Kepercayaan adalah hal paling berharga saat ini. Tanpa kepercayaan, orang orang akan segera memecahkan isi kepalamu dengan timah panas.
Di dunia Apocalypse ini, selain adanya Alien dan para Zombie, hal paling ditakuti adalah monster yang menyamar sebagai manusia biasa.
****
Cerita kembali ke George yang ternyata masih hidup setelah penyerangan oleh manusia yang ternyata monster dan segerombol Zombie.
George sudah tinggal sendirian dalam sebuah toko kecil sudah lebih dari sebulan. George tidak sudi untuk kembali ke bunker, dia lebih baik mati dan menjadi monster, ketimbang harus bersama dengan orang orang pengecut yang meninggalkan temannya saat sedang dalam situasi hidup dan mati.
Paginya..
"Aku harus segera pergi dari sini dan mencari teman, kalau tidak aku akan menjadi gila karena selalu bicara sendiri."
Ucap George sambil mengangkat ransel ke punggungnya.
George segera melangkahkan kakinya dan pergi tak tentu arah. Dia berharap semoga masih ada manusia yang hidup dan bisa hidup dan saling menjaga.
Entah sudah berapa blok jalan yang sudah George lalui, yang ia lihat hanyalah gedung gedung yang hancur tanpa adanya tanda tanda kehidupan didalamnya. Hingga malam tiba, George masih berjalan dan berharap menemukan manusia yang selamat.
Ngggg~
"Sial! Apa itu?"
George reflek melihat ke arah sebuah gedung yang barusaja mengeluarkan suara aneh.
Dengan penuh keberanian dan senapan yang siap untuk menembak siapapun itu, George akhirnya masuk dan mulai memeriksa...
****
"Suara tadi itu, sebenarnya apa?"
Ucap George sambil melihat sekeliling.
Ngggg~
"Suara itu lagi.."
George semakin mendekat dengan sumber suara itu.
Sebelum memasuki ruangan yang terdapat suara misterius itu, George mengisi penuh Magasin senapannya terlebih dahulu dengan penuh hati hati, karena hawatir akan menimbulkan suara yang bisa memancing sesuatu keluar.
Klek~
Ceklek~
"Ayo George, beranikan dirimu.."
Ucap George dengan kakinya yang gemetaran setengah mati.
Setelah itu George dengan gagah berani masuk ke ruangan tersebut layaknya FBI yang sedang menggrebeg kamar hotel tempat om om enak enak.
"FBI, OPEN UP!"
Betapa terkejutnya George setelah melihat ternyata yang menimbulkan suara itu adalah seekor Anjing jenis German Shepherd yang terjebak di dalam reruntuhan gedung tsb.
Ngggg~
"Bertahanlah kawan, aku akan mengeluarkanmu dari sini."
Ucap George sembari mengelus kepala Anjing itu.
George berusah mengangkat reruntuhan itu untuk mengeluarkan Anjing itu. Setelah reruntuhan itu diangkat oleh George, Anjing itu samasekali tidak bergerak karena kakinya yang terluka.
****
Dengan hasil latihan kerasnya dalam pelatihan militer, membuatnya berhasil menyingkirkan reruntuhan itu. Hanya saja, karena suara yang ditimbulkan oleh reruntuhan yang disingkirkan oleh George, membuat beberapa Zombie keluar dari beberapa bangunan.
Seketika George langsung mengangkat Anjing itu dan segera berlari dari tempat itu.
Ngggg~
"Tenanglah kawan, kau akan baik baik saja.."
Ucap George menenangkan si Anjing.
Akhirnya George berhasil kabur dari kejaran para Zombie dan bersembunyi di toko petshop.
Beruntung sekali mereka...
****
Setelah merapikan barang bawaan, George segera mengobati Anjing itu dengan obat yang ada di dalam kotak P3K miliknya yang dia ambil dari pangkalan militer.
George memberi nama Anjing itu, Hopie
Selama seminggu, George terus merawat luka Hopie hingga akhirnya Hopie sembuh. Mereka selalu bersama, terutama saat George mencari pasokan makanan.
George tidak perlu memikirkan tentang perut Hopie, karena dia beristirahat di sebuah toko petshop yang menyediakan banyak makanan hewan peliharaan, terutama makanan Anjing.
Guk guk guk!
"Ada apa Hopie?"
Tanya George kepada Hopie.
Guk guk guk, grrrrrrrrr~
Hopie menggonggong tepat didepan gedung yang begitu gelap, seperti memberi tau bahwa ada sesuatu di dalam sana.
"Sudah jelas, Hopie pasti mencium sesuatu didalam sana."
Ucap George dalam hatinya.
"Hei, kau yang didalam keluarlah!"
Teriak George kepada sesuatu yang ada di dalam gedung tsb.
Tidak lama setelah teriakan George, sebuah kepala manusia menggelinding tepat di hadapannya.
"Sial!"
George terkejut bukan main.
Saking terkejutnya George, ia langsung menghujani sesuatu yang ada di dalam gedung itu dengan peluru 45 CP. UMP miliknya itu dengan brutal.
Dor dor dor dor dor dor dor...
Wraaaaaaahhhhhkkkk!!!
Sosok itu seketika keluar karena tembakan dari George, dan ternyata yang keluar adalah Alien predator yang seketika meloncat ke arah George.
"Rasakan ini keparat!"
George berteriak sambil menembaki Alien itu dengan senapannya.
Hanya saja, senapannya itu hanya menyimpan sekitar 30 peluru. Membuat George panik setelah senapannya tidak lagi menembakan peluru.
Saat monster itu hendak menerkam George. Dengan gagah berani, Hopie melompat kearah Alien itu dan menggigit bagian kakinya.
"Bagus Hopie!"
Melihat kesempatan, George dengan cepat mengisi kembali senapannya dan segera menembak Alien itu tepat di bagian kepalanya. Hanya saja, Hopie terlempar dan membentur tembok cukup keras, setelah dilempar Alien itu.
Dor dor dor dor dor dorrr...
"Aaaaaaaahhhhhhhh! Mati kau keparat!"
Teriakan George yang begitu merasa puas setelah menembaki Alien itu yang tergeletak di tengah jalan dengan cairan hijau yang menjijikan keluar dari kepalanya.
Ngggg~
"Astaga, Hopie.. Kau terluka, ayo kawan kita harus pergi dari sini"
Ucap George sembari mengangkat Hopie.
Tidak disangka, setelah beberapa langkah George meninggalkan tempat itu, tidak lama kelompok Alien predator yang dibunuh oleh George keluar secara bersamaan dan mulai mengejar George.
George berlari sekencang yang ia bisa..
"Huh huh huh, apakah begini akhirnya.. Dibunuh oleh sekelompok Alien"
Sambil berlari, George mulai putus asa.
DOR!
Pssssyuuuuuuhhhh~
DUARR!
"Apa?! Apa yang terjadi?"
George terdiam keheranan, setelah melihat sekelompok Alien predator yang mengejarnya mati di tembak dengan RPG.
"Hey nak, kami disini.."
Ucap seorang pria dari atas menara.
George melihat ke atas dan melihat 3 orang dengan perlengkapan perang yang lengkap.
****
Dari kiri, seorang wanita yang membawa RPG. Ditengah seorang pria dengan sniper tipe AS 50. Dan yang di kanan seorang pria dengan senjata G36C Assault rifle.
"Selamat datang di Persatuan perdamaian, sebut saja, Peacekeepers!"
Ucap pria yang berada di tengah yang memegang sniper itu.
TAMAT..