Sebuah makhluk baru,
Yang hanya datang sebagai benalu.
Datang tanpa diundang ,
Bukan sebagai tamu.
Membawa sejuta kesedihan ,
Menghancurkan dalam sekejap
Impian ,dan juga rencana.
Masuk dalam tubuh ,
Membawa jauh dari kehangatan keluarga,
Hidup dalam kesenderian.
Tak kenal siapa saja,
Berkeliling mencari mangsa.
Sungguh menakutkan.
Satu yang semua orang ucapkan
"Semoga corona ini cepat pergi dan berlalu."
Suara kicauan burung bersahutan, diluar diiringi sinar mentari pagi yang menerangi bumi yang semula gelap, memberi tahu semua penghuni bumi bahwa hari telah pagi. Tak selang beberapa lama kelopak mata seorang gadis terbuka menampakkan iris matanya.
"Membosankan", keluh gadis kecil yang masih berumur 7 tahunan tersebut ditambah dengan penampilan berantakan khas orang bangun tidur.
KRIET...
Suara decitan pintu terdengar, menghasilkan sebuah suara bagaikan melodi yang mengalun di gendang telinga, dengan diiringi derap langkah kaki kian mendekat pada objek tujuannya . Nampak seorang wanita paruh baya berjalan menuju sang bidadari kecilnya.
"Haruna rupanya kamu sudah bangun nak, baiklah kamu cepat mandi dan segera turun yah" si empu yang dipanggil tersebut hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas ucapan sang ibu sembari bangkit dari ranjang dan menuju kamar mandi.
Setelah beberapa menit kemudian, Haruna telah selesai mandi dan langsung menuju ruang makan sembari bersenandung kecil.
"Seperti yang anda ketahui pemirsa virus corona semakin menyebar luas di Indonesia maka dari itu dari pemerintah terus mengimbau kepada masyarakat agar tetap dirumah saja, jaga jarak, cuci tangan, dan memakai masker apabila keluar rumah. Sekian informasi dari kami" terdengar berita yang sama beberapa bulan belakangan ini yang masih hangat dibicarakan dikalangan masyarakat bahkan di banyak negara.
"Sampai kapan virus ini akan ada. Semua yang dilakukan diluar rumah tidak bebas. Masyarakat juga masih bandel tidak mematuhi protokol kesehatan. Semoga virus ini cepat berlalu" ucap ayah Haruna . Yah sudah berbulan bulan kabar tentang virus corona sering terdengar di tv, bahkan
mungkin setiap saat ada pemberitaan tentang virus tersebut, seperti sebuah alunan musik yang diputar terus menerus.
"Sebenarnya corona itu apa sih"Gumam Haruna dalam hati.
"Dan kenapa di tv selalu ditayangkan terus. Mana aku dilarang keluar rumah, kumpul sama teman juga nggak boleh. Coba nanti aku tanya ibu aja." Haruna melangkahkan kakinya menuju ke ibunya.
"Selamat pagi bu... " sapa Haruna pada ibunya yang sedang menyajikan sarapan di meja.
"Hai sayang selamat pagi juga. Wah... anak ibu sudah cantik. Ayo sarapan dulu sebelum kamu sekolah( daring) " sahut sang ibu.
Haruna hanya menurut saja pada ucapan ibunya. Beberapa menit berlalu, sarapan puntelah habis, kini waktunya Haruna untuk menyiapkan keperluan sekolahnya hari ini, yah benar lebih tepatnya sekolah daring yang telah dilaksanakan beberapa bulan belakangan ini akibat pandemi virus corona .
Haruna sebenarnya belum sepenuhnya mengerti kenapa dia tidak masuk sekolah dan berkumpul bersama teman temannya, apalagi setelah mendengar nama corona dia tidak tahu pasti apa itu corona apakah nama seseorang kah? Atau sesuatu yang malah menakutkan seperti monster? Apa hubungan semuanya? Yang dia tau diluar banyak corona. Seperti sebuah teka teki yang tidak terpecahkan hari ini dia berinisiatif bertanya pada ibunya tentang apa itu sih corona?.
Melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana ibunya berada.
"Ibu" panggil Haruna pada sang ibu. Lantas sang ibu yang sedang mencuci piring tersebut berbalik dan menghadap sang putri kecilnya sambil berjongkok mensejajarkan tingginya .
"Ada apa? Apa ada sesuatu yang Haruna mau katakan? ." ujar sang ibu berucap lembut. Bukannya menjawab tapi ia menarik tangan ibunya lembut dan membawanya untuk duduk di sofa
ruang keluarga.
"Ibu sebenarnya Haruna mau tanya apa itu corona? Haruna tidak terlalu tahu soal itu. Setiap hari ada berita di tv tentang corona"
"Oh anak ibu mau tanya itu. Baiklah ibu jawab. Penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona, virus ini menyerang organ pernapasan. Orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang sampai berat. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia, orang dewasa, anak-anak, dan bayi. Virus ini menular melalui percikan dahak alias droplet, misalnya ketika kita berada di tempat yang ramai pasti tidak sengaja ada percikan droplet yang mengenai kita.Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 mirip gejala flu, yaitu demam, pilek, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.Gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan terinfeksi virus ini, yaitu terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak. Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, alias diluar rumah, rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum. Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung setelah memegang benda diluaran sana sebelum mencuci tangan. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, beristirahat yang cukup, dan hindari kontak dengan penderita Covid-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek. Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau tangan saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah jangan sembarangan. Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah. Maka dari itu pemerintah menyekolahkan siswa seperti Haruna dirumah gunmenekan penyebaran virus yang makin meluas karena disekolah banyak orang yang berkumpul. Dan jangan lupa ingat pesan ibu terapkan 3M ketika berada diluar rumah yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Sampai disini Haruna paham? "ucap sang ibu panjang lebar.
" Hmm yah Haruna mengerti sekarang apa itu corona dan mengapa Haruna tidak sekolah seperti biasa dan berkumpul dengan orang orang karena virus corona akan cepat menyebar dan Haruna akan selalu ingat pesan ibu"Jawab Haruna.
" Yah benar sekali anak ibu memang pintar. Haruna tau mengapa ibu sering mengajak Haruna berkebun.?"tanya sang ibu lagi.
" Hmm tidak tau bu" jawab Haruna.
"Itu adalah salah satu cara mengisi kegiatan kosong di rumah saat pandemi seperti ini dan juga untuk menghilangkan kebosanan"
"Oh begitu ya sampai disini Haruna mengerti bu"
Yah corona datang dalam kehidupan manusia merusak semua yang telah direncanakan. Membawa sejuta kesedihan, kesakitan dan kecewa tapi tidak ada juga gunanya mengeluh mungkin sang maha kuasa telah menyiapkan untuk kita semua takdir yang indah. Kita hanya bisa berharap dan berdoa serta berusaha tetap yang memutuskan hanyalah sang maha kuasa.
__END__
Terima kasih telah membaca karya saya dan jangan lupa mampir di karya lainnya . Sampai jumpa.