Kata Kunci => Hantu ~Fajar Musim Gugur ~Restoran.
◇◇◇
Rega Atana adalah pemilik restoran yang ada di seberang taman kota, Restoran milik Rega sangat terkenal dan laris karena berada di tempat yang strategis.
Untuk menjamin kualitas masakan di restorannya, Rega memilih untuk berbelanja sendiri bahan-bahan yang dibutuhkan restoran di pasar pagi yang berada di pusat kota. Maka dari itu ia selalu berangkat berbelanja saat Fajar menjelang.
Hari ini musim gugur telah tiba, banyak dedaunan dari pohon-pohon yang ada di taman beterbangan sampai di jalan raya bahkan sampai juga pada halaman restoran milik Rega.
Pagi itu seperti hari biasa, Rega sudah bersiap hendak berbelanja ke pasar pagi menggunakan mobilnya. Tetapi ada yang aneh yang dia rasakan, ia merasa ada seseorang selain dirinya dimobil itu. Padahal jelas-jelas dia sedang sendiri. Karena takut kesiangan sampai di pasar ia pun mengabaikan perasaan itu dan memilih untuk segera berangkat.
Sosok itu memang tidak melakukan apa-apa, hanya mengikutinya saja. Itu pun hanya saat fajar tiba, jika matahari sudah mulai tinggi sosok itu akan menghilang.
Sepulang dari pasar, Ega memutuskan untuk membuat kue yang biasa dijadikan dessert di restorannya. Ia merasa ada yang membantunya, ada hawa dingin yang menyentuh tangannya saat membuat adonan. Tapi tak terlihat apapun di pandangannya.
**
Pagi Hari ini, ia kembali menemukan suatu kejanggalan. Ada daun di dalam mobilnya, padahal ia yakin kalau pintu mobilnya terturup rapat. Rega mengambil daun itu, terdapat noda darah disana. Ia terlonjak kaget dan segera melemparkan daun itu. Aneh, daun itu menghilang. Rega mengucek-ucek matanya, dia berfikir mungkin dia masih mengantuk sehingga berhalusinasi.
Saat fajar menyingsing hari berikutnya, ia menemukan sebuah amplop berwarna merah tergeletak di samping ban mobilnya, ia memungut amplop tersebut. Ada tulisan atas nama dirinya di amplop itu, ia membukanya perlahan.
TO : Rega Atana
From : Zuna feana
Dua kali musim gugur yang indah kita lewati bersama. Setiap kali fajar menyingsing kita mulai bertemu dan menjalani hari yang ceria.
Kita bertemu tanpa sengaja saat fajar di hari pertama musim gugur tahun lalu. Aku terpana melihat ketampananmu, entah bagaimana denganmu. Mulai dari saat itu, aku selalu berkunjung ke restoranmu. Untuk dapat mengenalmu lebih jauh, meski di awal kau mengacuhkanku. Tapi lama-lama kau menerimaku sebagai temanmu. Aku senang bisa berteman denganmu. Kamu baik, tulus berteman, tidak seperti kebanyakan orang yang lainnya.
Aku menemanimu berbelanja setiap pagi di pasar, kita membuat dessert bersama. Aku sangaaaat bahagia menjalani hari-hariku bersamamu. Aku tak merasa kesepian lagi setelah mengenalmu.
Lama-lama perasaanku terhadapmu berubah, aku menyayangimu, aku ingin menjadi lebih dari sekedar. . .
Secara mendadak kertas tersebut basah, darah segar mengalir sedikit demi sedikit dari kertas surat yang dipegang Ega. Ia gemetar, tapi surat itu tak dapat terlepas dari tangannya.
"Ap. . Apa i . .ini. .," Ucapnya terbata
"Ke kenapa . .ti tidak bi bisa lepas"
Darah itu semakin banyak sampai mengenai telapak tangannya, dan mengalir kesikunya dan
Tes. .
Tes. .
Tes. .
Menetes di lantai cornblok yang ada dibawahnya,
Mengalir lebih banyak
Lagi
dan
Lagi. .
Membentuk sebuah kaki,
Tubuh,
Hingga sempurna sampai kepala dengan rambut hitam panjang tergerai menutupi wajah itu.
Rega mematung di tempatnya,
Pandangan matanya kosong menatap sesuatu yang berdiri tepat di hadapannya.
Tangan penuh darah mengalir itu terulur ke arah wajah Rega, membelai pipi laki-laki itu lembut hingga darahnya ikut menempel di pipi Rega.
Tiba-tiba Rega merasa seperti ada di waktu yang lampau, tetapi di tempat yang sama.
Terlihat seorang gadis cantik, berkulit putih, bermata sipit dan bertubuh ideal berjalan di taman saat pagi buta, gadis itu mencari anjingnya. Ia melihat Rega sedang mengelus anjingnya di halaman restoran milik Rega.
Gadis yang bernama Zuna itu merasa takjub, pasalnya anjing kesayangannya tidak pernah dekat dengan orang lain selain dirinya.
"Ah Zuta, kau disini anjing kecil nakal, aku mencarimu kemana-mana sejak tadi" Ucap Zuna menghampiri anjingnya yang bersama Rega.
"Ini anjingmu?" Tanya Rega dingin.
"Iya tuan, terimakasih sudah memberinya makan, dia menghilang semalam, aku sangat khawatir dan men,-" Perkataannya terpotong oleh Rega.
"Jaga anjingmu baik-baik" Rega berdiri dan langsung masuk ke dalam mobilnya meninggalkan Zuna begitu saja.
"Wahh,, pria tampan yang dingin, aku suka. Kamu juga suka padanya kan Zuta? Baiklah, mulai sekarang kita harus berteman dengannya, oke". Ucap Zuna pada anjing kecilnya.
Itulah awal pertemuan mereka di hari pertama musim gugur dua tahun yang lalu, dan hari-hari berikutnya Zuna selalu datang ke restoran Rega hanya sekedar untuk bisa melihat Rega dan kenal lebih dekat dengannya.
Setiap pagi saat Rega hendak berangkat ke pasar, Zuna pasti sudah ada di depan restoran menunggunya untuk ikut serta. Dengan kegigihan Zuna yang pantang menyerah akhirnya sedikit demi sedikit benteng pertahanan Rega runtuh juga, ia mulai membuka hatinya untuk Zuna dan mulai menyukai Zuna. Mereka menjadi lebih dekat dari hari ke hari.
Sampai pada musim gugur berikutnya tiba, baik Rega maupun Zuna ingin menyampaikan perasaan yang telah mereka pendam selama ini.
Tanpa diketahui Zuna, Rega telah menyiapkan cincin untuk menyatakan perasaan cintanya pada Zuna. Begitu pula Zuna yang telah menyiapkan sepucuk surat cinta untuk mengungkapkan perasaannya terhadap Rega.
Pagi yang ditunggu oleh Rega dan Zuna akhirnya tiba, tidak ada firasat buruk apapun yang dirasakan keduanya. Hanya rasa bahagia dan berbunga-bunga dalam diri mereka. Rega telah keluar dari restorannya, begitu pula dengan Zuna yang sudah berdiri di taman seberang jalan restoran Rega. Senyum manis terukir di bibir mungilnya, ia melambaikan tangan pada Rega.
Rega seperti terhipnotis melihat senyum manis Zuna yang tersinari oleh lampu taman. Penampilan Zuna yang berbeda dari biasanya begitu memukau dimata Rega.
Dedaunan yang berguguran akibat dari angin yang menerpa membuat suasana semakin indah bagi keduanya yang sedang dilanda asmara.
Dengan jantung yang berdebar-debar Rega berjalan perlahan menyeberang jalan dengan mata yang terus menatap ke arah Zuna, hingga. .
"Berhenti Rega. .!
"Regaaaaaaaa, , , awaaaass!!!
Rega tak mendengar teriakan Zuna yang berada di seberang sana.
Zuna panik dan berlari menghampiri Rega, ia mendorong tubuh Rega dengan sekuat tenaganya. Rega terlempar ke seberang jalan, kepalanya terbentur cor trotoar dengan sangat keras. Telinga dan hidungnya mengeluarkan darah dan ia pingsan seketika. Kotak Cincin yang di genggamnya terlempar jauh.
Beberapa detik kemudian sebuah mobil box berukuran besar yang melaju kencang menabrak tubuh Zuna hingga terlempar beberapa meter dari tempatnya semula. Tubuhnya berguling-guling di jalan raya dan berhenti saat kepalanya membentur pembatas jalan. Darah segar mengalir dengan deras dari kepala Zuna hingga membasahi amplop bergambar hati yang terjatuh disampingnya.
Pandangannya kabur, sebelum kesadarannya benar-benar hilang, matanya sempat menangkap kotak cincin Rega yang terletak tak jauh darinya, ia tersenyum tipis lalu menutup mata untuk selamanya.
Rega yang langsung pingsan saat terbentur tadi, tidak tau apa yang menimpa gadis pujaannya. Ia terbangun dari koma setelah enam bulan dirawat dirumah sakit, dan tidak mengingat apapun kejadian selama beberapa tahun terkhir. Jadi ia juga tidak ingat tentang Zuna. Sampai saat ini, saat Zuna menemuinya dengan wujud yang sudah berbeda.
Gaun indah berwarna soft pink yang terakhir kali dipakai Zuna sudah berubah menjadi merah dengan sobekan dimana-mana, darah tak hentinya menetes dari kepala Zuna. Rega menangis histeris setelah mendapat penglihatan itu.
"Zunaaaaaaaa. .. . . "
"Tidak mungkin, itu semua tidak benar kan"
"Kenapa kamu jadi seperti ini ?" Ia terus meneriakkan nama Zuna sambil meraung-raung.
"Aku mencintaimu Zuna,"
"Aku juga sangat mencintaimu Rega" Balas Zuna dengan air mata darah mengalir dari matanya.
"Aku ingin menikah denganmu" Ucap Rega di sela tangisnya.
"Aku juga Rega, tapi sekarang semuanyabsudah tidak mungkin. Alam kita sudah berbeda. Aku sudah sangat bahagia mengetahui jika perasaanku berbalas"
"Jangan pergi Zuna!!!!" Teriak Rega sambil berusaha meraih tubuh Zuna.
Tiba-tiba wajah Zuna berubah seperti sedia kala, cantik dan bersinar.
"Jaga dirimu baik-baik Rega, aku akan selalu hadir saat fajar dihari pertama pada musim gugur". Zuna tersenyum dan melambaikan tangan pada Rega untuk terakhir kalinya.
"Zuna,., Zunaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!" Rega tersadar dari pingsannya dan mendapati dirinya sudah berada di dalam restorannya.
Tamat!
Selamat malam jum'at kliwon semuaaa👻👻