Dihari malam yang gelap suara air yang mengalir di tepi danau itu terus menderu suara yang tenang dan damai , disana terdapat sebuah rumah sakit yang sudah tak terurus dan tidak berpenghuni.
Sebuah kejadian sudah terjadi tempo hari lalu,sebuah misteri yang belum pernah terpecahkan oleh seseorang.Kini seorang detektif ingin memecahkan misteri pembunuhan di tepi danau.
"Aku curiga , kalau dia membuang jasad korban itu ke danau ini."Kata Detektif itu sambil memasukkan tangannya kedalam danau.
"Tapi rasanya tidak mungkin , kalau jasad korban itu dibuang ke danau pasti sudah ditemukan beberapa hari lalu.Mungkin apakah ia mencincang dan membuang potongan tubuh korban itu kesembarangan tempat , kalau dia membuang kesegala tempat itu bakal tercium aroma yang tidak enak ?"Tanya Detektif itu sambil berdiri dan berjalan ke arah pohon yang tidak terlalu jauh dengannya.
Detektif itu berjalan ke arah pohon yang ditujunya dan sampailah ia disana.
"Tunggu ini sebuah darah ,tapi darah ini sudah kering ?"Kata Detektif itu sambil menyipitkan matanya dan memegang bercak darah yang ada di batang pohon.
Setelah Detektif itu memegang darah yang ada dipohon lalu sedikit mengendusnya.
Sniff...Sniff*
"Iya ini darah mungkin seperti ini kejadian nya , Ketika mereka berseteru dan akhirnya salah satu dari mereka membunuh yang satu lainnya . Dan darahnya itu menempel pada pohon ini."Kata Detektif itu sambil memfoto beberapa bukti.
Ckrek*
Kamera itu memancarkan cahaya dan menyinari beberapa tempat gelap yang ada disekitar pohon.
"Tunggu , itu pisau Operasi.?"Kata Detektif itu sambil melihat ke semak-semak yang ada di samping kiri pohon itu.
Detektif mengambil sarung tangan dari balik jaketnya dan juga mengambil beberapa kantong plastik, dan mulai mengambil pisau itu.
"Ujung nya tidak terlalu runcing malahan ini sedikit tumpul "Kata Detektif itu sambil meneliti beberapa sudut dari pisau itu.
"Bagaimana si pembunuh itu membunuh dengan pisau yang tumpul dan dapat membunuh manusia , Mungkin ia mempunyai satu pisau yang sangat tajam."Kata Detektif sambil berjalan ke arah rumah sakit yang berada di seberang danau.
Ditengah perjalanan ada yang mencegat si detektif itu.
Crush*
Tidak sengaja Detektif itu menabrak plastik berwarna hitam yang berada tepat di depan nya.
"Bau busuk..."Kata Detektif itu sambil menaikkan kerah leher bajunya.
Detektif itu menginjak-injak plastik hitam itu.
"Lembek dan basah..."Kata Detektif itu sambil berjongkok.
Detektif itu pun membuka plastik tersebut , sebuah aroma busuk menyebar dan menyengat kehidupan Siapapun yang akan lewat.
"Astaga ini adalah Paru-paru dan jantung Tapi ini sudah berwarna pucat dan biru."Kata Detektif itu sambil melihat lihat menggunakan senter.
Detektif itu tidak tahan untuk menahan muntah dan akhirnya detektif itu muntah.
"Aghh,Aku sangat cinta pekerjaan ku tapi aku juga benci dengan ini"Kata Detektif itu sambil menatap plastik itu dan mengambil kameranya.
Ckrek*
Sudah ada dua bukti yang nyata untuk mengetahui siapa pembunuh berantai itu.
"Aku harus mengumpulkan informasi tentang siapa yang membunuh orang ini."Kata Detektif itu sambil meneruskan langkah nya.
Hari sudah larut malam , untuk melakukan penelitian terhadap pembunuhan ini.Hari yang gelap dan tidak ada lagi sinar rembulan dan hanya ada sinar dari lampu yang berada di tepi danau.
"Pantas saja Rumah sakit ini jarang sekali ditemukan , Letak nya tidak ada yang tahu tapi aku diberitahu oleh kepolisian tentang pembunuhan itu.Ini di tengah-tengah hutan walaupun ada jalan yang setapak."Kata Detektif itu sambil berjalan menuju ke rumah sakit.
Detektif itu terus berjalan menunduk kan wajahnya , ia tidak ingin dikenali oleh siapapun.
"Aku curiga kalau si pembunuh itu membawa sebuah kotak ice dan ia memasukkan tubuh korban itu ke dalam sana , dan membekukan nya.Tapi apa motif sebenarnya dan apa motivasi pembunuh itu."Kata Detektif itu berjalan di jembatan yang menghubungkan antara rumah sakit dan tepian danau.
"Mungkin mereka sahabat dan mereka berkelahi dengan masalah yang kecil dan akhirnya salah satu diantara mereka saling membunuh , dan mungkin keduanya di bunuh atau membunuh."Kata Detektif itu sambil melihat ke arah rumah sakit.
Detektif itu membuka pintu rumah sakit yang lumayan besar.
"Aku sungguh curiga dengan kasus pembunuhan ini."Kata Detektif itu sambil melihat kesegela arah yang ada di rumah sakit.
Detektif itu berjalan melalui beberapa lorong yang sedikit gelap . Ditengah-tengah lorong ada bercak darah yang sedikit panjang dan itu menumbuhkan tanda tanya.
"Dan ini darah lagi tapi bercak nya panjang sekali darah ini , apakah aku harus mengikuti bercak ini."Kata Detektif itu sambil melihat ke arah jalan yang penuh dengan darah.
"Aku ingin mengikuti bercak darah ini."Kata
Detektif itu sambil mengambil kamera dan mulai menyalakan mode Video.
Detektif mengikuti jejak bercak darah yang menuju ke suatu ruangan.
...................
Detektif itu sampai di salah satu ruangan yang cukup besar dan banyak ranjang rumah sakit dan disana terdapat beberapa infus dan tabung oksigen.
"Kenapa darah ini menuntun ku ,ke kamar operasi ?"Tanya Detektif itu sambil melangkah kan kakinya.
"Hemm... Apakah ini tentang pembunuhan dokter gila bukan sahabat yang bertengkar dan mereka adu cekcok mulut , akhirnya salah satu dari mereka terbunuh.Teori ini panjang sekali"Kata Detektif berbicara kepada dirinya sendiri. "Aku bisa menuntaskan kasus ini."Tambah Detektif itu.
Detektif itu berjalan-jalan di sekitar kasur rumah sakit yang hanya sepuluh buah ,dan disana banyak sekali darah yang kering bahkan sudah menghitam.
"Kalau dia membawa keruangan operasi, pasti dia akan memasukkan anggota tubuh si korban , kedalam lemari ice ini."Kata Detektif itu seraya membuka gagang pintu.
Sebuah Potongan antara dada dan perut itu menjadi satu,Itu sudah terbelah menjadi satu dan tengahnya hilang.
Itu menggelinding.
"Tunggu , jadi isi perut , usus , paru-paru , jantung , hilang..."Kata Detektif itu yang sudah jauh dari lemari ice itu , melihat potong dada dan perut.
"Ohh... Pintar sekali "Kata Seseorang yang muncul dari balik pintu Operasi.
Detektif yang hendak mengeluarkan kamera itu ,terhenti seketika dan menoleh ke arah seseorang yang berada dibalik badannya.
"Kau siapa ?"Tanya Detektif sambil berdiri dan menatap wajah seseorang itu.
"Aku adalah dokter yang ada disini ."Kata Seseorang itu sambil mengambil sebuah makanan yang ada di dalam plastik berwarna hitam.
"Kau mau mengambil apa"Tanya Detektif itu sambil melihat pergerakan seseorang.
"Kau mau , ini adalah daging empuk dari seseorang."Kata Dokter itu sambil menekan jelas pembicaraan nya.
"Tunggu aku kenal itu bagian dari anggota tubuh manusia kan."Batin Detektif itu.
Dokter itu memakan lahap menyantap makanan yang ia bawa ,tanpa sedikitpun tidak merasakan ketidaknikmatan.
"Kau tau , tentang pembunuhan yang terjadi tempo hari lalu,dan TKP nya adalah disini."Kata Detektif itu sambil melihat dokter yang tengah menikmati makanan yang sangat lezat.
"Aku tau , tapi aku tidak tau siapa pelakunya."Kata Dokter itu sambil berhenti mengunyah.
"Bukankah itu anda dokter,tapi seolah-olah Anda tidak ingin mengakui bahwa anda lah yang membuat seluruh isi naskah hari ini.Dan anda membuatnya didalam pembicaraan ini."Batin Detektif itu.
Detektif melamun sejenak,dan kemudian ia kembali memfokuskan pada Dokter itu.
Dokter yang sedari tadi berada di hadapan Detektif itu , tiba-tiba ia menghilang begitu saja.Dan meninggalkan sisa makanan yang ia makan sebelumnya.
"Kemana dokter itu "Kata Detektif sambil berjalan ke arah plastik yang tertinggal kepunyaan dokter.
Detektif itu sudah sampai ,dan membuka nya satu persatu dan mulai mengambil kamera nya.
"Ini adalah kaki manusia yang sudah direbus dan di goreng , dan ini juga paha manusia , semuanya di goreng."Kata Detektif sesudah memotret bukti yang ke-empat.
Detektif berdiri dan membalikkan badannya berniat untuk kembali ,Dokter yang hilang itu sudah berada dibelakang Detektif.
"Kau mau makan bersama ku dengan daging mu."Kata dokter itu berjalan maju dan mengambil beberapa pisau Operasi.
"Tidak usah , dokter aku cukup kenyang."Kata Detektif itu berjalan mundur.
Hari yang gelap kini telah dituruni hujan yang sangat deras.Tanah yang gersang kini menjadi basah.
"Hari yang hujan cukup menantang."Kata dokter itu sambil melangkah dan mulai mencekik leher Detektif itu.
"Dokter..."Kata Detektif itu memegang tangan dokter yang mencekik lehernya.
Sebuah tendangan yang tepat mengenai perut dokter itu dan dokter itu mulai melepaskan tangannya dari leher si Detektif itu.
"Aghhh..."Teriak dokter itu dengan sekeras-kerasnya.
Detektif itu lari terbirit-birit dan menjauh dari kamar operasi,dokter yang masih di dalam kamar operasi itu yang memegang pisau operasi yang tumpul Ia pun memegang perut dan mulai mengejar detektif itu.
Berlarian selalu dihantui oleh teriakan, ketakutan dan rasa cemas.
"Hai detektif yang masih muda Apakah kau mau makan bersama ku dengan daging mu itu."kata dokter itu dengan nafas yang tersengal-sengal.
Detektif yang ada di depannya itu yang berlari terus berlari tanpa menoleh ke belakang, akhirnya ia tersungkur dan ia terhenti Di jalan yang buntu.
Dokter yang mengejarnya itu dengan Kaki pincang dan cukup lambat untuk sampai dan menggapai detektif itu.
Sebuah perasaan yang ngeri dan menyeramkan sekaligus menakutkan, bagi detektif itu.
"Aku harus keluar dari sini."kata detektif itu sambil berbisik-bisik.
Dokter yang sedari tadi berlari dengan pincang sudah tiba di jalan buntu yang sedikit tertutup oleh kotak-kotak yang menghalangi jalan itu.
"Hai detektif muda Apakah kau mau makan bersama ku, dan apakah Kau juga mau menjadi santapan malam ku hahaha."kata dokter itu dengan suara yang serak.
Tiba-tiba satu kotak itu terjatuh dan mulai mengalihkan perhatian dokter gila itu.
Crush*
"Apakah kau itu detektif."kata dokter gila itu sambil menghampiri kotak yang terjatuh itu.
Sedangkan detektif itu sudah bersembunyi di jalan buntu, yang sedikit tertutup.
"Aku harus keluar dari sini Bagaimana pun caranya."kata detektif itu sambil berbisik-bisik.
Tidak lama kemudian dokter itu meninggalkan detektif itu.
Keadaan di jalan buntu menjadi hening dan menjadi senyap seketika.
"Aku harus keluar bagaimanapun caranya aku harus keluar dari sini."kata detektif itu seraya membuka pintu yang berada di hadapannya.
Pintu pun membuka dan mengeluarkan suara seperti berdecit.
Dokter gila itu yang tidak pernah kehilangan akal dan tidak pernah kehilangan otak, dokter itu pun langsung berlari kearah pintu yang berdecit sambil mencari Dari mana sumber suara itu.
"Detektif Kau mau ke mana."kata dokter itu yang mencari-cari sumber suara.
Detektif itu pun kembali menutup pintu yang tadi sudah terbuka sedikit dan ditutupnya kembali.
"Apakah aku akan nekat untuk melakukan ini atau aku pergi meninggalkan ini dan aku mati di sini."kata detektif itu sambil membulatkan tekadnya.
sementara itu dokter gila itu terus mencari di jalan buntu itu yang ada detektif yang bersembunyi di dalam lemari.
"Kalau kau tidak mau keluar aku akan menunggunya di sini."kata dokter gila itu sambil mendudukkan tubuhnya di lantai marmer.
Detektif itu berkeringat dingin dan jantungnya berdegup kencang deru nafasnya tidak terkendali wajah pucat dan bibir yang hampir pucat.
"Aku harus pergi dari sini,"kata detektif itu sambil melangkah keluar secara pelan-pelan.
Dokter gila itu mendengar suara decitan yang bersumber dari pintu lemari yang tua. Dan dokter itu menoleh seketika ke arah sumber pintu yang berdecit.
Dokter itu terus mencari ke arah sumber pintu yang, dan mulai terbuka secara pelan.pintu tersebut terbuka dan menampakkan detektif yang terjebak di dalam pintu itu sontak saja detektif itu tidak mengambil banyak tingkah dia Langsung menendang perut dokter gila itu.
Dokter itu terus mengerang kesakitan dan detektif itu keluar dengan kaki yang hampir pincang, dokter itu terus memegangi perutnya menggunakan satu tangan dan mencoba meraih pisau operasi yang sempat terlempar tadi.
Detektif itu terus berlari dan sesekali menoleh kebelakang ternyata di belakang itu ada dokter yang gila itu.
Suasana berubah jadi ngeri dan menjadi dingin, dokter dan detektif itu berlarian di antara ruang ruangan yang gelap dan sedikit menyeramkan.
"Detektif muda ayo ke sini makan denganku dan kita akan makan dengan daging mu yang enak itu ayo mari kesini."kata dokter gila itu yang berada di belakang detektif.
kasus pun belum terpecahkan dan bukti itu tertinggal di ruang operasi tidak sempat untuk detektif kembali, dia langsung menuju ke pintu keluar dan mencoba keluar dari rumah sakit.
Tak sampai di sana detektif itu masih berlari tak tahu kemana dan dia masih diiringi oleh dokter gila itu.
Hari yang sudah hujan itu kini mulai mereda, Hawa dingin di tengah hutan yang sangatlah mengerikan.
"Detektif muda kau tidak harus berlari ke hutan, kau harusnya berlari ke dalam perutkuku, Aku sudah lama tidak makan laki-laki yang muda dan daging yang empuk buat makan malam hari. Ini."kata dokter itu yang sudah mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam hutan.
Detektif itu panik dengan kondisinya saat ini Kaki pincang dan banyak barang bukti yang tertinggal di dalam ruang operasi, dia detektif itu terus berkeliaran di tengah hutan belantara entah dia ke mana.
Tiba-tiba langit pun menurunkan hujan,dan mulai membasahi baju detektif itu dan baju dokter gila itu.
"Ah aku sangat kesal kenapa aku harus dihadapkan situasi ini,tapi aku harus menghadapi situasi ini walaupun aku harus melayangkan nyawaku."kata detektif dengan nada yang pasrah.
Dokter gila itu terus mencari terus mencari sampai dia ketemu detektif.
Kejar-kejaran terus dimulai, dokter gila itu Terus meneriakkan kata ' ayolah makan bersama ku' , tanpa henti-hentinya.
Detektif itu juga terkejut dan terus berlari berlari terus sampai akhirnya Ia tiba di jurang , ujung yang sangat runcing yang di bawahnya yang siap menelan detektif itu.
Dokter itu sudah berlari dan akhirnya ia sampai di hadapan detektif itu dan mulai mengeluarkan pisau yang ada di kantongnya, pisau yang sedikit tumpul yang menakutkan.
Dokter itu berjalan maju dan detektif itu berjalan mundur demi sedikit.
"Aku harus bagaimana lagi Aku sudah terperangkap di sini kalau aku mundur Aku bakal jatuh dan ada lautan yang siap, kalau aku maju Aku bakal dimakan hidup-hidup sama dokter itu."Batin detektif itu.
"Ayolah maju jangan mundur, kalau kau mundur Aku tidak dapat makan malam hari ini."Kata Dokter gila itu.
Detektif itu terus mundur dan akhirnya ia terjatuh dalam jurang , dan dokter itu terus melihat kearah detektif yang berteriak.
Kasus Tamat....
kata kuncinya:
Detektif
Malam hujan yang dingin
Rumah sakit