsung berangkat
Jam 5 pukul 25 menit, Aku sudah terbangun dari tidurku. sebelum berangkat, Aku terlebih dahulu menunaikan tugasku sebagai muslim.
Selesai shalat, Aku bergegas untuk membersihkan badan.
Setelah merasa cukup, Aku pun menyudainya dan bergegas untuk berpakaian dan bersiap².
Beberapa saat kemudian, Aku dengan semangat melangkakan kaki ku menuju rumah Vanya
Setelah Aku sampai, teman²ku yang lain pun akhirnya datang.
Setelah perkumpul dengan barang bawaan kami masing². kami pun segera berangkat menggunakan dua Mobil, Mobil Vanya dan Mobil ku.
Perjalanan cukup jauh dan memakan waktu sekitar 7 jam, membuat kami kelelahan.
Namun lelah itu dapat terbayarkan, setelah kami tiba di tempat itu. Walaupun tempatnya sederhana dan terpencil, tetapi udara dan pemandangannya cukup membuat kami tenang
Tak membuang² waktu, untuk melepas penat. Firza, Angga, dan Dimas langsung melepas baju² mereka dan menceburkan diri ke Danau.
Begitupun Aku, Vanya, Hasti dan Erlita. Tak mau kalah dengan anak² cowok.
Melihat kami berempat sedang asik bermain air, Firza, Angga dan Dimas langsung menghampiri kami dan bergabung dalam permainan kami.
Setelah cukup puas berenang dan bermain air, Angga, Dimas, Hasti dan Erlita. segera memasang tenda untuk kami berteduh dan menginap.
Sebelum malam, Aku, Firza dan Vanya bergegas mencari kayu bakar untuk membuat api unggun dan membakar² ikan.
Setelah apa yang kami inginkan terkumpul, kami pun segera kembali.
Tugas Angga, Dimas, Hasti dan Erlita sudah selesai, kami pun sudah selesai dengan tugas kami.
Untuk mencairkan suasana, malam harinya Angga dan Dimas bermain gitar. Sedangkan Vanya, Hasti dan Erlita bernyanyi
Sementara Aku dan Firza sedang membakar ikan untuk kita makan
Malam semakin larut, petikan gitar dan nyanyian semakin membuat kami terbawa suasana sambil menyantap ikan bakar hasil pancingan kami
Namun di tengah petikan gitar, di sela² nyanyian mereka. Aku seperti mendengar suara aneh dari Tepi Danau.
" aaakh.... "
" aaakh.... "
" aaakh.... "
Untuk memecah keanehan, ku coba untuk bertanya pada teman²ku
" Firza, apa kamu mendengar sesuatu " tanyaku berbisik
" hmm... mendengar apa " tanya Firza kembali
" dengar suara aneh " jawabku
" Enggak, Aku tidak mendengar sesuatu yang aneh? lagi pula, Aku sedang asik mendengar suara merdu mereka? memangnya kenapa " ucap Firza bertanya
" Enggak Fir... sepertinya Aku sedang " ucapku sambil berfikir
" sedang apa " tanya Firza, karena ucapanku tiba² ku hentikan " Enggak Fir... Enggak kok " jawab ku, Namun dalam hati " mungkin ini cuma pirasatku saja " batinku
Dengan suasana hati yang mulai tercampur aduk, ku coba untuk menengkan hati ku kembali sambil menikmati irama nyanyian dan petikan gitar teman²ku.
Namun suara aneh itu kembali terdengar di telingahku " aaakh... aaakh... aaakh... " dan malah suara itu semakin keras terdengar.
Kali ini, bukan cuma Aku yang mendengarnya. tapi, teman²ku pun kini mendengarnya.
Petikan gitar dan nyanyian mereka hentikan, agar kami bisa mendengar suara itu lebih jelas.
Malam yang tadinya indah dengan udara yang menentramkan, tiba² berubah mencekam dan mengerikan.
Angin bertiup seperti tidak biasa, ia menghempaskan sejuk mereka dengan sangat aneh. semakin kami nikmati, semakin membuat kami kedinginan
Karena udara tidak memungkin kan lagi, sebagian dari kami memilih untuk masuk ke tenda dan istirahat. dan sebagian lagi, untuk menjaga.
Di tengah peristirahatan kami, suara itu kembali terdengar. di sertai hujan yang deras, angin yang kencang dan petir yang menggelegar, membuat jantungku semakin tak karuan.
Aku mencoba untuk membuang pikiran² burukku tentang tempat ini, Namun yang membuatku tak percaya ketika temanku Hasti dan Erlita tiba² ingin membuang air
FlashBack~On
" duh... dingin benget sih " ucapnya dengan suara mengigil
" iya nih, bikin aku pengen buang air saja " sahut Erlita
" kok samaan, aku juga pengen buang air " ucap Hasti
" kalo mau buang air, sama² yuk? udah kebelet nih, yuk buru " sahut Erlita sambil menjepit bagian bawahnya
" tapi, kalo cuma kita berdua? aku takut Er... gimana kalo kita minta temani sama Dimas atau Angga saja" ucap Hasti
" ya udah cepat! Aku sudah gak tahan nih " sahut Erlita
***
" Angga... Dimas... temeni kita dong " ucap mereka meminta
" temeni kemana, kalian berdua mau ke mana sih " tanya Angga
" iya, buru² banget? emang mau ke mana " sambung Dimas
" udah, gak usah kebanyakan tanya? cepetan, kami udah gak tahan " ucap Erlita
" iya... kami mau buang air " jawab Hasti
" ya udah cepetan, nanti keburu keluar di sini lagi " ucap Angga
" Nah, kalian buang air sana? kami berdua tunggu di sini " ucap Dimas
FlashBack~Off
Selesai Hasti dan Erlita membuang air, tiba² angin kembali bertiup kencang di iringin petir yang menggelegar
Di tengah mereka kembali ke tenda, air Danau tampak sangat hitam dan berasap.
Dengan rasa penasaran, mereka akhirnya memberanikan diri mendekat dan melihat.
Setelah mendekat dan melihat, tiba² sesosok mekhluk misterius muncul dari dalam Danau
Semakin di perhatikan, semakin bertambah banyak dan mengerikan.
Membuat Angga, Dimas, Hasti dan Erlita menjerik ketakutan dan segera berlari menjauhi Tepi Danau
Desahan mereka pun sangat aneh, dan cara berjalanannya seperti robot kesurupan.
Pakaian dan rambut mereka acak²an, membuat teman²ku semakin ketakutan.
Di tengah mereka berlari sekencang mungkin, tiba² kaki Erlita tersandung batu. Hingga membuatnya terjatuh tersungut ke tanah
orang² aneh itu semakin cepat berlari mengejar kami, Dimas berusaha menolong dan membantu Erlita. Namun kaki Erlita, tiba di tarik orang² aneh itu
Yang membuat Dimas syok dan panik, orang² aneh itu tiba² menyerang dan menggigit kaki Erlita
Tak banyak pilihan, dan untuk menyelamatkan diri Dimas terpaksa meninggalkan Erlita. Seketika orang² aneh itu, menggigit dan mengkerumun Erlita hingga mati.
Bahkan Dimas hampir, menjadi santapan orang² aneh itu. Namun Dimas, berhasil lolos.
Mereka pun kembali ke tenda tanpa Erlita, dan segera membaritahu Nasyia dan Firza
Dengan perasaan kacau dan sekujur tubuh yang gemetar, Dimas dan yang lain berusaha menjelaskan kepada temannya
Belum sempat Dimas menyelesaikan ucapannya, orang² aneh itu tiba² datang menyerang mereka
Melihat dan mendengar desahan orang² aneh itu, Sontak Aku dan Firza membulatkan mata
" Nas... Nasyia! si... siapa mereka " tanya Firza
" Aku juga tidak tahu Firza, tapi? kalo Aku lihat, gerak geriknya seperti Zom... Zom... Zombie! " jawabku
" apa! Zombie, apa itu Zombie " tanya Firza
" Zombie adalah pemangsa yang sangat berbahaya, karena bukan saja pemangsa yang sangat brutal? mereka juga bisa menularkan gigitannya pada orang² yang telah di mangsanya " ucap Nasyia menjelaskan
" pantes saja, waktu Erlita terjatuh? mereka langsung memangsanya dengan cara brutal, ternyata mereka Zombie " sahut Dimas
" tapi Nasyia, mereka muncul dari dalam Danau? mungkin kah, Danau itu adalah tempatnya " sahut Angga
" Da... Danau itu kan tempat kita tadi berenang, ja... jadi itu sarang Zombie " kaget Vanya dan Hasti kompak
" iya " timpalku
Kami menelusuri Tepi Danau dalam ketakutan, Hingga kami tidak sengaja menemukan Bus.
Tanpa pikir panjang kami pun berlari masuk kedalam Bus itu, untuk bersembunyi.
" sial...! mereka semakin banyak lagi " ucap Angga
" Lihat! diantara Zombie2 itu, Aku melihat Erlita " ucapku sambil menunjuk
" apa! Erlita sudah beruba menjadi Zombie " sahut Dimas dan Firza kompak
" Enggak! Aku tidak mau mati dan menjadi santapan Zombie² itu " sahut Vanya
" ini kan tempat yang kamu pilih Van, mana mungkin kamu tidak tahu " tanya Hasti
" Aku pilih tempat ini, karena bagus? Aku tidak tahu, kalo tempat ini sarang Zombie " jawab Vanya
" bohong! mungkin kamu senjaga mengajak kami ke sini, karena kamu ingin menjadikan kami santapan Zombie² itu " ucap Dimas
" gak nyangka Aku Van! kamu bisa berbuat seperti itu " timpal Angga
" kalo Aku sengaja, mana mungkin Aku membiarkan diriku sendiri masuk dalam rencanaku sendiri " bela Vanya
" ya... agar kamu, tidak di curigai " ucap Hasti
" udah teman², kalian jangan berdebat? sebaiknya kita pikirkan cara untuk pergi dari tempat ini, agar tidak menjadi santapan Zombie² itu " ucapku
" iya... bentul tuh kata Nasyia, bukan malah berdebat " timpal Firza
Niat kami untuk mencari ketenangan berubah menjadi kesialan, kami terjebak dalam Bus kosong dengan pikiran kacau dan berantakan.
Kami mencoba menelusuri Bus kosong itu, Namun tidak ada yang kami temukan.
Teman²ku mulai putus asa dan pasrah, Aku pun mulai bimbang. kami tidak henti²nya berdoa dan berharap, mudah² ada seorang yang datang ke tempat ini dan membebaskan kami
Zombie² di luaran sana, semakin banyak dan semakin buas. hasus akan daging dan darah manusia
->Tamat<-