Kata kunci~Orang berkuatan super~ Malam hujan yang dingin dan Loteng.
Aku hanya seorang wanita biasa yang tinggal di sebuah desa, di pinggiran kota Palembang. Tinggal dengan nenekku, orang tuaku sudah meninggal pas aku berumur lima tahun.
Aku selalu berkhayal mempunyai cowok yang mempunyai kekuatan super, biar dia bisa melindungi aku dari orang - orang yang selalu menghina aku dan nenek.
Aku punya kebiasaan duduk di loteng rumah nenek dan itu aku lakukan semenjak orang tuaku meninggal Dunia. Disana aku bisa melepaskan semua yang aku rasakan.
Malam ini aku tidak bisa tidur, apalagi di luar hujan sangat deras membuat suasana menjadi dingin dan sangat mencekam. Aku pun keluar dari kamar dan kekamar nenek, rupanya nenek sudah tidur ingin rasanya aku membangunkan nenek tapi melihat nenek yang tidur sangat nyenyak membuat aku membatalkan niatku.
Aku pun berjalan ke dapur tapi sebelum aku sampai di depan lemari es, aku mendengar suara keributan yang berasal dari loteng. Aku pun berjalan menuju ke arah loteng, dengan perasaan yang campur aduk aku membuka pintu loteng dan betapa terkejutnya aku.
" Kamu siapa" Tunjuk aku dengan seorang pria yang berdiri tidak terlalu jauh dari tempat aku.
" Aku....." Jawab orang tersebut gugup.
" Iya kamu siapa?, ya Allah pakai pakaianmu" Teriak aku pas Melihat dia tidak memakai apa pun.
" Maaf aku..".
" Pakai ini" Ucap aku melempar sesuatu dengan dia.
Setelah dia selesai memakai kain yang aku lemparkan tadi, dia pun duduk.
" Namaku Anaza aku datang dari planet yang sangat jauh dari bumi. Planet yang dulunya damai dan tentram hancur dalam sekejap karena bangsa parasit. Dan aku tidak tahu kenapa aku bisa berada di sini, terakhir yang aku ingin kami semua ditangkap dan di eksekusi satu persatu" Cerita Anaza.
Aku yang mendengarnya ketawa, mana ada makhluk dari planet lain itu cuma khayalan aku saja.
" Hahahaha.... jangan bercanda pasti kamu pencuri yang masuk kerumah aku, iya kah" Kata aku sambil berjalan mendekati dia.
upss....aku terkejut karena tiba-tiba dia menghilang dari hadapan aku.
" Siapa kamu" Teriak aku waktu aku merasa ada yang memegangi tangan aku.
" Sekarang kamu sudah percaya siapa aku" Ucap Anaza di depan aku.
Aku terduduk karena terkejut melihat dia yang tiba-tiba berdiri di depan aku.
" Bagaimana kamu percaya kalau aku punya kekuatan super dan berasal dari planet yang jauh dari bumi." Kata Anaza sambil berjongkok di depan aku.
" Nama kamu siapa" Tanya Anaza Kemudian.
" Nama aku Sari Amelia, panggil saja Sari" Jawab aku.
" Nama yang cantik seperti orangnya." Gumam Anaza, tapi masih bisa di dengar oleh aku.
" Jadi kamu mau tinggal dimana?, tidak mungkin kamu tinggal di sini" Ucap aku.
" Aku tidak punya siapa pun di sini bahkan di planetku" Ucap Anaza sedih.
Aku yang mendengarnya juga ikut sedih, karena apa yang dia rasakan juga sama seperti yang aku rasakan.
" Baiklah kamu boleh tinggal di sini, tapi jangan keluar kemana- mana" Ucap aku sambil pergi meninggalkannya.
Aku pun kembali kekamar aku, dan melanjutkan tidur.
* Keesokan harinya *
Aku terbangun mendengar teriakan nenek, aku pun bergegas keluar dari kamarku. Waktu aku melihat jam di ruang tamu, baru menunjukkan pukul 04.30 wib. Aku mencari nenek rupanya nenek ada di dapur dan selain nenek ada Anaza yang berdiri di depan nenek.
" Nenek ada apa? " Tanya aku mendekati nenek yang pucat seakan terkejutnya.
" Dia siapa" Tunjuk nenek.
" Dia Anaza dan berasal dari planet di luar bumi nenek, semalam aku menemui dia di loteng rumah kita" Kata aku menjelaskannya dengan nenek.
Nenek diam mendengar penjelasan aku, nenek pun duduk dan Melihat Anaza dari atas kebawah.
" Nek, izinkan dia tinggal disini" Ucap aku memohon dengan nenek.
Nenek diam dan tidak menjawab pertanyaan aku.
" Sari kalau dia tinggal di sini, bagaimana tanggapan orang-orang dengan kita" Tanya nenek.
" Itu sudah aku pikirkan nek, kita akan bilang dia sepupu aku dari sebelah ayah " Ucap aku menyakinkan nenek.
Untuk beberapa saat nenek diam, " Baiklah, dia boleh tinggal disini tapi cuma satu bulan. Sudah itu dia harus kembali lagi ke planet dia." Ucap nenek dan pergi meninggalkan kami.
" Sari jangan lupa berikan pakaian kakekmu" Kata nenek Kemudian.
" Ayo ikut aku" Ucap aku menarik tangan Anaza.
Aku dan Anaza membersihkan loteng yang akan di jadikan oleh dia untuk tempat tinggal sementara.
Seumur hidup aku tidak pernah merasakan punya teman, tapi semenjak aku ketemu Anaza kehidupan aku berubah. Dia selalu membuat aku tersenyum, dengan kekuatan supernya.
Seharian ini aku melihat Anaza bersedih dan Sekarang aku mendapatkan dia lagi duduk di depan jendela di loteng.
" Kamu kenapa" Tanya aku duduk di sampingnya.
" Sari aku mau pulang ke planetku, aku rindu dengan semua orang disana. Tapi aku binggung dengan apa aku bisa pulang" Tanya Anaza murung.
Aku juga tidak tahu dengan apa kamu pulang" Jawab aku sedih.
" Tunggu Sari aku tahu dengan apa aku pulang" Kata Anaza.
Kemudian dia berangkat dari tempat dia duduk dan berdiri di tengah loteng. Sambil memegangi kalungnya, dan Anaza membaca sebuah Matra yang aku tidak mengerti.
Setelah menunggu sekitar setengah jam, ada sebuah cahaya yang masuk melewati jendela di loteng. Anaza pun berbicara dengan cahaya itu dengan memakai bahasa yang tidak di mengerti oleh aku.
Setelah selesai aku pun mendekati Anaza dan dia tersenyum.
" Aku bisa pulang Sari, aku akan pulang Sari" Teriak Anaza girang.
Aku yang mendengarnya sangat senang tapi ada di hati aku yang tidak rela Anaza pergi.
" Kapan?" Tanya aku balik.
" Sekarang Sari" Jawab Anaza.
" Baiklah" Ucap aku lembut.
Anaza pun bersiap- siap untuk pergi, sebelum dia pergi dia melihat Sari yang diam mematung. Ada rasa yang tidak di mengerti oleh Anaza tapi dia tidak tahu apa-apa.
Anaza pun mengunakan kekuatannya dan hilang dari hadapan Sari. Tak terasa air mata Sari jatuh tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Anaza dan dia berbeda.
Sudah hampir satu bulan Anaza pergi dari rumah Sari dan Sari kembali kehidupannya yang lama, sebelum kenal Anaza.
Sampai pada satu malam Sari mengingat malam tersebut, malam pertama dia ketemu dengan Anaza di loteng. Malam dengan suasana yang dingin dan mencekam, apalagi petir saling menyahut di langit.
Sari keluar dari kamarnya dan mau minum, tapi Sari Mendengar suara dari loteng. Dia pun ke loteng dan membuka pintu loteng, betapa terkejutnya Sari disana sudah berdiri Anaza tapi dia memakai pakaian Sekarang.
Anaza Tersenyum dan sambil berkata " Aku kembali Sari untuk dirimu."
The End.