[Menjaga Kesatuan & Persatuan]
[Persahabatan Beda Agama]
-Tolong ambil yang baik dan bermanfaat.Dari cerpen ini semoga ada yang baik untuk pembelajaran.
Namaku Aisyah dengan sahabatku yang ada disampingku saat ini bernama Fellisyah
Pertama kali diriku bertemunya ketika kami TK, sekarang kami telah sukses dan alhamdulillah membahagiakan orang tua kami, diriku ini telah berumah tangga, tapi Fellisyah belum.
Kenalkan dia ya..
Hai!..
Namaku Fellisyah, seperti yang kalian ketahui aku bertemu Aisyah di TK, kami dari dulu sampai sekarang kalau ketemu selalu nempel kaya ada magnet di tubuh kita agar kita bisa bersama.. haha lebay yaa... gini lah diriku.
Kami sudah besahabatan dari kecil.. ingin tahu kisah kami? :)
Bacalah kisah kami sampai akhir..
Bisa dibilang ekonomi keluarga Aisyah dan Fellisyah berbeda, Aisyah yang berekonomi menengah, dan Fellisyah berekonomi tinggi alias kaya.
Walau begitu, itu tidak menghalangi kami untuk bersahabatan.
Dan Walaupun kami berbeda agama kami tidak membeda-bedakan dan berteman dengan akur dan saling menghormati.
Orang tua kami berdua saling silahturahmi dan membantu jika ada masalah.
inilah kisah kami, semoga bisa diambil yang bermanfaat.
Disini cerita akan dimulai dari Aisyah.
Fellisyah tidak akan diceritakan saat dirumah.
Back to story.
06.06 AM./pagi.
"Bunda... aku takut, nanti kalau aku gak punya temen gimana?.." kata Aisyah.
(Aku takut nanti kalo mereka ga mau main sama aku... ga mau temenan sama aku..., aku juga malu bertemu mereka..)batin Aisyah murung.
Ibundanya yang sedang memasangkan kerudung Aisyah pun menyelesaikan dan memegang kedua pundak kecil Aisyah.
"Sayangnya Bunda.. gak usah takut ya.. Ibunda yakin kok kalau kamu bakal dapat teman..." kata Ibunda sembari menghibur Aisyah.
"Aisyah gak usah khawatir, semua sudah di atur Allah..., itupun kamu juga harus berani bersosialisasi dengan mereka.., Bunda yakin nanti teman-teman di TK baik sama kamu.." kata Ibunda.
(Hmmm... semoga yang dikatakan Bunda benar... tapi kenapa aku berpikir mereka begitu ya.. bisa jadi apa yang aku pikir itu salah...hehehe)batin Aisyah dan terkekeh di dalam hatinya.
"Dan kita tidak tau apa yang akan terjadi untuk kedepannya... jadi jangan souzon dulu dan jangan berfikir negatif!" kata Bunda memperingati.
"Begitu ya..Bund.. semoga mereka orangnya baik-baik.. gak jahat..." Kata Aisyah.
"Tenang Bund! Aisyah akan ingat yang dikatakan Bunda!" kata Aisyah dengan tersenyum
"Iya sayang..." jawab Bunda dan tersenyum
Bunda pun ikut tersenyum melihat anaknya ternsenyum dan mengecup pipi tembam anaknya.
'Cup'
"Cantiknya anak Bunda... Aisyah yuk, ke meja makan.. Bunda udah siapin sarapan untuk kamu! ada kesukaan mu loh~, ayam goyeng-ayam goyengg~ hahaha.." Kata Ibunda dengan tersenyum dan ketawa kecil.
"Hehehehe, yayy ayamm gorenggg!!" ketawa lucu Aisyah.
Sesampainya di meja makan, disana terlihat tiga orang yang duduk dimeja makan, yaitu ayah,dan kakak-kakaknya Aisyah.
Aisyah memiliki dua kakak.Kakak pertama laki-laki yang bernama Rivaldi dan kakak kedua perempuan bernama Vania.
Kedatangan Bunda dan Aisyah pun disambut tatapan dan senyum dari mereka.
"Ehh Aisyah, anak ayah ini hari pertama kamu masuk TK ya nak.." Kata ayah sembari mengecup dahi Aisyah.
TK? benar, saat ini, kisah dimulai dari TK
"Hehehehe iya ayah!" jawab Aisyah dengan ketawan, dan duduk di kursi samping Kak Vania.
Setelah itu mereka pun sarapan dan bersiap-siap untuk kegiatan selanjutnya.
Dan Ayah mengantar abang sekolah setelah berpamitan dan pergi bekerja.
Saat ini Aisyah bersama Kakaknya sedang berada diluar menunggu Bunda yang sedang berapi-rapi.
"Syah, takut gak?.."tanya Vania.
"Gak kak! Aisyah berani! Aisyah akan belajar mandiri seperti kata kakak yang ngajarin Aisyah kemarin, biar ga ngerepotin Bunda dan Ayah!" jawab Aisyah dengan tersenyum.
"Hmm~ adek kakak pintarr cekaliii" kata Aisyah dengan mengusel-uselkan pipinya dengan pipi Aisyah.
"Hehehehe gelii~ kak!" kata Aisyah dengan ketawa yang sangat lucu.
"Kak! Aisyah mau nanya dong!" kata Aisyah setelah lepas dari pelukan kakaknya.
"Hm? kenapa Syah?" Tanya Vania.
"Kenapa sih kakak selalu berantem sama abang! kan gak baik! Aisyah di beritahu Bunda agar kita sebagai saudara harus akur, saling membantu, tidak pelit dan tidak sombong! agar hubungan dalam keluarga kita akan semakin erat dan kuat!" Kata Aisyah.
"......" Vania hanya diam dan tidak mampu berkata apa-apa, ekspresinya kaget setelah mendengar apa yang diucapkan adiknya.
"Aku.." jeda Vania.
"Benar apa yang dikatakan Aisyah.., kamu dan Abangmu harus akur!" kata Bunda yang tiba-tiba datang.
"Eh Bunda...Tapi lagian dianya yang duluan yang cari masalah sama aku Bund! his tuh bocah ngeselin banget!!" kata Vania dengan kesal dan meremas kerudungnya.
Bunda pun mengusap kepala kedua anaknya dan menasihati mereka.
"Entah apapun alasan itu, bersabarlah nak, jangan meladeni atau dianggep serius..., yakni Abangmu pasti hanya bercanda.. kalau kau meladeninya terus.. bisa saja kalian berantem bisa dengan sering sekali menggunakan fisik... dan jika terlalu sering akan mengganggu mental kamu..."
"Bersabarlah dan berusahalah untuk mengontrol emosimu agar tidak meledak-ledak/meluap-luap... bisa saja kamu melakukan sesuatu yang bisa membahayakanmu atau orang lain kelak.., dan tenangkanlah hatimu.. perbanyaklah istigfar jika marah.."
"Jika kau marah dalam keadaan berdiri maka duduklah, jika kamu masih dalam keadaan marah berbaring lah, jika masih dalam keadaan emosi udhu lah dan shalat..., Allah suka dengan hambanya yang bersabar... dan dari apa yang kalian lakukan akan mendapatkan pahala..."
"Kalian adalah Saudara, maupun dengan orang lain kalian juga patut untuk bersabar dan saling menghardai dan akur ya.., kita ini Warga Negara yang juga harus menjaga kesatuan dan persatuan! mau di rumah, lingkungan sekitar kita, dan maupun di tempat umum atau sekolah kalian!"
Itulah yang kami sukai dan cintai dari diri Bunda, ia bisa menyadarkan kami apa yang kami perbuat salah dan akan memberi kami solusi dan menceramahi kami, dia tidak pernah memarahi kami, ia memahami kami selalu, ia tau kami masih anak-anak dan masih belum bisa berfikir dewasa, ia selalu bersabar dalam mengurus kami, dialah guru kami juga di rumah... kami sangat sangat sangaaat mencintainya..
"Bunda maafkan Vania ya... Vania salah.." kata Vania dengan memegang tangan Bunda.
"Kalau begitu kau harus meminta maaf kepada Abangmu" kata Bunda dengan senyumannya yang manis.
"Baik Bunda, makasih Bunda Aisyah telah menyadarkan aku... aku akan meminta maaf nanti ke Abang.." kata Vania dengan senyumannya.
"Sama-sama" jawab Aisyah dengan senyumannya
Dan Bunda hanya tersenyum dan menggangguk menanggapinya.
"Ayo kita berangkat, keburu siang.."kata Bunda.
"Oke! let'ss goo!!" kata Aisyah dengan riang sembari mengangkat tangan kanan keatas dan mengepal jari-jarinya.
Setelah mengantar kan Aisyah ke TK, mereka pergi dengan memberikan beberapa kata untuk menyemangatinya dan pelukan singkat.
Dan Aisyah masuk ke kelasnya, Kelas Aisyah saat ini adalah 1B.
Aisyah sangat gugup dan ketika memasuki kelas banyak anak-anak, ada yang sedang duduk, mengobrol, dan bermain, dan beberapa melirik kearahnya.
Aisyah hanya memberi tanggapan senyum dan masuk mencari tempat duduk untuknya.
Aisyah melihat satu anak perempuan dengan surai hitam depanjang bahu sedang menyandarkan kepalanya di meja dan tangannya menjadi tumpukan bantal untuk kepalanya.
Aisyah liat anak-anak pada tidak ingin mendekati anak tersebut, dan mengabaikannya.
Aisyah yang melihat itupun dengan keberanian yang dikumpulkan duduk di bangku sebelah anak itu dan menaruh tasnya di kursi untuk sandarannya.
Aisyah pun mendekati anak tersebut dan menggoyangkan bahunya perlahan.
Anak tersebut memberi respon dengan mengangkat kepalanya ke atas dan memandangi Aisyah dari atas sampai bawah.
"Hai.." Sapa Aisyah dengan senyumannya yang manis.
Anak itu terperanjat dan bertanya kamu menyapa ku kah?.
"Ya.. aku menyapamu... Namaku Aisyah.. namamu Fellisyah ya?.."
"Hah! kamu! kamu bagaimana bisa tau namaku??!.."tanya anak itu dan memandang Aisyah dengan tajam.
"Ehh.... itu.. aku melihat nametag mu.."jawab Aisyah.
"Jangan marah ya.. aku hanya ingin kenalan dan berteman denganmu..." kata Aisyah dengan jujur dan ekspresi memelas sembari tersenyum.
"Teman..?, kamu beneran mau temenan dengan ku?.. aku ini orang kristen loh.. mereka gak mau temenan dengan ku..." kata Fellisyah dengan ekspresi sedih ingin menangis.
(Ya kan mereka gak mau berteman denganku karena aku beda agama?.. tapi aku tidak yakin.. apakah karena aku yang berekspresi dingin saat masuk di gerbang tadi?.. padahal itu karena aku masih kesal dengan kakak kakakku yang mengejekku... tapi aku tidak yakin... aku bimbang..)batin Fellisyah dengan ekspresi murung.
"Hmm?? kamu... .... gak kok! aku tidak masalah agama kita berbeda yang penting kita berteman dengan akur dan saling membantu dan bersama-sama" kata Aisyah jujur dengan senyum lebar yang manis.
Fellisyah kaget dengan apa yang dikatakan Aisyah.
Aisyah memegang tangan anak itu dan mengatakan "Sekarang kita teman yah!"
"Oke!"Jawab Fellisyah dengan senang.
(Sepertinya apa yang dipikirkanku tidak benar..)
batin Fellisyah dengan tersenyum manis.
Muka Fellisyah sekarang berseri-seri.
"Ehhh gak gak!! kita mulai hari ini sahabat!!" kata Aisyah dengan gembira.
"Baiklah janji ya, sekarang kita sahabat!"
sahut Fellisyah dengan tersenyum.
Fellisyah mengangkat jari mengarah ke Aisyah.
Aisyah yang mengerti menggaitkan jarinya ke jari Fellisyah.
"Janji!".
" Oke sahabatku! mulai saat ini aku ingin kita untuk tidak akan pernah memutuskan persahabatan kita sampai akhir hayat kita oke?" kata Fellisyah.
"Oke! ini janji kita!"
"Tapi aku ingin dipersahabatan kita tidak ada yang ditutup-tutupin yah... aku ingin mulai sekarang kita saling terbuka.." lanjut Aisyah.
"Oke.. Aisyah pemikiranmu lumayan dewasa ya.. heheheheehe." kata Fellisyah dengan cengir kudanya.
"Yaa gitulah... mungkinkah?.. soalnya dirumah.. aku akan sering diajari kakak-kakakku dan orang tua ku unuk hal-hal yang baik hehehe..." kata Aisyah dan ketawa kecilnya.
Mereka pun tertawa bahagia dan berbincang-bincang sampai bel masuk untuk belajar berbunyi.
Anak-anak kembali duduk di tempat bangku mereka, dan pelajaranpun dimulai.
Setelah pelajaran selesai, bel istirahat pun berbunyi bertanda waktu istitarahat anak-anak dimulai.
Anak-anak mengeluarkan bekal makan dari rumah masing-masing dan beberapa dari mereka makan bersama-sama atau ada yang makan sendiri.
Aisyah dan Fellisyah ikut makan bergabung dengan teman-teman yang makan bersama di lantai dengan mereka yang pertamanya Fellisyah tidak ingin makan bersama mereka tetapi paksaan dari Aisyah akhirnya dia makan bersama dengan mereka.
Mereka semua berkenalan dan ternyata tidak hanya Fellisyah yang beragama kristen, ada banyak juga anak yang beragama sama dengannya.
Ternyata sebelum itu dia hanya salah paham, dan mulai merasa nyaman dengan teman-teman sekolah.
Aisyah senang melihat sahabatnya yang mulai nyaman dan bersyukur melihat Fellisyah tidak hanya terbuka dengannya.
(Aku sangat menyukai hari ini.. ternyata apa yang ada dipikiranku kalau mereka bakalan cuek,jutek,dan dingin kepada ku dan teman-teman yang lainnya ternyata salah!, sekarang aku sangat bahagia sekali, dan mempunyai teman-teman banyak, dan sahabat)batin Aisyah dengan tersenyum.
(Benar yang dikatan Bunda! mereka emang baik!)
batin Aisyah senang.
Akhirnya sampai bel berbunyi, mereka belajar kembali dan akhirnya bel berbunyi kembali menandakan bel pulang.
Mereka berdoa sesuai agama/kepercayaannya masing-masing dan akhirnya pulang.
Tapi sebelum pulang Aisyah dan Fellisyah melakukan percakapan kecil.
"Aisyah! kamu dijemput siapa?.." tanya Fellisyah kepada Aisyah.
"Bunda!" jawab Aisyah.
"Kamu?" tanya Aisyah.
"Mama ku!" jawab Fellisyah.
"Aisyah!" panggil Bunda dari jauh.
"Fellisyah aku sudah dijemput.. Bunda ku ada diluar gerbang! aku pulang ya!! dahhh" pamit Aisyah.
"Dahh hati-hati Aisyah!!" kata Fellisyah dan melambaikan tangannya.
Aisyah pun juga membalas lambaian tangannya.
"Bunda!" sahut Aisyah dengan berlari kearah Bunda.
"Jangan lari-lari nak nanti jatuh..." kata Bunda dengan menghela nafas kecil.
"Ayo pulang!" kata Aisyah.
"Yuk!~.." sahut Bunda.
Pada hari itu terbentuklah persahabatan dua gadis yang manis dan cantik, disekolah mereka juga berteman dengan anak-anak lain,mereka akan melerai teman-teman yang berantem dan menasihati mereka, dan memanggil guru.
Di lingkungan rumah mereka juga tidak lupa untuk menghormati orang yang lebih tua, membantu mereka yang membutuhkan pertolongan sebisa mereka, mereka adalah gadis baik maupun di lingkungan masyarakat, sekolah, ataupun di keluarga mereka.
Mereka tidak lupa selalu membantu satu sama lain, saling menghormati, bermain bersama, mereka sudah seperti adik dan kakak sampai mereka dewasa persahabatan itu tidak akan pernah putus, dan semakin dewasanya mereka, persahabatan mereka semakin erat, walaupun selalu ada kesibukan diantara mereka, mereka tidak jarang untuk bertemu.
Keluarga mereka pun juga sering berjumpa, ataupun mengunjungi keluarga dari salah satu mereka, bahkan hubungan antara keluarga itu terjalin menjadi erat seperti layaknya keluarga dekat.
Sampai Aisyah menikah dan memiliki anak, kejalinan hubungan dari semua yang dijalani nya iya masih menjaga persatuan dan kesatuan dengan erat, dengan berbagai cobaan yang dilalui Aisyah, ataupun Fellisyah, mereka saling membantu satu sama lain, hidup manis pait mereka lewati dengan sangat baik.
Dan ingat, mereka tidak selamanya hidup damai dan bahagia, ada saatnya badai menerpa, dan di akhirpun akan ada kebahagian atas selesainya mereka dari cobaan tersebut.
Tamat.
•Vellow_MV
Ini Cerpen pertamaku.. semoga terhibur teman-teman :)
Ayo saling membantu, dan mendukung! :)
jika ada kata yang kurang nyaman... atau berlibet-libet mohon kritikannya yah.. karena saya masih pemula, mohon bantuannya :)
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarokatu..
•//w//•