kata kunci: susu, taman, taurus(zombie, fajar musim gugur, sekolah)
BRAAKK
Suara meja di pukul, itu mengagetkan semua anak yang sedang berada di dalam kelas, pada waktu istirahat. Mereka serempak menoleh kepada si pelaku ,yang tak lain adalah ketua kelasnya.
Matanya tajam menyala, seolah di dalam bola mata ada api yang berkobar. Sontak anak anak itu beringsut, menundukkan kepala , dan ada juga yang memalingkan wajahnya dari tatapan kejam itu. Tanpa berkata apapun juga, aura itu langsung membuat jiwa jiwa yang berada di ruangan segera kabur seketika.
Namanya Bisma, seperti makna dari nama itu, dia berperawakan perkasa dan kejam.
Bisma segera duduk kembali, lalu melanjutkan membaca novel horor favoritnya. Hingga jam masuk pelajaran selanjutnya, lalu jam pulang.
Mereka ,yang tak lain teman teman sekelas Bisma, dengan buru buru, keluar dari kelas, sambil berebut. Seolah mereka sedang menghindar dari hewan pemangsa. Dan keluar yang paling terakhir adalah Bisma sendiri.
Bisma menutup pintu kelas, dan segera beranjak ke tempat parkir. Bisma hendak mengambil motornya, ketika seberkas cahaya yang sangat terang, mempengaruhi netra anak laki laki itu.
" Cahaya apa itu?" bathin Bisma. Kemudian dengan langkah setengah ragu, Bisma berjalan ke arah cahaya itu berasal.
Tanah berlubang agak lebar, cahaya itu memancar . Bisma penasaran, kenapa dari dalam tanah malah memancarkan cahaya?, apa yang berada di dalam sana?.
Handphone dalam saku nya berbunyi, menganggu rasa penasaran pada anak laki laki yang berusia 16 tahun itu.
" Halo.." sapa Bisma
" Segera pulang, rumah kosong, hari ini Ayah dan Ibu berangkat ke Lamongan." jawaban di handphonnya.
Handphone kemudian di tutup ,dan Bisma memasukkannya lagi ke dalam saku, lalu berjalan kembali di mana motornya di parkir, dan anak itu segera beranjak pulang.
***
Ke esokan harinya, lagi lagi ,kelas gaduh, tapi kali ini, Bisma memilih diam , lalu pergi keluar dari kelas. Seketika Bisma teringat, akan lubang yang memancarkan cahaya ,kemarin.
Bisma segera melangkahkan kaki, ke tempat parkir sekolah, untuk memeriksa, apakah cahaya itu masih memancar?
Bisma melangkahkan kaki dengan mantap, karena cahaya itu dapat di lihat dari jarak pada saat dia malangkahkan kakinya saat ini. Bahkan , sekarang anak laki laki itu berlari, tidak sabar untuk memeriksa lubang yang bersinar itu.
Saat ini, sampailah dia di mulut lubang tersebut, Bisma berjongkok dan mengulurkan tangan, ingin mencari sesuatu ,barangkali ada sebuah benda di dalam lubang itu ,yang bercahaya. Tak di sangka, seolah ada tangan lain dari dalam lubang, dan menariknya ke dalam, sehingga Bisma masuk ke dalam lubang tersebut.
Bisma syok, matanya terbelalak, lalu dalam sekejap ,badannya bertubrukan dengan tanah. Rupanya dia kini berada dalam sebuah keadaan , dimana banyak pohon tinggi dan cahaya matahari menerobos ,sedikit sinar di dalamnya.
Bisma berputar putar, sambil melihat ke atas. Jelas jelas dia tadi jatuh, dan sekarang, kenapa lubang itu tidak ada, tempat apa ini?.Bathinnya bertanya tanya.
Bisma menjadi bingung, hendak melangkahkan kaki ke arah yang mana?, apakah dia harus mengikuti arah cahaya itu?, yah..itu pilihan yang tepat menurutnya.
***
Matanya berkilau senang, saat anak laki laki itu berada di sebuah desa kecil, yang asri dan tanpa penghuni. Ini adalah tempat favoritnya, karena dia memang suka ketenangan dan sendirian.
Bisma mengedarkan pandangan, memeriksa setiap sudut tempat di desa itu. Sangat di sayangkan, ini bukan waktu yang tepat untuk bersantai ria di tempat ini, karena 5 menit lagi, jam pelajaran selanjutnya akan di mulai.
Bisma berbalik, dan berjalan tergesa gesa, demi mengejar waktu, kemudian berlari ,menyelusuri jalan yang tadi dia lewati.
" Sial.." umpatnya, karena sejauh dia berlari, hutan yang tadi dia lewati belum juga kelihatan.
Peluh yang bercucuran, membuat baju seragamnya menempel ke badan, rambut yang tadi di style artis korea, sekarang sudah tidak rapi dan juga basah.
Bisma terus berlari, hingga kelelahan,
,
dimana hutan itu, kenapa dia tidak melihatnya?"bathin Bisma,yang mulai khawatir.
Bisma berputar putar, mengedarkan pandangannya, dia mencari jalan keluar dari tempat ini. Sebuah tangan ,menepuk pundaknya ,ketika Bisma sedang panik,
" kambing lo" pekiknya kaget. Bisma berbalik, dan melihat sesosok orang.Wajah yang membiru dan pucat seperti mayat.
Mulutnya dan matanya terbuka lebar seketika, nalurinya menyuruhnya berlari sejauh mungkin ,menghindar dari sesosok itu. Tapi fisiknya menolak, malah kakinya terpaku erat dengan tanah yang dia injak.
Rasa syok dan takutnya belum hilang , di belakang sosok yang memandangnya itu, datang puluhan sosok yang sama, berjalan menghampirinya.
Bisma berusaha keras ,mengangkat kakinya. Rombongan mayat hidup itu semakin dekat, sedangkan Zombie tepat di depan matanya, hanya memandangnya dengan ekspresi mengancam.
" To...to...toollooooongggg" jerit Bisma, meminta bantuan.
***
Bisma di dudukkan oleh para Zombie ,di ruangan yang cukup luas. Mata para Zombie menatap Bisma dengan rakus,seolah dia adalah makanan lezat untuk mereka. Air liur mereka, sudah keluar dari sudut bibir. Zombie Zombie itu sudah sangat kelaparan.
" Aku sudah tidak sabar untuk memakannya, hemph..." ucap Zombie yang dekat dengan Bisma, dengan mata rakus.
" Tunggu..!!" teriak Zombie lain, menghentikan keinginan Zombie zombie di dekat Bisma itu.
"kita tunggu dulu pimpinan kita" lanjutnya.
***
Bisma semakin gemetar dan gelisah,dia mencoba melepaskan ikatan di tangan dan kakinya. Bisma masih ingin hidup.
Tak sampai lama, terdengar langkah masuk, dan kemudian muncul Zombie yang wajahnya agak terlihat manusia hidup.
***
Pimpinan Zombie, meraih dagu Bisma..
" Kamu tidak pantas menjadi pimpinan, kamu lebih pantas menjadi santapan malam ini."
Mendengar itu, mata Bisma membelalak lebar.
" Tunggu, jangan makan aku!" teriak Bisma ketakutan.
" Ha..ha..ha..ha...." tawa jahat bergema dalam ruangan.
" Lepaskan dia ,dan jadikan santapan kita.." lanjut pimpinan Zombie,senang.
" Tiidaaaaakkkk...aku tidak ingin mati....." Bisma berteriak lantang.
***
" Bisma...Bisma..." suara terdengar di telinga Bisma.
Bisma segera membuka mata sekarang ,dia berada di tanah dan terlentang.
Hampir seluruh siswa mengerubunginya.
" Kamuu sudah sadar?" tanya salah satu guru.
Bisma segera bangun dan menatap sekeliling. Apakah tadi dia bermimpi. Tetapi..diantara siswa siswa yang mengerubunginya, wajah itu..wajah itu sama persis dengan pimpinan Zombie yang tadi dia lihat. Wajah itu tersenyum miring kepadanya, dan matanya seolah meneriakkan" Kamu tidak bisa kabur dari kami".
***
tamat.