Aku sudah sangat mengerti sikapmu yang sering membuat ku sakit dan terluka. Sudah biasa bagi mu mempermainkan hati.
Aku juga tau bahwa kamu adalah seorang cassanova,tapi apa semua cinta kamu anggap permainan?!! Lantas mengapa kamu masih mempertahankan aku??
"Klunting... "suara pesan masuk dari ponselku yg ku geletakkan di meja belajarku.
Segera ku buka pesan singkat itu.
"Yanx, gi apa? Tanya Angga pacarku. Tak ku jawab pesan singkat itu dan sesegera mungkin aku menjauhkan ponselku.
" Klunting, Klunting, Klunting, "tiga kali suara pesan membuatku semakin geram. Aku pun mengambil ponselku kembali.
" Kok gak di jawab? "
" Kamu marah apa gimana? "
" Jawab dong. "
Satu persatu jariku mengetik keyboard ponsel.
" Maaf lagi gak mood" jawabku singkat.
Senyum sinis di wajahku bak duri yg menghancurkan hidup ku dan cintaku sendiri. Aku ingin menjauh sejauh-jauhnya tapi itu malah semakin menarikku ke dalam. Aku berada di dalam penjara yg mengurung perasaanku dan menekan kebebasanku.
Keheningan sepanjang malam, drama romantis dua orang kekasih menjadi kehidupanku yg sekarang. Hidup ku penuh drama yang tak tau kapan akan berakhir.
SKIP
Keesokan harinya, aku pergi ke sebuah taman berharap itu bisa mengurangi kejenuhan ku. Dan tanpa di sengaja aku bertemu dengan Angga yang sedang bermesraan dengan seorang wanita. Spontan air mataku mengalir dengan derasnya. Angga yang menyadari aku sedang berada di sana langsung berlari menghampiriku.
Apa salah ku di kehidupan sebelumnya hingga tuhan menghukumku seperti ini, cinta kenapa sangat menyakitkan dan seseorang yang ku cintai jika tidak bisa ku miliki kenapa mengekangku dan menghancurkan hidup ku.
"Rey!! "panggil Angga sembari berlari ke arah ku.
" Rey, ini gak seperti yang kamu lihat "ucap Angga mencoba menjelaskan.
" Aku sudah lihat, jadi aku percaya apa yang aku lihat, "cetusku kemudian berlari meninggalkan tempat itu.
" Rey, kasih aku kesempatan buat jelasin ke kamu!!! "
Aku terus berlari sekuat tenaga menjauh darinya meski aku tau mustahil untuk bisa menjauh darinya. Angga, orang yang membuatku lemah tak berdaya, kenapa aku tidak bisa menolaknya untuk tidak hadir dalam pikiran ku.
Aku telah pasrah dan putus asa, biar takdir yang menentukan ke mana aku harus pergi.
"Tok, tok, tok. Rey, tolong buka pintunya!! "
Aku mengenal suara itu, suara yang semakin menyumbat dadaku.
Tiba-tiba terngiang di pikiran ku untuk bunuh diri agar rasa sakit ini berakhir.
" Rey, dalam hitungan ke tiga kalau kamu gak mau buka, aku akan dobrak sekarang!!! "seru Angga.
BRUUUK!!!!
Angga segera menangkap ku yang hendak terjun dari ketinggian empat lantai.
" Rey... "
" Apa kamu gila mau mengakhiri hidup kamu sendiri huh??!!! "
Aku menatapnya lekat-lekat.
" Apa kamu pikir aku mau hidup juga dengan penderitaan ini??!! Kenapa khawatir begitu, kalau aku mati masih ada banyak wanita di luar sana!! "cetusku.
" Kamu harus percaya, aku cuma cinta sama kamu "
" Heh, percaya sama kamu?!! Kamu yang bikin aku menderita. apa kurang cukup kamu nyakitin aku? "
Air mata kembali mengalir tak beraturan, dia memelukku erat.
" Aku sudah capek, kenapa masih kita jalani."
Aku tertunduk lemas dan tangisan ku terdengar semakin kencang.
"Kita cuma berpura-pura, aku capek. Lepasin aku kalau aku cuma jadi pelampiasan kamu."
"Aku gk akan ngelepasin kamu sampai kapan pun. Kamu akan tau alasan ku suatu hari nanti. "
Angga pun pergi meninggalkan ku sendiri, keluar dari ruangan itu tanpa pamit.
Senja, saat ini kamu menjadi saksi atas penderitaan ku.
Tatapanku hanya pada air danau yang tenang dengan sorotan cahaya matahari yang hampir tenggelam. Tiba-tiba seseorang memecahkan lamunanku dari titik ku berdiri.
"Rey, kamu Rey kan? Pacar Angga, " tanyanya memastikan tak salah orang.
" Ya, aku Rey kamu siapa? "
" Aku Mira sahabat Angga, aku ganggu kamu gak? "
" Enggak kok. "
Kami akhirnya bercerita tentang kehidupan kami, bercanda dan tertawa bersama hingga tak ku sangka berakhir pada cerita masa lalu Angga.
" Kamu tahu, alasan Angga jadi seperti ini? "
" Apa karna pengen jadiin aku sebagai pelampiasan aja?! "
" dua tahun lalu, pacar Angga yang bernama Kara meninggal dalam insiden kecelakaan. Angga menutup diri selama itu hingga akhirnya dia bertemu kamu, kamu orang yang mempunyai kepribadian sangat mirip dengan mendiang pacar Angga tapi dia masih mengalami trauma jangka panjang hingga sekarang. "
" Tapi hubungan kami tidak lebih dari sandiwara. "
" aku tau kamu sering terluka karna Angga, tapi kamu harus percaya Angga cuma cinta sama kamu. "
Pikiran ku tak terkendali saja. Aku masih tak begitu yakin dengan kenyataannya.
SKIP (sepulang dari taman)
Jalan raya begitu ramai dan langit menampakkan wajah sedihnya di seluruh dataran.
Ku lihat beberapa mobil berbadan besar melaju dengan sangat cepat.
Uups, sekarang langit mulai menurunkan butiran kristal putih yang semakin banyak menutupi kaca depan mobil. Aku berlari ke seberang jalan, berharap hujan tak segera turun dengan derasnya.
Sepi dan dingin, hanya itu yang bisa aku rasakan sambil berlari membelah hujan. Masih saja terngiang rasa khawatir Angga padaku saat hendak terjun dari lantai empat.
"Tit,tit, tit... " suara klakson mobil.
Aku baru tersadar bahwa aku masih berdiri di tengah jalan tanpa berkutip dan sekarang sebuah mobil sedan putih sedang melaju dengan cepat ke arah tempat ku berdiri dan tiba-tiba saja seseorang mendorong ku ke seberang jalan.
" Awards, "semua orang berteriak tapi tabrakan tidak bisa terelakkan.
" BRUAAKKK!!! "
" Ya tuhan, Angga. Ternyata Angga yang menyelamatkan ku. "
Kakiku gemetaran melihat Angga yang sudah terkulai lemas dan berlumuran darah.
" Angga, Angga bangun. Ini aku Rey. "
Tangisanku pecah di antara kerumunan orang yang melilingi kami.
" Maaf "ucap Angga mengusap air mata ku yang menyatu bersama hujan. Senyumnya mengembang, lembut dan hangat.
" maaf aku selalu buat kamu sedih, sering nyakitin hati kamu, aku gak bermaksud bikin kamu menderita,"jelasnya.
"Iya, aku maafin kamu... Tolong jangan tinggalin aku hiks, hiks... "
" Aku, cuma cinta dan sayang sama kamu. "
Ya, begitu akhir cerita cinta ku. meski jalan yang berliku-liku,kesetiaan yang akan membuktikan hasilnya. Tidak ada penyesalan dalam mencintai karena cinta lahir dari hati kita, jangan pernah mendustakannya.
~~~~~~~~~~°°°°°°°~~°°°°°°°~~~~~~~~~