Seorang gadis yang sedang berjalan di lorong markas khusus agen rahasia membuat mata para prajurit yang sedang berada di lorong terpana dengan pesonanya.
Ya,itulah komandan gadis yang bernama Maki Ronku.Dikenal sebagai gadis pertama yang menjadi pemimpin pasukan elite dalam misi penyelidikan presiden di daerah Tenbi.
"Selamat pagi Komandan!"
Prajurit yang menjaga ruangan Maki memberi hormat pada Maki.
"Pagi."
Maki langsung masuk ke dalam ruangannya.Prajurit tadi menurunkan tangannya dan kembali dalam posisi semula.
"Komandan kita benar benar cantik ya?dia juga menjadi satu satunya gadis yang menginspirasi gadis lainnya disini untuk tidak berhenti berusaha."Ucap Franji.
"Iya kau benar,aku berharap bisa sepertinya suatu hari nanti."Saut Marko.
"Haha,kamu itu nggak akan bisa jadi kayak dia.Kamu itu cowok,dan komandan kita cewek.Kamu mau jadi cewek?"Tanya Franji sambil tertawa.
"Bukan begitu maksudku,aku ingin mengikuti jalannya."
Maki menerima panggilan dari atasannya untuk membawa kembali prajurit yang disandra di daerah Manki.Maki merasa kasihan dengan prajurit yang disandra itu,meskipun dia tidak tau siapa mereka.
Dengan cepat Maki langsung menyuruh Franji dan Marko untuk menyiapkan Helicopter dan pergi kedaerah Manki untuk melaksanakan misi penyelamatan.
"Sepertinya sedang terjadi masalah serius ya?kita harus bergegas agar kita tidak terlambat."Ucap Franji sambil berlari ke arah Helicopter.
Maki hanya membawa Franji dan Marko untuk melaksanakan misi penyelamatan itu,sedangkan pilot Helicopter itu diperintahkan untuk kembali dan menjemput mereka di lokasi yang ditentukan oleh Maki pada jam 8 malam.
Mereka sampai di Manki dan berada 2 KM dari markas yang menyandra prajurit dari Tenbi.Helicopter yang membawa mereka bertiga pergi kembali ke markas.
"Baiklah,kita akan mengatur rencana untuk menyusup kesana dan membebaskan rekan rekan kita."Ucap Maki sambil mengeluarkan peta markas Manki.
Franji dan Marko mendengarkan intruksi yang diberikan oleh Maki.Setelah selesai menyusun strategi akhirnya mereka bertiga menuju ke posisi masing masing.
"Baiklah,kita bertemu lagi disini setelah aku berhasil membebaskan rekan kita,selalu berikan informasi padaku tentang para penjaga disini agar aku bisa menyusun ulang strategi sewaktu waktu."Ucap Maki.
"Baik komandan."
Franji dan Marko pergi untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Maki,sedangkan Maki pergi menuju pusat kendali secara diam diam.
Maki melihat ada 2 penjaga yang menjaga gerbang belakang,dia langsung menyiapkan busurnya dan memanah 2 penjaga itu tanpa menimbulkan keriburan.
Panah yang ditembakkan oleh Maki langsung mengenai jantung prajurit musuh yang membuat mereka tidak bisa berkutik setelah terkena panah tersebut.
"Baiklah,aku akan masuk."
Maki masuk melalui gerbang belakang secara diam diam,dia melihat ada 5 prajurit Manki yang menuju ke arah prajurit yang dipanah oleh Maki tadi,Maki dengan cepat langsung mengeluarkan 5 panah secara bersamaan dan langsung memanah mereka semua.
Panah dari Maki semuanya mengenai prajurit itu dan tepat di jantungnya kecuali satu orang yang terkena di bagian kakinya,tidak butuh waktu lama Maki langsung meluncurkan panah kedua yang langsung mengenai kepalanya.
"Itu Hampir saja."Ucap Maki merasa lega.
"Komandan Maki lapor,kami sudah berada di lokasi yang ditentukan,kami melihat ada banyak sekali prajurit disini."Ucap Franji dari walky talky.
"Laporan diterima,tetap disana dan coba untuk merobohkan mereka semua."
"Baik komandan."
Franji langsung mengeluarkan pisaunya dan coba untuk membunuh mereka diam diam,Marko menyiapkan snipernya dan membidik musuh yang sekiranya jikda ditembak tidak menimbulkan keributan.
"Baiklah aku maju."Ucap Franji sambil bergerak perlahan menuju ke prajurit yang sedang sendirian.
"Baik."
Marko membidik snipernya kearah prajurit yang sedang mengawasi daerah sekitar.Tembakan Marko langsung mengenai kepala musuhnya dan Marko langsung mengganti sasaran.
Franji juga sudah berhasil membunuh musuhnya dengan langsung menancapkan pisaunya dileher lawannya dengan cepat dari belakang.
"Haha,itulah kenapa aku disebut pembunuh leher."Ucap Franji sambil menyingkirkan mayat prajurit Manki tersebut dan mengambil seragamnya.
Setelah Franji selesai mengganti pakainnya dia berpura pura menjadi penjaga yang baru saja dia bunuh,sedangkan Marko terus menembak prajurit Manki sampai prajurit penjaga mereka semuanya jatuh.
"Siapa kau?"Ucap prajurit Manki dari belakang Marko sambil menodongkan pistol kearah kepala Marko.
"Menodongkan pistol kepada tamu,apa itu sopan?"Ucap Marko yang secara diam diam mengambil pisau yang ada di sakunya.
"Jangan banyak bi-"
Prajurit Manki itu mati seketika dengan luka tusuk yang langsung mengarah ke jantung.
Maki segera keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan secara diam diam menuju pusat kendali.Dia langsung menyiapkan Sub Machine Gun miliknya dan menendang pintu masuk kearah pusat kendali.
Maki langsung menembak seruluh prajurit yang berada di pusat kendali itu,dikarenakan suara tembakan yang begitu keras,beberapa prajurit Manki yang berada dekat dengan pusat kendali langsung bergegas untuk mengecek keadaannya.
Maki langsung bergegas mengambil peta yang berada di meja dan bersembunyi di balik pintu.Setelah 3 prajurit Manki masuk,dia langsung keluar secara peralahan dan menuju ke tempat rekan rekannya disandra.
Franji dan Marko terus membunuh setiap prajurit Manki yang mereka temui dengan sangat professional.Setiap prajurit yang mereka bunuh tidak memiliki kesempatan untuk berkata kata.
Setelah Maki sampai di tempat dimana prajurit Tenbi disandra,Maki terlihat sangat marah karena seluruh sandranya adalah wanita.
"Apa maksudnya ini?aku akan meminta penjelasan atasanku setelah ini."
Prajurit wanita yang melihat Maki merasa sangat senang melihat komandan mereka datang untuk menyelematkan mereka.
"Tolong bebaskan kami komandan."
Maki berusaha menghancurkan gembok yang mengunci mereka,tiba tiba dari belakang Maki ada seorang gadis yang ternyata merupakan prajurit Manki.
"Ternyata kau ya?yang disebut sebagai gadis motivator?Kau terlihat sangat lemah."Ucap gadis tersebut yang bernama Laili.
Karena Maki tidak merespon sama sekali apa yang dikatakan oleh Laili,dia langsung menyerang Maki dengan carambit yang dia pegang,dengan mudah Maki bisa menghindarinya.
"Wah,kau bisa menghindarinya ya."
"Jangan banyak bicara dan jangan ganggu aku."Ucap Maki geram.
"Wah,kok jadi ngatur.Kamu kan ada di daerahku,seharusnya kamu yang mematuhi perintahku."Saut Laili.
Karena kesal Maki pun mengeluarkan Cambuk apinya dan melawan Laili dengan serius.Laili sangat kaget dengan kekuatan yang dimiliki oleh Maki,dan tidak butuh waktu lama Laili berhasil dijatuhkan oleh Maki.Prajurit Tenbi yang melihat komandannya bertarung merasa sangat terkesan karena baru pertama kali mereka melihat komandan mereka bertarung.Maki langsung menghancurkan gembok itu dan pergi meninggalkan Laili yang tidak bisa bergerak.
"Mengapa kamu tidak membunuhku?aku ini musuhmu."Ucap Laili,terlihat di wajahnya dia menahan rasa sakit.
"Aku tidak ingin membunuh sesama gadis."Ucap Maki sambil berjalan pergi.
"Tetapi,suatu saat jika aku bertemu dengamu lagi,aku tidak akan kalah dan langsung membunuhmu."Saut Laili.
"Aku yakin,saat kita bertemu lagi,kamu akan jadi temanku."
Laili terdiam dan menangis,karena untuk pertama kalinya ada gadis yang ingin berteman dengannya.
"Kamu akan bisa bergerak lagi setelah 30 menit,jadi jangan khawatir.Aku akan menunggumu di Tenbi,jangan sampai tidak datang ya."Ucap Maki sambil tersenyum ke arah Laili.
Franji dan Marko ketauan dan dibawa kedalam ruangan penyiksaan.Mereka berdua melihat Maki dan wanita dari prajurit Tenbi berlari menuju pintu keluar.
"Oh lihat,Komandan kalian pergi meninggalkan kalian.Kalian hanya di anggap sampah di tempat kalian,sekarang katakan dengan jelas siapa dan dari pasukan mana kalian?"Ucap jendral manki yang bernama Kuro.
Franji dan Marko selalu diam saat ditanya oleh jendral Kuro,dan membuatnya marah.Mereka pun di setrum,dicambuk,dan ingin di beri besi panas di perut mereka.Saat besi panas itu hampir menyentuh perut Franji,Maki datang dan menyuruh jendral Kuro untuk melepakan Franji dan Marko.
"Oh ternyata dia menyerahkan dirinya sendiri pada kita,tangkap dia."Ucap Jendral Kuro pada prajuritnya yang berjumlah 3 orang.
Dengan cepat mereka bertiga mati di tangan Maki.Jendral Kuro yang melihat prajuritnya mati dengan mudah terkejut.
"Siapa kau sebenarnya?"
Jendral Kuro merinding melihat cambuk api yang dikeluarkan oleh Maki.
"Ka.....kau adalah Maki,si gadis bercambuk api dari Tenbi???!!!"
Maki langsung menyuruh Franji dan Marko membebaskan diri.Dengan mudah borgol dan ikatan yang berada di tangan dan kaki mereka hancur begitu saja.Melihat Franji dan Marko membebaskan diri dengan mudah membuat jendral kuro menjatuhkan pisaunya karena ketakuran.
"Ba....Bagaimana bisa? Kalian dari tadi hanya diam saja dan terlihat lemah."Ucap Kuro ketakutan.
"Mereka adalah tameng terkuat di Tenbi,mereka juga salah satu prajurit elit yang dilatih khusus selama 1 tahun."Ucap Maki.
Franji dan Marko langsung menyiksa jendral Kuro sama seperti saat kuro menyiksa mereka berdua.Besi panas yang di bakar oleh Marko langsung di tusukkan ke perut Kuro yang membuatnya berteriak kesakitan.Tak lama kemudian jendral Kuro pun mati.
"Baiklah Ayo kita pergi dari sini waktu kita tinggal 40 menit lagi sampai helicopter penjemput kita datang."Ucap Maki.
Mereka bertiga langsung keluar dari ruang penyiksaan dan melihat prajurit wanita yang baru saja dibebaskan di todong pistol oleh para pasukan Manki,jumlah mereka ada 25 prajurit.
"Haha,komandannya hanyalah gadis biasa."
"Menyerah sajalah kau tidak mungkin menang melawan pria."
"Dasar gadis yang sok kuat."
Ucapan mereka membuat Maki marah dan mengeluarkan teknik cambuk rahasianya yaitu cambuk naga biru.
"Baiklah pertunjukkan akan dimulai."Ucap Franji.
Maki mengayunkan cambuknya ke arah musuh dan api dari cambuknya itu langsung membakar prajurit yang terkena serangannya.Semua prajurit Maki berhasil dilumpuhkan olehnya dengan sekali serangan.
"Jangan pernah remehkan perempuan."Ucap Maki.
"Hebatnya komandan kita,pantas saja dia di sebut
Naga oleh beberapa prajurit di markas kita."Ucap Marko.
Mereka semua pun langsung bergegas menuju lokasi penjemputan,mereka sampai tepat waktu dan saat Maki ingin naik ke Helicopter tersebut.
"Tunggu."Terdengar suara gadis dari dalam hutan.
"Ijinkan aku ikut denganmu,komandan."Ucap Laili sambil bertekuk lutut dihadapan Maki.
Prajurit Tenbi yang melihat itu sontak kebingungan dengan apa yang mereka lihat.Maki langsung menyuruh Laili untuk berdiri dan berkata.
"Baiklah,ayo kau akan ku angkat menjadi kaki tanganku."
Laili pun menangis mendengar ucapan Maki,melihat Laili menangis Maki mengusap air matanya dan berkata bahwa semuanya akan baik bain saja.
"Terimakasih,telah menerimaku yang pernah menentangmu,dan hampir membunuhmu."Ucap Laili sambil memeluk Maki.
"Tidak apa,lupakan itu dan ayo masuk ke Helicopter."
Mereka semua akhirnya pergi dari Manki dan kembali ke Tenbi.Keesokan harinya Maki di beri penghargaan sebagai komandan terbaik,dan juga prajurit gadis terkuat di pasukan.Disaat semua orang memberi tepuk tangan,Maki berkata.
"Terimakasih semuanya,aku tidak akan bisa berdiri disini tanpa dukungan kalian semua,aku sangat bersyukur bisa bersama dengan kalian selama ini.Untuk itu aku sangat berterimakasih pada kalian semua.Aku akan memperkenalkan salah satu prajurit baru yang dipindahkan dari Manki ke Tenbi."Ucap Maki sambil menarik Laila untuk memperkenalkan diri.
"Selamat pagi,namaku adalah Laila."
"Jangan membuatnya bersedih,karena hinaan kalian ya.Meskipun dia dari prajurit musuh,tetapi aku sendiri yang membawanya kemari,jadi aku harap kalian menerimanya sebagai salah satu prajurit Tenbi."
Seketika ruangan itu hening,dan tak lama kemudian suara tepuk tangan dari pasukan lainnya pun berbunyi.Laila merasa senang karena dia bisa memiliki banyak teman di Tenbi.
"Kamu tidak akan merasa kesepian lagi,jika ada sesuatu yang mengganjal dipikiranmu,kamu bisa cerita padaku.Tidak hanya aku,tapi kami semua di pasukan Tenbi.Mereka semua bisa kamu percaya."Ucap Maki sambil tersenyum pada Laili.
"Te....Terimakasih Maki.Kamu sungguh baik,aku tidak tau harus berbuat apa untuk membalas kebaikanmu."Ucap Laili sambil mengusap air mata terharunya.
"Dengan tetap menjadi dirimu sendiri,dan tidak perlu merasa kesepian lagi."Saut Maki.
Beberapa pasukan Tenbi merasa terharu melihat Maki dan Laili.Keadaan di markas khusus Tenbi pun kembali seperti semua dengan ditambahkannya Laili sebagai prajurit Tenbi tidak membuat pasukan Tenbi merasa kerepotan,mereka justru senang dengan datangnya Laili di pasukan mereka.