- Berlatar di tahun 2130 -
Semakin bertambahnya tahun semakin maju terknologi dunia, percobaan demi percobaan di lakukan untuk mendapatkan hasil yang di ingin kan.
*Brak!
" Setiap anak kecil berusia 4 - 7 tahun harus di bawa oleh petugas! Ini perintah! " Orang orang yang menyebut dirinya petugas perwakilan dari pemerintah datang ke sebuah perkampungan, Anak anak yang berusia 4 - 7 tahun di bawa oleh mereka menggunakan mobil.
" Saat sampai di sana, tidak ada yang boleh memberontak! Patuhi saja apa kata orang orang di sana, mengerti?! " Setiap kata kata dari petugas itu menbuat anak anak bergetar ketakutan. Begitu juga aku, anak berusia 7 tahun yang tidak beruntung pada saat itu.
" Cepat masuk. Kalian akan melakukan tes, diam dan jangan berisik " Ucap salah satu petugas yang siap menembak kaki anak anak itu menggunakan senjata laser jika memberontak.
Kami di turunkan di depan sebuah rumah sakit besar, di sana banyak sekali dokter dan ilmuan yang sibuk menyiapkan sesuatu.
" Bawa anak anak itu ke ruang mereka masing masing. Jaga mereka jangan sampai ada yang kabur "
" Baik pak! "
Kami di bawa ke sebuah ruangan putih di bawah tanah, di sana terdapat banyak ilmuan yang sedang meneliti sesuatu. kami di suruh untuk menunggu panggilan dari penjaga. Setiap ruangan di isi oleh 2 orang, aku satu ruangan bersama anak laki laki yang lesuh dan pucat aku tidak mengenalinya, sepertinya ia berasal dari kota lain, pikir ku.
" Hei.. Siapa.. Namamu? " Tanya ku gugup
" ... Kageru.. " Ucapnya pelan
" Kageru? "kage" Bayangan ya... "
" Namaku Hisui, kita berteman ya! " Ucapku sambil tersenyum
" Percuma... Bisa saja kita mati hari ini, di sini berteman adalah hal yang sia sia " Ucap Kageru lesuh
" Apa.. Maksudmu.. " Tanyaku terkejut
" Kau lihat orang orang yang mundar mandir dari tadi? Mereka akan menjadikan kita bahan percobaan. Aku bukanya ingin menakut nakuti tapi... Sahabatku, Yuki, ia meninggal 2 hari setelah kami di kurung di sini " Ia menutupi wajahnya dengan kedua tanganya sambil menunduk, aku sedikit melihat ekspresi sedih nya di balik tanganya itu.
" Jadi kau sudah lama berada di sini? "
" aku sudah 5 hari berada di sini, aku melewati beberapa tes selama 4 hari. " Ucapnya
" begitu ya.. "
Kami terdiam setelah percakapan itu, aku melihat orang orang berlalu lalang di depan ruangan. Tak lama kemudia, seseorang datang keruangan kami.
" Hei, kau yang perempuan, mulai sekarang kau akan di panggil 220 di sini, sekarang ayo ikut aku "
" Kode ya.. Namaku sudah bagus bagus di berikan oleh ibu dan ayah, malah di ganti jadi nomor.." Guman ku dengan wajah kesal
Aku di bawa ke sebuah ruangan penelitian. terdapat ruangan kaca di sana aku di berikan obat bius, Tak lama aku tak sadarkan diri.
Saat aku tersadar, aku berada di dalam sebuah tabung berisi cairan aneh berwarna biru muda. saat ku tersadar, rambutku yang berwarna emas berubah menjadi berwarna ungu gelap.
" Kau sudah bangun ya? Selamat kau adalah bahan percobaan kami yang berhasil! Sekarang kau memiliki kekuatan di atas rata rata manusia normal, aku akan membawamu ke ruang tes, ayo ikut aku! "
Ilmuwan gila dengan wajah menyeramkan mengeluarkan ku dari tabung lalu membawaku.
" Sudah berapa lama.. aku.. di sana?? " Tanya ku
" Kau sudah 3 hari di sana. tenang saja, kau menjadi seseorang yang baru sekarang "
Aku yang masih bingung dengan apa yang terjadi hanya bisa mengikuti apa yang di katakan ilmuan itu.
* Brak!! Brak!!
Suara dobrakan yang sangat kencang dari setiap pintu ruangan, ruanganya berbeda dari ruangan ku. Asal dari suara suara itu adalah ruangan yang gelap dan kotor dan suara suara dobrakan itu membuatku merinding.
" Tenang saja, itu hanyalah hasil gagal dari eksperimen ku yang gagal. " Ucapnya dengan santai.
Kami sampai di sebuah ruangan di mana tempat anak anak yang berhasil lolos eksperimen berlatih kekuatan mereka masing masing.
*Duar!!!
Suara tembok hancur membuat kami berdua terkejut.
" Adududuh... " Seorang anak laki laki muncul dari reruntuhan tembok itu.
" Hei! 096! Berhentilah bermain main dan segera kuasai kekuatan barumu ! " Seru ilmuan yang bersamaku
" b-baik.. " Anak laki laki yang di panggil 095 itu kembali melatih kekuatan barunya.
" 220, sekarang belatih lah aku akan pergi, dan jangan mencoba untuk kabur " ucap ilmuan itu sambil pergi dan menutup pintu ruangan.
...
" Orang baru? " Tiba tiba ada yang menepuk pundaku dan membuat ku tersentak kaget.
" kau.. kok jadi setengah kucing? " Tanya nya
" Setengah kucing? Apa maksudmu? " Tanyaku
" Elice.. Bisa tolong buatkan kaca dari kristalmu untuk kakak ini ? " Tanya gadis yang muncul di belakang ku itu kepada anak lain.
" Iya kak lina, bisa kok " Gadis itu membentuk kristal yang indah.
" Siapa namamu? "
" Hisui.. " aku melihat bayangan diriku di cermin kristal yang anak kecil itu buat, aku shock melihat rupaku yang sekarang menjadi manusia setengah hewan, telinga kucing dan ekornya yang berwarna ungu sama seperti rambutku yang sekarang.
" Hei, ayo kita pergi dari sini. " Ucapku pelan sambil mengepalkan tangan. Aku membuat yang lain terkejut karena kata kata ku.
" dari lab ini? lab dengan ratusan bahkan ribuan penjaga dan ilmuan ilmuan gila di dalamnya? " Tanya Lina dengan ekspresi terkejut.
" Kita harus kembali ke tembat asal kita... Kita memiliki kekuatan ini sekarang, kita bukan anak biasa. " Ucap ku
" Tapi apa kita yang seperti ini akan di terima oleh orang tua kita? lihat dirimu! Kau sudah setengah hewan sekarang, kau hanya akan di anggap monster " Ucap Eric yang tadi di panggil 095
" Tapi apa kita akan membiarkan teman teman kita yang mati karena eksperimen tidak manusiawi ini? " Tanya ku sambil memasang tatapan tajam.
" lalu bagaimana dengan anak yang lain? " tanya Elice
" kita bawa mereka bersama kita. " Ucapku dengan mudahnya
" Jangan naif, kau baru di sini kau tidak mengetahui apa apa. Apa yang akan petugas lakukan, apa rahasia nya, bahkan kita tidak tahu tata letak lab ini. " Ucap seorang lelaki yang sedang menyilangkan tangan nya di pojok ruangan.
" Maaf Hisui, kami tidak bisa mengikutu usul mu. Kami terlalu takut untuk melakukan itu " ucap lina sambil menepuk pundak ku.
" begitu ya.. maaf mengganggu kalian " aku mulai belajar mengendalikan kekuatan ku, aku masih bertekat untuk keluar dari lab ini.
Aku selesai latihan lalu kembali ke ruangan, aku sudah bisa menyesuaikan kecepatan hewan ku dengan ku.
" Huft.. " aku berbalik dan melihat Kageru sedang tidur di ranjangnya, waktu itu memang sudah larut malam.
" Kageru.. Bisa kita bicara sebentar? " Ucapku pelan sambil menggoyangkan tubuhnya.
* dug..
Tubuh Kageru terjatuh dari ranjang kecil nya itu. " Hi.. sui? " Ucap nya pelan, aku tersadar saat melihat wajahnya yang memerah.
" Kageru? kau demam? " Tanya ku sambil menaruh telapak tangan ku di kepalanya.
" Akh.. " Rasanya tangan ku terbakar setelah menyentuhnya " Panas... Hisui.. " Ucapnya sambil memegang erat bajunya.
" Penjaga!!! Penjaga!!! " Ku panggil salah satu penjaga untuk mengobati Kageru, tetapi kageru menahan tanganku.
" aku seperti ini karena para ilmuan itu.. tolong jangan panggil mereka.. "
" tapi kau sakit kage.. "
" tidak apa.. aku akan istirahat, setelah itu pasti sembuh " ucapnya yakin
" Baiklah.. selamat malam " Ucapku sedih
Aku pun tertidur di ranjangku
-- Pagi harinya --
" Kageru.. Selamat pagi- " Aku menengok ke ranjangnya, ia sudah tidak ada di sana. Aku mencoba bertanya kepada penjaga yang ada di luar.
" Anu.. paman.. " Panggil ku gugup
Aku berhenti memanggil penjaga itu karena ia tidak menggapiku sama sekali. Aku menunggu Kageru berjam jam, aku khawatir ia di bawa oleh ilmuan yang menjadikan ia bahan percobaan.
*Krieeet
Pintu ruangan ku terbuka aku segera melihat siapa yang datang, ternyata ilmuan yang kemarin bersamaku datang menjemputku lagi.
" Ayo, kau masih harus di periksa " Ucapnya dengan tatapan nya yang tajam
Aku tidak bisa melakukan apapun selain mengangguk dan menurutinya.
" Anu.. Di mana.. Kageru? " Tanyaku sambil merasa takut
" Teman seruangan mu itu? Dia sudah ku kurung ke tempat anak anak yang gagal menjadi bahan eksperimen ku " Ucapnya sambil terus berjalan ke arah ruangan eksperimenya.
Seketika tubuhku merinding, aku ketakutan sekaligus kesal. Aku ingin melancarkan serangan padanya tetapi...
* GRAAA GRAAA ... BRAK BRAK
Suara pintu hancur dan suara menyeramkan datang dari arah ruangan hasil eksperimen yang gagal.
" Hisui!! Lari!!! " Teriak Lina yang sednag di kejar beberapa makhluk mengerikan yang mirip seperti monster
" ck.. Eksperimen yang gagal menggila ya.. " Ucap ilmuan yang ada di sampingku itu dengan kesal
Aku segera menarik Lina dan segera berlari, Kami berniat keluar dari tempat itu, para anak anak berkekuatan super lainya juga mulai menggunakan kekuatanya untuk kabur
" Ada apa ini?! " Tanya ku sambil berlari
" Kau bilang ingin kabur kan? ayo kita kabur bersama! " Ucapnya
*Bzzzt
Kami hampir sampai di tangga menuju keluar lab bawah tanah tetapi para penjaga berhasil mengejar kami dan menyetrum kami berdua.
" AAAAAAAAAAA " Seketika itu juga kami pingsan di dekat tangga lalu di angkat oleh beberapa penjaga.
Saat kami tersadar, para anak anak berkekuatan super di borgol dengan borgol listrik. Jika memberontak kami akan tersetrum dan rasanya akan sangat menyakitkan.
" Kalian anak nakal... Seharusnya kalian berterimakasih kepadaku.. " Suara tak asing mendekat ke arah kami
Ternyata ilmuan itu lagi. Tetapi ia memiliki wujud yang sangat mengerikan, kurasa itu karena hasil eksperimen gagal yang menyerang mereka.
Ilmuan itu benar benar seperti monster, tetapi ia justru bangga dengan dirinya karena bisa bertahan hidup setelah di serang oleh sekumpulan anak yang sudah menjadi monster itu.
" ekekekek... Rasakan kalian! " Ilmuan itu menekan tombol di remot yang ia pegang
*Sssss
Salah satu dari kami berada di sebuah tabung yang berisi asap aneh yang keluar dari bawah nya karena tombol de remotnya itu, seketika anak yang berada di dalam tabung itu berubah menjadi monster menyeramkan, berkulit busuk seperti zombie dan membentur benturkan dirinya.
" ILMUAN GILA!! " teriak ku kesal
" Aku tidak peduli! asalkan aku bisa menguasai kalian aku tidak peduli! Aku adalah ilmuan jenius! " Ucapnya membanggakan diri sendiri
Kami yang melihat hal itu menjadi merinding, kami tidak bisa melakukan apapun karena borgol yang berada di tangan kami.
Ilmuan lainya menyuntikan suatu cairan kepada Elice, anak yang memiliki kekuatan membuat kristal itu. Seketika ia berteriak kesakitan.
" Aaaaaaaaaa!! " Teriaknya membuat kami panik
" Elice!!! " Kami berusaha menggapai Elice tetapi kami malah tersetrum oleh listrik dari birgol itu
Elice pingsan, tetapi tak lama kemudian ia terbangun.
" Itu adalah cairan pengendali, dengan itu aku bisa mengendalikan kalian sesuka ku! Hahahaha!! "
" Omong kosong!! "
" Jadi kau tidak percaya? Baiklah kalau begitu "
" Berapa kodenya.. Oh iya, 078, Bunuh 095 " Ilmuan itu memerintahkan untuk membunuh 095, yaitu lelaki bernama Eric
" Baik" Seketika Elice menghancurkan borgol itu, ia berjalan ke arah Eric.
*Krak.. Krak..
Elice menjebak Eric di dalam kristalnya lalu setelah seluruh tubuh Eric berada di dalam kristal, Elice menghancurkan kristal tersebut. Darah Eric bercucuran kemana mana, Itu membuat kami shock Ketakutan.
Ilmuan itu malah tertawa melihat kematian Eric, dan juga mentertawakan kami yang ketakutan akibat kejadian itu.
Kami tidak bisa berbuat apa apa lagi, Ilmuan itu menyuntikan kami cairan yang juga di suntikan ke Elice.
...
" Anak anakku... Bunuh pemimpin negara ini. dengan begitu, aku bisa menguasai negara ini dan menjadikan semua orang memiliki kekuatan super yang hebat! "
" Baik... "
Negara yang makmur itu hancur seketika itu juga, di karenakan anak anak yang berhasil mendapatkan kekuatan luar biasa di kendalikan oleh ilmuan tersebut. Semua yang tidak menurut di bunuh, setiap anak anak bernasib seperti kami.
Negara itu sepenuhnya di kuasai oleh Ilmuan gila itu.
-- The end --
.
.
.
- Maafkan diriku ini yang tidak bisa membuat cerpen horor ;-;