"Kamu itu harus bisa, Shasa aja bisa. Kenapa kamu tidak bisa!! " Bentak ayah
"Kamu mau jadi apa kalo besar nanti?! Kerjaan ngurung diri terus. kamu kepengen bisa tidak?!!! " bentak ibu dengan nada tinggi
"Pinter pinter, tapi ngga mau usaha ya ngga bakal bisa.... Liat shasa uda bisa naik motor.... Kamu? belajar aja ngga mau gimana mau bisa?! "
kata nenek membandingkan diriku dengan anak tetangga
Aku hanya diam tertunduk, sambil berpangku tangan.... Air mata yg ingin ku tahan, akhirnya bocor juga. Katanya "Diam adalah respon orang bodoh" aku hanya orang bodoh yg tak mau berusaha
"Udah masuk kamar sana, belajar pastikan kamu harus juara 1. Kalau kamu juara 2 siap siap kamu... " kata ibu dengan nada mengancam
Aku hanya menurutinya dan masuk ke kamar..... Aku membuka buku dan....
Tes...
Titik pertama air mata ku jatuh lagi, di ikuti dengan titik titik air mata yg lain.
Aku belajar hingga malam hari, saat semua nya tidur aku diam diam menulis dibuku harian ku. Kau pasti terkejut jika tau isi didalam nya......
Ya.... Cara mengakhiri hidup sendiri, Dengan gantung, pisau dapur, lompat dari atap, atau tenggelam.
Setiap dimarahi dan dibandingkan dengan anak tetangga aku berfikir, 'Apa aku mati saja?'. 'Aku hanya beban, aku lebih baik menghilang dari dunia ini'. 'Jika aku terlahir kembali, tolong berikan keluarga yg menerima apa adanya aku'
Tapi setidaknya aku punya keluarga yg utuh.
Kadang aku memikirkan temanku yg jadi anak broken home, ia depresi.... kesepian dan pelampiasan nya dia tergila-gila kepada oppa Korea.
Aku memang bukan anak broken home. Tapi perkataan orang tua ku yg seolah aku menjalani kehidupan broken home..... Aku lelah.
Aku menjadi murid pintar seperti keinginan orang tuaku....
Aku menjadi orang berprestasi seperti harapan nya
Aku belajar setiap hari, dan berfikir "apakah ini cukup untuk memuaskan mereka? "
Tidak.... Jawaban Tidak....
Dimata mereka anak tetangga ku lebih baik dan aku harus seperti dia.... 𝘼𝙆𝙐 𝘽𝙐𝙆𝘼𝙉 𝘿𝙄𝘼....
Aku bertanya pada forum remaja, banyak yg mengalami hal tersebut, dibandingkan dengan orang lain. Aku mendapat motivasi dari mereka
"Kamu pasti bisa"
"Semangat terus ya... "
"Ngga perlu jadi orang lain cukup jadi diri sendiri aja"
"Kamu ngga perlu maksaain diri kamu untuk jadi sama kayak dia, karna setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing"
"Kaka kamu tidak sendiri, "
"Kadang kamu harus berubah.... lawan dia entah siapapun itu jadilah dirimu yg kamu inginkan"
Kalimat terakhir yg membuat ku berubah, Aku mulai memotong rambut ku menjadi seleher. Memakai riasan ala "BAD GIRL" bersikap cuek. Walau begitu aku tetap belajar giat.
-𝙷𝚊𝚛𝚒 𝚄𝚓𝚒𝚊𝚗-
Aku mengerjakan soal ujian dengan cermat, Semua fokus pada lembar yg didepan nya. Ada yg santai, ada yg bingung, ada yg kesulitan. Semua terukir diwajah mereka.
Selesai mengerjakan ujian, aku dan temanku pergi ke kantin. Dibawah terik matahari yg silau. Aku bercerita tentang perasaan ku. Mereka merespon dengan serius!!
"Lo tahan dengan kata kata kek gitu Rin? " kata Adellia ke Karin. Ya karin itu namaku.
"Heh, kalo gw sih dah bundir dari dulu" kata Shana dengan memutar matanya...
"Oi... dengerin ya... aku pernah baca tapi lupa dimana intinya sih gini 'Orang tua itu hanya hidup sedikit lebih lama, bukan berarti mereka tau dan mengerti segalanya didunia' " kata Dylan. satu satunya teman dekat laki laki ku
Bukan kah itu terlalu kejam untuk mendefinisikan orang tua kita?!
"Tapi mereka masih orang tua ku, Aku tau mereka menaruh harapan besar padaku" kataku murung
"Haish sudahlah, Main aja yuk ke Rumah ku kita belajar dan nyamil bareng" ajak Shana yg salah satu murid pintar dikelasku
"T-tapi.... "
belum sempat kujawab tanganku sudah ditarik oleh Shana dan Delia.
"Shan, Dell, Rin aku ngga ikut ya... Maw mabar bareng taoge" kata Dylan melambaikan tangan
"Wokeh santai bro... " teriak Dellia.
Setelah aku belajar di rumah Shana. Aku pulang sudah ku duga ayah, ibu, nenek, bibi ku memarahi ku
Membentak ku dengan kata kasar. Membandingkan diriku lagi.
"aaaaarrrgghhhh.... DIAM!!!" Aku teriak dan
PYAR... Gelas yg ada disamping ku ku banting.
Semua mata membelalak, Menatap tak percaya aku melakukan itu. "Sudah mulai berani kamu" teriak ibu dan ayah hampir bersamaan.
Aku langsung mengambil pecahan Gelas dan meletakkannya di leherku.....
Sorot mata yang tadinya marah menjadi khawatir....
"Kalian tau?! Setiap hari aku berpikir untuk mati! Berpikir bahwa aku bukan anak kalian! AKU ANAK PUNGUT. Kalian membandingkan aku dengan anak tetangga. Kalian pikir aku tidak lelah.... " teriak ku tanpa peduli darah yg mengalir dari goresan kaca..
"Aku setiap hari belajar, aku mendapat piala setiap lomba, aku juga berprestasi dikelas, Aku itu Anak kalian bukan?! Sudah Stop.... jangan bandingkan aku lagi."
"Tapi.... jika aku mati maka ibu akan melahirkan anak lagi bukan?! Dan Aku akan Mati dengan tenang jangan pedulikan aku cukup kubur dengan layak" Kata ku dengan senyum pahit
"Rin jangan lakukan hal bodoh!! " kata ayah khawatir
"Rin... cucuku jangan lakukan itu, ingat Tuhan nak" kata nenek.
"Nenek, katanya nenek adalah orang pertama yg memeluk kita dari amarahnya orang tua. Tapi nenek Tidak. nenek juga ikut membandingkan aku" teriak ku sampai sampai suaraku serak dan di iringi isakan tangis.
Tiba Tiba.... BRUUKK
Aku terjatuh di lantai, setelah itu aku tidak ingat apa apa. Setelah bangun aku ada di rumah sakit dengan perban di leher.
KRIEETT.... pintu kamar pasien terbuka
"Kakak! " kataku melihat kakaku yg sudah lama tak pulang. "Kakak Rin mau ikut kakak ke luar negeri saja kak" rengek ku kepada kakak
"Rin... Rin harus melakukan 1 hal. Baru bolehh ikut kakak oke? " kata kakakku lembut
"Maaf ayah ibu tidak tau perasaan Rin selama ini" kata ayah... yg khawatir, sedangkan ibu. ibu hanya menangis. Aku sedih, membuat ibu ku menagis...
"Huwaaaa ayah... Ibu.... maaf Rin bikin ayah ibu sedih" kataku sambil merentang kan tangan.
Kami ber-4 berpelukan dan seminggu setelah itu aku dan keluargaku pergi ke luar negeri ikut kakakku. Sekolah disana, menekuni hobiku, hidup dengan tenang.
- 3 Tahun berlalu -
Aku lulus Di Universitas, mencapai yg ingin ku capai. Dukungan selalu ada di keluarga ku.
'Aku hanya ingin mendapatkan kasih kehangatan keluarga lagi.... Sekeras apapun aku mencoba menyamakan diriku dengan orang lain itu Hanya memperpuruk diri sendiri.
Jika kau punya sayap, Buka sayap mu Pasang lebar lebar. dan terbanglah... Raih apa yg ingin kamu raih jangan hanya terpaku oleh pandangan orang lain'
*+:。.。 ᴛᴀᴍᴀᴛ 。.。:+*
Pesan Dari Asher: 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘱𝘦𝘴𝘪𝘢𝘭, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘶𝘳𝘶𝘬 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘬𝘢𝘵𝘢𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯...
ᴍᴏʜᴏɴ ᴍᴀᴀғ ᴊɪᴋᴀ, ᴀᴅᴀ ʏᴀɴɢ ᴍᴇɴɢᴀʟᴀᴍɪ ʜᴀʟ ʏᴀɴɢ sᴀᴍᴀ ᴅᴇɴɢᴀɴ ᴄᴇʀɪᴛᴀ sᴀʏᴀ. ɪɴɪ ʜᴀɴʏᴀ ғɪᴋᴛɪғ ᴅᴀɴ ɪᴍᴀᴊɪɴᴀsɪ ʙᴇʟᴀᴋᴀ. ᴅᴇɴɢᴀɴ ʜᴏʀᴍᴀᴛ ᴛᴇʀɪᴍᴀ ᴋᴀsɪʜ ᴛᴇʟᴀʜ ᴍᴇᴍʙᴀᴄᴀ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴍɪʟɪᴋ ᴀsʜᴇʀ.
ᴊᴀɴɢᴀɴ ʟᴜᴘᴀ ʟɪᴋᴇ ❤❤
ᴋᴀsɪʜ sᴀʀᴀɴ sᴜᴘᴀʏᴀ ᴀsʜᴇʀ ᴛᴀᴍʙᴀʜ sᴇᴍᴀɴɢᴀᴛ ʙᴜᴀᴛ ʙɪᴋɪɴ ᴋᴀʀʏᴀ ʙᴀʀᴜ 💬
ᴛᴇʀɪᴍᴀ ᴋᴀsɪʜ 😊😊