Story by B Joy 👉 Be Enjoy for Reading my story.
Ayo baca yang serius se'enggaknya coba baca sedikit jangan Fake Read aja.
......
Dia hanyalah seorang gadis yang baru beranjak dewasa didalam kehidupan yang memaksanya untuk dewasa pebihcepat dan menusuknya dengan hujaman jarum yang memberikanya luka dalam yang teramat membekas di hatinya.
Terasingkan, terbully, terlecehkan, dan terabaikan itulah yang ia rasakan. Ia hanyalah boneka dan alat yang di cari saat di butuhkan namun di buang saat semua tak membutuh kanya bak parasit dan belenggu bagi sekitarnya.
Hingga sampailah ia pada keputusan yang entah apakah menjadi sebuah penyesalan ataukah anugrah mukzizat sang kuasa untuk memberinya kesempatan berharga ini untukmemulai kembali.
...... Pov Dia (Kamu)
Aku berjalan tanpa arah menjauh dari padangan punggung-
punggung yang berpaling membelakangiku.
Berjalan sendiri di tengah kegelapan, mengikuti tiap langkah kaki membawa entah kemana dan sampailah aku di sini.
Di depan bentangan jembatan
besar yang menjulur melewati bentangan sungai besar yang tampak indah di kelamnya malam yang gelap di hiasi gemerlap lampu-lampu dari tiap sudut bangunan yang berdiri di sepanjang sungai.
Dan di sinilah aku bersama kelamku membawa kepedihan dan luka kekecewaan dan harapan yang sirna.
Kini aku menyerah terduduk di dasar kegelapan sendirian dalam kedinginan dan kehampaan.
Aku terus bertanya-tanya kepada diriku, Kehidupan buruk apa yang aku lakukan dikehidupan terdahulu sehingga di kehidupan ini aku pun tak dapat menyentuh cinta dan kebahagiaan.
Tiada ketelusan dan kehangatan
yang hadir. Hanya ada rasa beku,
sakit, kepedihan, kesepian, kemarahan, iri, ketidak berdayaan, lemah.
Hanya ada kepalsuan, kebohongan, ketidak percayaan, pandangan remeh, mencemoh, merendahkan, ketidak pedulian, rasa asing, canggung, ke tidak nyamanan yang datang melingkupi kehidupanku.
Apakah aku boleh berharap untuk tidak merasakan semua rasa itu lebih lama lagi. Apakah aku tak pantas merasakan cinta dan kebahagiaan.
Aku lelah.
.
.
.
BBYURRR..! GLUB.... GLUBBB..!
.
.
.
Aku tahu ini salah tapi inilah pilihanku.
.
.
.
Selamat tinggal
.
.
.
PIP!..... PIP!....... PIP!... terdengar suara mesin indikator detak jantung yang bergema disebuah ruang Vip mewah dan besar sebuah rumah sakit.
PIP!.... PIP!.... PIP!... PIP!.....
Suara itu semakin lama semakin cepat seakan denyutnya berpacu cepat seperti sedang berlari.
DRAP! DRAP! DRAP!
OH ! kenapa ini!? Cepat panggil Dokter !... Cepat Hubungi bos!..
ujar sekelompok orang butubuh tegap dan berbadan besar yang berjaga di ruanganitu berbalut jas dan kacavmata hitam yang menanggapi indikator mesin detak jantung yang menampilkan hal aneh dan tampak berbahaya.
DRAP!... DRAP!!! tampak setelah salah satu dari mereka memencet tombol darurat sekelompok orang yang tampak berpenampilan serupa datang dengan beberapa Dokter yang ikut di belakangnya dengan wajah panik dan tergesa-gesa.
"BOS! ," -ujar para pria yang tampak lega akan kehadiran seorang pria tampan berjas Abu-abu yang datang bersama sekumpulan Dokter Spesialis itu.
"Cepat periksa dia!. "-perintah pria itu pada sekelompok dokter yang bergegas berjalan ke sebuah ranjang yang tampak berbaring seorang gadis kecil bertubuh kurus dengan pakaian pasien terkulai tak berdaya dengan banyak alat terpasang di tubuhnya.
PIIIIIIIIIIIPPPPP! Mendengar suara indiator yang tak berhenti berbunyi sang Dokterpun segera memeriksa pasiendi hadapanya.
"Oh tidak! Denyut jantung nya melemah,"-ujar salah satu Dokter menjelaskan situasi.
" Cepat ambilkan alat kejut! "-ujar Dokter lainya yang dengan segera para suster dan Dokter lain di ruangan itu menyiapkan alat kejut listrik di samping Dokter senior yang memerintah mereka.
SIAP! 1... 2... 3..... BZZT!. instruksi Dokter senior itu lalu segera menempelkan dua alat kejut lostrik di atas Dada pasien wanita di hadapanya.
TAMPAH VOLNYA!... 1.... instruksi Dokter senior itu lagi pada rekan-rekanya.
2.... 3.... BZZZT! .. SEKALI LAGI!....
Alat itu seketika memberi oejut jantung pada dada tubuh kurus yang tampak rapuh berusaha memberi sambaran energi kehidupan di balik jantung yang detaknya semakin melemah.
1... 2... 3... BZZZTR !... Pip!...Pip..... dan akhirnya setelah tiga kali alat itu tampak mengalirkan listrik' nya, usaha mereka tak sia-sia perlahan detak jantung sosok gadis itu mulai kembali berdetak normal perlahan membawa semua ketegangan di dalam ruangan itu berangsur tenang .
Nafas orang-orang yang sempat seakan ikut tercekat berhenti perlahan menghembus normal yang menandakan kini meteka telah merasa lega akan keadaan seorang gadis kecil yang telah membuat para pengawal itu pucat pasi dan tenggelam dalam perasaan tegang dan takut yang melanda mereka yang tadinya membuat darah mereka seakan berhanti kini kembali mengalir .
.
.
.
#DI ALAM LAIN
Di sebuah ruangan gelap tampak seorang gadis yang berjalan tanpa arah berusaha mencari cahaya.
Di mana? Di mana? Di mana!.
Ia terus berusaha mencari dan mencari entah sejak kapan ia berjalan tanpa henti dantiada lelah mencari namun semua nihil tempat itu gelap tiada apapun.
Perlahan ia terduduk dengan kedua kaki terlipat menjadi tumpuan bokongya untuk duduk di tengah kegelapan menunduk seakan telah menyerah untuk kembali berjalan.
Letih!? itu yang ia rasakan.
Tak ingin mencari lagi! itu yang ia pikirkan.
Biarkan saja, terserahlah,
putusnya menyerah.
Tanpa ia sadari setitik cahaya muncul perlahan cahaya srkecil sebuah cahaya lilin perlahan berpendar hingga mendekati sosok gadis yang seketika tersentak kaget menyadari cahaya harapan yang tiba-tiba saja datang.
" Cahaya !, "- ucapnya lirih lalu kenatap sekeliling yang t@mpak semua putih di terangi cahaya terang yang membuatnya harus menyipitkan mata.
" Sudah saatnya kau kembali kedalam kehidupan yang tak seharusnya kau akhiri. "-ujar sesosok suara misterius yang entah datang dari mana.
" Siapa !?, "- tanya lirih gadis itu lalu mencoba mencari sosok yang berbicara padanya namun tak ada siapapun.
" Berdiri dan berjalanlah kembali jalani hidup yang telah di takdirkan. "-ujar suara itu bersamaan dengan Cahaya yang semakin terang dan semakin terang hingga membuat gadis yang perlahan bangkit berjalan harus menyipitkan mata dengan satu tangan berusaha untuk menghalangi cahaya berlebih yang terpendar di sekitarnya.
....
Pip!... Pip!... Tanpa mereka sadari di antara kelegaan mereka dan beberapa Dokter yang sedang sibuk bertukar obrolan-obrolan membahas situasi menegangkan sebelumnya.
Tampak kelopak mata yang tampak rapuh tak pernah terbuka hampir 1 tahun lamanya itu perlahan terbuka berusaha mencari tahu situasi apa yang sedang terjadi di sekitarnya.
" Ruangan putih, Sekelompok orang asing, Bau Obat-obatan! Dimana aku?"- pikir gadis itu mencoba menerka-nerka.
" Ia sadar!"- seru pria berjas Abu-abu yang telah sadar lebih dulu yang seketika menyadari sosok yang sekilah ia perhatikan kini telah membuka matanya.
Mendengar ucapan pria itu dengan segera sekelompok Dokter dan orang-orang yang berada di sekitarnya menatap ke arah ranjang rumah sakit yang di atasnya berbaring gadis kecil yang tampak rapuh itu kini membuka matanya.
"Selamat datang kembali jalanilah hidupmu denganlebihbaiklagi jangan menyerah dan jangan melarikan diri lagi jika kau melakukanya lagi jiwamu akan tersesat dalam kegelapan dan kesengsaraan hingga akhir dunia datang tataplah nentari yang datang."
"Kamu pasti bisa jadi lebih baik lagi jika kamu mau berjuang dan mengusahakanya niscahya akan berbuahmanis jangan menyerah untuk bangkit saat jatuh lagi dan lagi."
You Can't do it for luck i wish you luck and i want you make a wish for me too.
....
The end
Hi guys i am back membawa salah-satu cuplikan ceritaku yang masih tersimpan dalam draf dan suatu saat akan menjadi lebih panjang dari ini berhubungakujuga lagi gatau harusngetik apa jadi aku share yang sudah ada saja
Whatdo you think?
Terima kasih untuk yang vote dan komen semoga cerita ini dapat menginspirasi dan bermanfaat untuk kalian.